W Warsito
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efek Frekuensi Gelombang Ultrasonik Terhadap Mikroba Pada Air Kaldu Daging Sapi Novia Puspasari; Arif Surtono; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1272

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek frekuensi gelombang ultrasonik (US) terhadap mikroba pada air kaldu daging sapi dengan variasi frekuensi 40 kHz, 50 kHz, dan 60 kHz dan variasi lama perlakuan 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam dengan daya pembangkit gelombang ultrasonik 30 watt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejernihan dan jumlah mikroba pada air kaldu daging sapi yang diberi perlakuan gelombang ultrasonik dengan yang tidak diberi perlakuan gelombang ultrasonik. Tingkat kejernihan air kaldu daging sapi dilihat dengan menggunakan metode grayscale, air kaldu daging sapi dengan perlakuan gelombang ultrasonik lebih jernih dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Jumlah mikroba pada air kaldu daging sapi dengan perlakuan gelombang ultrasonik lebih sedikit dibandingkan air kaldu daging sapi tanpa perlakuan gelombang ultrasonik dengan variasi waktu 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam.
Alat Ukur Massa Menggunakan Flexiforce Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 M Mardianto; Gurum Ahmad P; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1274

Abstract

Telah dirancang dan direalisasikan alat ukur massa menggunakan sensor flexiforce dengan menampilkan hasil pengukuran pada LCD. Alat tersebut terdiri dari sensor flexiforce, OP-AMP LM324, mikrokontroler ATMega8535, dan LCD 16x2. Proses kerja alat yaitu sensor flexiforce akan diberikan beban pada sensing area, beban yang digunakan adalah zeolit. Ketika sensor flexiforce diberikan beban, maka sensor flexiforce akan mengeluarkan hambatan kemudian hambatan akan dikuatkan oleh OP-AMP Lm324 yang bisa dibaca oleh mikrokontroler ATMega 8535. Keluaran dari flexiforce ini akan dikonversikan sebagai bentuk perubahan resistansi dan akan dihitung oleh program sebagai nilai berat benda. Pengambilan data dilakukan menggunakan zeolit sebagai sumber berat untuk menekan sensor flexiforce. Nilai berat yang didapatkan merupakan hasil perhitungan program dimana terlebih dahulu dicari hubungan antara perubahan nilai berat dengan tegangan. Semakin besar nilai berat yang diberikan ke sensor maka semakin kecil nilai resistansi yang dihasilkan. Namun sebaliknya nilai tegangan berbanding terbalik dengan resistansi. Hasil persentase pengujian didapatkan rata-rata persentase kesalahan sebesar 1,095%. Pengujian sistem memiliki tingkat sensitifitas hingga level 0.01kg.
Desain dan Realisasi Alat Deteksi Kecerahan Minyak Goreng Kelapa Sawit Menggunakan Sensor Optocoupler Berbasis Mikrokontroler ATMega8535 Yuyun Yulianti; W Warsito; Akhmad Dzakwan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i1.1261

Abstract

Telah dirancang dan direalisasikan alat deteksi kecerahan minyak goreng kelapa sawit menggunakan sensor optocoupler dengan menampilkan hasilnya pada komputer. Perangkat keras dari alat ini terdiri dari sensor LDR, mikrokontroler ATMega8535, K-125 dan komputer atau notebook. Sedangkan untuk perangkat lunak digunakan bahasa Bascom dan Visual basic 6.0. Sumber cahaya yang digunakan adalah LED merah, hijau dan biru. Proses kerja alat ini adalah cahaya LED yang berada di sisi kiri tabung ditangkap oleh LDR yang berada di seberang LED. Kemudian keluaran dari LDR dibaca mirokontroler dan kemudian ditampilkan dalam bentuk persentasi kecerahan oleh komputer. Nilai kecerahan dari LED merah, hijau dan biru digunakan untuk menentukan satu nilai yang mewakili dari kecerahan minyak kelapa sawit dengan menggunakan grayscale. Warna kuning pada setiap minyak goreng memiliki perbedaan, untuk itulah digunakan grayscale ini untuk menetralisir warna minyak. Jadi warna minyak dianggap memiliki warna yang sama untuk semua minyak goreng kelapa sawit. Menggunakan nilai grayscale, dapat ditentukan kualitas minyak goreng yaitu nilai sampel A 59,307, sampel B 44,699 dan sampel C 43,735. Melalui nilai grayscale, sampel A adalah minyak goreng dengan kualitas terbaik dibandingkan sampel B dan sampel C.
Desain Alat Ukur Tekanan Arus Air dan Material dalam Air pada Sistem Aliran Sungai dengan Metode Image Processing Juli A Prastyo; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1302

Abstract

Telah dilakukan perancangan alat ukur tekanan arus air dan analisis laju material dalam air pada sistem aliran sungai dengan metode image processing menggunakan sensor flexiforce. Metode image processing digunakan untuk mengetahui laju material dalam air. Metode pengolahan citra dibuat dengan bantuan perangkat lunak Delphi 7.0 dan dilakukan dengan tiga tahapan pengolahan yaitu, ekualisasi (kontras warna), smoothing dan thresholding. Pada penelitian ini dihasilkan alat ukur tekanan yang bagus ketika digunakan pada range beban 1 kg-7 kg dengan konstanta gravitasi 9,8 m/s2 dan presentase error tekanan sebesar 5,329%. Uji pengukuran laju material dengan laju aliran air, didapat nilai error pengukuran sebesar 0,08 m/s.
Perancangan Alat Deteksi Pola Perambatan Suara dengan Metode Multi Titik Menggunakan Komunikasi Protokol TCP/IP WIZ110SR Studi Kasus: Ruangan Ibadah Masjid Al Wasi’i Universitas Lampung Fat’hul Bari; Gurum Ahmad Pauzi; Amir Supriyanto; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1312

Abstract

Telah direalisasikan alat deteksi dan pengukur pola perambatan suara dengan metode multi titik meggunakan komunikasi protokol TCP/IP WIZ110SR pada Masjid Al Wasi’i Universitas Lampung. Pengujian dilakukan menggunakan SLM SL4011 dalam kondisi yang sama di Laboratorium Elektronika Dasar dan Instrumentasi Jurusan Fisika FMIPA Unila. Alat yang dibuat memiliki kemampuan pengukuran dari ±50 dB sampai dengan ±115 dB. Pengukuran perambatan suara dilakukan pada ruangan ibadah Masjid Al Wasi’i Universitas Lampung dengan menggunakan 8 sensor yang telah dibuat. Rata-rata pengukuran tingkat tekanan suara pada semua titik memiliki tingkat tekanan suara sebesar 56,36 dB. Perbedaan nilai tingkat tekanan suara pada titik dengan nilai tingkat tekanan suara terbesar dan nilai tingkat tekanan suara rata-rata semua titik ialah sebesar 5,66 dB. Sementara, perbedaan nilai tingkat tekanan suara pada titik dengan nilai tingkat tekanan suara terendah dan nilai tingkat tekanan suara rata-rata semua titik adalah sebesar 2,69 dB. Berdasarkan hasil pengukuran pada penelitian ini, nilai perbedaan tingkat tekanan bunyi tidak lebih dari 6 dB, artinya penyebaran pola perambatan suara di Masjid Al Wasi’i Universitas Lampung telah menyebar secara merata.
Sistem Telemteri Data Pergeseran Tanah Dari Sensor Potensiometer Menggunakan Radio Frekuensi APC220 Defi Setiawati; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1300

Abstract

This research has been realized a remote communication instrument using APC220 radio frequency as transmitter and receiver of landslide data that has controlled by Atmega32 microcontroller. Landslide sensor utilized bytwo potentiometersthat converting the shift distance into a voltage. The system used 10 WP solar cell and 12V 12Ah battery as a voltage source that can be operated in the isolated area for 15 hours. The computer receive voltage data and shift distance from system with interval 10 seconds. In this research, the sensor was able to detect 0 to 15 cm shift distance. First sensor has equation y = 0.275x + 0.138 with linear correlation 0.999 and sensitivity 0.235 V/cm meanwhile second sensor has equation y = 0.317 x - 0.677 with linear correlation 0.968 and sensitivity 0.270 V/cm.
Analisis Pengaruh Tekanan Pada Serat Optik Terhadap Sistem Transmisi Data BerbasisMikrokontroler ATMega32 Dengan Akuisisi Data Menggunakan Matlab Rita Budiati; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1324

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh tekanan pada serat optik terhadap sistem transmisi data. Pengaruh tekanan pada serat optik ini lebih dikenal dengan mikrobending. Mikrobending menyebabkan terjadinya deformasi pada inti serat optik dan mengakibatkan berkurangnya daya optik yang melalui serat optik. Penelitian ini meliputi pengujian kestabilan laser, pengaruh tekanan dan elastisitas serat optik. Pengujian ini menggunakan sensor fototransistor, serat optik single mode, laser dengan panjang gelombang 650 nm, catu daya, sistem minimum mikrokontroler ATMega32, rangkaian penguat IC324, dan software Matlab. Tekanan yang diberikan berasal dari variasi beban dengan massa antara 0 sampai 8 kg.Variasi beban diletakkan di atas serat optik secara terpusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan laser cukup baik, ketika variasi beban diletakkan di atas serat optik, maka sinar laser yang diterima semakin kecil. Oleh karena itu, sinar laser yang diterima semakin kecil, maka tegangannya akan semakin kecil juga. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan grafik seiring bertambahnya beban yang diletakkan di atas serat optik dan serat optik menunjukkan elastisitas yang cukup baik.
Kunci Pintu Rumah Otomatis Menggunakan Parameter Massa, Tinggi dan Suhu Tubuh Manusia Berbasis Mikrokontroler ATMega32 Ilfa Yuni Arta; W Warsito; Arif Surtono
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1288

Abstract

Telah dirancang alat sistem kontrol kunci pintu rumah otomatis menggunakan prinsip gerbang logika AND. Sistem ini bertujuan merealisasikan kunci pintu rumah menggunakan parameter massa, tinggi dan suhu tubuh manusia serta menguji kinerja dari sensor yang digunakan. Sistem terdiri dari sensor LDR, HC-SR04, LM35DZ, mekanik pintu, catu daya, mikrokontroler ATMega32, rangkaian pengkondisian sinyal dan software bascom AVR. Sistem bekerja dimulai ketika seseorang menginjak timbangan, jika massa orang tersebut sesuai dengan range maka, dilanjutkan membaca tinggi, saat tinggi sesuai dilanjutkan mendeteksi suhu jika suhu sesuai mikrokontroler yang diberi tegangan 12 V dari catu daya akan menggerakan motor DC untuk membuka pintu. Hasil penelitian uji sensor menunjukkan bahwa resolusi sensor massa 0,5 kg dan menghasilkan nilai offset keluaran sebesar 4.624 V yang merupakan keluaran untuk massa sebesar 0 kg. HC-SR04 memiliki resolusi kemiringan sudut 130 dan jarak 2 – 20 cm HC-SR04 memiliki tanggapan yang linier dan sensitif dengan fungsi alih y = 0.9789x - 0.3474 dan nilai R2 = 0,992. Sensor LM35DZ menunjukkan resolusi 10 mV/0C. Pengujian sistem dilakukan oleh 8 orang mahasiswa fisika menghasilkan 4 orang masuk untuk semua range sehingga pintu membuka, 1 orang tidak masuk pada range tinggi dan 3 orang tidak masuk pada range massa sehingga sistem pintu tidak membuka.
Analisis Pola Interferensi Pada Interferometer Michelson Sebagai Pendeteksi Ketebalan Bahan Transparan Dengan Metode Image Processing Menggunakan Sensor Charge Couple Device (CCD) W Warsito; Sri Wahyu Suciyati; Aptridio S Yusuf
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1308

Abstract

Deteksi ketebalan bahan transparan akrilik dan kaca dilakukan dengan cara mengamati perubahan pola frinji yang terbentuk pada interferometer michelson. Pola frinji yang terbentuk pada saat interferometer michelson belum diberikan sampel, digunakan sebagai data awal atau dianggap dalam kondisi normal. Perubahan pola frinji tanpa diberikan sampel dengan pola frinji saat diberikan sampel akrilik dan kaca, digunakan sebagai nilai ketebalan dari sampel yang diamati. Pengamatan dilakukan dengan bantuan sensor ccd yang terdapat pada kamera. Hasil dari gambar yang didapatkan, diolah hingga dapat menunjukan nilai perubahan yang terjadi. Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh tebal akrilik 2 mm sebesar 0,8 mm dan akrilik 3 mm sebesar 1,7 mm. untuk pengukura ketebalan kaca didapatkan tebal kaca 1 mm sebesar 0,6 mm, kaca 2 mm sebesar 0,8 mm dan kaca 3 mm sebesar 2,1 mm.
Analisis Distribusi Medan Magnet Pada Daerah Sekitar Gardu Induk (GI) PT PLN (Persero) P3B Sumatra Teluk Betung Selatan-Bandar Lampung Menggunakan Surfer Riza Septiani; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito; Wahyu Handriyanto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1320

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis distribusi medan magnet di daerah sekitar Gardu Induk (GI) PT.PLN (Persero) P3B Sumatra, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Gardu Induk (GI) berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi listrik ke distribusi konsumen. Hal tersebut menyebabkan timbulnya medan magnet di sekitar peralatan instalasi listrik dan sekitar kawat berarus yang ada di GI. World Health Organization (WHO) dan SPLNmenetapkan baku mutu medan magnet, yaitu 1000 μT, sementara Kemenkes dan SPLN menetapkan baku mutu medan magnet, yaitu 5000 μT. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran medan magnet dengan alat ukur Milli Gauss Meter GU-3001pada waktu pagi, siang, dan malam hari (beban puncak) menunjukkan bahwa waktu penyaluran daya listrik cukup mempengaruhi besarnya medan magnet dan nilai yang ditimbulkan masih dalam ambang batas baku mutu medan magnet. Nilai medan magnet tertinggi, yaitu 10,71 μT (arus searah DC) dan 3,42 μT (arus bolak-balik AC). Nilai tersebut adalah hasil pengukuran medan magnet pada waktu malam hari (beban puncak) yang masih di bawah baku mutu medan magnet.