Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Daya Dukung Tanah Lempung Plastisitas Rendah Yang Distabilisasi Menggunakan TX-300 Sebagai Lapisan Subgrade Erwan Syafri; Muhammad Jafri; Lusmeilia Afriani
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.263 KB) | DOI: 10.36448/jts.v3i2.277

Abstract

Soil is a material that serves as an support for the basis of a constuction, be it construction of buildings, bridges and roads. Each region has different soil characteristics in other regions, there is good and has a bearing capacity of those that are poor. To improve the soil characteristics that can lead to por bearing capacity, the necessary repairs to soil stabilization methods. Stabilization efforts are often undertaken by stabilizing additives. In this research using a chemical additive material that is TX-300, which is expected to improve the characteristics of the soil so the soil is worthy of a construction established. Soil samples that tested in this research is the low plasticity clay are derived from Karang Anyar, South Lampung. Variation levels used ia a mixture of 0,8 ml; 1,1 ml; 1,4 ml and 1,7 ml with the same curing time for 7 days and soaking for 4 days. Based on the examination of the physical properties of original soil, AASHTO classify soil samples in group A-6 (clay soil), while the USCS soil samples classify as fine-grained soil and included into the CL group. The results of laboratory research showed that the stabilizing agent TX-300 can improve the physical and mechanical properties of low plasticity clay. On physical testing such as decreased specific gravity and atterberg limits increase after stabilized. While the mechanical testing, a mixture of TX-300 can increase the bearing capacity of the land. From the test results of CBR soaked or unsoaked, soil stabilized with a stabilizing agent TX-300 at optimum levels can be used as a subgrade for road construction due to CBR value = 6 %Tanah merupakan material yang berfungsi sebagai penyokong dasar suatu konstruksi, baik itu konstruksi gedung, jembatan maupun jalan. Setiap daerah memiliki sifat tanah yang berbeda dengan daerah lainnya, ada yang mempunyai daya dukung baik dan adapula yang buruk. Untuk memperbaiki sifat tanah yang dapat mengakibatkan daya dukung menjadi buruk, maka diperlukan perbaikan tanah dengan metode stabilisasi. Usaha stabilisasi yang banyak dilakukan adalah stabilisasi dengan bahan tambahan. Pada penelitian ini menggunakan bahan additif kimia yaitu TX-300 yang diharapkan mampu memperbaiki sifat tanah sehingga pada lapisan tanah tersebut layak didirikan suatu konstruksi. Sampel tanah yang di uji pada penelitian ini yaitu tanah lempung plastisitas rendah yang berasal dari daerah Karang Anyar, Lampung Selatan. Variasi kadar campuran yang digunakan yaitu 0,8 ml; 1,1 ml; 1,4 ml dan 1,7 ml; dengan dilakukan waktu pemeraman yang sama selama 7 hari dan perendaman selama 4 hari. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli, AASHTO mengklasifikasikan sampel tanah pada kelompok A-6 (tanah berlempung),sedangkan USCS mengklasifikasikan sampel tanah sebagai tanah berbutir halus dan termasuk kedalam kelompok CL. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa bahan stabilisasi TX-300 dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung plastisitas rendah. Pada pengujian fisik seperti berat jenis mengalami penurunan dan batas-batas Atterberg mengalami kenaikan setelah distabilisasi. Sementara pada pengujian mekanik, campuran TX-300 dapat meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Dari hasil pengujian CBR rendaman atau tanpa rendaman, tanah yang distabilisasi dengan bahan stabilisasi TX-300 pada kadar optimum dapat digunakan sebagai tanah dasar pada konstruksi jalan dikarenakan nilai CBRnya = 6 %.
Hubungan Nilai CBR Laboratorium dengan Pemadatan Modified dan Nilai Dynamic Cone Pentrometer (DCP) di Lapangan Riant Pandu Pratomo; Andius Dasa Putra; Rahayu Sulistyorini; Lusmeilia Afriani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan salah satu bagian penting dalam pekerjaan konstruksi teknik sipil. Kekuatan tanah dasar sangat penting guna menopang beban konstruksi. Beberapa cara untuk mengestimasi nilai CBR adalah dengan soil grading dan data plastisitas tanah. Namun pada kenyataannya di lapangan, banyak kendala yang dihadapi maka seringkali dilakukan uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persamaan hubungan antara CBR laboratorium dan DCP serta perbandingannya dengan persamaan SNI. Penelitian dilakukan dengan menguji tanah di Teluk Ratai Kabupaten Pesawaran pada tiga titik dengan pengujian CBR laboratorium (Unsoaked), DCP mould, dan DCP lapangan. Sampel tanah dipadatkan dengan variasi pemadatan 10, 25, dan 56 tumbukan dan kadar air optimum sebesar 22,95% yang didapat dari uji pemadatan dengan proctor modified. Hasil penelitian menunjukkan persamaan korelasi CBR Laboratorium dengan gd adalah y = 30,878x – 26,98 dengan korelasi persamaan CBR dan DCP didapat Log (CBR) = 2,26557 – 0,807 Log (DCP). Bila dibandingkan dengan nilai CBR hasil persamaan CBR SNI, nilai CBR dari persamaan CBR dan DCP memiliki nilai yang lebih tinggi. Kata kunci : tanah, daya dukung, CBR laboratorium, DCP lapangan.
Perbandingan Nilai Derajat Kepadatan Tanah Metode Standard Proctor dengan Alat Uji Tekan Modikasi dan Uji Sand Cone di Lapangan Novan Adenora; Lusmeilia Afriani; Iswan .; Andius Dasa Putra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam pengujian pemadatan menginspirasi Teknik Sipil Universitas Lampung untuk membuat prototipe alat uji tekan modifikasi yang dapat diatur tekanannya. Cara kerja dengan alat ini yaitu dengan menggunakan nilai kadar air optimum yang didapatkan melalui uji pemadatan standard proctor. Dengan nilai kadar air tersebut lalu digunakan untuk menguji sampel dengan tekanan yang berbeda yaitu 5 Mpa, 10 Mpa, dan 15 Mpa.  Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan uji pemadatan metode standard Proctor, dan uji pemadatan dengan alat tekan modifikasi serta uji sand cone dilapangan untuk mendapatkan nilai derajat kepadatan. Pada uji pemadatan dengan metode standard proctor didapat berat volume kering maksimum sebesar 1,42 gr/cm3 dan nilai kadar air optimum sebesar 24,05 %. Uji pemadatan tanah menggunakan metode tekan didapat berat volume kering terbesar pada tekanan 15 Mpa yaitu sebesar 1,58 gr/cm3. Dan dari uji sand cone didapat nilai derajat kepadatan tanah dari uji standard proctor dan uji menggunakan alat tekan modifikasi terdapat perbedaan antara 7,78 % sampai 10,2 %.
Pengujian Permeabilitas Tanah Yang Dipadatkan Dengan Metode Modified Proctor Cubic Permeameter Agil Julianto; Lusmeilia Afriani; Iswan .; Andius Dasa Putra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir, Indonesia sebagai negara berkembang makin gencar melaksanakan pemerataan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah infrastruktur sumber daya air.Salah satu hal penting yang menjadi dasar pembangunan bangunan air adalah kekuatan pondasi yang dibangun, termasuk jenis tanah yang dipakai dan sifat lolos air (permeabel) tanah tersebut. Umumnya, uji permeabilitas dilakukan menggunakan mold dengan model silinder. Pada penelitian ini, dilakukan uji permeabilitas tanah yang dipadatkan dengan modified proctor serta alat tekan modifikasi pada mold berbentuk kubus (cubic permeameter), bertujuan untukmengetahui nilai permeabilitas tanah dengan menggunakan mold segi empat dan membandingkan nilai permeabilitas tanah dari alat pressure method dan modified proctor method, serta mengetahui korelasi antara kepadatan tanah dengan nilai koefisien permeabilitas tanah. Sampel tanah yang digunakan berasal dari desa Pamenang, Pringsewu. Tanah tersebut selanjutnya dipadatkan dengan metode modifieddan dengan alat uji metode tekanan pada tekanan 5 MPa, 10 MPa, dan 15 MPa. Hasil dari pengamatan di laboratorium menunjukkan semakin besar tekanan yang diberikan pada tanah maka semakin kecil koefisien permeabilitasnya. Hubungan koefisien permeabilitas dengan metode pemadatan modifieddan metode tekanan memperoleh nilai koefisien permeabilitas sehingga tekanan berada diantara nilai 5 dan 10 MPa, yaitu di angka 7,52 MPa 
Perbaikan Tanah Organik Dengan Metode Preloading Prefabricated Vertical Drain (PVD) Firman Syahruli; Lusmeilia Afriani; Ahmad Zakaria; Aminudin Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah organik mempunyai sifat kurang baik secara teknis untuk mendukung suatu pekerjaan kontruksi. Tanah tersebut mengalami penurunan yang besar dan dalam waktu yang sangat lama. Hal inilah yang sering menjadi masalah dalam pelaksanaan suatu pekerjaan kontruksi. Pada studi kasus tanah timbunan di proyek tol Pekanbaru-padang seksi sicincin-lubuk alung - padang, perbaikan tanah organic untuk mengatasi masalah diatas adalah dengan cara menggunakan kombinasi antaraPreloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Pemasangan PVD dapat mempercepat waktupenurunan yang terjadi karena disipasi air pori terjadi dalam arah vertical. Dalam tugas akhir ini, dilakukananalisaperhitungankonsolidasitanahdengan menggunakan metode elemen hingga. Analisa kedalaman antar PVD untuk mendapatkan jarak yang paling efektif yang disesuaikan dengan waktu konsolidasi yang paling cepat ,jarak kedalaman PVD yang diperhitungkan ialah 9 m, 8 m, 7 m. Dari hasil perhitungan tanpa menggunakan PVD diperoleh waktu 25000 hari dan mengalami penurunan sebesar 0,905 m. Sedangkan dengan jarak kedalaman PVD 9 m menghasilkan waktu konsolidasi 163 hari dan mengalamipenurunan 0,868 m, jarak antar PVD 8 m menghasilkan waktu konsolidasi 163 hari dan mengalami penurunan 0,868 m , dan kedalaman 7 m mengasilkan waktu konsolidasi selama 163 hari dengan penurunan 0,882 m. Dari analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jarak pemasangan yang paling efektif adalah menggunakan kombinasi preloading dan PVD dengan kedalaman PVD 9 m.
STRUKTUR KOMUNITAS KARANG PASCA TSUNAMI DI DESA KUNJIR, KECAMATAN RAJABASA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Anma Hari Kusuma; Amril Ma’ruf Siregar; Helvi Yanfika; Puspita Yuliandari; Muhammad Havis; Lusmeilia Afriani; Rudy Rudy
Jurnal Perikanan Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.301

Abstract

Ekosistem terumbu karang yang merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang memiliki peranan penting baik dari aspek ekologis maupun ekonomis. Namun karang sangat rentan terhadap kerusakan. Kerusakan tersebut dapat yang disebabkan faktor bencana alam seperti tsunami. Desa Kunjir merupakan salah satu desa terkena dampak dari bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan mengukur struktur komunitas ekosistem di Desa Kunjir. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni-Desember 2021 menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penilitian menunjukkan tutupan habitat bentik di Desa Kunjir sebagian besar berupa abiotik, dan patahan karang serta hanya sebagian kecil berupa karang hidup. Gelombang tsunami mengakibatkan ekosistem terumbu karang di perairan Desa Kunjir berada dalam kondisi rusak dengan kategori tinggi. Kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi terhadap surnberdaya laut dan pesisir sangat dibutuhkan untuk memperbaiki ekosistem perairan dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dengan pendampingan yang intensif.