Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS NET. TV DALAM MEMBENTUK CITRANYA SEBAGAI TELEVISI MASA KINI Utami, Shafira Putri Citra; Dida, Susanne; Prastowo, FX. Ari Agung
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.695 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Strategi Perencanaan Public Relations NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini” bertujuan untuk mengetahui analisa riset formatif, menetapkan dan memformulasikan strategi, pemilihan dan pengimplementasian taktik dan evaluasi yang dilakukan oleh NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Landasan konsep yang digunakan adalahh Strategy Planning for Public Relations dari Ronal D. Smith. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan strategi perencanaan public relations dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini cukup efektif. Dalam fase riset formatif tahap analisis situasi, NET.TV melihat kesempatan yang ada pada zaman sekarang adalah perkembangan digital, dan NET. Memilih segmentasi pasarmereka adalah family AB, konten tayangan dikemas sesuai dengan segment arsip asa rmereka,Dalam fase strategi, konten tayangan program disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan serta identitas mereka, yaitu menyajikan konten program yang educating, informating, danentertaining. Fase taktik NET.TV memilih taktik komunikasi seperti tatap muka, dan juga beberapa alat media atau periklanan untuk promosi programnya. Fase evaluasi, NET. Melakukan evaluasi dengan dibagi menjadi evaluasi program On Air dan program Off Air, evaluasi program On Air dilakukan oleh direksi, divisi sales & production, dan jajaran atas lainnya, sedangkan untuk evaluasi program Off Air dilakukan oleh divisi PR. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada NET.TV sebaiknya NET.TV lebih memperhatikan hambatan yang adadengan perkembangan digital, dan juga lebih mengadakan kegiatan yang melibatkan audiens karena lebih efektif dalam meningkatkan awareness publiknya.Kata-kata Kunci: Strategi, Public Relations, NET.TV
DIALETIKA ETNOGRAFI KOMUNIKASI EMIK-ETIK PADA KAIN TENUN Leuape, Emanuel S; Dida, Susanne
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.873 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.8637

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendialetikakan pemaknaan emik-etik simbol warna dan gambar kain tenun (Mollo) desa Tutem. Tahapan pada penelitian ini yaitu interpretasi (Ferdinand De Saussure), reinterpretasi (Roland Barthes), Dialog (Jurgen Habermas), dan dekonstruksi (Jaques Derrida). Hasil interpretasi (emik) dan reinterpretasi (etik), didialetikakan dengan menghasilkan sintesis berupa dialog antara masyarakat Tutem dan peneliti, diakhiri dengan analisis dekonstruksi guna mengantisipasi potensi kemajemukan makna simbol warna dan gambar kain tenun desa Tutem di kemudian hari. Paradigma penelitiannya adalah kualitatif dan bermetode studi etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi-partisipatoris, dan dokumentasi visual kain tenun. Hasil penelitian ini adalah: dalam pemaknaan emik masyarakat Tutem, simbol warna kain tenun mengacu pada keberagaman kelompok suku dan simbol gambar kain tenun merujuk kepada realitas historis. Pemaknaan etik peneliti, simbol warna dan gambar kain tenun merujuk kepada kondisi geografis (Sumber Daya Alam), moral dan perilaku sosial (Sumber Daya Manusia), dan sejarah. Melalui prosedur tindakan komunikatif (dialog), kesepakatan intersubjektif yang dicapai, mencakup: 10 jenis simbol warna dan 7 varian gambar kain tenun diterima dan 2 varian gambar kain tenun ditolak. Terdapat 3 jenis simbol warna dan pola gambar ruang kain tenun yang wajib didekonstruksi maknanya oleh peneliti. Proses interpretasi, reinterpretasi, dialog, dan dekonstruksi menjadi tahapan ideal dalam memberdayakan kain tenun sebagai salah satu wujud produk kebudayaan masyarakat Tutem. Pelaksanaan tahapan tersebut melibatkan peran aktif masyarakat Tutem dan peneliti. Akhirnya, masyarakat Tutem dan peneliti sama-sama membangun ‘cerita’ tentang simbol warna dan gambar kain tenun dalam spirit falibilisme.
Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung Pratiwi, Soraya Ratna; Dida, Susanne; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.024 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.12985

Abstract

Wisata halal saat ini menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata dan mulai dikembangkan di beberapa negara. Wisata halal merupakan wisata yang pada pelaksanaannya mengacu pada syariat Islam, baik akomodasi, atraksi, dan objek wisata itu sendiri. Di Kota Bandung, wisata halal belum banyak dikenal dan masih pada tahap persiapan pengembangan, sehingga perhatian dan kepedulian terhadap wisata halal di kota ini masih belum terbangun. Dalam menangani masalah tersebut, diperlukan sebuah strategi komunikasi untuk membangun perhatian dan kepedulian di kalangan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi komunikasi dalam rangka membangun perhatian dan kepedulian para pemangku kepentingan termasuk masyarakat terhadap pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Atas Realita yang dicetuskan oleh Burger dan Luckmann. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata halal di Kota Bandung dikembangkan melalui dukungan dari berbagai lintas lembaga, yang disebut strategi penta helix. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mempersiapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata halal dengan melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) kepada SKPD terkait. Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, beberapa lembaga lain seperti Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dan Salman Halal Center melakukan awareness building kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Diperlukan strategi komunikasi yang lebih kompleks untuk mengkomunikasikan wisata halal kepada stakeholders dan juga masyarakat.
MEMBANGUN BRAND WARUNK UPNORMAL SEBAGAI WARUNG INDOMIE KEKINIAN PERBAWASARI, SUSIE; DIDA, SUSANNE
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.143 KB)

Abstract

Bisnis kuliner merupakan bisnis yang sedang berkembang di Indonesia saat ini.Munculnya berbagai makanan yang unik, adanya wisata kuliner, dan tren kuliner sebagai gaya hidup masyarakat, menjadi bukti bahwa bisnis ini berkembang dengan sangat pesat. Dalam menghadapi persaingan pasar, pelaku bisnis kuliner membutuhkan inovasi dan kreativitas agar bisnis restoran berjalan sukses.Bisnis mie instan merupakan konsep usaha sederhana namun bisa dilakukan berbagai inovasi dan kreativitas melalui berbagai rasa maupun topping.Warunk Upnormal adalah sebuah tempat makan di Kota Bandung yang saat ini menjadi tren anak muda Bandung untuk nongkrong menghabiskan waktu bersama teman sambil bersantap menu-menu yang spesial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi Warunk Upnormal diantara warung indomie tradisional lain, untuk mengetahuiimageWarunk Upnormal sebagai warung indomie kekinian. dan untuk mengetahuidesain interior Warunk Upnormal sebagai warung indomie kekinian. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi kepustakaan.Penelitian ini menunjukan bahwa Warunk Upnormalmempunyai ciri khas tersendiri di benak masyarakat. Posisi Warunk Upnormal diantara warung indomie tradisional lain yaitusebagai pelopor warung indomie di atas rata-rata. Warunk Upnormal dalam membentuk image sebagai warung indomie kekiniansebagaitempat nongkrong anak muda. Desain interior Warunk Upnormal menunjukkan identitas sebagai warunk indomie kekinianmelalui tulisan, hiasan, dekorasi dan penamaan menu yang unik. Kata Kunci: warung, nongkrong, kekinian, brand, image
AKTIVITAS KOMUNIKASI KELUARGA PASIEN, KADER JIWA, PERAWAT DI LINGKUNGAN RUMAH ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA PASCA PASUNG Wahyuningsih, Sri; Dida, Susanne; Suminar, Jenny Ratna; Setianti, Yanti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.504 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.3.2019.267-286

Abstract

Pasien gangguan jiwa yang berjumlah 37 di desa Wonorejo memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak. Selain perawat, dan kader jiwa memberikan perawatan di Posyandu Jiwa setiap bulannya,perawatan dilanjutkan di rumah pasien, dengan melibatkan keluarga, disamping kader jiwa, dan perawat. Tujuan penelitiannya, menggali dan menganalisis aktivitas komunikasi keluarga pasien, kader jiwa, dan perawat terhadap ODGJ pasca pasung dilingkungan rumah. Metode penelitian kualitatif, berparadigma konstruktivistik, pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan bahan audio visual. Subjek penelitiannya 7 keluarga, 7 pasien, 2 kader jiwa, dan 1 perawat dengan purposive sampling. Triangulasi dan member check sebagai validitas. Hasil Penelitiannya terjadi komunikasi keseharian keluarga dengan pasien. Adanya kunjungan perawat dan kader jiwa kerumah pasien. Pembahasannya adanya aktivitas komunikasi keluarga dengan melakukan terapi komunikasi keluarga, dan terapi komunikasi obat terhadap pasien ODGJ pasca pasung. Adanya aktivitas komunikasi terapeutik kader jiwa dan perawat yaitu home visite keluarga dan pasien ODGJ pasca pasung dan psikoedukasi keluarga dan pasien. Kesimpulannya bahwa adanya terapi komunikasi terapeutik yang dilakukan keluarga terhadap pasien, dan adanya kunjungan, psiedukasi dari kader jiwa dan perawat ke rumah pasien ODGJ pasca pasung akan membantu dalam penyembuhan gangguan jiwa pasien ODGJ pasca pasung di desa Wonorejo.   Kata kunci: aktivitas komunikasi terapeutik, odgj pasca pasung, perawat, kader jiwa   COMMUNICATION ACTIVITIES OF FAMILY PATIENTS, SOUL KADER, NURSING IN PEOPLE'S HOUSE ENVIRONMENT WITH POST-SINGLE LIFE DISORDERS   ABSTRACT 37 mental patients in Wonorejo village need special attention from various parties.In addition to nurses, and mental cadres provide care at the MentalPosyandu every month, care is continued at the patient's home, involving the family, as well as mental cadres, and nurses. The purpose of research was to explore and analyze the communication activities of the patient's family, mental cadres, and nurses towards ODGJ postpasung in the home environment. Qualitative research methods, constructive paradigms, case study approaches. Data collection techniques are observation, in-depth interviews, documentation, and audio-visual materials. The research subjects were 7 families, 7 patients, 2 mental cadres, and 1 nurse with purposive sampling. Triangulation and member check as validity. The results of his research occur daily family communication with patients. The visit of nurses and mental cadres in the patient's home. The discussion was the existence of family communication activities by conducting family communication therapy, and drug communication therapy for ODGJ patients postpasung. the existence of therapeutic communication activities for mental cadres and nurses, namely family home visite and ODGJ patients postpasung and family and patient psychoeducation. In conclusion, the therapeutic communication therapy carried out by the family towards patients, and the presence of visits, education from mental cadres and nurses to the homes of post-pasung ODGJ patients will help in healing mental disorders in post-pasung ODGJ patients in Wonorejo villag.   Keywords: therapeutic communication activity, odgj post-pasung, nurse, mental of cadre, family
CORPORATE REBRANDING OF GRAMEDIA STORE (CORPORATE REBRANDING DI GRAMEDIA STORE) Kairupan, Natasha Helena; Dida, Susanne; Budiana, Heru Ryanto
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i3.4872

Abstract

Abstract. The purposes of this research are to determine the stages of analysis, planning, and evaluation of corporate rebranding process of Gramedia Book Store to be Gramedia Store to rise stakeholder’s awareness. The method used is descriptive qualitative with positivism paradigm. The technique of collecting data through in-depth interview, observation, and literature study. The result of this research showed the analysis stage by analyzing the market through insights and foresights, brand audit through SWOT analysis, and identifying opportunities. The planning stage is by determine the purpose of the planning process and then determine the target audience, consist of external and internal customer. The planning of external customer by renaming and change of corporate identity, and marketing planning using communication channel (above the line and below the line). The planning of internal customer by Brand Induction, training, inspiration briefing at store, and innovation competition. The evaluation of rebranding process of Gramedia Store is having a focus group discussion with customer, media monitoring, and presentation to BOD.Keywords : Process, Corporate Rebranding, Stakeholder Awareness, Corporate Identity, Gramedia StoreAbstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tahapan analisis, perencanaan, dan evaluasi proses corporate rebranding Gramedia Book Store menjadi Gramedia Store untuk meningkatkan stakeholder awareness. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma positivisme dan jenis studi deksriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, tahapan analisis dilakukan dengan menganalisis pasar melalui insights dan foresights, audit merek dengan analisis SWOT, dan mengidentifikasi peluang. Dalam tahapan perencanaan dengan menentukan tujuan kemudian menentukan target audiens, yaitu eksternal dan internal. Perencanaan kepada external customer dilakukan dengan perubahan nama dan identitas perusahaan, melakukan perencanaan publikasi dan pemasaran menggunakan saluran komunikasi baik above the line dan below the line. Perencanaan kepada internal customer dilakukan dengan mengadakan brand induction, training, briefing inspirasi, dan lomba inovasi. Evaluasi dalam proses rebranding Gramedia Store dilakukan dengan focus group discussion dengan customer, media monitoring, dan presentasi ke BOD.Kata kunci : Proses, Corporate Rebranding, Stakeholder Awareness, Identitas Perusahaan, Gramedia Store
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Implementasi Model Komunikasi Kesehatan Reproduksi Remaja Setianti, Yanti; Dida, Susanne; Puspitasari, Lilis; Nugraha, Aat R.
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v5i1.921

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di masyarakat Indonesia yang sifatnya masih tabu untuk diperbincangkan secara terbuka. Masalah kesehatan reproduksi ini mendapat perhatian serius karena jumlah kasus dan penyebaran dampaknya semakin meningkat, serta menimbulkan keresahan bagi masyarakat secara psikologis, sosial maupun ekonomi. Beberapa hal yang mendorong peningkatan kasus kesehatan reproduksi, yaitu meningkatnya keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi melalui media sosial. Berdasarkan latar belakang ini maka penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial dalam implementasi model komunikasi kesehatan reproduksi remaja berbasis kearifan lokal melalui media sosial Di Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian kemudian menggambarkan atau melukiskannya sebagaimana adanya. Hasil dari penelitian ini adalah informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja disebarkan dengan memanfaatkan media sosial dikarenakan di media sosial, para remaja bisa lebih bersifat terbuka. Media sosial sebagai sarana mencari informasi secara mudah dan instan melalui pemanfaatan teknologi informasi seperti blog yang membahas tentang kesehatan, dengan catatan sumbernya harus jelas. Selain blog, bentuk media sosial yang sering dan populer digunakan oleh para remaja yaitu facebook dan twitter.
KAMPANYE “#KEPOITUBAIK” GREENPEACE UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP TRANSPARANSI DATA KEHUTANAN INDONESIA Nikitamara Nikitamara; Susanne Dida; Trie Damayanti
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v3i2.1301

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the problem identification process, the process of campaign management, and campaign evaluation results #KepoItuBaik. The method used is the method mix with the kind of explorative study.The results showed that the campaign process #KepoItuBaik divided into three stages: problem identification, campaign management, and campaign evaluation.The results of the identification of the problem stating that the level of public awareness of the importance of forestry data transparency is still low.Campaign management is done through several stages of drafting objectives, identify target segments, determine message, designing strategies and tactics, planning the allocation of time and resources, recruit and train personnel campaign, select the campaign conveys the message, and select channel campaigns.While the results of the evaluation showed that the level of public awareness is high enough, but it is not strong enough to encourage the public to act. Suggestions, Greenpeace Indonesia should tested on a few sample messages prior to conducting a campaign, be more selective in choosing opinion leaders, as well as redesigning the campaign with a lighter theme tailored to the level of public knowledge that the campaign message is understandable. Keywords: campaign, public awareness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identifikasi masalah, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye #KepoItuBaik. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dengan jenis studi eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kampanye #KepoItuBaik dibagi kedalam tiga tahap yaitu identifikasi masalah, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil identifikasi masalah menyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya transparansi data kehutanan masih rendah.  Pengelolaan kampanye dilakukan melalui beberapa tahap yaitu penyusunan tujuan, identifikasi segmen sasaran, menentukan pesan, merancang strategi dan taktik, merencanakan alokasi waktu dan sumber daya, merekrut dan melatih personil kampanye,  menyeleksi penyampai pesan kampanye, dan menyeleksi saluran kampanye. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat awareness publik sudah cukup tinggi, namun hal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong publik bertindak (action). Saran sebaiknya Greenpeace Indonesia melakukan ujicoba pesan pada beberapa sampel sebelum menyelenggarakan kampanye, lebih selektif dalam memilih opinion leader, serta merancang ulang kampanye dengan tema yang lebih ringan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat sehingga pesan kampanye dapat dimengerti. Kata Kunci: kampanye, kepedulian masyarakat
PERSONAL BRANDING YULIA BALTSCHUN SEBAGAI DIET INFLUENCER MELALUI YOUTUBE Sarah Isabella Silaban; Susanne Dida; Susie Perbawasari
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.10358/jk.v5i2.672

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan personal branding Yulia Baltschun sebagai diet influencer melalui Youtube sesuai dengan kompetensi, standar dan gaya yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki Yulia dalam personal branding- nya adalah Yulia merupakan chef, certified nutritionist dan fitness model. Tujuan Yulia dalam menggunakan Youtube adalah untuk merubah stigma masyarakat tentang diet yang terkesan susah dan mahal. Standar yang diterapkan dalam personal branding-nya dikategorikan kedalam 2 (dua) bagian yaitu standar teknis dan standar praktis. Standar teknis digunakan dalam mengelola akun Youtube, yaitu penerapan komposisi audio visual yang baik. Sedangkan standar praktis yaitu maksimalisasi sosial media untuk berinteraksi dengan audiensnya. Gaya yang dimiliki Yulia dalam personal branding-nya dapat dikategorikan ke dalam 2 (dua) bagian dalam kepribadian dan penampilan. Dalam penampilannya, Yulia memiliki ciri khas kasual dan menarik, dari cara penjelasannya yang menarik sedangkan yang menjadi pembeda dari Yulia adalah metode diet yang mudah dan menyenangkan. Saran penulis dalam penelitian ini adalah Yulia perlu menonjolkan kemampuannya dalam variasi diet yang ia miliki agar lebih dapat diterapkan pada berbagai jenis kalangan dan menambah sumber informasinya mengenai diet melalui jaringannya terhadap sesama diet influencer dan profesional lainnya. Selain keunikan yang ditunjukkan dalam tampilan dirinya, Yulia juga perlu memberikan keunikan dalam berinteraksi dengan audiens-nya. Kata Kunci: Personal Branding, Diet, Influencer Abstract The purpose of this research is to describe personal branding of Yulia Baltschun as a diet influencer in Youtube through conditions such as competencies, standards and styles. The method used in this research is descriptive with qualitative data approach. The data in this research is gained through in depth interviews, literature studies and observations of the subjects. The result of this research is that Yulia Baltschun has competencies to support her personal branding due to the fact that Yulia is currently a chef, certified nutritionist and fitness model in Indonesia which have the ability of performing information about diet. The purpose of using Youtube is to change the society’s stigma about diet. Meanwhile the standards in his personal branding, consist of 2 (two) kinds: technical standards and practical standards. In technical standards, Yulia always put on the effort to maintain her Youtube for conducting good quality. Meanwhile the practical standard of Yulia is maximizing the use of Social Media Engagement with her audiences. While the style of Yulia consists of 2 (two) different aspects: presentations and personality. Yulia has her own signature style of presentation such as the way she speaks with a sense of casual fashion. In personality, Yulia wish to project herself as an effortless figure, what differs him from others diet influencer is an easy and fun diet method. Advices on this research is that Yulia needs to highlight her abilities in the variety of diets she has so that it can be more applied to various types of people and add information about the diet through her network to fellow diet influencers and other professionals. In addition to the uniqueness shown in his appearance, Yulia also needs to provide uniqueness in interacting with her audience. Keyword: Personal Branding; Diet; Influencer
The Personalistic System of Healthcare in Indonesia: A Case Study Deddy Mulyana; Dadang Rahmat Hidayat; Susanne Dida; Tine Silvana; Siti Karlinah; Jenny Ratna Suminar; Asep Suryana
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 1 (2020): June 2020 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v5i1.353

Abstract

The healthcare reality is composed of  biomedical,  naturalistic, and  personalistic systems. Although the three healthcare systems go separately, to some extent they are overlapped. This study aims to explore alternative healing practices in Indonesia based on the personalistic system. The method used is a case study. Data was collected in several big cities (Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Batam and Makassar) in Indonesia through Focus Group Discussion (FGD) with stakeholders of healthcare programs on media, interviews with physicians, alternative therapists and patients, observation of alternative therapies, and media content analysis. The results indicate that the healthcare practices based on the personalistic system is widespread throughout Indonesia, including religious treatment (often called ruqyah) involving religious chants and prayers. With some using herbal medicine, a lot of alternative therapies based on the personalistic system have been promoted through word of mouth (interpersonal communication) by common people as patients as well as through the electronic media (especially television), and print media (especially newspapers) in many areas in the country.