Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Rangkaian Penghitung Kerapatan Fluks Neutron Terkoreksi N16 RSG-GAS Berbasis LABVIEW Puji Siamatun; Arif Surtono; E Edison
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1322

Abstract

Telah dilakukan penghitungan sinyal N16 terkoreksi N16-corr) untuk mendeteksi kecelakaan reaktifitas daerah daya. Penghitungan sinyal N16-corr melibatkan dua kanal pengukuran, yaitu detektor kerapatan fluks neutron dan detektor laju dosis gamma. Rangkaian penghitung N16-corr terdiri dari trigger amplifier (K), integrator (I), dan summing element (S). Rangkaian penghitung N16-corr di simulasikan menggunakan program LabVIEW. Nilai histerisis yang didapatkan yaitu sebesar 0.01 V, dengan nilai batas 0.94 V dan nilai korreksi = -0.94 mV/s. Nilai selisih antara N16 terkoreksi modul perangkat keras terpasang dengan perangkat lunak adalah sebesar 0.04898 V.
Karakterisasi Porositas Batuan Shalegas Terhadap Nilai Kapasitansi Dengan Menggunakan Sensor Kapasitansi Sammi Rizki Taufik; Arif Surtono; Mahfudz Al-Huda
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.1331

Abstract

Telah dilakukan penelitian karakterisasi batuan dengan menggunakan sensor berbasis kapasitansi dengan sampel batuan shalegas dan sandstone. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan sifat listrik batuan dari pengaruh besar porositas terhadap pengukuran kapasitansi. Proses pengambilan data dilakukan menjadi dua pengujian secara eksperimen dan simulasi. Pengukuran kapasitansi batuan menggunakan dua alat, yaitu rangkaian CV-converter dan capacito meter. Fungsi rangkaian CV-converter untuk mengetahui respon frekuensi terhadap kapasitansi batuan dan capacito meter untuk mengetahui hubungan besar porositas batuan dengan nilai kapasitansi terukur. Hasil penelitian ini menunjukkan sensor kapasitansi mampu mengukur perbedaan kapasitansi pada setiap sampel batuan dengan karakteristik (porositas) batuan yang berbeda. Dari hasil pengukuran rangkaian CV-converter diperoleh frekuensi kapasitansi maksimal pada frekuensi rendah antara 500kHz–1MHz dan dari hasil pengukuran capacito meter hubungan besar porositas dengan kapasitansi berbanding terbalik untuk batuan sandstone namun pada sampel shalegas berbanding lurus.
Sistem Instrumentasi Akuisisi Data EKG 12 Lead Berbasis Komputer A Agustiawan; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1319

Abstract

Jantung merupakan organ tubuh yang berfungsi memompa darah keseluruh tubuh dan kembali ke jantung. Apabila proses ini terganggu maka inilah yang disebut dengan sakit jantung, untuk mengatasi gangguan jantung secara tiba-tiba maka dibutuhkan alat yang disebut dengan Elektrodiograf. EKG merupakan sebuah grafik yang menunjukan rekaman listrik jantung pada manusia, selain itu aktifitas kelistrikan jantung pada manusia dapat dibuat perangkat prototipe dengan kisaran masukan tegangan 0 s.d 5 Volt. Pada penelitian ini telah buat sebuah prototipe sistem instrumentasi akuisisi data EKG 12 lead berbasis komputer. Rancangan akuisisi menggunakan mikrokontroler ATMega16 sebagai pengontrol utama, USB to serial RS232 sebagai media komunikasi interfacing komputer. Proses analisis sinyal dimulai dari menentukan tegangan masukan dari masing-masing 12 lead kemudian akan dikomunikasikan secara serial di simpan dalam bentuk data teks dan grafik dengan frekuensi maksimal 50 Hz. Pada prototipe ini mendapatkan keluaran frekuensi 30 Hz untuk tegangan masukan 2,5 Volt dan 50 Hz untuk tegangan 5 Volt.
Rancang Bangun Sistem Akuisisi Data Resonansi gelombang Bunyi Menggunakan Transduser Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 N Nurkholis; J Junaidi; Arif Surtono
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1271

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan merancang suatu sistem akuisisi data pada alat ukur resonansi gelombang bunyi melalui komunikasi serial USB dengan menggunakan tranduser PING. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya cepat rambat bunyi di udara. Tranduser ultrasonik PING digunakan untuk mengukur ketinggian air. Tranduser ini memiliki range ketinggian 2 - 500 cm dengan resolusi 0,5 cm. Pendeteksi ketinggian muka air ini menggunakan catu daya sebesar 5 volt. Alat ini akan mengukur ketinggian muka air saat terjadi resonansi dan dideteksi oleh sensor mikrofon yang akan dikirimkan ke mikrokontroler. Penelitian ini menggunakan variasi frekuensi garputala (288, 341, 426 dan 512) Hz untuk menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara. Cepat rambat bunyi di udara pada suhu ruangan dengan menggunakan frekuensi 341 Hz adalah 341 ± 0,634 m/s dan memiliki ketelitian tertinggi dengan error 0,2%.
Efek Frekuensi Gelombang Ultrasonik Terhadap Mikroba Pada Air Kaldu Daging Sapi Novia Puspasari; Arif Surtono; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1272

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek frekuensi gelombang ultrasonik (US) terhadap mikroba pada air kaldu daging sapi dengan variasi frekuensi 40 kHz, 50 kHz, dan 60 kHz dan variasi lama perlakuan 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam dengan daya pembangkit gelombang ultrasonik 30 watt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejernihan dan jumlah mikroba pada air kaldu daging sapi yang diberi perlakuan gelombang ultrasonik dengan yang tidak diberi perlakuan gelombang ultrasonik. Tingkat kejernihan air kaldu daging sapi dilihat dengan menggunakan metode grayscale, air kaldu daging sapi dengan perlakuan gelombang ultrasonik lebih jernih dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Jumlah mikroba pada air kaldu daging sapi dengan perlakuan gelombang ultrasonik lebih sedikit dibandingkan air kaldu daging sapi tanpa perlakuan gelombang ultrasonik dengan variasi waktu 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam.
Perbandingan Kinerja Filter Digital IIR dan FIR untuk Mereduksi Derau Interferensi Jaringan Listrik 60 Hz pada Sinyal EKG Elisabhet Yori Vitariasni; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.484

Abstract

Telah dilakukan perbandingan kinerja filter IIR dan FIR dalam meredeksu interferensi jaringan listrik 60 Hz pada sinyal EKG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja filter IIR dan FIR serta membandingkanya secara kualitatif dan kuantitatif. Data EKG yang mengandung noise difilter sehingga didapatkan data EKG yang bebas derau. Filter IIR menggunakan metode Pole Zero sedangkan Filter FIR menggunakan metode Windowing . Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter IIR memiliki kinerja lebih baik dibandingkan filter FIR dalam mereduksi derau inteferensi jaringan listrik 60 Hz. . Kinerja tersebut dapat diketahui dari nilai SNR filter IIR rata-rata sebesar 32.2008 dan SNR filter FIR metode Rectangular Windowing rata-rata sebesar 15.6812, SNR metode Bartlet Windowing rata-rata sebesar 19.1354, SNR metode Hanning Windowing rata-rata sebesar 23,2296. Kata Kunci: IIR, FIR, Filtering, EKG
Rancang Bangun Penguat Biopotensial Elektrokardiografi (EKG) Berbasis IC AD620 Imam Nasiqin; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1305

Abstract

Aktivitas listrik jantung menjadi dasar Elektrokardiografi (EKG) dalam mengamati jantung. Komponen EKG terdiri dari rangkaian penguat biopotensial menggunakan IC AD620, bandpass filter, notch filter, dan penguat non-inverting. Rangkaian penguat biopotensial dari sebuah instrumentasi EKG menjadi komponen utama dalam penelitian ini. Semua rangkaian ini diuji karakteristiknya menggunakan signal generator sebagai pembangkit sinyal dan keluaran dari komponen EKG diamati menggunakan osiloskop. Diperoleh hasil dari penguat biopotensial mampu menguatkan sinyal lemah jantung hingga 23 kali penguatan, bandpass filter tipe Sallen-Key mampu menekan sinyal hingga -3 dB pada frekuensi atas 110 Hz. Notch filter tipe Wien-Bridge mampu menekan sinyal berfrekuensi 50 Hz untuk menghilangkan noise dari interferensi jala-jala jaringan listrik. Penguat non-inverting mampu menguatkan sinyal hingga 28 kali penguatan. Pengujian rangkaian EKG menggunakan osiloskop menghasilkan sinyal EKG pada lead I, lead II, dan lead III.
Ekstraksi Ciri Suara Jantung Menggunakan Metode Dekomposisi dan Korelasi Sinyal (Dekorlet) Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan Danu Setiawan; Arif Surtono; Sri Wahyu Suciyati
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1284

Abstract

Teknik auskultasi adalah salah satu teknik lama yang digunakan oleh para dokter untuk menganalisis suara detak jantung menggunakan steteskope. Selain menggunakan teknik auskultasi, terdapat teknik lain yang digunakan untuk analisis suara jantung yaitu menggunakan phonocardiogram. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan sistem analisis suara jantung menggunakan phonocardiogram dengan ekstraksi ciri menggunakan metode dekorlet (Dekomposisi dan Korelasi). Korelasi sinyal dilakukan pada masing-masing sub-band dekomposisi yang sama untuk suara jantung normal dan abnormal lainnya. Korelasi sinyal dilakukan pada kawasan waktu dan dihitung Power Spectral Density (PSD) dilakukan pada kawasan frekuensi. Berdasarkan hasil analisis PSD menunjukkan bahwa PSD pada masing-masing sub-band dekomposisi dapat menggambarkan perbedaan antara suara jantung normal dan abnormal lainnya. Misalnya untuk jenis suara jantung Normal memiliki rapat spectral dominan pada sub-band aproksimasi ke-6 (A6)dengan rentang frekuensi 0-82,06 Hz, sedangkan untuk jenis suara jantung Mitral Regurgitasi memiliki rapat spectral dominan pada sub-band detil ke-6 (D6)dengan rentang frekuensi 82,06-164,12 Hz. Hasil ekstraksi ciri tersebut digunakan sebagai input jaringan syaraf tiruan (JST) untuk mengenali suara jantung. Struktur JST yang dirancang terdiri dari 7 neuroninput, 7 neuron tersembunyi dan 6neuronoutput. JST mampu mengenali suara jantung Normal, Aortic stenosis, Mitral regurgitation, Aortic regurgitation, Mitral stenosis dan Patent ductus arteriosusdengan tingkat keberhasilan rata-rata 85,7 %.
Desain Dan Realisasi Alat Ukur Massa Jenis Zat Cair Berdasarkan Hukum Archimedes Menggunakan Sensor Fotodioda Luh Ari Anjarsari; Arif Surtono; Amir Supriyanto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1294

Abstract

Telah direalisasikan alat ukur massa jenis zat cair berdasarkan hukum Archimedes menggunakan sensor fotodioda sebagai pendeteksi kenaikan tinggi benda terapung. Sinyal analog yang dihasilkan oleh fotodioda memiliki rentang 4,81-2,18volt, dengan pengukuran jarak 1 cm - 9 cm dan divariasikan setiap 0,2 cm. Benda apungan yang digunakan yaitu balok kayu mahoni dengan dimensi 400 cm2 dan massa 238 gram. Perangkat lunak yang digunakan pada penelitian ini adalah CAVR untuk pemrograman mikrokontroler dan hasil pengukuran massa jenis zat cair ditampilkan pada layar LCD 16x2. Kalibrasi alat dilakukan dengan cara membandingkan nilai massa jenis yang diperoleh dari perhitungan massa dan volume sampel zat cair dengan menggunakan timbangan digital yang ada pada Lab Fisika Material FMIPA Unila. Rentang pengukuran alat ini untuk jarak adalah 1 cm – 9 cm dari atas permukaan benda terapung. Sedangkan volumenya tetap yaitu 500 ml atau 0,5 liter dan memiliki batasan ketinggian zat cair dalam wadah konstan yaitu 5 cm. Sampel zat cair yang digunakan pada penelitian ini adalah air, minyak tanah, oli SA-E 40 dan minyak goreng. Alat ukur massa jenis ini memiliki keakurasian sebesar 98,5% dan nilai kesalahan sebesar 3,875%.
Pemanfaatan Energi Angin Pada Sepeda Motor Bergerak Untuk Menyalakan Lampu Fitri Anggraini; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.1333

Abstract

Menyalakan lampu sepeda motor di siang hari merupakan penerapan pasal 107 ayat 2 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk kepentingan keselamatan publik pengendara sepeda motor di jalan raya. Dalam pelaksanaannya, menyalakan lampu sepeda motor di siang hari menimbulkan dampak dari beberapa segi. Dibutuhkan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Dinamo merupakan salah satu komponen mesin yang mengubah energi mekanik (gerak) dari mesin menjadi energi listrik dengan perantara induksi medan magnet. Pada penelitian ini telah dibuat sebuah alat pemanfaatan energi angin pada sepeda motor bergerak untuk menyalakan lampu. Alat ini menggunakan dinamo sebagai penghasil energi listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu, baling-baling kipas sebagai pembangkit listrik, rangkaian penerangan sepeda untuk menstabilkan tegangan. Proses kerja alat dimulai saat sepeda motor berjalan dan membuat baling-baling kipas bergerak memutar dinamo yang kemudian menghasilkan energi listrik untuk menyalakan lampu. Pada alat ini mendapatkan keluaran tertinggi 11,5 volt pada kecepatan 50 km dan daya terbesar yang dihasilkan oleh dinamo adalah sebesar 6,96 watt pada kecepatan 50 km untuk menyalakan lampu.