Ganjar Wiryati
Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kajian Keuntungan Antara Penyertaan Modal pada Usaha Pembenihan Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy, Lac) dengan Perolehan Bunga Deposito Bank Iskandar Musa; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.49

Abstract

Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lac) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat, Kegiatan pembenihan ikan gurami untuk ber produksi menggunakan sumber daya modal finansial. Sumber daya modal finansial merupakan faktor produksi yang harus dikelola secara efisien dan efektif. Usaha pembenihan ikan gurami umumnya dilaksanakan dalam skala usaha rumah tangga. Mendepositokan uang di bank termasuk usaha memperoleh pendapatan dari bunga yang diberikan sebagai imbal jasa atas penyertaan sejumlah uang pada sebuah lembaga keuangan atau bank. Penelitian dengan menggunakan metode Deskriftif kuantitatif melalui berbagai analisa yang di lakukan, hasil uji/penelitian didasarkan pada variable-variable input dan output sehingga dapat diperoleh suatu perbandingan antara penyertaan modal terhadap usaha pembenihan ikan gurami dengan menempatkan dana dalam bentuk deposito pada bank. Penelitian di lakukan di wilayah kecamatan Kemang dengan Responden pembudidaya ikan gurame, Tujuan penelitian yaitu 1. membandingkan mana yang lebih menguntungkan antara penyertaan modal pada usaha pembenihan ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lac) atau perolehan bunga deposito bank 2. Memberikan gambaran bagi calon investor dalam pengambilan keputusan peggunaan dana antara investasi pada usaha pembenihan ikan gurami atau deposito. Dari hasil kajian yang di lakukan maka dapat disimpulkan bahwa Usaha pembenihan ikan gurami dengan sekuen kegiatan selama 3 bulan secara finansial layak untuk dilaksanakan. Hal ini didukung oleh beberpa parameter kelayakan yang dipakai pada penelitian ini dengan hasil analisis : 1) Keuntungan per tahun (4 kali produksi) = Rp 33.153.725,- 2) R/C = 2,1 3) Payback Period 0,6 (Kurang dari 1 tahun) 4) BEP produksi = Rp 450,- = 66.3 ekor. BEP harga = Rp 213,2,-Jika total modal usaha pembenihan ini sebesar Rp 29.846.275,- didepositokan maka setiap bulan akan menghasilkan jasa atau keuntungan sebesar Rp 176.093,- Sedangkan keuntungan yang diperoleh pada usaha pembenihan ikan gurami setiap 3 bulan mencapai Rp 33.153.725,- atau Rp 11.051.241,- per bulan. Dari data yang di tunjukan memiliki Arti bahwa keuntungan usaha pembenihan ikan gurami bisa mencapai 111,08 % lebih besar dibanding deposito.
Identifikasi Potensi Perikanan di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat Yeni Nurpajri; Ganjar Wiryati; Ade Sunaryo
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.122

Abstract

Identifikasi potensi suatu wilayah merupakan salah satu kegiatan untuk menggali data dan informasi yang dilakukan secara partisipatif. Sektor kelautan dan perikanan paling banyak melibatkan masyarakat pada setiap kegiatannya sehingga menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Potensi perikanan tersebar diberbagai daerah termasuk Kecamatan Parigi. Kecamatan Parigi merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pangandaran yang memilki desa sebanyak 10 desa. Potensi dalam bidang perikananan yang ada di Kecamatan Parigi yaitu budidaya, pengolahan dan penangkapan ikan, karena sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah pesisir. Kecamatan Parigi memiliki jumlah RTP sebanyak 294 dan nelayan mendominasi jumlah RTP. Teknologi yang digunakan dalam semua bidang RTP yaitu tradisional, baik budidaya, pengolahan maupun penangkapan. Tujuan penelitian adalah mengumpulkan, mengolah serta menyusun data identifikasi potensi perikanan yang ada di Kecamatan Parigi. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Parigi pada tanggal 1-30 November 2018. Data yang dikumpulkan yaitu berupa data sekunder dan data primer, dengan menggunakan metode wawancara, kuisioner dengan observasi langsung ke lapangan. Dari 10 desa yang memiliki potensi perikanan tertinggi yaitu 5 desa yang dikembangkan dalam bidang budidaya, pengolahan serta penangkapan ikan.
Kajian Skala Usaha Pendederan I Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) pada Akuarium di Kecamatan Parung, Kemang, Ciseeng Terhadap Pendapatan Setara UMR (Upah Minimum Regional) Kabupaten Bogor Paidi Paidi; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.47

Abstract

Permintaan ikan patin konsumsi menunjukan peningkatan dari waktu ke waktu, hal ini membawa dampak peluang usaha pendederan ikan patin kearah yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk memberkikan injformasi pendapatan yang dapat dicapai setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) Bogor, dari kegliatan usaha pendederan ikan patin pada aquarium di kecamatan ciseeng, kemang dan parung. Sehingga dapat membantu mengambil suatu keputusan bagi seorang calon pengusaha pendeederan ikan patin. Prosedur penelitian dimulai pengadaan sarana produksi, persiapan aquarium, penebaran dan pemeliharaan benih ikan patin, serta pemasaran benih ikan patin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga lokasi dan masing-masing dilakukan tiga ulangan, jumlah 30, 40 dan 60. Data yang dikumpulkan dari hasil pengamatan adalah biaya tetap, biaya variable, total pendapatan dan Upah Minimum Regional Bogor. Metoda analisis financial yang digunakan adalah laba/rugi, R/C, BEP, Payback Period dan ROI.
Kajian Biaya Produksi Terhadap Harga Penjualan pada Perusahaan Agar-Agar Kertas di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Ganjar Wiryati; Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v5i1.26

Abstract

Harga jual harus menghasilkan laba yang mencukupi, seimbang, dengan investasi yang ditanamkan. Maka dari itu informasi biaya produk atau jasa sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual, walaupun biaya bukan satu-stunya faktor penentu yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual. Industri agar-agar kertas di Kecamatan Pameungpeuk misalnya, saat ini masih ditangani secara tradisional, dengan permodalan yang relatif kecil dengan kapasitas produksi antara 16-20 kg agar-agar per hari, dengan tenaga kerja 5 orang, serta persaingan semakin besar. Berdasarkan hasil penelitian maka biaya produksi memberikan kontribusi terhadap harga jual sebesar 81,80% pada industri kecil tersebut, sedangkan sisanya 18,20% dipengaruhi oleh faktor variabel lain.
Potensi dan Permasalahan Perikanan Budidaya di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Nadia Ichtifa; Ganjar Wiryati; Pigoselpi Anas
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.121

Abstract

Identifikasi potensi suatu wilayah merupakan salah satu langkah awal untuk menggali data dan informasi yang dilakukan secara partisipatif untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah. Didukung dengan data yang lengkap dan valid. Metode pengambilan data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling dengan menetapkan pertimbangan tertentu. Dari jumlah populasi pembudidaya terdapat 24 RTP yang tergabung pada 7 kelompok pembudidaya. Kecamatan Caringin memiliki luas wilayah 3.542,362 Hektar yang terbagi kedalam 9 desa diantaranya terdapat lahan budidaya seluas 39,5 Ha dengan sumber pengairan dari irigasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan perikanan pada sistem produksi perikanan, sistem usaha perikanan dan sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Hasil identifikasi menunjukan bahwa kegiatan budidaya di Kecamatan Caringin didominasi oleh pembenihan dan pendederan komoditas ikan nila serta pembenihan ikan lele. Dari teknologi yang digunakan seluruhnya masih bersifat tradisional diatandai dengan tidak adanya pemberian pakan. Produksi pembenihan ikan nila rata rata 72 liter.siklus-1, produksi pendederan ikan nila rata-rata 163.625 ekor.siklus-1 dan produksi pembenihan ikan lele rata rata 1.200 ekor.siklus-1. Alur pemasaran yang digunakan pembudidaya yaitu alur pemasaran semi langsung dan tidak langsung. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan penyuluh perikanan di Kecamatan Caringin menggunakan metode anjangsana dan pertemuan kelompok.
Pola dan Skala Usaha Pembesaran Ikan Bandeng di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i1.65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pendapatan pembudidaya ikan bandeng pada pola usaha yang berbeda di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sehingga pada akhirnya akan memberikan manfaat sebagai sumber informasi bagi pembudidaya ikan bandeng di Kecamatan Muara Gembong pentingnya mengetahui tingkat pendapatan sesuai dengan biaya produksi yang di keluarkan pada pola usaha yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Sampel responden ditentukan secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan tingkat pendapatan yang ditunjukkan dari hasil data responden bahwa tingkat pendapatan terbesar berada pada kegiatan usaha polikultur dua komoditas antara bandeng dan udang, dan tingkat berikutnya diduduki oleh polikultur bandeng dan rumput laut, sedangkan budidaya bandeng secara monokultur berada pada tingkat yang paling bawah. Pola usaha yang dilakukan kegiatan budidaya secara polikultur menunjukkan hasil yang lebih tinggi pendapatannya di bandingkan dengan pola monokultur, sebab pada usaha polikultur ada dua komoditas yang di pelihara masing-masing menyumbangkan pendapatan sesuai dengan komoditas yang di usahakan.
Analisis Margin Pemasaran dari Saluran Pemasaran Ikan Hias di Enam Pasar Bogor (Survei di Kota/Kab. Bogor Provinsi Jawa Barat) Sobariah Sobariah; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.38

Abstract

  Pendapatan yang tinggi adalah tujuan akhir dari pelaku utama dalam hal ini pembudidaya ikan baik ikan konsumsi maupun ikan hias, namun demikian pada kenyataannya para pembudidaya ikan khususnya ikan hias belum dapat menikmati keuntungan sesuai dengan yang mereka harapkan, justru para pedagang di berbagai level baik itu pengumpul maupun pengecer yang menikmati keuntungan lebih baik dari pada para pembudidaya yang dengan susah payah mengelola usahanya dengan berbagai resiko yang dijalaninya. Salah satu penyebab terjadinya kesenjangan penerimaan keuntungan adalah karena sistem pemasaran yang masih terlalu panjang dimana dari pembudidaya ke pedagang pengumpul, pedagang pengumpul ke pedagang besar, pedagang besar ke pengecer, dari pengecer baru sampai ke konsumen akhir dalam hal ini pembeli ikan hias. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh margin pemasaran ikan hias di beberapa pasar yang ada di wilayah Bogor, maka perlu diadakan peneiltian tentang margin pemasaran dari saluran pemasaran ikan hias di enam pasar yang ada di sekitar Bogor. Dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya dari peneliti, maka penelitian tentang margin pemasaran ikan hias hanya dilakukan di enam pasar yang dominan. Tujuan Penelitian a) Ingin mengetahui pangsa pasar diterima penjual, pembudidaya dari harga yang dibayarkan konsumen. b) Ingin mengetahui berapa penjual yang memanfaatkan pasar yang ada di kota Bogor. c) Ingin mengetahui perbandingan margin pemasaran dari saluran distribusi ikan hias pada enam pasar di Bogor. Metodologi penelitian lebih pada pendekatan sistem, fungsi dan kegunaan pemasaran komoditas perikanan secara Konseptual dan operasional dengan hasil perhitungan bahwa Margin Pemasaran yang dihitung dari dua jenis ikan hias pada enam pasar menunjukkan bahwa marjin Pemasaran terendah sebesar Rp. 24; disaluran 1, Rp.48, berada pada saluran 2, dan terdapat pada pasar 3 dan 4 yaitu Pasar Parung dan Pasar Anyar, hal ini menunjukan bahwa komoditas ikan Cupang dan Koki adalah merupakan jenis komoditas yang efisien untuk komoditas ikan hias tersebut. Untuk Margin Pemasaran (MP) tertinggi berada pada posisi saluran 3 di pasar 2 dan 6, yaitu Margin Pemasaran sebesar RP.4.850 di saluran 3 pada pasar 2 yaitu pada Depo Baranang Siang, dan margin pemasaran sebesar Rp.3.600 berada pada posisi saluran 3 di pasar 6 atau Pasar Ciawi, yang berarti bahwa komoditas ikan hias Koki dan Cupang menunjukan jenis ikan hias yang tidak efisien bagi sipembudidaya, karena penerimaan pembudidaya lebih kecil dari pedagang pengumpul maupun pedagang ecaran
Karakteristik Organoleptik Ikan Patin Asap (Pangasius Pangasius) Tatty Yuniarti; Iis Jubaedah; Ganjar Wiryati; Romauli J Napitupulu
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.57

Abstract

Ikan asap adalah salah satu produk olahan tradisional di Indonesia. Berbagai jenis ikan dapat digunakan sebagai bahan baku ikan asap. Salah satunya adalah ikan patin (Pangasius-pangasius). Modifikasi pengasapan ikan digunakan untuk menghasilkan ikan asap yang disukai konsumen. Modifikasi ikan asap yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari dua (2) model ikan asap yaitu ikan patin tanpa disayat diasapi (A) dan ikan patin disayat (B) kemudian diasapi. Penyayatan daging pada salah satu model ikan asap diharapkan dapat memperluas permukaan kontak daging ikan dengan asap sehingga menghasilkan profil sensori yang berbeda. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji sensori skala rating hedonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model ikan asap yang disukai oleh konsumen. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ikan asap dengan bahan baku ikan patin berat rata-rata 280-320 gr menghasilkan rendemen ikan asap sebanyak kurang lebih 60%. Dari hasil uji sensori diketahui bahwa panelis lebih memilih atribut penampakan dan tekstur untuk ikan asap yang disayat dan panelis memilih untuk atribut rasa dan bau pada ikan asap yang tanpa disayat. Komposisi ikan asap tanpa disayat adalah protein 13%, lemak 0,54%, air 73% dan mineral 1,77%, untuk ikan asap bersayat kadar protein 23%, lemak 0,44%, air 65% dan mineral 0,96%.