Nayu Nurmalia
Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Persepsi dan Tingkat Kepuasan Taruna Terhadap Pelayanan Perpustakaan (Studi Kasus di STP Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor) Abdul Hanan; Nayu Nurmalia
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.43

Abstract

Dalam pemanfaatan pelayanan Perpustakaan diperoleh data bahwa taruna berkunjung ke perpustakaan kurang dari rata-rata 2 kali dalam sebulan sebanyak 27,8%, berkunjung sebanyak 3 sampai 4 kali per bulan sebanyak 45,8% dan yang berkunjung lebih dari 5 kali sebanyak 26,4%. Hasil analisis tingkat Indek Kepuasan Taruna (IKP) terhadap 14 unsur pelayanan di unit Perpustakaan. Hasil analisis terhadap 14 unsur pelayanan perpustakaan terhadap taruna sebagai pengguna bahwa hanya satu unsur yang meperoleh indek kepuasaan dengan katagori sangat baik, 2 unsur pelayanan indek kepuasasan dengan katagori kurang baik, dan 11 unsur indek kepusan pada katagori baik. Untuk mengetahui mutu pelayanan dan kinerja unit perpustakaan maka dilakukan analisis dengan rumus Un x 0,0071 dalam hal ini Un adalah nilai rata-rata per unsur pelayanan, dan 0,071 adalah nilai bobot rata-rata tertimbang. Hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai kepuasan tertinggi diperoleh pada unsur 5 (U5) yaitu tanggung jawab petugas pelayanan, sedangkan nilai kepuasan pelayanan yang paling rendah pada unsur 10 (U10) yaitu kelengkapan buku yang dibutuhkan.
Persepsi Pelaku Usaha Perikanan Terhadap Kinerja Penyuluh Perikanan Nayu Nurmalia; Ani Leilani; Azam B Zaidy
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.35

Abstract

Penelitian mengenai persepsi pelaku usaha terhadap kinerja penyuluh perikanan dilakukan pada bulan April sampai bulan Mei 2011. Lokasi penelitian di 11 provinsi yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Jumlah responden sebanyak 89 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha perikanan terhadap kinerja penyuluh perikanan. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan penyuluh masih sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha, materi yang dibutuhkan terkait dengan peningkatan produksi usahanya, dan cara yang diinginkan pelaku usaha adalah penyuluh dapat memberi contoh usaha perikanan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Persepsi Perangkat Kecamatan dan Perangkat Desa terhadap Keberadaan Waduk : Kasus Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat Nayu Nurmalia; Tuti Susilawati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.123

Abstract

Waduk Jatigede yang berada di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Ir. H. Juanda (Waduk Jatiluhur). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi persepsi perangkat desa dan kecamatan terhadap keberadaan waduk dan mengidentifikasi harapan masyarakat terhadap keberadaan waduk Jatigede. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 26 orang. Responden merupakan perangkat kecamatan dan perangkat desa bekerja di wilayah Waduk Jatigede yang kecamatan dan desanya terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Selain banyaknya manfaat, menurut para perangkat tersebut pembangunan waduk Jatigede juga memiliki dampak yang tidak diinginkan terhadap kehidupan masyarakat. Sejumlah permasalahan timbul dengan adanya pembangunan Waduk Jatigede, yaitu masalah ganti rugi, masalah pekerjaan baru bagi OTD, kesiapan OTD untuk dapat menerima pekerjaan yang baru, serta permasalahan ekonomi produktif masyarakat yang telah dilakukan pemerintah.
Hubungan Kepemimpinan Ketua Kelompok dengan Keefektifan Kelompok Nayu Nurmalia; Tuti Susilawati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i2.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepemimpinan ketua kelompok perikanan di Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, mengidentifikasi keefektifan kelompok perikanan di Kecamatan Kebon Kabupaten Sukabumi, dan mengidentifikasi hubungan antara kepemimpinan ketua kelompok dengan keefektifan kelompok perikanan di Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi. Penelitian yang digunakan adalah yang bersifat deskriptif. Sampel responden sebanyak 8 kelompok, dari setiap kelompok masing-masing dipilih responden 5 orang (anggota dan pengurus). Analisis yang digunakan untuk menguji hubungan antara kepemimpinan ketua kelompok perikanan dengan efektivitas kelompok dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik individu dan karakteristik sosial PPS secara parsial berhubungan nyata dengan efektivitas kelompok.
Analisis Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Budidaya Ikan Lele Sangkuriang pada Kelompok Ranca Kembang di Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Abdul Hanan; Walson H Sinaga; Nayu Nurmalia; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.34

Abstract

Pengalaman usaha bidang perikanan pada responden berhubungan erat sapai pada pada tahap mencoba inovasi, sedangkan tingkat keinovatifan responden berhubungan erat sampai pada tingkat menerapkan inovasi yang dianjurkan. Umur responden. Lama pendidikan, dan tingkat kekosmopolitan tidak berhubungan erat dengan tingkat adopsi inovasi ikan lele sangkuriang.Peranan penyuluh perikanan sangat berhubungan erat sampai tahap mencoba dan berhubungan erat pada tahap menerapkan para responden terkait inovasi yang dianjurkan yaitu budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal. Sedangkan peranan ketua kelompok sangat berhubungnha erat sampai tahap menilai inovasi yang dianjurkan bagi para responden. Peranan dinas perikanan dan peranan media massa kurang berhubungan erat dengan tingkat adopsi budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal. Karakteristik inovasi berupa keuntungan relatif budidaya ikan lele sangkuriang dibandingkan inovasi lainnya (budidaya pertanian), keselarasan dengan kondisi lingkungan responden berhubungan sangat erat sampai pada tahap minat responden pada inovasi tersebut. Budidaya ikan lele sangkuriang dianggap tidak rumit diterapkan/dipraktekan oleh responden sangat berhubungan erat bagi responden untuk berminat dan sampai menghitung untung rugi dari inovasi tersebut (tahap minat). Budidaya ikan lele sangkuriang dengan karakteristik yang mudah diamati hasilnya oleh responden berhubungan erat pada tahap minat pada responden dan berhubungan sangat erat pada tahap mencoba. Namun demikian berdasarkan hasil analisis ciri inovasi teknologi budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal dengan ciri yang mudah dan cepat diamati yang berhubungan sangat erat kecepatan adopsi sampai tahap mencoba, sedangkan ciri inovasi lainnya baru sampai rata-rata pada tahap mminat.
Efektivitas Penggunaan Media Penyuluhan (Kasus pada Kelompok Ranca Kembang Desa Luhur Jaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Provinsi Banten) Ani Leilani; Nayu Nurmalia; Muh Patekkai
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.79

Abstract

Media penyuluhan merupakan salah satu unsur yang terpenting dalam kegiatan penyuluhan. Penggunaan media massa contohnya, yang harus dipertimbangkan dalam penggunaannya adalah peranannya dalam program penyuluhan, penggunaannya secara efektif. Yang penting adalah efek yang diharapkan, dan cara menggunakannya untuk menjamin agar arti pesan menjadi sejelas mungkin. Pilihan terhadap media massa yang digunakan, dan perbedaan antara media massa dan komunikasi anatar pribadi. Penggunaan media menjadi sangat penting dalam rangka adopsi inovasi oleh pelaku utama perikanan. Dari proses adopsi inovasi dan media yang digunakan juga bisa memperlihatkan tingkat efektifitas masing-masing media. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat efektifitas penggunaan media penyuluhan pada kelompok pembudidayaikan Ranca Kembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2014 yang berlokasi penelitian di Desa Luhur Jaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Provinsi Banten dengan jumlah sample sebanyak 30 orang. Data kemudian dianalisis dengan uji Koefisien Korelasi Pearson. Faktor internal berhubungan dengan faktor eksternal pembudidaya ikan tingkat pendidikan, tingkat kekosmopolitan dan tingkat keinovatifan. Sedangkan faktor eksternal pembudidaya yang berhubungan dengan faktor internal adalah materi penyuluhan, kemasan penyuluhan dan penyajian penyuluhan. Faktor internal pembudidaya ikan (umur, pendidikan, tingkat kebutuhan, tingkat kekosmolitan dan tingkat keinovatifan) tidak menunjukkan hubungan dengan penggunaan media penyuluhan baik berupa media cetak maupun media tertayang. Faktor Eksternal yang mempunyai hubungan sangat erat dengan penggunaan media penyuluhan yaitu untuk materi berhubungan erat dengan penggunaan media brosur dan film. Faktor eksternal kemasan media berhubungan dengan penggunaan media peta singkap. Sedangkan faktor eksternal penyajian media penyuluhan berhubungan erat dengan penggunaan media penyuluhan berupa leaflet, peta singkap dan majalah.