J Junaidi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Spektrofotometer UV-Vis Untuk Estimasi Ukuran Nanopartikel Perak J Junaidi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v5i1.1366

Abstract

We present a simple technique to estimate the size of silver nanoparticles (AgNPs) based on uv-vis spectra computationally. To have the nanoparticles, the AgNPs colloid was prepared by chemical reduction technique using 40 mM of tri-sodium citrate dihydrate (Na3C6H5O7.2H2O) and silver nitrate (AgNO3) at different concentrations of 2.5 and 5.0 mM. The colloid was then analyzed by using UV-Vis spectrophotometer. For comparison of the size estimation, a small amount of AgNPs was also analyzed using transmission electron microscopy (TEM). By fitting the model and the UV-Vis spectra of these colloids, the set fitting parameters can be obtained including the absorption coefficient, the full width at half maximum (FWHM), the wavelength and absorbance of peaks. It is assumed that the shape of nanoparticle is spherical, so that its diameter can be estimated using the values of scattered absorbance and FWHM. Based on the model it is found that the size of AgNPs are (28 ± 8) nm and (15 ± 7) nm for samples prepared with concentration of 2.5 and 5.0 mM, respectively. On the other hand, from statistically estimation using images from TEM, it is found that the size of AgNPs are (17 ± 4) nm and (8 ± 3) nm for samples prepared with concentration of 2.5 and 5.0 mM, respectively. This discrepancy occurs may be due to non-homogenous of the particles. It indicates, however, this computationally simple method can be used as a first step to estimate size of the AgNPs colloid prior to measurement and calculation using advanced equipments and techniques.
Pengukuran Panjang Gelombang Sumber Lampu Monokromatis dari Pola Difraksi Cahaya Berbasis Webcamdan Borland Delphi Eko Sariyanto; Sri Wahyu Suciyati; Gurum Ahmad Pauzi; J Junaidi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1276

Abstract

Telah dilakukan penelitian untukpengukuran panjang gelombang dari pola difraksi cahaya yang terbentuk ketika melewati sebuah celah tunggal. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan alat ukur pola difraksi cahaya yang terintegrasi langsung dengan sebuah kamera sebagai pengindra. Hasil penelitianmenunjukkan bahwapanjang gelombang dari sumber diperoleh sebesar 583-589 nm. Proses pengukuranpola difraksi dilakukan dengan menggunakan kisi 100 celah/mm, 300 celah/mm, dan 600 celah/mm dengan variasi jarak 50-100 cm. Nilai akurasi pengukuran diperoleh sebesar 99,45-99.59% dengan error sebesar 0,04-0,55%. Sistem yang dibangun telah mampu pula untuk mengukur panjang gelombang cahaya monokromatis denganrange panjang gelombang 450-630 nm.
Rancang Bangun Sistem Akuisisi Data Resonansi gelombang Bunyi Menggunakan Transduser Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 N Nurkholis; J Junaidi; Arif Surtono
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1271

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan merancang suatu sistem akuisisi data pada alat ukur resonansi gelombang bunyi melalui komunikasi serial USB dengan menggunakan tranduser PING. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya cepat rambat bunyi di udara. Tranduser ultrasonik PING digunakan untuk mengukur ketinggian air. Tranduser ini memiliki range ketinggian 2 - 500 cm dengan resolusi 0,5 cm. Pendeteksi ketinggian muka air ini menggunakan catu daya sebesar 5 volt. Alat ini akan mengukur ketinggian muka air saat terjadi resonansi dan dideteksi oleh sensor mikrofon yang akan dikirimkan ke mikrokontroler. Penelitian ini menggunakan variasi frekuensi garputala (288, 341, 426 dan 512) Hz untuk menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara. Cepat rambat bunyi di udara pada suhu ruangan dengan menggunakan frekuensi 341 Hz adalah 341 ± 0,634 m/s dan memiliki ketelitian tertinggi dengan error 0,2%.