Edy Bambang Irawan
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Matematika SMP Berbasis Skafolding Metakognitif Turmudi Turmudi; Ipung Yuwono; Edy Bambang Irawan; Daniel Chandra
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.777 KB)

Abstract

Skafolding metakognitif dengan menanyakan-diri mempromosikan kemandirian belajar atau memecahkan masalah matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan, bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis skafolding metakognitif (PBSM) yang memenuhi kriteria valid, praktis, efektif, dan efisien. Tahapan dalam penelitian ini menggunakan tahapan pengembangan model masalah umum bidang pendidikan dari Plomp (2007), yaitu: (1) investigasi awal; (2) perancangan model; (3) realisasi dan konstruksi; serta (3) tes dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBSM berdasar penilaian ahli memenuhi kritera valid dan dari implementasi menunjukkan telah memenuhi kriteria praktis, efektif dan efisien
KETERAMPILAN METACOGNITIVE EXPERIENCE SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI KOTALAMA 1 MALANG Inna Megawati; Edy Bambang Irawan; Sulton Sulton
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.82 KB)

Abstract

this research focus of describing the skill of metacognitive experience student of mathematic learning in elementary school of kotalama 1 malang. Description the skill of metacognitive experience about character for metacognitive feelings dan metacognitive judgment student. Research of procedur used is with do observation, documentation, then interview. Research for subject  what index finger that is student grade IV B as many as 5 people with character is different. Research of result acquisition that is metacognitive feelings student still not yet appear, metacognitive judgment student no happen because there is connect between metacognitive feelings with judgment. Beside it’s, feelings for student can acquisition because there is support principle of learn from around area. Method of teach by teacher so influence character for metacognitive feelings and metacognitive judgment student.
Berpikir Kreatif Siswa Impulsif Anis Nur Khamida; Edy Bambang Irawan; Hery Susanto
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.708 KB)

Abstract

Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menghasilkan beragam jawaban dan ide baru dalam memandang suatu masalah. Berpikir kreatif siswa dipengaruhi oleh gaya kognitif. Salah satu gaya kognitif siswa adalah gaya kognitif impulsif. Siswa dengan gaya kognitif impulsif memiliki karakteristik cepat dalam merespon tetapi cenderung kurang cermat dalam memroses suatu informasi. Dalam makalah ini akan dideskripsikan berpikir kreatif siswa impulsif pada materi luas daerah bangun datar. Subyek dalam penelitian ini adalah satu orang siswa impulsif yang sudah mempelajari materi luas daerah bangun datar. Selanjutnya, siswa impulsif diminta mengerjakan tes berpikir kreatif. Dari tes tersebut, diperoleh hasil bahwa berpikir kreatif siswa impulsif masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, dan keterincian. Kelancaran siswa impulsif sudah terlihat dari 5 bangun datar yang telah dibuat dengan benar. Keluwesa juga sudah muncul pada adanya tiga bentuk bangun datar berbeda yang dibuat. Aspek keaslian masih belum terlihat karena belum ada bangun datar yang tidak umum yang dibuat. Pada aspek keterincian, masih terdapat rincian yang belum ditambahkan pada bangun datar yang dibuat.