Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGEMBANGAN KERUPUK PENTOL IKAN DI DESA LEGUNG TIMUR KECAMATAN BATANG-BATANG Moh. Kurdi; Fatmawati Fatmawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v3i1.886

Abstract

Desa Legung Timur merupakan salah satu sentra pengrajin kerupuk pentol yang berbahan dasar ikan di Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep. Kerupuk pentol ikan yang diproduksi oleh masyarakat mayoritas dalam bentuk ‘mentah’ yang harus melalui proses penjemuran terlebih dahulu untuk kemudian digoreng. Bahan baku pembuatan kerupuk pentol berupa ikan sangat melimpah di desa ini dan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Ikan yang digunakan untuk bahan baku pembuatan kerupuk adalah ikan tongkol. Sebagian besar, hasil produksinya dijual di rumah mereka sendiri dengan menunggu konsumen datang untuk membeli ataupun dibeli kerabat sendiri untuk oleh-oleh. Beberapa situasi yang dialami pengrajin kerupuk di Desa Legung Timur tersebut diatas menjadi penyebab bahwa mereka membutuhkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara pengadonan dan pencetakan kerupuk, penyeragaman kuantitas, teknologi kemasan dan pelabelan. Perbaikan kualitas produksi akan meningkatkan produktivitas kerja dengan waktu yang lebih efisien dan kapasitas produksi yang bertambah, serta produk yang mempunyai daya jual dan daya saing lebih tinggi di pasaran. Dari hasil pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat Usaha Kerupuk di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep telah dapat dijalankan dengan baik dan tanpa halangan yang berarti. Dengan kerjasama tim pengabdian yang baik dan peran serta aktif dari penyuluh/narasumber dalam kegiatan pengabdian ini maka semuanya telah berjalan sesuai yang diharapkan dan harapannya dapat memberikan manfaat bagi mitra pengabdian kepada masyarakat dalam keberlanjutan usaha kerupuk pada mitra pengrajin kerupuk. Pengabdian yang kami lakukan ini telah sampai pada tahapan dilaksanakannya kegiatan pelatihan tentang proses produksi yang efisien.
DIVERSIFIKASI RASA DAN KEMASAN KRUPUK PARU UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN Fatmawati Fatmawati; Henny Diana Wati; Yayuk Sugiarti
Jurnal ABDIRAJA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v1i1.634

Abstract

Utilization of cattle lungs is not only served in the form of side dishes or lung empal. But in the hands of Yasmin women groups located in Kacongan Village and violet women groups located in Parsanga Village, cow lungs are transformed into savory and high economic value snacks so they can provide income in the family. These crackers are not only tasty and of high economic value, but also contain high protein which is very beneficial for the body. This is because protein is essential to play a role in the growth and formation of body tissues. Expected outputs are as follows: (1) The creation of a distinctive taste of cow's lung crackers, which is spicy and cheese-flavored, (2) The packaging of cow lung crackers that is more interesting and unique, (3) Making brands of cow lung crackers produced, and (4) Increased sales of cow lung crackers. The results of the activities showed the enthusiasm of the participants, so this indicated that this activity was exciting.
Analysis and Business Development Strategy Agroindustry Herbal Fatmawati; Moh. Kurdi
Agricultural Science Vol. 2 No. 1 (2018): September
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the herbs that are very potential to be developed in the village of Matanair, Rubaru District, Sumenep Regency is instant herbal medicine. Immediate herbal medicine is an effort to make it easier for consumers to enjoy herbal medicine. Formulation of the problem in this study How is the feasibility of an instant herbal agroindustry business in Sumenep Regency. As well as how to develop the next herbal medicine agro-business business in Sumenep Regency. The analysis used in this study to see the feasibility of the company used financial feasibility analysis. Market analysis is carried out by analyzing the development of demand (demand side) and supply side (instant side) for several years to come. Furthermore, to see the development prospects and strategies used a SWOT analysis. Based on the results of the study, the following conclusions were obtained: On the results of the calculation of the feasibility analysis that has been done is got the NPV value of Rp. 241.604,291.70, -; Pay Back Period with a period of 1.53 years; IRR value is 58.80%, and Net B / C is 2.35. Alternative strategies that can be applied to herbal medicine agro-industries based on business positions in quadrant I, namely SO STRATEGY, in the SO strategy four alternative strategies can be used, including market penetration, attention to production continuity, expanding product distribution, carrying out missions product introduction outside Madura.
Analysis of Red Onion Supply (Allium Ascalonicum L.) In Sumenep District Fatmawati; Moh. Kurdi
Agricultural Science Vol. 3 No. 1 (2019): September
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the factors that affect the supply of onion, such as onion price factors, prices of onion seeds, the total acreage of production factors, and the supply elasticity of onion. Location research done by purposive, although not Sumenep onion production center in East Java, but Sumenep has the potential for the development of onion production with planting area 429.99 ha, with production quantities 5258.89 tons and productivity levels 12, 23 tons/ha. The method used in this research is quantitative data analysis. Based on the test results simultaneously (together) this indicates that the observed variables are the variable price of onion (Hb), the variable cost of seed onions (HBB), variable production number (Prod), and variable acreage (La) together are very significant to the offer of onion (Qs) in Sumenep. For the partial test results (one by one), the variable price of onion (Hb) is very significant to the offer of onion (Qs) at an error rate of 5% and a rate of 1% mistake. As for the variable production number (Prod) individually at 5% significant real impact on red onions deals (Qs) in Sumenep. For the variable price of seed onions (HBB) and variable acreage (La) did not significantly affect red onion deals (Qs) in Sumenep. Based on the results of the analysis of the supply elasticity of onion in Sumenep of 2018 s / d in 2019 is equal to 0,
Analisis Efisiensi Dan Nilai Tambah Agroindustri Cabai Jamu (Piper Retrofactum Vahl) Racikan Fatmawati Fatmawati; Bambang Hermanto; Moh Kurdi
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS INDONESIA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.621 KB) | DOI: 10.32528/jmbi.v7i2.5876

Abstract

Cabai jamu sudah dikenal sejak nenek moyang, dahulu cabai jamu ini digunakan sebagai bahan campuran atau bubuk masak. Selain digunakan sebagai bubuk masak cabai jamu ini digunakan nenek moyang sebagai jamu yang mereka racik sendiri dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Hingga pada tahun 1998 permintaan pasar akan cabai jamu ini semakin meningkat sehingga KH. Nur. Moh. Taqib berinisiatif untuk mengembangkan usaha cabai jamu ini menjadi cabai jamu yang siap saji, hal ini dilakukan karena menyikapi prilaku konsumen yang ingin menikmati cabai jamu ini dengan cara yang mudah. Dan agroindustri cabai jamu ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga pengolah cabai jamu itu sendiri dan juga masyarakat sekitar yang terlihat langsung dalam proses produksi cabai jamu ini.Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu: 1) data primer, adalah data yang diperoleh langsung dari pengusaha cabai jamu dengan menggunakan teknik wawancara, 2) data sekunder, adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian yaitu pustaka-pustaka dan instansi terkait yang dapat menunjang penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri cabai jamu racikan (kopi dan jamu) masih menggunakan alat-alat tradisional.Berdasarkan hasil penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) agroindustri cabai jamu racikan ,masih menggunakan alat-alat tradisional untuk mengolah atau memproduksi cabai jamu ini, argoindustri cabai jamu racikan ini mempunyai nilai tambah, hal ini di ketahui dari besarnya nilai tambah yaitu sebesar Rp. 57.153 per kg cabai jamu racik, agroindustri cabai jamu racik ini menguntungkan. Hal ini dapat diketahui dari besarnya keuntungan yang diterima produsen cabai jamu ini yaitu rata-rata sebesar Rp. 776.380 per proses produksi, dan penerimaan rata-rata sebesar Rp. 1.787.000, 2) agroindustri cabai jamu ini efisien dan menguntungkan, sehingga usaha ini potensial untuk dikembangkan menjadi agroindustri yang lebih besar, hal ini dapat dilihat dari perhitungan nilai R/C ratio 1, yaitu sebesar 1,7.
KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TERASI DI DESA AMBUNTEN TIMUR KECAMATAN AMBUNTEN KABUPATEN SUMENEP Fatmawati Fatmawati; Bambang Hermanto; Moh. Kurdi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i2.423

Abstract

ABSTRAKPotensi perikanan yang dimiliki Kabupaten Sumenep sangatlah besar dan menjanjikan. Hal ini kemudian di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten sebagian masyarakat memanfaatkan potensi perikanan tersebut sebagai produk, diantaranya petis, ikan asin, ikan asap dan terutama terasi. Usaha terasi yang ada di Desa Ambunten Timur belum pernah dilakukan analisis, sehingga perlu adanya penelitian ini dilakukan. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis kelayakan dan analisis finansial. Hasil dari penelitian ini adalah: biaya produksi sebesar (TC) Rp. 37.771.568,- pendapatan agroindustri terasi (π) sebesar Rp. 18.489.543,- dan efisiensi (R/C Ratio) agroindustri terasi sebesar Rp. 1.49,-. Dari ketiga kriteria.Kata kunci:Finansial; Efisiensi; Agroindustri; Terasi ABSTRACTThe fishery potential of Sumenep Regency is huge and promising. In this case, in Ambunten Timur Village, Ambunten Subdistrict, some people use the fishery potential as a product, including petis, salted fish, smoked fish and especially shrimp paste. The shrimp paste business in Ambunten Timur Village has never been analyzed, so this research needs to be done. The method in this study uses a feasibility analysis and financial analysis. The results of this study are: production costs of (TC) Rp. 37,771,568, - shrimp paste agro-industry income (π) of Rp. 18,489,543, - and the efficiency (R / C Ratio) of the shrimp paste agro-industry of Rp. 1.49, -. Of the three criteria.Keywords: Financial; Efficiency; Agro industry; Shrimp paste
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI DI DESA MANDING TIMUR KECAMATAN MANDING Moh. Kurdi; Fatmawati Fatmawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v3i1.893

Abstract

Desa Manding Timur berada di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep. Masyarakat di Desa Manding Timur selain menjadi pegawai, pedagang dan petani mempunyai pekerjaan lain sebagai pengusaha makanan olahan (Agroindustri). Diantara produk olahannya yang ada antara lain keripik pisang dan keripik singkong. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Manding Timur adalah rendahnya penguasanaan teknologi dan manajamen usaha masih rendah yang meliputi aspek administrasi keuangan, manajemen mutu dan manajemen pemasaran. Pada Agroindustri 80 % sistem administrasi keuangan belum tertata dengan baik dan masih banyak produk yang dihasilkan dengan kemasan yang masih sederhana sehingga kurang menarik dan kurang aman dari bahaya biologi, kimia dan fisik. Untuk jaminan mutu produk perlu adanya penyuluhan atau pengetahuan kemasan standar produk UMKM Agroindustri dan pemberian alat pengemasan. Diharapkan produk Agroindustri Desa Manding Timur mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.Hasil program pengabdian masyarakat adalah 1) Pengrajin diberi pelatihan pembuatan laporan keuangan yang sederhana, dan pengrajin sudah mulai menerapkan pembukuan yang benar, 2) pengrajin diberi pelatihan cara pengemasan yang tepat dan dibuatkan label untuk merk produknya agar produknya tidak mudah rusak dan menarik konsumen.Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan agroindustri di Desa Manding Timur Kecamatan Manding berjalan baik, dengan kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana serta pelatihan pengemasan dan penyerahan sealer serta plastik berbagai jenis yang dapat digunakan untuk mengemas produk para pengrajin. Peserta dalam kegiatan pengabdian memberikan tanggapan yang sangat baik dengan berpartisipasi mengikuti kegiatan secara tekun. Selain itu menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelaksana karena telah memberikan pendampingan terhadap para pengrajin sehingga dapat menambah ketrampilan pengrajin untuk memajukan usahanya.
Kelayakan Finansial Agroindustri Kopi Lengkuas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep Ika Fatmawati; Fatmawati Fatmawati; Sri Lestari
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4323

Abstract

Kopi lengkuas merupakan kopi jamu dengan cita rasa yang khas akan lengkuas, serta bermanfaat baik untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) menganalisis tingkat kelayakan finansial agroindustri kopi lengkuas, 2) mengetahui pengaruh sensitivitas perubahan harga bahan baku kopi dan lengkuas serta jumlah penjualan kopi lengkuas terhadap kelayakan usaha agroindustri kopi lengkuas. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif (kriteria investasi serta analisis sensitivitas dengan metode switching value) dan analisis deskriptif. Hasil perhitungan analisis kelayakan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 241.604.291,70,- ; Pay Back Periode dengan jangka waktu 1,53 tahun (1 tahun 6 bulan 10 hari) ; nilai IRR yaitu 58,80%, Net B/C sebesar 2,35, sehingga disimpulkan bahwa agroindustri kopi lengkuas menguntungkan dan layak dikembangkan. Sedangkan hasil analisis sensitivitas switching value menunjukkan agroindustri kopi lengkuas tetap layak sampai terjadi perubahan kenaikan harga bahan baku lengkuas pada 1777,1%, kenaikan harga bahan baku kopi sebesar 206,64%, serta penurunan penjualan pada tingkat 25,223%.
TRANSPARENCY OF VILLAGE FINANCIAL MANAGEMENT TO THE COMMUNITY (Case Study of Ketupat Village, Raas District, Sumenep Regency): TRANSPARENCY OF VILLAGE FINANCIAL MANAGEMENT TO THE COMMUNITY syahril; Fatmawati; Alwiyah; Faizul Abrori
International Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2021): International Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepre
Publisher : Sekolah tinggi ilmu ekonomi pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48024/ijgame2.v2i1.39

Abstract

Village financial management is expected to apply transparency and accountability in its management so that the goals of the central government can be realized properly, in Ketupat village this has not been realized because of the lack of transparency in village financial management towards the community, starting from planning to accountability, this is what happened in Ketupat Village, Raas District, District Sumenep. The purpose of this study was to determine the transparency of village financial management towards the Ketupat Village Community, Raas District, Sumenep Regency. The research method used is descriptive qualitative by describing systematically, factually and accurately about the facts and characteristics that exist in the village administration qualitatively by observing, interviewing directly and in-depth and documenting the transparency of village financial management to the Ketupat village community. Key research informants were the village head, village secretary and treasurer, while the supporting informants were community leaders, village officials and the BPD of Ketupat village. The results showed that the financial management of Ketupat village was not yet transparent to the community, this was revealed from the financial management carried out by the village government both from the planning stage, the implementation stage, the administration stage, the reporting and accountability stages, the lack of involvement of community leaders from each stage of financial management and not. the existence of extension media or information media owned by the village government, including the web, which until now has not been accessible. And there is no good communication between the village government and the BPD of the Ketupat village, Raas sub-district, Sumenep district.