Egi Dita Aprilia
Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan

Analisis Permasalahan Usaha Perikanan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Egi Dita Aprilia; Nia Nurfitriana; Tatty Yuniarti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v15i2.254

Abstract

Kecamatan Cibinong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor yang memiliki sektor perikanan yang cukup baik, dengan total produksi ikan hias sebesar 25.688 ton dan ikan konsumsi sebesar 1.461 ton. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah potensi perikanan, dan menganalisis permasalahan pada sistem produksi, sistem bisnis dan sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Cibinong. Metode yang digunakan berupa penelusuran data skunder dan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan penentuan jumlah responden menggunakan perhitungan slovin. Hasil Penelitian ini berupa perbandingan analisis usaha per segmen perikanan yang terdiri dari Total Biaya Produksi, Pendapatan, Keuntungan, Revenue Cost (R/C), Break Event Point (BEP), Return of Invesment (ROI), dan Payback Periode (PP) serta analisis permasalahan melalui pohon masalah. Segmen-segmen yang terdapat di Kecamatan Cibinong yaitu Segmen pembenihan dan pembesaran ikan konsumsi (lele, nila, dan gurame), budidaya ikan hias (neon tetra dan koki), dan pengolahan hasil perikanan (Kaki naga, abon ikan, pempek, dan krispi kulit ikan) dengan rataan biaya produksi dan kelayakan usaha tertinggi dari keempat segmen perikanan yaitu, terdapat pada pembudidaya ikan hias untuk 3 RTP, Total biaya produksi: RP.1.629.082,-; Pendapatan: Rp. 3.183.333,-; Keuntungan: Rp. 1.553.916 BEP: 563.100; BEP Unit: 356 ekor; PP: 3; R/C: 1,8; ROI: 27,3%. Pendapatan dan keuntungan terendah terdapat pada segmen pengolahan yang mengolah abon ikan atas nama Titin Z. Permasalahan perikanan yang dapat disimpulkan terdiri dari budidaya perikanan yang memiliki produktivitas rendah, kualitas produk olahan hasil perikanan masih kurang memadai, pendapatan pelaku usaha yang masih belum maksimal, dan dinamika kelompok usaha yang belum dapat berjalan maksimal. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menyusun rencana kerja programa penyuluhan yang akan dilaksanakan.