Abdul Hanan
Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi dan Tingkat Kepuasan Taruna Terhadap Pelayanan Perpustakaan (Studi Kasus di STP Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor) Abdul Hanan; Nayu Nurmalia
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.43

Abstract

Dalam pemanfaatan pelayanan Perpustakaan diperoleh data bahwa taruna berkunjung ke perpustakaan kurang dari rata-rata 2 kali dalam sebulan sebanyak 27,8%, berkunjung sebanyak 3 sampai 4 kali per bulan sebanyak 45,8% dan yang berkunjung lebih dari 5 kali sebanyak 26,4%. Hasil analisis tingkat Indek Kepuasan Taruna (IKP) terhadap 14 unsur pelayanan di unit Perpustakaan. Hasil analisis terhadap 14 unsur pelayanan perpustakaan terhadap taruna sebagai pengguna bahwa hanya satu unsur yang meperoleh indek kepuasaan dengan katagori sangat baik, 2 unsur pelayanan indek kepuasasan dengan katagori kurang baik, dan 11 unsur indek kepusan pada katagori baik. Untuk mengetahui mutu pelayanan dan kinerja unit perpustakaan maka dilakukan analisis dengan rumus Un x 0,0071 dalam hal ini Un adalah nilai rata-rata per unsur pelayanan, dan 0,071 adalah nilai bobot rata-rata tertimbang. Hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai kepuasan tertinggi diperoleh pada unsur 5 (U5) yaitu tanggung jawab petugas pelayanan, sedangkan nilai kepuasan pelayanan yang paling rendah pada unsur 10 (U10) yaitu kelengkapan buku yang dibutuhkan.
Difusi Adopsi Teknologi Pendederan Ikan Patin pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Purwakarta Abdul Hanan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i1.81

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis kecepatan penerapkan probiotik (Bakteri Lactobacillus) sebagai suatu inovasi pada pendeder ikan patin ditinjau dari aspek atribut inovasi dan atribut adopster. Difusi inovasi terkait dengan factor sugesti (pengaruh/kepercayaan), identifikasi (penelaahan) serta faktor imitasi (peniruan), dan ciri-ciri dari inovasi yang disampaikan, serta gencarnya promosi dari inovasi tersebut. Hasil kaji terap sebagai atribut inovasi pH 7,84 dan DO 5,61, panjang ikan 7,81 cm, dengan berat 3,90, dengan SR 99,8%, sedangkan tanpa probiotik panjang 5,17 cm dengan berat 1,16 gr, dengan SR 75%. Sedangkan atribut pengadopsi ingkat peniruan oleh sasaran pada minggu ke 9 sejak diperkenalkan inovasi terdapat 10 orang, pada tarap kepercayaan 0,05 berkorelasi dengan pengalaman usaha (0,399*) dan keinovatifan sasaran (0,395*) pada tarap nyata 0,05. Faktor pendifusi berkotrelasi dengan kredibiltas (0,367*) serta daya tarik (0,389*)
Analisis Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Budidaya Ikan Lele Sangkuriang pada Kelompok Ranca Kembang di Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Abdul Hanan; Walson H Sinaga; Nayu Nurmalia; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.34

Abstract

Pengalaman usaha bidang perikanan pada responden berhubungan erat sapai pada pada tahap mencoba inovasi, sedangkan tingkat keinovatifan responden berhubungan erat sampai pada tingkat menerapkan inovasi yang dianjurkan. Umur responden. Lama pendidikan, dan tingkat kekosmopolitan tidak berhubungan erat dengan tingkat adopsi inovasi ikan lele sangkuriang.Peranan penyuluh perikanan sangat berhubungan erat sampai tahap mencoba dan berhubungan erat pada tahap menerapkan para responden terkait inovasi yang dianjurkan yaitu budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal. Sedangkan peranan ketua kelompok sangat berhubungnha erat sampai tahap menilai inovasi yang dianjurkan bagi para responden. Peranan dinas perikanan dan peranan media massa kurang berhubungan erat dengan tingkat adopsi budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal. Karakteristik inovasi berupa keuntungan relatif budidaya ikan lele sangkuriang dibandingkan inovasi lainnya (budidaya pertanian), keselarasan dengan kondisi lingkungan responden berhubungan sangat erat sampai pada tahap minat responden pada inovasi tersebut. Budidaya ikan lele sangkuriang dianggap tidak rumit diterapkan/dipraktekan oleh responden sangat berhubungan erat bagi responden untuk berminat dan sampai menghitung untung rugi dari inovasi tersebut (tahap minat). Budidaya ikan lele sangkuriang dengan karakteristik yang mudah diamati hasilnya oleh responden berhubungan erat pada tahap minat pada responden dan berhubungan sangat erat pada tahap mencoba. Namun demikian berdasarkan hasil analisis ciri inovasi teknologi budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal dengan ciri yang mudah dan cepat diamati yang berhubungan sangat erat kecepatan adopsi sampai tahap mencoba, sedangkan ciri inovasi lainnya baru sampai rata-rata pada tahap mminat.
Persepsi dan Tingkat Kepuasan Taruna terhadap Pelayanan pada Proses Pendidikan Abdul Hanan; Walson H Sinaga
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i3.95

Abstract

Hasil penelitian memperlihatkan berdasarkan 14 unsur pelayanan pendidikan kelompok dosen labo teknologi kepada taruna IKP optimal 3,000 namun range indek kepuasan taruna pada pendidikan yang diberikan dosen labo teknologi terendah 2,12 dan tertinggi 2,700. Sedangkan bagi responden taruni range IKPi yang diberikan terendah 2,200 dan tertinggi 3,00. Pada Kelompok dosen labo ekonomi pelayanan unsur terendah oleh taruna 2,15 dan tertinggi 2,700, sedangkan persepsi yang diberikan oleh taruni unsur terendah dengan nilai 2,15 dan tertinggi 3,00. Pada Kelompok Dosen labo penyuluhan persepsi taruna unsur terendah dengan nilai 2,200 dan tetinggi 3,00, sedangkan yang diberikan oleh taruni unsur terendah dengan nilai 2,300 dan unsur tertinggi dengan nilai 3,00. Nilai Indek Kepuasan Taruna (IKTa) bagi kelompok dosen labo teknologi diperoleh nilai sebesar 62,214, dengan kriteria kinerja Baik, sedangkan untuk Nilai Indek Kepuasan Tarunai (IKTi) sebesar 69,58, dengan kriteria kinerja Sangat Baik. Nilai Indek Kepuasan Taruna (IKTa) bagi kelompok dosen labo ekonomi sebesar 61,53, dengan kriteria kinerja Baik, sedangkan untuk Nilai Indek Kepuasan Taruni (IKTi) sebesar 68,865, dengan kriteria kinerja Sangat Baik. Nilai Indek Kepuasan Taruna (IKTa) bagi kelompok dosen labo penyuluhan sebesar 64,60, dengan kriteria kinerja sangat Baik,sedangkan untuk Nilai Indek Kepuasan Tarunai (IKTi) sebesar 70,025, dengan kriteria kinerja Sangat Baik.