Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EVALUASI PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA BERBASIS MATA KULIAH MENGGUNAKAN PROVUS’S DISCREPANCY MODEL DENGAN DOUBLE SMART M. Zainudin; Anita Dewi Utami
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Hurriah, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the gaps among definitions, installations, processes, and products with standard operational criteria in the independent student exchange cooperation program. The study used Povus' discrepancy model. The subjects of this study involved lecturers and students from Universitas PGRI Madiun, IKIP PGRI Bojonegoro, Muhammadiyah University of Ponorogo, Muhammadiyah University of Kotabumi, STKIP PGRI Bangkalan, and STKIP Taman Siswa Bima. The data were collected through interviews, questionnaires, observation, and document analysis. Then, they were analyzed using descriptive qualitative, which was then compared with standard criteria. The results show that the student exchange program focused on course exchange at IKIP PGRI Bojonegoro, Universitas PGRI Madiun, Muhammadiyah University of Ponorogo, STKIP PGRI Bangkalan, and STKIP Taman Siswa Bima, i.e., design, installation, process, and products is following the guidelines for implementing the independent student exchange cooperation program. It was found that there was a gap in the program implementation process, but the program objectives had been achieved. Students who participated in the program were facilitated in developing science and technology, Wawasan Kebangsaan (national vision), nationalism, and the understanding of diversity, plurality, and tolerance from other universities. It was revealed that 85% of the students got an A predicate, and the rest got B in courses taken at other universities. Based on the implementation of double-smart, it is hoped that the independent student exchange cooperation program, which is focused on course exchange, can be continued with improvements.
Perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent dalam pembelajaran daring Anita Dewi Utami; M. Zainudin; Leilita Anggraini
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 4 (2020): October
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/educatif.v2i4.23

Abstract

Proses perubahan konseptual memiliki keterkaitan dengan pemahaman konsep, hal ini melibatkan siswa dalam mengkonstruksi pemahamannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi ditinjau dari gaya kognitif field dependent (FD) dan gaya kognitif field independent (FI). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki kecenderungan terkuat dari masing-masing gaya kognitif field dependent dan field independent, juga memperhatikan pertimbangan guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes GEFT, tes pemahaman konsep, dan wawancara. Analisis data dimulai dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi dengan gaya kognitif field dependent sudah cukup baik, meskipun ada materi yang belum dikuasai oleh siswa dengan baik. Untuk selanjutnya perubahan konseptual siswa dalam memahami konsep fungsi dengan gaya kognitif field independent sudah sangat baik. Siswa memahami materi demi materi yang ada dengan sangat baik. Perubahan konseptual siswa dengan gaya kognitif field independent lebih baik dari pada siswa dengan gaya kognitif field dependent.
TIPE KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GEOMETRI BERDASAR NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) Anita Dewi Utami
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.59 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v4i2.842

Abstract

The students' ability to solve mathematical problems are affected directly or indirectly by their pattern of problem solving when they were attending primary and secondary schools. The result of observation shows that there are students who can not answer proving problem and take no action at all, thoughit is only at the step of understanding the problem. NEA is a frame work with simple diagnostic procedures, which include (1) decoding, (2) comprehension, (3) transformation, (4) process skills, and (5) encoding. Newman’s developed diagnostic method is used to identify the error categories of descriptive test answer. Therefore, the descriptive types of students’ error in proving problem solving in Geometry 1 subject based on Newman’s error Analysis (NEA), and what are the causes for the student’s mistakes in solving those proving problem, especially in Geometry1 subject is interesting to be discussed in this article.
PELEVELAN MODEL MENTAL SISWA DALAM MEMAHAMI PENGGUNAAN KONSEP TEOREMA PHYTAGORAS PADA SISWA SMP Ninda Sintyah Rachmawati; Junarti Junarti; Anita Dewi Utami
Journal of Mathematics Education and Science Vol. 2 No. 2 (2019): Journal of Mathematics Education and Science
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.864 KB) | DOI: 10.32665/james.v2i2.102

Abstract

A domain of learning, understanding is an absolute prerequisite for improving cognitive abilities. Leveling the mental model of students is one way in which a teacher can review the extent to which students understand based on their respective levels. The purpose of this study was to describe the six degrees of student's mental models in understanding the concept of using the Pythagoras theorem in junior high school students. The method used in this study is a qualitative research method. The subjects in this study amounted to 61 students who were a combination of 30 students of class VIII A and 31 students of class VIII B. The two classes of subjects were taken so that the six levels of the mental model were founded. The sixty-one items test questions were given. Each of the representatives of mental models who found the criteria was selected, namely two students to be interviewed so that 12 students were interview respondents. To ensure the validity of the data, researchers analyzed the data in two ways, namely data source triangulation and method triangulation. The results of the study showed a description of each level of the student's mental model in understanding the concept of using the Pythagoras theorem. Suatudomain belajar, pemahaman merupakan prasyaratan mutlak untuk meningkatkankemampuankognitif. Pelevelan model mental siswa merupakan salah satu cara dimana seorang pengajar dapat meninjau sejauh manakah pemahaman siswa berdasarkan tingkatan masing – masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan enam level model mental siswa dalam memahami konsep penggunaan teorema pythagoras pada siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 61 siswa yang merupakan gabungan dari 30 siswa kelas VIII A dan 31 siswa kelas VIII B. Dua kelas subjek tersebut diambil agar terpenuhi keenam level model mental. Keenam puluh satu subjek tersebut diberikan soal tes, kemudian dipilih masing – masing dari perwakilan model mental yang telah memenuhi kriteria yaitu 2 siswa untuk diwawancarai. Sehingga terdapat 12 siswa yang menjadi respondenwawancara. Untuk memastikan kevalidan data, peneliti menganalisis data dengan dua cara yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi masing - masinglevel model mental siswa dalam memahami konsep penggunaan teorema pythagoras.
PELEVELAN PEMAHAMAN KONSEP KOMPOSISI FUNGSI BERDASAR TAKSONOMI SOLO (STRUCTURE OF OBSERVES LEARNING OUTCOMES) Ulfa Lu’luatul Hidayah; Nur Rohman; Anita Dewi Utami
Journal of Mathematics Education and Science Vol. 3 No. 2 (2020): Journal of Mathematics Education and Science
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.875 KB) | DOI: 10.32665/james.v3i2.162

Abstract

This qualitative descriptive study aims to describe the level of student understanding of function composition based on the SOLO taxonomy. This research was conducted at Madrasah Aliyah Islamiyah Balen on science class X students school year 2019/2020 with 20 subjects. Sampling using stratified sampling techniques (conditional sample) and purposive sampling (sample aims) see the results of written tests that refer to the grid of test questions and sampling data sources with specific considerations. Analysis of the level of understanding with PKLM1, PKLM2, PKLR1, PKLR2, PKLE1, and PKLE2. Data analysis using the test method and interview method and test the data's validity using the triangulation of data sources and triangulation of methods. The results showed three levels of students' understanding of the composition of functions based on SOLO taxonomy, namely multi structural, relational, and extended abstract. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan level pemahaman siswa pada konsep komposisi fungsi berdasar taksonomi SOLO. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Islamiyah Balen pada siswa kelas X IPA tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah 20 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified sampling (sampel bersyarat) dan purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu melihat hasil tes tulis yang mengacu pada kisi-kisi soal tes serta pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Analisis level pemahaman dengan subyek PKLM1, PKLM2, PKLR1, PKLR2, PKLE1, dan PKLE2. Analisis data menggunakan metode tes dan metode wawancara, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga level pemahaman siswa pada konsep komposisi fungsi berdasar taksonomi SOLO yaitu multistruktural, relasional, dan extended abstract.
Eksperimentasi pendekatan pembelajaran problem based learning modified terhadap prestasi belajar matematika pada soal-soal cerita materi aritmatika sosial ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VII SMP N 2 parengan tahun pelajaran 2019/2020 Imam Syahroni; Nur Rohman; Anita Dewi Utami
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 2 (2020): April
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/educatif.v2i2.15

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui: (1) Pendekatan yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik. (2) Gaya belajar yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik. (3) Pada masing-masing pendekatan, gaya belajar mana yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik. (4) Pada masing-masing gaya belajar, pendekatan mana yang menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan desain faktoriall3x3. Pemilihan populasi menggunakan Cluster random sampling. Pengujian hipotesis menggunakan ANAVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, disimpulkan: (1) PBL Modified lebih baik daripada PBL dan Konvensional, sedangkan PBL lebih baik daripada konvensional. (2) Visual lebih baik daripada auditori dan kinestetik, sedangkan auditori lebih baik daripada kinestetik. (3) a.) Pada PBL Modified, ketiga gaya belajar sama baiknya. b.) Pada PBL, ketiga gaya belajar sama baiknya. c.) Pada Konvensional, visual lebih lebih baik daripada auditori, auditori sama baiknya dengan kinestetik, tetapi visual lebih baik daripada kinestik. (4) a.) Pada visual, ketiga pendekatan sama baiknya. b.) Pada auditori, kelompok PBL Modified sama baiknya dengan PBL, PBL sama baiknya dengan konvensional, tetapi PBL Modified lebih baik daripada konvensional c.) Pada kinestetik, PBL Modified sama baiknya dengan PBL, PBL sama baiknya dengan konvensional, tetapi PBL Modified lebih baik daripada konvensional.
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar kelas VII MTs Al-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020 Madinatur Rohmah; Nur Rohman; Anita Dewi Utami
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/educatif.v2i2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a matchterhadap prestasi belajarsiswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Sifat-sifat bangun datar kelas VIIMTsAL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II MTs AL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah populasi sebanyak 46 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan uji prasyarat yang berupa uji normalitas menggunakan metode liliefors, uji homogenitas menggunakan uji F serta uji keseimbangan atau uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari pelaksanaan tes prestasi belajar didapatkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu (X₁) ̅ = 77,95 dan rata-rata kelas kontrol yaitu (X₂) ̅ = 69,17. Harga thitung sebesar 3,006, dk = 44 dan taraf signifikasi α = 5% dengan rumus interpolasi didapat harga ttabel sebesar 2,017. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa thitung> ttabel, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make amatchterhadap prestasi belajarsiswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Sifat-sifat bangun datar kelas VII MTsAL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020.
Pelevelan Model Mental Siswa Dalam Memahami Konsep Persamaan Garis Lurus Di Era Pandemi COVID-19 Rizkia Nur Laili; Anita Dewi Utami; Nur Rohman
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.947 KB) | DOI: 10.51574/kognitif.v1i2.86

Abstract

Pelevelan model mental merupakan salah satu cara untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa yang didasarkan pada tingkatan masing-masing level. Menurut pendapat para ahli tidak dapat dikesampingkan bahwa level pemahaman masing-masing siswa tentunya berbeda-beda, mulai dari tingkatan rendah, menengah, hingga tingkat atas dan pelevelan pemahaman siswa itu sendiri dapat diukur dengan berbagai hal, salah satunya adalah model mental. Model mental bisa digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan menunjukkan cara berpikir siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan enam level model mental siswa kelas VIII dalam memahami konsep persamaan garis lurus. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 121 siswa, subjek tersebut diambil agar terpenuhi masing-masing level model mental. Kemudian diambil 2 siswa untuk diwawancarai sebagai subjek terpilih yang menjadi perwakilan masing-masing level model mental. Sehingga diperoleh 12 siswa sebagai subjek wawancara. Instrumen dalam penelitian ini meliputi soal tes dan pedoman wawancara yang sebelumnya divallidasi. Prosedur pengumpulan data yaitu dengan observasi, tes, wawancara, serta dokumentasi. Peneliti menganalisis data dengan dua cara, yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode untuk memastikan kevalidan data. Sehingga diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan deskripsi masing-masing level model mental siswa dalam memahami konsep persamaan garis lurus.
Efektivitas model pembelajaran blended learning berbantuan vaksin terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah geometri Puput Suriyah; Anita Dewi Utami; Cahyo Hasanudin
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v8i1.17785

Abstract

The purpose of this study was to prove whether the blended learning model assisted by VAKSIN (Video Animasi untuk Sistem Pembelajaran Online/Video Animation for Online Learning Systems) is more effective than the online learning model on student learning outcomes in the fourth semester of the Mathematics Education Study Program. The posttest only control design was carried out in the Geometry course at IKIP PGRI Bojonegoro for the 2021/2022 academic year. This study used a saturated sampling technique where all members of the population are used as samples. Data collection techniques in this study used documentation and test techniques. Test the hypothesis used t-test. The results of data analysis obtained by testing the hypothesis in the experimental class and control obtained tcount= 3,18219098 dengan ttable = 1,99084707. Karena tcount > ttable hence H0 is rejected so it can be concluded that the learning outcomes of the fourth semester students of the Mathematics Education Study Program of IKIP PGRI Bojonegoro who were subjected to VAKSIN-assisted blended learning were more effective than those who were subjected to online learning.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN HEURISTIK SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH ALJABAR DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII MTS AN-NUR GALUK Nila Sandra Dewi Arini; Junarti Junarti; Anita Dewi Utami
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v5i1.1792

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menedeskripsikan analisis pengambilan keputusan heuristik siswa dalam pemecahan masalah aljabar ditinjau dari kecemasan matematika pada siswa.  Penelitian ini dilakukan di MTS An-Nur Galuk pada siswa kelas VII. Pengambilan sampel menggunakan metode sampel bertujuan (Purposive Sample) yaitu pengambilan sampel dengan melihat hasil tes tulis analisis level pemahaman dengan subyek KMST1, KMST2, KMT1, KMST2, KMR1, KMR2, KMSR1, dan KMSR2. Analisis data menggunkan metode observasi, metode tes, metode wawancara, dan metode dokumentasi, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data (Data Triangulation) dan triangulasi metodologis (Methodological Triangulation). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) Subjek dengan tingkat kecemasan matematika sangat tinggi tidak mampu memenuhi seluruh kriteria dari masing-masing indikator pengambilan keputusan heuristik siswa. (2) Subjek dengan tingkat kecemasan matematika tinggi hanya mampu memenuhi dua kriteria dari satu indikator pengambilan keputusan heuristik siswa yaitu availability. (3) Subjek dengan tingkat kecemasan matematika rendah subjek mampu memenehui tiga indikator dari kemampuan pengambilan keputusan heuristik siswa yaitu availability, representas, dan anjustment. (4) Subjek dengan tingkat kecemasan matematika sangat rendah mampu memenuhi seluruh kriteria dari masing-masing indikator pengambilan keputusan heuristik siswa yaitu availability, representas, anjustment, dan anchouring.