Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sintesis Keramik Silika dari Daun Bambu dengan Teknik Sol-Gel dan Karakterisasi pada Suhu Kalsinasi 500 OC, 600 OC, dan 700 OC Neti Noverliana; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1281

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi dan karakterisasi keramik silika dari bahan dasar daun bambu dengan menggunakan teknik sol-gel. Proses ekstraksi silika ini menggunakan kalium hidroksida dan gelasi menggunakan larutan asam. Sampel selanjutnya dikalsinasi pada suhu 500oC - 700oC dan dikarakterisasi menggunakan DTA/TGA, FTIR, XRD, dan SEM. Analisis TG menunjukkan penurunan massa sebesar 49,01% dari massa total dan hasil DTA menunjukkan penguraian bahan organik dan perubahan fase pada sampel. FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (OH), silanol (Si-O), dan siloxan (Si-O-Si). XRD menunjukkan bahwa pola sinar-x sampel silika memiliki struktur amorf dengan fasa tridymite. SEM menunjukkan bahwa permukaan sampel memiliki bentuk dan ukuran butir yang beragam yaitu bentuk globular dan rectangular.
Sintesis dan Karakterisasi Bahan Magnet Barium Heksaferit (BaFe12O19)Menggunakan Bahan Dasar Barium Karbonat (BaCO3) dan Pasir Besi dari Daerah Pesisir Selatan Pandeglang-Banten M Arif Muhajir; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1278

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi bahan magnet barium heksaferit (BaFe12O19) menggunakan bahan dasar barium karbonat (BaCO3) dan pasir besi alam dari daerah pesisir selatan Pandeglang-Banten menggunakan metode teknologi serbuk. Pasir besi diekstraksi secara manual dan menggunakan metode oksidasi hidrotermal. Hasil karakterisasi menggunakan SEM-EDX menunjukan kemurnian ferit sebesar 92,15%. Bahan magnet disintesis dengan komposisi BaCO317,027 % dan Fe2O3 82,973 % dan dilakukan penghalusan menggunakan ball milling selama 10 jam. Hasil analisis termal menggunakan DTA menunjukan temperatur optimal untuk bahan magnet yaitu 1200oC. Bahan magnet di sintering pada temperatur 900,1000,1100 dan 1200 oC (kode sampel X-900, X-1000, X-1100 dan X-1200). Hasil karakterisasi XRD sampel X-900 didominasi oleh fasa hematite (Fe2O3), sampel X-1000 didominasi oleh fasa barium iron oxide (Ba2FeO4), sampel X-1100 didominasi oleh fasa barium iron oxideatau barium heksaferit (BaFe12O19) dan sampel X-1200 didominasi oleh fasa pseudobrookite (Fe2TiO5). Kurva histerisis bahan magnetik menggunakan teknik VSM menunjukan sifat magnetik bahan sampel X-1200 memiliki saturasi magnetik (Ms) 23,60 emu/gr,remanensi magnetik (Mr) sebesar 5,6066 amu/grdan koersivitas (Hc) sebesar 204 Gauss.
Fabrikasi dan Karakterisasi Keramik Kalsium Silikat Menggunakan Bahan Komersial Kalsium Oksida dan Silika dengan Reaksi Padatan pada Suhu 1000 °C Sherly Nuria P. Sari; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.478

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan fabrikasi dan karakterisasi keramik kalsium silikat menggunakan bahan dasar komersial kalsium oksida (CaO) dan silika (SiO2) dengan teknik reaksi padatan pada suhu 1000 °C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gugus fungsional, mikrostruktur, struktur kristal kalsium silikat yang disintering pada suhu tersebut. Karakterisasi keramik kalsium silikat dilakukan dengan menggunakan FTIR, SEM dan XRD. Hasil FTIR menunjukkan bahwa pada suhu sintering 1000 °C terdapat ikatan Ca–O dan ikatan Si–O–Si sebagai pembentuk keramik kalsium silikat. Hasil SEM menunjukkan bahwa butiran-butiran yang dihasilkan pada mikrostruktur keramik kalsium silikat yang disintering pada suhu 1000 °C belum seragam dan kurang homogen, serta hasil XRD menunjukan bahwa fasa yang mendominasi yaitu oleh fasa wollastonite-2m dengan puncak intensitas tertinggi pada sudut 2θ = 29,98°. Kata Kunci: Kalsium silikat, kalsium oksida, silika, sintering.
Preparasi dan Karakterisasi Keramik Silika (SiO2) Sekam Padi dengan Suhu Kasinasi 800oC - 1000oC Riezka Rosalia; Dwi Asmi; Ediman Ginting Suka
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensistesis keramik silika (SiO2) yang diperoleh dari sekam padi menggunakan metode leaching dengan asam sitrat (C6H8O7) yang dikalsinasi pada suhu 800ºC, 900ºC, dan 1000ºC. Sampel yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan Differential Thermal Analysis dan Thermogravimetric Analysis (DTA/TGA), Fourier Transform Infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil karakterisasi DTA menunjukkan sifat termal silika terjadi peristiwa penyerapan panas (endoterm) yang mengindikasikan adanya polisakarida dipolimerisasi dan dehidrasi yang masing-masing terletak pada suhu 312ºC dan 355ºC. Gugus fungsi yang terbentuk pada karakterisasi FTIR menunjukkan adanya vibrasi ulur –OH dari Si-OH, vibrasi tekuk –OH, vibrasi ulur asimetri Si-O dari Si-O-Si, vibrasi ulur Si-O dari Si-OH, dan vibrasi tekuk Si-O-Si. Gugus fungsi Si-O pada Si-OH menurun pada bilangan gelombang 812,3 cm-1 dengan naiknya suhu pada 1000ºC. Karakterisasi XRD menunjukkan bentuk amorf ketika dilakukan kalsinasi pada suhu 800ºCdan fasa tridimit pada suhu 900ºC dan 1000ºC. Scanning Electron Microscopy(SEM) menunjukkan luas permukaan dan ukuran pori yang semakin semakin merapat yang disebabkan terjadinya pengerutan partikel silika yang dikalsinasi pada suhu pembakaran yang tinggi.
Sintesis Keramik Silika Daun Bambu Dengan Metode Sol-Gel Dan Karakterisasi Pada Suhu Kalsinasi 800-1000°C Dini Agustini; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1282

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan silika dari bahan dasar daun bambu dengan menggunakan metode sol-gel. Silika sol dari daun bambu diekstraksi dengan menggunakan KOH 1,5 % dan ditambahkan HCl 10% agar didapatkan silika gel. Suhu kalsinasi dimulai dari suhu 800o-1000oC sehingga diperoleh serbuk silika. Serbuk silika dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR, XRD dan SEM. Hasil analisis FTIR keramik silika menunjukkan adanya puncak bilangan gelombang dengan gugus fungsi -OH, Si-O-Si dan Si-O. Dilakukan juga analisis FTIR untuk sampel yang telah dikalsinasi. Seiring dengan bertambahnya suhu kalsinasi, puncak yang menunjukkan gugus OH semakin berkurang dan gugus Si-O yang semakin meningkat. Hasil karakterisasi XRD sampel silika sebelum kalsinasi menunjukkan bahwa pola sinar-x memiliki struktur amorf dengan fasa tridymite sedangkan sampel silika yang telah dikalsinasi memiliki struktur kristal dengan fasa crystobalite. Hasil karakterisasi SEM sampel silika sebelum kalsinasi menunjukkan permukaan sampel yang tidak merata sedangkan sampel silika yang telah dikalsinasi menunjukkan bahwa permukaan sampel yang diuji memiliki ukuran butiran yang semakin merata dan bentuk butiran semakin terlihat seragam.
Sintesis dan Karakterisasi Biokeramik Hidroksiapatit Bahan Tulang Sapi pada Suhu 800-1100 Ketut Adi Puspa; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1266

Abstract

Telah disintesis dan karakterisasi biokeramik hidroksiapatit dari bahan tulang sapi dengan metode pengabuan. Bubuk tulang sapi dikalsinasi dengan variasi suhu 800 , 900 , 1000 , dan 1100 . Untuk mengevaluasi HA yang terbentuk selama proses sintesis maka dilakukan karakterisasi beberapa parameter seperti sifat termal dengan DTA/TG, pengukuran gugus fungsi menggunakan FTIR, struktur kristal melalui XRD, dan analisis mikrostruktur dengan SEM. Analisis TG menunjukkan penurunan massa sebesar 32,765% dari massa total. Hasil pengukuran gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang (wave number) 1029, 602, dan 571 cm-1 yang merupakan gugus fosfat ( ); bilangan gelombang 1437 dan 1415 cm-1 yang merupakan gugus karbonat ( ); dan bilangan gelombang 3698 dan 3572 cm-1 yang merupakan gugus hidroksil (OH-). Berdasarkan hasil analisis uji SEM menunjukkan bahwa sintesis dengan metode pengabuan menghasilkan senyawa hidroksiapatit dengan tingkat kemurnian yang sangat baik dan membentuk butiran yang semakin baik serta pori-pori semakin kecil. Hasil XRD menunjukkan bahwa struktur kristal hidroksiapatit sudah terbentuk pada suhu 800 dan sempurna pada suhu 1100 . Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa fasa yang terbentuk adalah hidroksiapatit.
Fabrikasi dan Karakterisasi Keramik Kalsium Silikat dari Komposisi Cangkang Telur dan Silika Komersial dengan Reaksi Padatan pada Suhu 1300 oC Istiyati Istiyati; Dwi Asmi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.474

Abstract

Telah dilakukan fabrikasi dan karakterisasi keramik kalsium silikat berbahan dasar cangkang telur dan silika komersial dengan teknik reaksi padatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kalsium silikat yang disintering pada suhu 1300 oC. Sampel dengan Scanning Microscopy Electron (SEM), X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasa kalsium silikat terbentuk pada suhu 1300 oC yang dapat ditunjukkan dengan XRD. Analisis mikrostruktur menggunakan SEM menunjukkan bahwa butiran-butiran dalam sampel semakin menyatu, pori-pori semakin berkurang dan terdapat micro cracking. Analisis FTIR menunjukkan terbentuknya ikatan Ca-O, C=O dan Si-O-Si yang terdapat pada sampel kalsium silikat yang disintering pada suhu 1300 oC. Kata Kunci: Kalsium silikat, cangkang telur, reaksi padatan, sintering.
Conservation and Energy Efficiency to Achieve the Comfort of The Air Conditioning System in The LTSIT Building, University of Lampung Achmad Dzakwan; Dekpride Despa; Yulmartin Yulmartin; Dwi Asmi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in the context of conservation and energy efficiency to get the comfort of an ideal air conditioning system in the Integrated Laboratory of the Center for Technology Innovation, University of Lampung (LTSIT Unila). This situation is achieved by comparing the temperature of the existing air conditioning system with the SNI standard temperature. This energy conservation also aims to ensure the continuity of the activities of building users and working tools that remain within the Standard. On the other hand, there will be convenience for all building users, including in chemistry practicum. The method in this research is descriptive, data collection using survey methods to obtain facts that occur in the field and interpret the data. The results of this study indicate that the variables owned by the environment in the LTSIT building are at the lower limit of the ideal variables standardized by SNI. The initial temperature is at intervals with concertfasi and variable energy efficiency of the environmental system in the LTSIT building can be returned to a comfortable environment variable, where the initial temperature is at the interval (24.4oC-28.1oC) and in the end, the air conditioning system is obtained with room temperature 25oC.Keywords: Conservation, Efficiency, Comfort and SNI