Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Administration of extract Salix tetrasperma combined with extract of turmeric and neem to improve eggs quality of chicken reared under heat stress Sugito, .; Hambal, M.; Isa, M.; Nurliana, .; Delima, D.
Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences Vol 20, No 3 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.829 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v20i3.1186

Abstract

Quality of eggs might decrease when hens under heat stress. A further study found that a specific plant extracts could reduce the impacts of heat stress. The aim of this study was to determine effects of Salix tetrasperma plant extract in combination with extract of turmeric and neem to improve egg quality and productivity of laying hens under heat stress. Sixty laying hens strain Isa Brown of 6 months old were used and reared in individual cages. The feed and drinking water were supplied ad libitum. This study was conducted in a completely randomized design with five treatments (two controls and three treatments) and each treatment consisted of 12 replication. Treatment consisted of with (KP) and without (KP) commercial anti-stress supplement. Formulations of extract were S. tetrasperma 1.000 mg / l water (EJ), S. tetrasperma 1.000 mg / l + Turmeric 250 mg / l + neem 250 mg / l (EJ+K1), and S. tetrasperma 1.000 mg / l + Turmeric 500 mg / l + neem 500 mg / l drinking water (EJ+K2). The hens were exposed to heat stress for 5 hours per day at a temperature range of 34.0±1.0°C. Supplements were dissolved in drinking water and were given for 30 days in the morning and noon. Results showed that a single extract of S. tetrasperma or the combination of an extract of turmeric and neem were significantly increased thickness of eggshell (P<0.05), but did not affect color of egg yolk, height albumin, egg weight, and HU value. Extract of S. tetrasperma combined with turmeric and neem extract dissolved in drinking water for 30 days in laying hens reared under heat stress could not improved quality of the eggs, but may increase thickness of the egg shell and cause decreased water consumption. Key Words: Egg Quality, Salix tetrasperma, Turmeric, Neem, Heat Stress
Analisis Investasi Bangunan Ruko dengan Metode Break Event Point, Payback Periode, dan Net Present Value Sugito SUGITO
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.274 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i2.921

Abstract

Ruko adalah singkatan dari rumah toko. ruko selain berfungsi sebagai sarana untuk tempat tinggal juga merupakan sarana sebagai tempat melakukan aktifitas ekonomi. Seiring makin banyaknya jumlah peminat dan maraknya permintaan akan ruko banyak investor saling berlomba - lomba untuk menginvestasikan modal mereka pada pembangunan ruko. Hal ini sangat nampak dan dapat kita lihat dari maraknya pembangunan ruko saat ini. Investasi pada bidang pembangunan ruko ini merupakan suatu usaha yang cukup menjanjikan bagi para investor. Investasi menjanjikan keuntungan, akan tetapi juga mengandung beberapa resiko dan ketidakpastian, yang dapat mempengaruhi pertimbangan dan keuntungan investor. Untuk itulah, sebelum memutuskan untuk menanam investasi perlu dilakukan suatu analisis kelayakan antara lain dengan menggunakan metode Break Even Point (BEP), PayBack Periode (PP), dan Net Present Value (NPV). Hal ini dilakukan agar resiko, ketidakpastian, dan kegagalan dalam investasi ini dapat dicegah jauh sebelum keputusan investasi diambil dan dilaksanakan. Bahkan investor dapat memperhitungkan dan memprediksi keuntungan yang dapat diperoleh dikemudian hari.
Pengaruh Penambahan Kapur dan Lama Waktu Pemeraman Pada Tanah Pasir Berlempung Terhadap Kekuatan Tanah (California Bearing Ratio) Sugito SUGITO
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.005 KB) | DOI: 10.36448/jts.v8i1.927

Abstract

Pada penelitian ini akan dicoba masalah yang dititik beratkan pada pengaruh penambahan kapur pada tanah lempung berpasir serta lama waktu pemeraman sebagai bahan campuran guna meningkatkan stabilitas tanah pada lapisan tanah yang kurang baik. Pada umumnya tanah lempung tidak memenuhi syarat sebagai tanah yang baik, Pada penelitian ini dicoba agar kita dapat mengetahui seberapa besar pasir dan kapur meningkatkan kekuatan tanah tersebut, sehingga nilai CBR nya dapat diketahui. Untuk membuat alternative bahan campuran tanah lempung berpasir yang dapat meningkatkan stabilitas tanah tersebut, yaitu dengan memanfaatkan kapur sebagai bahan pencampur. Dari analisa dan pembahasan terhadap hasil-hasil pengujian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Hasil Pengujian berat jenis, mengalami penurunan dari 2,27 pada kadar prosentase campuran kapur 0% menjadi 2,16 pada kadar prosentase campuran kapur 15%. Dari hasil pengujian pemadatan, nilai kadar air optimum naik dari 8,00 pada kadar prosentase campuran kapur 0% menjadi 11,00 pada kadar prosentase campuran kapur 15%, sedangkan untuk berat isi kering mengalami penurunan pada kadar prosentase campuran kapur 0% dari 1,500 gr/cm3 menjadi 1,380 gr/cm3 pada kadar prosentase campuran kapur 15%. Hasil pengujian CBR, mengalami peningkatan dari 15% pada kadar prosentase campuran kapur 0% menjadi 87% pada kadar prosentase campuran kapur 15% dengan waktu pemeraman 7 hari. Mengalami peningkatan dari 27% pada kadar prosentase campuran kapur 0% menjadi 89% pada kadar prosentase campuran kapur 15% dengan waktu pemeraman 14 hari. Dan mengalami peningkatan dari 30% pada kadar prosentase campuran kapur 0% menjadi 110% pada kadar prosentase campuran kapur 15% dengan waktu pemeraman 28 hari. Dari hasil pemeraman tanah lempung berpasir dengan campuran kapur 0%, 5%, 10%, dan 15%. Kekuatan tanah mengalami peningkatan akibat pengaruh proses pemeraman selama 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.
Analisa Perencanaan Bangunan Pemecah Gelombang Lokasi Teluk Semangka Kota Agung Kabupaten Tanggamus Sugito SUGITO
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.428 KB) | DOI: 10.36448/jts.v5i1.895

Abstract

Pantai adalah merupakan pertemuan antara daratan dan laut, juga tempat bermuaranya sungai-sungai serta saluran pembuang baik secara alami maupun buatan. Potensi muara / pantai antara lain dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata, perikanan, pelabuhan dan pemukiman. Selain itu potensi muara dan pantai di Provinsi Lampung juga banyak mengalami permasalahan seperti erosi pantai, penurunan kualitas lingkungan dan pendangkalan muara (endapan). Kerusakan kawasan pantai akibat hilangnya tanah potensi dengan nilai ekonomis dan ekologi yang sangat besar. Salah satu kawasan pantai yang telah mengalami kerusakan adalah pantai Kota Agung yang terletak dikawasan Teluk Semangka Kabupaten Tanggamus. Kawasan ini sudah tidak terlindungi oleh hutan bakau dan mengalami abrasi pantai yang cukup tinggi. Pantai ini juga telah mengalami erosi akibat perubahan arah gelombang oleh iklim muson. Penanganan pantai Kota Agung Teluk Semangka tanpa menimbulkan permasalahan lain dan pengamanan berbagai potensi dan permasalahan yang berada di daerah kawasan muara / pantai Kota Agung. Beberapa tahapan yang dilakukan antara lain : (1) Pengumpulan data dan penunjang, orientasi / identifikasi rencana penanganan Pantai Kota Agung di Teluk Semangka, (2) Survey serta analisa hidrologi dan hidrolika, (3) Pengukuran Survey Topografi, (4) Penyelidikan Geologi teknik sederhana dan Mekanika Tanah, (5) Survey dan analisa Bhatymetri, (6) Desain.
Metode Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten di Sumatera Selatan Sugito SUGITO
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.083 KB) | DOI: 10.36448/jts.v4i2.891

Abstract

Dengan adanya Metode Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten, maka metode ini merupakan cara yang praktis dan sederhana untuk menghitung biaya pekerjaan jalan dengan menggunakan matriks biaya, dibandingkan dengan menggunakan cara yang sering digunakan selama ini. Metode perencanaan ini memberikan kepastian untuk menentukan pemilihan prioritas pekerjaan jalan dengan menggunakan tabel matriks. Biaya jalan perkilometer dapat ditentukan berdasarkan data LHK kendaraan roda 4, tipe dan kondisi jalan serta taksiran CBR. tanah dasar yang ada.
Pengaruh Serapan Air Terhadap Soil Semen Pada Tanah Lempung Bercampur Pasir Ditinjau Dari Keterlambatan Waktu Pemeraman . Sugito
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.694 KB) | DOI: 10.36448/jts.v1i1.254

Abstract

Tanah yang digunakan sebagai tanah dasar (sub grade) pada suatu strutur pada dasarnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan daya dukung tanah. Namun, banyak dijumpai kondisi tanah yang tidak memenuhi persyaratan kekuatan dan daya dukung sebagai tanah dasar.Stabilisasi tanah merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekuatan dan daya dukung tanah. Dan seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka semakin banyak metode stabilsasi yang telah dikembangkan. Hal ini dimaksudkan untuk menapatkan tingkat kepadatan  dan daya dukung tanah yang maksimum.Dan salah satu metode stabilisasi tanah yaitu dengan soil semen, dalam penelitian ini akan dilakukan penambahan bahan campuran  berupa pasir dengan persentase campuran, untuk pasir 15 % sedangkan persentase semen 0%, 5%, 10%, dan 15 % serta keterlambatan waktu pemeraman yang bervariasi yaitu : 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.
Perencanaan Check Dam Way Rarem Di Kabupaten Lampung Utara Sugito SUGITO
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.098 KB) | DOI: 10.36448/jts.v6i2.911

Abstract

Besarnya erosi, angkutan dan pengendapan sedimen merupakan masalah yang harus diatasi secara terpadu karena selain akan menyebabkan pembekakan biaya pemeliharaan juga akan mempercepat usia guna Waduk Way Rarem dan prasarana penunjang lainnya.  Melihat kondisi tersebut maka diperlukan upaya yang konkret baik yang bersifat segera maupun jangka panjang untuk menanggulangi / mengurangi permasalahan sedimentasi.Reboisasi dan penataaan lahan serta pengawasan sektor kehutanan merupakan upaya jangka panjang yang perlu dilakukan secara terpadu untuk mengurangi erosifitas lahan, sedangkan upaya yang besifat segera adalah dengan membuat bangunan pengendali sedimen berupa Check Dam di badan sungai yang berguna secara langsung untuk menghambat masuknya angkutan sedimen ke dalam tampungan waduk. Perencanaan check dam way rarem ini dengan menggunakan berbagai alternatif metode analisis hidrologi hujan dan banjir rancangan sehingga akan diperoleh data masukan desain yang lebih optimal.
Use Study on Slight Beam Reinforced Concrete Floor Plate In Lieu of Scondary Beam Hery Riyanto; Sugito SUGITO; Lilies Widodjoko; Sjamsu Iskandar
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.493 KB)

Abstract

Use of false beams on reinforced concrete slab instead of the joist is an innovation in the construction of reinforced concrete slab. Where the study was made by using 4 samples of precast concrete slab specimens (PBP). Ie: P1 type - plate only, type P2 - plate with joists, type P3 - small plates with slight beams, type P4 - plate with big apparent beam. The fourth specimen samples made using the Batu Raja cement, sand from Gunung Sugih, and local split Bandar Lampung in the Civil Engineering Laboratory of UBL. The fourth test specimen samples was conducted at the Laboratory of Civil Engineering Unila using method one point load that is placed in the center - the center span in order to get the load and the maximum deflection and crack patterns. The data obtained are used to verify the theoretical calculations. Conclusions will be given at the end of writing.
Analytical and Experimental Study Bamboo Beam Concrete Hery Riyanto; Sugito SUGITO; . Juli
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is known as the Bamboo Concrete Beams (B3) with bamboo casing as an alternative reinforcement, conducted through experimental methods. The test results were then verified through analytical calculations. Behaviors examined included mechanical properties of bending, beam flexural strength and fracture patterns are burdened by the quasi-static load. Researchers used 16 pieces of the test specimen. Bamboo specimens used in this study is a type of Petung Bamboo (Dendrocalamus Asper), with a long piece of bamboo varies from 2860 mm to 3910 mm, outer diameter of the bottom of the 105 mm to 155 mm and the outer diameter of the upper section of 95 mm to 135 mm, which are grouped into 5 kinds of testing that is,1. Bamboo intact, the inner segments remain, with BA code (2 pieces of the specimen)2. Bamboo intact, the inner segments removed, the code BP (2 pieces of the specimen)3. Bamboo shoots in a section removed (like bamboo pipes) and not given a bamboo rod stud, with code BTS (4 pieces of the test specimen).4. Bamboo shoots in a section removed (like bamboo pipes) and given a bamboo rod stud on the inside along ½ bamboo inner diameter, with code BAS (4 pieces of the test specimen). 5. One side of the split bamboo rod sections with a thickness of 75 mm, inner bamboo segments remain (such as drums) and given a bamboo rod stud on the inside, with code KTGN (4 pieces of the test specimen). Value of the maximum load Pmax, the maximum moment Mmax and max deflection for each specimen according to the results of observation and calculation is as follows 
Impact of Motor Vehicle Emissions on Air Quality in Urban and Sub Urban Area A. Ikhsan Karim; Sugito SUGITO
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2014: 3rd ICETD 2014
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.512 KB)

Abstract

One of the effects of development and growth in urban areas is the increasing number of vehicles from year to year . Improved transportation needs to support the activities of the community , the problems faced by large cities today . Along with these problems , the most crucial in the presence of the number of vehicles is the problem of congestion .Vehicle congestion and concentrated on a spot will cause air pollution . Air pollution comes from motor vehicle exhaust emissions contain toxic substances that are harmful to human health , among others , CO, HC, CO2, SOx, NOx, PM10 .JICA study said 70 % of air pollution occurs in urban contributed from motor vehicles , and the remaining 30% are caused by industrial and household activities .Based on these facts , the government sought to continue to make prevention of air pollution in accordance with the mandate of Law No. 32/2009 about Protection and Management of the Environment and Government Regulation No. 41/1999 about Air Pollution Control. In addition , more specific regulation No.5/MENLH/2006 , regulates the Threshold Motor Vehicle Exhaust Emissions that can be used as a legal basis so that exhaust emissions from motor vehicles do not pollute the air . Air pollution control efforts are primarily aimed at improving air quality for human life.Referring to the importance of the above issues , this study will examine the effect of vehicle emissions on air quality in Urban and Sub- Urban areas in the city of Bandar Lampung.This study uses primary and secondary data , which begins with a review of the concept of the development of Bandar Lampung city transport system , then analysis the influence of motor vehicle exhaust emissions , especially gas CO , SO2 and NO2 air quality in urban and sub-urban aras.The results of this study will show how much influence the motor vehicle exhaust emissions on ambient air quality in urban and sub-urban areas . It is expected Bandar Lampung city government can adopt policies to reduce air pollution from transportation Activities.