Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resiliensi Psikologis dan Pengaruhnya terhadap Kualitas Hidup terkait Kesehatan pada Remaja di Panti Asuhan Bellatrix Dwi Rachmawati; Ratih Arruum Listiyandini; Rina Rahmatika
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 11, No 1 (2019): ANALITIKA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v11i1.2314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi psikologis dan peranannya terhadap kualitas hidup terkait kesehatan pada remaja panti asuhan. Sampel dalam penelitian ini adalah 200 remaja panti asuhan yang dipilih dengan teknik convenience sampling dari 12 panti asuhan di Jakarta dan Bekasi. Penelitian yang dilakukan menggunakan adaptasi alat ukur resiliensi dan kualitas hidup terkait kesehatan. Hasil uji regresi menemukan bahwa resiliensi psikologis memiliki peran terhadap seluruh dimensi kualitas hidup terkait kesehatan. Resiliensi psikologis berperan sebesar 16,3% pada dimensi kesejahteraan fisik, 8,2% pada dimensi kesejahteraan psikologis, 8,1% pada dimensi hubungan orang tua dan otonomi, 5,0% pada dimensi dukungan sosial dan teman sebaya dan 5,5% pada dimensi lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pembuatan program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup terkait kesehatan pada remaja panti asuhan.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL BAGI KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS FAMILY CAREGIVER ORANG DENGAN SKIZOFRENIA (ODS) RAWAT JALAN Atikah Amalia; Rina Rahmatika
Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen Vol. 13 No. 3 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.197 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2020.13.3.228

Abstract

Ketidakmampuan memenuhi fungsi secara optimal merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh family caregiver dalam melakukan perawatan pada pasien orang dengan skizofrenia (ODS) sehingga dibutuhkan dukungan sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dari family caregiver ODS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan dari dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis family caregiver ODS rawat jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pemilihan contoh menggunakan non-probability purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 partisipan. Data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner multidimensional perceived social support (ά=0,659-0,757) dan Ryff Psychological well-being (ά=0,855-0,914) yang telah disesuaikan dengan subjek penelitian. Dukungan sosial diukur dari persepsi partisipan tentang dukungan sosial yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi friends berperan signifikan terhadap dimensi personal growth, positive relationship, dan purpose in life dari kesejahteraan psikologis family caregiver ODS; sementara dimensi family berperan terhadap dimensi environtmental mastery. Hasil penelitian juga menemukan bahwa dimensi significant others tidak berperan signifikan terhadap semua dimensi dari kesejahteraan psikologis family caregiver ODS. Berdasarkan hasil penelitian, dukungan sosial yang dipersepsikan oleh family caregiver ODS rawat jalan berperan penting karena dapat meningkatkan kesejahteraan psikologisnya. Hal ini akan dapat mengoptimalkan perawatan yang diberikan oleh family caregiver yang akan berdampak pada proses pemulihan dari anggota keluarga yang mengalami skizofrenia.
PELATIHAN KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN EMOSI POSITIF Johan Satria; Ratih Arruum Listiyandini; Rina Rahmatika; Melok Roro Kinanthi
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n2.p59-65

Abstract

Training of gratitude is expected to grow these factors. Being grateful can lead to positive emotions that may create acceptance the conditions of self and positive social relationships. This training program was conducted for a full day, including induction and release of negative emotions, lesson about gratitude, mutual influence, contemplation, and pouring a sense of gratitude in writing. Training is given to 37 students of class X at SMKN 31 Jakarta. Pre and post test was conducted before and after training, using VAS (Visual Analog Scale) and PANAS (Positive affect-negative affect schedule). The effect of the training was analyzed by counting the change of mean from pre to post test score for each scale. The result showed that there are an increased of positive emotion score means after the training, from 6.92 to 7.41 for VAS and from 3.53 to 3.81 for PANAS score. Then it may concluded that the gratitude training program improve the positive emotion of the students.