Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH VARIAN SUHU AIR CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN KARAKTERISTIK BETON Daryadi Harahap; Bambang Hariyanto
Jurnal Fondasi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.66 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i2.1723

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang banyak dipergunakan dalam struktur bangunan modern. Beton diperoleh dengan cara mencampurkan semen portland, air, agregat.Air sebagai bahan pencampur semen berperan sebagai bahan perekat, sehinnga penambahan air dalam pembuatan spesi beton merupakan unsur yang sangat penting. Peranan air sebagai bahan perekat terjadi melalui reaksi hidrasi, yaitu semen dan air akan membentuk pasta semen dan mengikat fragmen-fragmen agregat.Penelitian ini membahas Pengaruh Suhu Air Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan Karakteristik Beton dengan suhu pencampuran air 0,25o, 40o, 75o. Kuat tekan beton didapat sesuai parameter yang diinginkan maka suhu air campuran beton harus diusahakan bersuhu ruang atau lebih rendah dari suhu ruang
Karakteristik Pati Sagu yang Dimodifikasi dengan Perlakuan Gelatinisasi dan Retrogradasi Berulang Characteristics of Modified Sago (Metroxylon sagu) Starch by Gelatinization and Retrogradation Cycling I Gusti Putu Adi Palguna; Sugiyono Sugiyono; Bambang Hariyanto
JURNAL PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v23i2.59

Abstract

Modifikasi pati adalah perlakuan yang diberikan pada pati agar diperoleh sifat yang lebih baik atau mengubah beberapa sifat tertentu. Kajian mengenai karakteristik pati sagu termodifikasi perlu dilakukan agar pati sagu termodifikasi tepat pemanfaatannya sesuai dengan karakteristik produk pangan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perubahan karakteristik pati sagu akibat modifikasi dengan perlakuan gelatinisasi dan retrogradasi berulang. Karakteristik yang diamati adalah sifat birefringence, bentuk granula pati, kadar pati resisten, daya cerna pati, nilai sineresis, kekuatan gel, pelepasan amilosa, dan parameter gelatinisasi pati. Proses 3 siklus gelatinisasi dan retrogradasi meningkatkan kadar pati resisten menjadi 7,82 persen. Dengan demikian pati sagu termodifikasi dapat dikaji lebih lanjut potensinya untuk pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan pangan lokal.Starch modification is a treatment given to the starch in order to obtain better properties or change several specific properties. The study of the characteristics of modified sago starch needs to be conducted so that modified sago can be properly utilized in accordance with the desired characteristics of food products. This research aims to study the changes in characteristics due to modification of sago starch by gelatinization and retrogradation cycling. The evaluated characteristics of gelatinized and retrogradated starch were birefringence properties, shape and size, resistant starch, starch digestibility, syneresis, gel strength, amylose leaching, and starch gelatinization profiles. A three-cycle gelatinization-retrogradation process produces the highest resistant starch content (7.82 percent). Therefore, the potential of modified sago starch can be studied further for the development of functional food products based on local food.
Penggunaan Beras Sagu Untuk Penderita Pradiabetes Use of Rice Sagu for Patients of Prediabetes Bambang Hariyanto
JURNAL PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v26i2.361

Abstract

Beras sagu dibuat dengan campuran pati sagu dan tepung kacang merah dengan komposisi 90 persen dan 10 persen.  Selanjutnya beras sagu diberikan pada relawan penderita pradiabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh konsumsi beras sagu terhadap kadar glukosa penderita pradiabetes. Jumlah relawan sebanyak 20 orang dan waktu intervensi 4 minggu. Pemberian makan beras sagu sebanyak 120 gram setiap hari dan menu lainnya bebas kecuali lauk yang mengandung karbohidrat seperti kerupuk, perkedel, mi dan sebagainya. Parameter yang dianalisa adalah kadar glukosa darah relawan dan kadar kolesterol dan trigleserida pada awal dan akhir intervensi.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa intervensi beras sagu dan kacang merah pada relawan prediabetes selama 4 minggu dapat menurunkan glukosa, total kolesterol dan trigliserida post prandial secara signifikan. Dengan demikian beras sagu sebagai pangan lokal  memiliki kelebihan  yaitu dapat menjaga gula darah penderita pradiabetes. Penggunaan beras sagu dapat diperluas sebagai pangan kesehatan.
Penggunaan Model ARCS dan Teknik Modeling Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Menari Siswa Kelas XI SMA Islam Attaroqi Tsani Sampang Tahun Pelajaran 2016/2017 Bambang Hariyanto
Jurnal Subulana Vol. 1 No. 2 (2018): Subulana March 2018
Publisher : LPPM STIT Miftahul Ulum Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47731/subulana.v1i2.11

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model ARCS dan Teknik Modeling dan mendeskripsikan hasil pembelajaran dengan model ARCS dan Teknik Modeling untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar menari pada pelajaran Seni Budaya siswa kelas XII siswa SMA Islam Attaroqi Tsani Sampang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Data diambil dari seorang guru dan siwa sebanyak 34 orang. Hasil penelitian Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Model ARCS dan Teknik Modeling pada pembelajaran menari di kelas XI SMA Islam Attaroqi Tsani Sampang tahun pelajaran 2016/2017 berhasil. Keberhasilan peningkatan kemampuan konseptual (1) pada indikator dapat menyebutkan dan menjelaskan unsur-unsur gerak tari tradisi serta memberikan contoh tari tradisional daerah tertentu, pada siklus I rata-rata mencapai nilai 65%, meingkat menjadi 73% pada siklus II, (2) pada indikator dapat memberikan contoh dan menjelaskan gerak maknawi, pada siklus I rata-rata mencapai nilai 68%, meningkat menjadi 78% pada siklus II, (3) pada indokator dapat menyebutkan dan menjelaskan perbedaan gerak murni dan gerak maknawi, pada siklus I rata-rata mencapai nilai 67%, meningkat menjadi 72% pada siklus II. Rata-rata keberhasilan secara klasikal pada siklus I sebesar 66%, meningkat menjadi 74% pada siklus II, lebih 4% dari target KKM yang ditetapkan. Keberhasilan peningkatan kemampuan unjuk kerja (prosedural) (1) pada indikator wiraga mencapai nilai baik (B) sebanyak 11 orang dan nilai cukup (C) sebanyak 23 orang, pada siklus I, meningkat menjadi sangat baik (A) sebanyak 4 orang, nilai baik (B) seabanyak 16 orang dan cukup (C) sebanyak 14 orang pada siklus II, (2) pada indikator wirama mencapai nilai baik (B) sebanyak 3 orang, nilai cukup (C) sebanyak 21 orang dan nilai kurang (D) sebanyak 10 orang, pada siklus I, meningkat menjadi nilai baik (B) sebanyak 18 orang dan nilai cukup (C) sebanyak 16 orang, (3) pada indikator wirasa mencapai nilai cukup (C) sebanyak 26 orang dan nilai kurang (D) sebanyak 8 orang, pada siklus I meningkat menjadi nilai baik (B) sebanyak 5 orang dan nilai cukup (C) sebanyak 29 orang. pada siklus II. Rata-rata keberhasilan siswa mencapai nilai cukup baik (B-) sebanyak 3 orang, cukup baik (C+) sebanyak 11 orang, cukup (C) sebanyak 11 orang, sedang (C-) sebanyak 3 orang, dan kurang (D+) sebanyak 5 orang, pada siklus I, meningkat menjadi nilai amat baik (B+) sebanyak 4 orang, cukup baik (B-) sebanyak 13 orang, baik (B) sebanyak 2 orang, agak baik (B-) sebanyak 13 orang, dan cukup (C) sebanyak 3 orang. Respon siswa terhadap Model ARCS dan Teknik Modeling (1) nilai rata-rata untuk perhatian (attention) adalah 3,09 berada pada kategori Cukup Baik, artinya siswa sudah memiliki perhatian yang cukup baik terhadap aktifitas pembejaran menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling, (2) nilai rata-rata untuk relefan (relevance) adalah 3,61 berada pada kategori Baik, artinya siswa sudah merasakan aktifitas pembejaran menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling relefan dengan kebutuhan mereka., (3) Nilai rata-rata untuk percaya diri (confidense) adalah 3,77 berada pada kategori Baik, artinya siswa sudah memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam belajar menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling, (4) nilai rata-rata untuk kepuasan (satifaction) adalah 3,27 berada pada kategori Cukup Baik, artinya siswa sudah memiliki rasa puasa yang cukup ketika belajar menari dengan Model ARCS dan Teknik Modeling.
Pengembangan Aplikasi Anola Berbasis Android untuk Pembelajaran Atletik Nomor Lari Jarak Pendek Bambang Hariyanto
Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Publisher : Direktorat GTK Pendidikan Dasar Kemendikbud R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/didaktika.v4i2.150

Abstract

The product of the digital age advances is the existence of sophisticated devices such as smartphones, which are now an inseparable part of human life. This device makes all human activities become practical and fast. The development of the Athletics application Running Number abbreviated as ANOLA is one of the learning innovations. The purpose of this study is to describe the application development, practicality and effectiveness of android-based so that it can be used as a learning media for athletic material running number Method used is Design and Development (D & D) while the process of developing an ANOLA application uses the Analysys, Design, Development, Implementation, Implementation, Evaluation (ADDIE). The results of the study show that the practicality of ANOLA application shows the number 94.67% (Very Practical), while the effectiveness test is 96% (Very Effective). Feasibility test by media experts obtained 96.67% (Very Eligible). The results of the competency test through pre-test and post-test showed an increase in mastery learning in class 8 D students by 53% in the realm of knowledge (KI.3) and by 23% in the realm of skills (KI. 4).
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PELABUHAN FERY JUANGA Fitro Darwis; Elfira Resti Mulya; Bambang Hariyanto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 1 No. 01 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.821 KB) | DOI: 10.51135/jts.v1i01.1

Abstract

Pelabuhan Fery di Kabupaten Pulau Morotai satu-satunya berada di Desa Juanga Kecamatan Morotai Selatan. Pelabuhan Fery Desa Juanga merupakan akses satu-satunya transportasi orang/barang ke Kabupaten Halmahera Utara. Pelayanan Kapal Fery Desa Juanga hanya melayani Rute Morotai –Tobelo. Dalam aspek kepuasan pengguna sarana prasarana transportasi laut Pelabuhan Fery masih dinilai cukup karena masih dilakukan pembenahan-pembenahan dari infrastruktur terminal meskipun cenderung terlambat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan mengevaluasi tingkat kepuasan penumpang kapal terhadap pelayanan pelabuhan fery desa juanga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Dimana data yang didapat berupa data hasil observasi lapangan dan juga wawancara. Responden merupakan populasi penumpang kapal di pelabuhan fery desa juanga. Jumlah penumpang kapal fery dalam satu bulan diakumulasi cukup banyak sehinga untuk keefektifan pengambilan data penentuan jumlah responden menggunakan teknik sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data uji validitas, sebanyak 23 pernyataan dinyatakan valid dari 102 orang responden. Uji reliabilitas dilakukan dengan melihat hasil nilai croncbach’s alpha > 0,6. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan variabel tersebut nilai alpha 0,741. Sehingga semua variabel dinyatakan reliable atau tingkat reliable sangat tinggi. Tingkat pelayanan pelabuhan ferry Desa Juanga ditinjau berdasarkan persepsi penumpang dengan beberapa kategori penilaian yang dijadikan variabel diantaranya keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), kepedulian (emphaty), dan bukti fisik (tangible). Dari 5 variabel pelayanan, secara menyeluruh kepuasan penumpang lebih besar pada variabel kepedulian (emphaty) dimana kecenderungan variabel berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 78,43%.