Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaatan MediaWiki sebagai Knowledge Management Tools untuk Mendukung Implementasi E-Learning Cassandra, Chris; Tambotoh, Johan; Papilaya, Frederik Samuel
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 3 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7747.212 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.3.7

Abstract

Abstrak. MediaWiki sebagai salah satu produk dari teknologi Web 2.0 memungkinkan kolaborasi daring antar pengguna. Penerapan MediaWiki di tingkat perguruan tinggi memungkinkan terjadinya proses pembelajaran antara dosen dan mahasiswa yang kolaboratif. Tidak hanya kolaborasi, MediaWiki juga dapat membantu proses dokumentasi dan evaluasi hasil belajar mahasiswa yang lebih transparan. Selaras dengan maraknya pergeseran paradigma pembelajaran yang menekankan peran aktif mahasiswa (paradigma student-centered learning / SCL), MediaWiki dipilih sebagai salah satu dari banyak online collaboration tools. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan sistem menggunakan pendekatan Design Science Reserch. Untuk memastikan fungsi dari sistem yang dikembangkan berjalan baik, dilakukan uji coba di dua kelas matakuliah yang kemudian didapatkan hasil 9 dari 16 kelompok mahasiswa berhasil berkolaborasi dengan baik. Penelitian ini membuktikan MediaWiki dapat dijadikan alternatif media pembelajaran serta mendukung upaya implementasi paradigma student-centered learning.Kata Kunci: MediaWiki, Web 2.0, Student-Centered Learning, Online Collaboration Tools, Knowledge Management System, E-Learning system.Abstract. MediaWiki as one of the products of Web 2.0 technology enables online collaboration between users. The implementation of MediaWiki at the university level enables collaborative learning process between lecturer and students. Not only collaboration, MediaWiki can also help the process of documentation and evaluation of student learning outcomes more transparent. In line with the rise of the learning paradigm shift that emphasizes the active role of the student (student-centered paradigm learning / SCL), MediaWiki is selected as one of numerous online collaboration tools. We are using Design Science Research method as an approach to develop a new system. To ensure every function of the system is working, essay writing trial test is done in two classes and the results reveal that 9 out of the 16 student groups succeeded to collaborate well. This research verifies that MediaWiki can become an alternative learning media and can support the implementation of a student-centered learning paradigm.Keywords: MediaWiki, Web 2.0, Student-Centered Learning, Online Collaboration Tools, Knowledge Management System, E-Learning system.
Analisis Pola Kebakaran Lahan di Kalimantan Timur dengan MODIS dan VIIRS Wibowo, Aditya Pranata; Papilaya, Frederik Samuel
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.23253

Abstract

Kebakaran adalah suatu peristiwa timbulnya reaksi oksidasi saat adanya bahan bakar, oksigen, dan energi panas yang menyebabkan pembakaran yg tidak terkendali dan menyebabkan kerugian. Pemantauan secara spasial terhadap kebakaran menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah manakah yang paling banyak mengalami kebakaran dan juga pola dari kebakaran tersebut. Sumber data didapatkan dari website FIRMS yang merupakan data yang bersifat kuantitatif dan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis Spatial Autocorrelation, Average Nearest Neighbor, Optimized Hotspot, Directional Distribution (Standard Devitional Ellipse), dan Temporal Collect Event. Hasil yang telah didapatkan dari analisis bermetode Directional Distribution, Optimized Hotspot, dan Temporal Collect Event adalah terdapat banyak titik api yang berada di Kecamatan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Dalam analisis Spatial Autocorrelation ditemukan bahwa terdapat korelasi antara lokasi terjadinya titik api dan ukuran sejati dari titik api. Analisis Average Nearest Neighbor menunjukkan bahwa titik api terkumpul pada beberapa tempat dan tidak tersebar merata.
Analysis of Green Land Changes to Building Land Using Geographic Information System (GIS) in Salatiga City from 2013 to 2019 Riska Vennithasari; Frederik Samuel Papilaya
Journal of Applied Geospatial Information Vol 4 No 2 (2020): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.32 KB) | DOI: 10.30871/jagi.v4i2.2048

Abstract

The land is a crucial element in human life as space and resource. The development of a region will not be neglected by the use of land. Data from BPS Salatiga 2013 to 2019 shows an average increase in population reaching 1.45%. Land-use changes in a region will affect the geographical conditions of the region itself. Therefore, the latest information is needed in order to anticipate continuous changes. The research was conducted in Salatiga and the time of the study starts in August 2019 until January 2020. The purpose of this research is to see and analyze the extent of each transformation of the land use and land cover changes by utilizing Landsat 8 Satellite Imagery in 2013-2019. Data processing in this study uses spatial analysis overlay technique that combined with unsupervised classification and confusion matrix method through SAGA GIS software. The results of data processing will afford new maps and land use change tables then explained descriptively. Based on the analysis that has been done, In 2013, the land use in Salatiga was dominated by green land of 3.031,29 ha which was then followed by land use for built-up land reaching 2.033,91 ha. And in 2019, land use was still dominated by green land of 2.499,03 ha which was then followed by the use of built-up land of 2.483,64 ha. The final result of the area of Salatiga in 2013 - 2019 which experiencing land change from a green land to be built up land is 755,91 hectares.
ANALISIS POLA SPASIAL KEBAKARAN LAHAN DI KABUPATEN PULANG PISAU TAHUN 2001-2019 Frederik Samuel Papilaya
Tunas Geografi Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v9i1.17365

Abstract

Forest and land fires have become a problem for the Republic of Indonesia in the last few decades. Statistically based on MODIS data for 19 years from 2001 to 2019, Central Kalimantan is the province with the most number of fires totaling 255,334 fire spot or 18% of fire occurance from 34 provinces in Indonesia. This study will look at spatial patterns and spatial correlations of forest and land fires in Pulang Pisau District from 2001 to 2019. Spatial patterns of hotspots were analyzed using a statistical Getis-Ord (Gi *) analysis, the relationship between hotspots was analyzed using Spatial Autocorrelation Moran's I (Index). The results of the hotspot analysis show the high significance of the hotspots that occurred in the subdistricts of Sebangau Kuala, Kahayan Kuala, Kahayan Hilir and Jabiren. The result of spatial autocorrelation of hotspots from 2001-2019 (except in 2010) is that hotspots pattern are clustered. Based on the findings it can be concluded statistically that 99% of the likelihood of a group fire event occurred intentionally. This hotspot incident that arose intentionally can be a clue for the Local Government to be able to better engage the community to prevent and overcome the hotspot by providing coaching and trainingKeywords: Pola Spasial, Hotspot, Spatial Autocorrelation, Pulang Pisau Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi masalah bagi Republik Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Secara statistik berdasarkan data MODIS selama 19 tahun mulai dari tahun 2001 sampai 2019, Kalimantan Tengah merupakan provinsi yang paling banyak memiliki titik api sejumlah 255.334 titik atau sebesar 18% kejadian kebakaran hutan dan lahan dari 34 provinsi di Indonesia. Penelitian ini akan melihat pola spasial dan korelasi spasial kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2001 sampai 2019. Pola spasial hotspot dianalisa dengan menggunakan analisis Getis-Ord (Gi*) statistic, hubungan antar titik api dianalisa dengan menggunakan Spatial Autocorrelation Moran’s I (Index). Hasil analisis hotspot menunjukan signifikasi tinggi hotspot yang terjadi pada kecamatan Sebangau Kuala, Kahayan Kuala, Kahayan Hilir dan Jabiren. Hasil spatial autocorrelation kejadian titik api dari tahun 2001-2019 (kecuali tahun 2010) adalah titik api memiliki pola yang merupakan berkelompok (clustered). Berdasarkan temuan bisa disimpulkan secara statistik bahwa 99% kemungkinan kejadian titik api yang berkelompok tersebut terjadi secara disengaja. Kejadian titik api yang muncul secara disengaja ini dapat menjadi petunjuk bagi Pemerintah Daerah untuk dapat lebih mengajak masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi titik api dengan memberikan pembinaan dan pelatihan. Kata Kunci: Pola Spasial, Hotspot, Spatial Autocorrelation, Pulang Pisau
Analisis Kinerja Pegawai Kantor Desa dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepada Masyarakat Pransiska Ropi; Agustinus Fritz Wijaya; Frederik Samuel Papilaya
Poltanesa Vol 22 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.969 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v22i1.465

Abstract

Pelayanan adalah upaya membantu mempersiapkan, atau mengurus kebutuhan orang lain. Kinerja aparatur pemerintah desa Siabu dalam memberikan pelayanan administrasi yang baik kepada masyarakat terlihat dari Indikator Kinerja, apakah pelayanan tersebut sudah mencapai indikator ini oleh aparatur kelurahan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja pegawai Kantor desa Mayak dalam memberikan pelayanan administrasi yang berfokus pada pelayanan administrasi kependudukan yaitu pembuatan Surat Pengantar KTP (Kartu Tanda Penduduk) kepada masyarakat desa Mayak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara langsung dengan aparat desa dan masyarakat desa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan oleh pegawai Kantor desa Mayak masih belum optimal. Diketahui juga bahwa disiplin pegawai kantor desa Mayak masih kurang baik, aparat desa masih kurang tanggap terhadap keluhan masyarakat dalam memberikan pelayanan. Sehubungan dengan hal tersebut, disarankan agar Pemerintah Kantor desa Mayak Kabupaten Seluas menerapkan sistem SOP (Standar Operasional Prosedur), meningkatkan disiplin, agar kedepannya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat lebih baik lagi. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 berupaya mengembalikan konsep dan wujud desa ke asalnya, desa atau yang dikenal dengan sebutan desa adalah nama suatu kesatuan masyarakat hukum yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di Kecamatan, Kawasan desa juga dapat dibentuk, dihapus, atau digabungkan dengan memperhatikan asalnya atas prakarsa masyarakat dengan persetujuan Pemerintah Kabupaten dan DPRD. Undang-undang ini secara substansial berimplikasi pada pemberdayaan aparatur pemerintah desa dan juga masyarakat desa. mengatasi keterbatasan fasilitas yang tidak memadai dengan menggunakan sarana lain untuk mengolah data yang mempunyai fungsi sama, meningkatkan kinerja pegawai dengan melatih sikap disiplin, melakukan pelatihan mandiri.
ANALISA LOKASI ATM MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TESSELATION HEKSAGONAL DI KOTA SALATIGA Marcelino, Kevin; Papilaya, Frederik Samuel
Jurnal Spasial Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v7i1.3963

Abstract

Pada era saat ini, masyarakat masih menggunakan jasa layanan yang ada di bank sebagai tempat untuk menyimpan uang dan melakukan transaksi yang dianggap aman. Kota Salatiga adalah sebuah kota kecil yang berada di Jawa Tengah. Wilayah Salatiga menempati letak posisi yang sangat strategis karena berada pada persilangan jalan raya dari lima jurusan, yaitu Semarang, Bringin, Surakarta, Magelang, dan Ambarawa. Sampai saat ini penempatan lokasi ATM biasanya ditempat keramaian, di unit bank dan wilayah institusi yang bekerjasama dengan pihak bank. Banyak ATM yang dikunjungi oleh nasabah setiap harinya dan banyak pula ATM yang terlihat sepi, hal itu dikarenakan beberapa hal seperti terlalu jauh tempat ATM dari tempat tinggal dan tempat kerja nasabah dan kekurang nyamanan nasabah dalam bertransaksi melalui ATM. Hal ini membuat pihak bank mendapatkan kerugian dari pembangunan ATM yang kurang efisien dalam penempatannya. Perencanaan lokasi ATM  dapat dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Processing (AHP) dan tesselation heksagonal dengan daerah penelitian Kota Salatiga. AHP merupakan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan struktur hirarki. Melalui perhitungan dengan menggunakan AHP dan tesselation heksagonal maka diperoleh lokasi ATM di Kota Salatiga berada di tiga lokasi yakni di Kelurahan Salatiga, Kelurahan Sidorejo Lor, dan Kelurahan Mangunsari.
Analisis Perubahan Vegetasi Di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga Menggunakan Metode NDVI Oktovio Metusael Kenspasio Kapoh; Frederik Samuel Papilaya
Journal of Computer and Information Systems Ampera Vol. 2 No. 3 (2021): Journal of Computer and Information Systems Ampera
Publisher : APTIKOM SUMSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalcisa.v2i3.86

Abstract

Analisis vegetasi adalah metode yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sebaran berbagai macam spesies yang ada dalam suatu area. Kegiatan ini umumnya dilakukan melalui pengamatan langsung dan dilakukan pula dengan membuat plot, serta mengamati morfologi dan identifikasi vegetasi yang ada. Menurut Greigh-Smith (1983), analisis vegetasi adalah cara untuk mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) vegetasi dari masyarakat tumbuh-tumbuhan. Bentuk atau struktur vegetasi yang dimaksud ialah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan tutupan tajuk. Sistem Informasi Geografis sangat diperlukan untuk melihat jenis vegetasi yang berada pada wilayah penelitian yang di lakukan, indeks vegetasi yang diperlukan diantaranya indeks NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Dalam menganalisis Perubahan Tingkat Kerapatan Vegetasi Menggunakan Landsat 8 Oli Di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga akan digunakann metodologi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) Dengan metode inilah langkah langkah dalam melakukan Analisis Perubahan dapat diketahui sebelumnya sehingga dapat membantu Analisis Perubahan Tingkat Kerapatan Vegetasi Menggunakan Landsat 8 Oli Di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka diperlukan penelitian yang berjudul Analisis Perubahan Tingkat Kerapatan Vegetasi Menggunakan Landsat 8 Oli Di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga.
Using Operational Dashboard for ArcGIS as A Solution for Monitoring of Public Street Lighting Satria Wirabuana; Frederik Samuel Papilaya
Journal of Applied Geospatial Information Vol 4 No 1 (2020): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.281 KB) | DOI: 10.30871/jagi.v4i1.1926

Abstract

Public Street Lighting (PSL) is a part of road complementary buildings installed on the left, right and/or in the middle of the road to illuminate the surrounding environment. PSLs in residential areas usually do not have a small amount, so it will be difficult if the supervision is done manually. Therefore, we need a system that can monitor and maintain PSL effectively and efficiently. This study aims to prove that the Operations Dashboard for ArcGIS (ODA) can be utilized in monitoring PSL based on Geographic Information Systems (GIS). This PSL monitoring system can be used by the government and private parties to conduct PSL maintenance activities more efficiently and effectively, by providing information about PSL in realtime through widgets contained in ODA, and with the help of a mobile application, Collector for ArcGIS (CFA) as a sensor replacement that functions to carry out data collection in the field. The results of this study indicate that ODA can be used to monitor PSL by showing information about the status, location, type, and number of PSLs damaged.
Perancangan Aplikasi E-Menu Restaurant dengan Menggunakan Cloud Computing dan Serverless Architecture Lambda Dian Oktaviani; Frederik Samuel Papilaya; Penidas Fiodinggo Tanaem
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 12, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jsit.v12i1.1887

Abstract

Persaingan global di mana restoran dari mancanegara sudah masuk ke Indonesia tentu membuat pihak restoran akan selalu berusaha meningkatkan kualitas sistem pelayanan. Di samping itu mengingat banyak sekali informasi yang didapat melalui internet, maka bila dengan adanya sistem informasi E-menu restoran diharapkan dapat memberi kemudahan kepada pelanggan untuk melakukan pembelian secara online. Sistem ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing dan serverless architecture lambda. Dengan menggunakan cloud computing, akses cloud sangat mudah, fleksibel, dan skalibilitas yang cepat. Sedangkan menggunakan serverless lambda merupakan cara untuk membangun aplikasi tanpa perlu mengelola infrastructure sehingga akan mengurangi pengeluaran biaya.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi Menggunakan Metode Ward and Peppard (Studi Kasus: Dinas Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Selatan) Dennis Christian Tallo; Frederik Samuel Papilaya
Journal of Information System and Informatics Vol 3 No 2 (2021): Journal of Information Systems and Informatics
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/journalisi.v3i2.141

Abstract

The Timor Tengah Selatan Regency Tourism Office is one of the regional apparatus organizations that has the authority to implement the regional government's authority in the tourism sector. Information Technology Systems are factors that affect the sustainability of organization's activities. The Timor Tengah Selatan Regency Tourism Office still encounters obstacles in the application of information systems that do not support the entire business process and the lack of IS implementation makes performance inefficient. One of the contributing factors is that there are not enough human resources who have the skills in managing information systems and information technology properly. The purpose of this research is to develop a strategic planning of information systems in accordance with the needs of the organization. In the preparation of information systems strategic planning research using the Ward and Peppard approach with various analyzes such as SWOT analysis, Value Chain, and Mc. Farlan Strategic Grid. Based on the results of this study resulted in several recommendations to be carried out including the creation of Contract Making Administration System, and Mobile Tourism Information System and the development of Regency Tourism Website Timor Tengah Selatan regency, SIPD (Local Government Information System), and SIMDA (Regional Management Information System) GOODS.