Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STUDI POLA PENGASUHAN ANAK PARA IBU KORBAN ERUPSI MERAPI Handoyo, Alfiandy Warih
MEDIKONS Vol 5, No 1 (2019): MEDIKONS
Publisher : MEDIKONS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.671 KB)

Abstract

AbstrakPotensi bencana alam yang cukup tinggi di Kabupatan Sleman, DIY memiliki korelasi positif dengan potensi terjadinya trauma, khususnya pada anak. Orang tua menjadi pihak yang paling berpengaruh pada perkembangan anak, sehingga orang tua di daerah rawan bencana harus memiliki keterampilan penanganan trauma anak. Tujuan dari penelitian adalahmelihat kondisi pola pengasuhan anak yang diterapkan oleh ibu korban bencana erupsi Merapi. Partisipan penelitian terdiri dari 33 orang ibu warga Dusun Petung yang memiliki anak usia SD-SMP. Penelitian membuktikan berdasarkantiga kategori, terdapat empat kategori pengasuhan yang berada pada kategori tinggi atau dapat dilakukan dengan baik yaitu: validasi dengan skor rata-rata skor 8,06 atau prosentase penguasaan73,26%; pemaparan ulang memiliki rata-rata skor 3,76 atau prosentase penguasaan 75,29%, mengubah kebiasaan memiliki rata-rata skor 3.35 atau prosentase penguasaan 67.06 dan konsekuen. Aspek yang memiliki kategori rendah yaitu aktivitas berpusat pada anak dengan rata-rata skor 3,82 atau prosentase penguasaan 63.73, pembatasan pada angka 1,70 atau prosentase penguasaan 56,86%, serta konsekuen yang berada pada angka 59,80%. Secara umum Penelitian menunjukkan keterampilan pengasuhan anak trauma berada pada kategori tinggi atau baik.Kata kunci: Pengasuhan, Trauma, Anak, Merapi
GAMBARAN TINGKAT PTSD GURU SELAMA MASA PEMBELAJARAN ONLINE LEARNING Alfiandy Warih Handoyo; Sigit Setiawan
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpbk.v6i1.12074

Abstract

Artikel ini merupakan survey terhadap tingkat stres guru fisika selama melakukan online learning. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah melihat gambaran tingkat PTSD para para guru di wilayah Provinsi Banten. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metiode survey online dan berdasarkan hassil survey terdapat 30 orang responden yang mewakili beberapa wilayah Provinsi Banten. Hasil survey menunjukkan bahwa dari 6 gejala tahapan stres, tahap 1 dialami oleh 9 orang atau 30% partisipan. Gejala tahap 2 menjadi gejala yang paling banyak dialami yaitu 24 orang atau sekitar 80 %. Gejala tahap 3 juga dialami oleh sebagian besar partisipan yaitu 18 orang atau 60%. Gejala tahap 4 dialami oleh 13 orang atau 43,33%. Sejala stres tahap 5 dan 6 merupakan gejala yang paling sedikit dialami yaitu 8 dan 3 orang atau hanya 26,33 % pada tahap 5 dan 10% pada tahap 6.
KESIAPAN GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DARING DITENGAH WABAH COVID-19 Arga Satrio Prabowo; Putri Dian Dia Conina; Evi Afiati; Alfiandy Warih Handoyo
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpbk.v5i2.10107

Abstract

Pengalihan pembelajaran daring dengan memanfaatkan jaringan internet dan berbagai aplikasi pembelajaran yang mendukung tentu memerlukan berbagai keterampilan, keahlian, komitmen, dan regulasi diri yang baik sehingga guru memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring. Sampel dari penelitian ini adalah guru yang mengajar di sekolah yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat yang berjumlah 257 orang, dan akan dipilih secara convenience. Analisis penelitian yang digunakan pada penelitian yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap responden penelitian, hanya 14.78% responden penelitian yang siap menyelenggarakan pembelajaran secara daring. Sementara itu, 70,42% responden merasa kurang siap, dan sisanya 14,39% merasa tidak siap untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TERHADAP LAYANAN DAN PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING Feri Rahmawati; Alfiandy Warih Handoyo
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpbk.v5i2.10113

Abstract

Salah satu permalasahan utama dalam layaanan BK di SMPN 22 Kota Serang adalah belum pernah memiliki guru BK. Dampak yang muncul dari tidak adanya guru BK adalah minimnya pemahaman peserta didik mengenai fungsi dan peran BK. Tujuan dari penelitian ini adalah meingkatkan gambaran dan pemahaman siswa tentang layanan BK di SMPN 22 Kota Serang. Tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sosialisasi program dan aplikasi layanan BK. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pra eksperimen dengan melibatkan 138 peserta didik lintas kelas yang dipilih secara acak. Hasil penelitian membuktikan bahwa dari 5 aspek semua mengalami peningkatan hanya pada aspek layanan konseling yang peningkatannya tidak terlalu signifikan. Terbukti layanan sosialisasi bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap layanan BK. Kata Kunci: Layanan BK,  Sosialisasi, Pemahaman siswa
TERAPI BERMAIN BAGI SISWA KORBAN BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN SUMUR BANTEN Evi Afiati; Alfiandy Warih Handoyo; Siti Muhibah; Ibrahim Al Hakim
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.309 KB) | DOI: 10.30870/jpbk.v5i1.7917

Abstract

One year after the Tsunami Selat Sunda disaster, there were still victims who were traumatized. This study aims to describe the implementation of play therapy for students affected by the Sunda Strait Tsunami disaster. This research method is descriptive, that will dscribe how to do play therapy for traumatized students. Based on the results of the assessment, it is known that there are still students who experience physical, emotional, and habitual disorders. Play therapy activities carried out in three stages, namely initiation, outdoor activities, and indoor activities. The final results show that after participating in play therapy activities students begin to feel more comfortable because they can pour out their fears. Students also begin to reduce anxiety and fear.
PENERAPAN TEKNIK PHOTOVOICE SEBAGAI LAYANAN BK UNTUK MENINGKAT SENSITIVITAS GENDER SISWA Alfiandy Warih Handoyo
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.775 KB) | DOI: 10.30870/jpbk.v4i1.5229

Abstract

AbstractThis research have purpose to improve gender sensitivity of member of photography club in SMA N 11 Yogyakarta trough photovoice technique. Researcher use action research as the research method.Gender sensitivity scale, observation, and interview is method for collectingdata. In every cycle, stary by orientating the theme, photo hunting, and ended with discuss every photothat taken by student. After 2 cycles, the photovoice technique proven be efective way to improve stident’sgender sensitivity. Before researcher start the measure, student’s gender sensitivity average is in 65,13point. In the end of 1st cycle, student’s gender sensitivity average incerase to 89, 93 point, and increase again to 96,4 point in the end of 2nd cycle.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS TES MINAT KARIR JOHN L. HOLLAND UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA Farida Nuraida Kamilah; Bangun Yoga Wibowo; Alfiandy Warih Handoyo
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i2.6281

Abstract

Penelitian didasari adanya fenomena siswa yang belum memahami potensi dan minat karir sehingga tidak mengetahui arah karir selanjutnya. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui tingkat efektivitas tes minat karir John L. Holland untuk meningkatkan kematangan karir siswa kelas XII IPA di SMA Negeri 5 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra eksperimen dengan one-group pre-test post-test design. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terjadi perbedaan yang signifikan pada hasil pre-test dan hasil post-test kematangan karir siswa kelas XII IPA SMAN 5 Kota Serang, analisis perhitungannya menunjukkan nilai Asymp. Significance < dari 0,05 yaitu 0,012 < 0,05 maka hipotesis di terima. Sehingga bimbingan kelompok berbasis tes minat karir John L. Holland efektif untuk meningkatkan kematangan karir siswa.
PROFIL KEPERCAYAAN DIRI SISWA DAN IMPLIKASINYA BAGI PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL dewi rahmah; Rochani Rochani; Alfiandy Warih Handoyo
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i2.6278

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan kurangnya kepercayaan diri yang terjadi pada siswa kelas VIII. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai kepercayaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Kota Serang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh atau total sampling dengan cara mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel dengan jumlah siswa sebanyak 210 siswa. Penelitian mengenai kurangnya kepercayaan diri dilakukan dengan melihat empat indikator yaitu: 1) Percaya akan kemampuan sendiri, 2) Bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, 3) Memiliki rasa positif terhadap diri, dan 4) Berani mengungkapkan pendapat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar instrument penelitian berupa angket, observasi dan wawancara dengan siswa. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang dialami siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Serang, berada pada kategori rendah dengan persentase 24,77%, kategori sedang dengan persentase 60%, dan kategori tinggi dengan persentase 15,23%. Setelah mengetahui gambaran kepercayaan diri, maka rancangan program dibuat berdasarkan hasil penelitian yang di dapat. 
Program Hipotetik Bimbingan dan Konseling untuk Tingkat Smartphone Addiction pada Siswa Nida Krissiyana; Siti Muhibah; Alfiandy Warih Handoyo
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 3, No 2 (2020): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v3i2.7591

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran tingkat smartphone addiction pada siswa dan mengetahui rancangan program bimbingan dan konseling untuk tingkat smartphone addiction pada siswa kelas IX SMPN 2 Kota Serang. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh atau sensus dengan cara mengambil jumlah seluruh anggota populasi sebagai responden yang berjumlah 322 siswa. Penelitian mengenai smartphone addiction dilakukan dengan melihat dari 6 aspek yaitu daily life disturbance, positive anticipation, withdrawal, cyberspace-oriented relationship, overuse, dan tolerance. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan instrumen berupa kuesioner. Hasil analisis kuesioner tingkat smartphone addiction pada siswa kelas IX SMPN 2 Kota Serang berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 15%, kategori sedang dengan persentase sebesar 68%, dan kategori tinggi dengan persentase sebesar 17%. Setelah mengetahui gambaran tingkat smartphone addiction, maka rancangan program bimbingan dan konseling dibuat berdasarkan hasil penelitian yang didapat.
Program Hipotetik Pribadi Sosial dalam Meningkatkan Kecerdasan Moral Siswa Fitraturrohmah Fitraturrohmah; Siti Muhibah; Alfiandy Warih Wandoyo
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.957 KB)

Abstract

The dilatorial research was supported by the problem of moral class XI students at SMAN 5 Kota Serang. This can be proven from the results of the student needs questionnaire (AKPD) with a result of 42%. This study aims to determine the description and program design in overcoming the moral intelligence of class XI students at SMAN 5 Kota Serang. This type of research is descriptive research. The sampling technique used saturated samples or total sampling, which involved the entire population as research respondents with a total of 483 students. This research concerns the level of students' moral intelligence which can be seen through the following seven indicators of moral intelligence: 1) Empathy, 2) Respect, 3) Tolerance, 4) Conscience, 5) Self-control, 6) Kindness, 7) Justice . The data collection technique used is using a questionnaire / questionnaire instrument, and interviews. The data analysis technique used is descriptive quantitative. The results showed that the level of moral intelligence of class XI students at SMAN 5 Serang City can be seen from three categories, namely low with a total of 81 students with a percentage of 17%, a moderate category with 321 students with a percentage of 66%, and a high category with a total of 81 students. with a percentage of 17%. After knowing the level of moral intelligence of class XI students at SMAN 5 Serang City, a hypothetical program can be made or a social personal guidance program design based on the results obtained. Guidance and counseling services that can be carried out for the low category can be used group counseling services, for the medium category services that can be used are classical guidance services, and the last category for high, services that can be used are group guidance.