Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBELAJARAN MOTIVASIONAL MODEL ATTENTION, RELEVANCE, CONFIDENCE, SATISFACTION (ARCS) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MEKANIKA TANAH MAHASISWA DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN, JPTK, FKIP, UNS Y D, Anta Nurohmani; Efendi, Agus; Nurhidayati, Aryanti
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1515.984 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran Mekanika Tanah dengan menggunakan model Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) menghasilkan hasil belajar afektif Mekanika Tanah yang lebih baik jika dibandingkan dengan model konvensional, (2) apakah terdapat pengaruh antara gaya belajar terhadap hasil belajar Mekanika Tanah mahasiswa, (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar mahasiswa terhadap hasil belajar afektif pada Mata kuliah Mekanika Tanah.  Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental Semu (Quasi experimental research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PTB, JPTK, FKIP. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Teknik analisa data yang digunakan adalah Analisis Variansi Dua Jalan Sel Tak Sama faktorial 2 x 3. Uji persyaratan eksperimen yaitu Uji Keseimbangan, Uji persyaratan analisis yaitu Uji Normalitas dan Uji Homogenitas  Metode pengumpulan data adalah dokumentasi dan angket. Validitas butir instrumen digunakan rumus Korelasi Product Moment. Perhitungan Reliabilitas digunakan rumus Alpha yang hasilnya untuk variabel Gaya Belajar yang termasuk berkoefisien cukup dan dapat digunakan. Reliabilitas variabel hasil belajar afektif termasuk berkoefisien tinggi.  Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penggunaan model pembelajaran ARCS menghasilkan hasil belajar yang lebih baik (Fa=11,138 > F = 4,02). 2) Tidak ada pengaruh antara gaya belajar dengan hasil belajar afektif (Fb tabel = 2,401< F = 3,17), 3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar mahasiswa terhadap hasil belajar afektif mahasiswa pada mata kuliah Mekanika Tanah (Fab tabel = 1,884< F3,17).Kata Kunci: ARCS, Gaya Belajar, Hasil Belajar Afektif tabel 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN STUDY GROUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK PESERTA DIDIK KELAS X TKK 1 SMK N 2 SRAGEN Kumboro, Tommy; Efendi, Agus; S, Abdul Haris
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.347 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran Mekanika Teknik pada peserta didik kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen dengan model pembelajaran quantum teaching dan strategi pembelajaran study group. Efektivitas model dan strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar serta faktor-faktor yang menghambat dalam pelaksanaan model dan strategi pembelajaran ini. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi dan evaluasi. Subyek penelitian ini adalah kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen yang berjumlah 33 peserta didik. Sumber data berasal dari pendidik dan peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan tes peserta didik. Validitas data dengan triangulasi data. Analisis data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model dan strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tiap siklus, pra siklus ranah afektif meningkat dari 6,06 % menjadi 60,61 % pada siklus 1 sedangkan siklus 2 tercapai 100 %. Pra siklus ranah kognitif meningkat 0 % menjadi 78,79 % pada siklus 1 sedangkan siklus 2 tercapai 100 %. Pra siklus ranah psikomotorik meningkat 15,15 % menjadi 45,45 % pada siklus 1 sedangkan siklus 2 tercapai 100 %. Efektivitas pembelajaran berdasarkan nilai hasil belajar peserta didik serta kesimpulan wawancara dengan pendidik dan peserta didik. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran quantum teaching dan strategi pembelajaran study group bisa meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Mekanika Teknik peserta didik kelas X TKK 1 SMK Negeri 2 Sragen. Kata Kunci : Model pembelajaran quantum teaching, strategi pembelajaran study   group dan hasil belajar. 
PENERAPAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR CAD 2D PADA SISWA KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA Purnomo, Dwi; Efendi, Agus; Habsya, Chundakus
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.66 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Peningkatan prestasibelajar siswa dalam mata pelajaran CAD 2D dengan penerapan model sinektik di kelasXI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 2 Surakarta. 2) Efektivitas penerapanmodel sinektik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran CAD 2D di kelas XI TGB SMK Negeri 2 Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas XITGB SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 menggunakan model sinektik padamata pelajaran CAD 2D dengan kompetensi dasar menggambar menggunakan perangkatlunak, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Penerapan model sinektik dapat meningkatkan prestasi belajar (nilai kompetensi) siswakelas XI TGB SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 pada mata pelajaranCAD 2D. 2) Kualitas proses pembelajaran mengalami perbaikan yaitu meningkatnyakreatifitas siswa selama kegiatan belajar berlangsung dengan diterapkannya modelsinektik, dibandingkan dengan keadaan pembelajaran sebelum diterapkannya tindakankelas.Kata Kunci : Model Sinektik, Prestasi Belajar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN STRUKTURAL THINK-PAIR-SHARE DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK KELAS X SMK NEGERI 2 SURAKARTA Mansur, Nisa Haniah; Efendi, Agus; Nurhidayati, Aryanti
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.143 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Pengaruh model pembelajaran kooperatif ThinkPair-Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa, 2) Perbedaan hasil belajar siswa dengan  model pembelajaran kooperatif TPS ditinjau dari gaya belajar, 3) Gaya belajar yang lebih besar pengaruhnya ketika menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran Gambar Teknik, 4) Keefektifan model pembelajaran kooperatif TPS ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Teknik pengambilan  sampel yang digunakan adalah acak. Sampel penelitian adalah semua siswa kelas X (TGB, TKBB, dan TKK) SMK Negeri 2 Surakarta yang berjumlah 27, 21 dan 15 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes, angket dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava dua jalan dengan sel tak sama yang menggunakan aplikasi SPSS 16 dan 19. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Ada pengaruh model pembelajaran kooperatif TPS terhadap hasil belajar siswa, 2) Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dengan  model pembelajaran kooperatif TPS ditinjau dari gaya belajar, 3) Gaya belajar kinestetik yang lebih besar pengaruhnya ketika menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran Gambar Teknik, 4) Keefektifan model pembelajaran kooperatif TPS ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Surakarta sebesar 88,9%.Kata kunci: Tink-Pair-Share, hasil belajar, dan gaya belajar.
Mengenal Tembang Macapat Efendi, Agus
WIDYATAMA Vol 20, No 2 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengenal Tembang Macapat Agus Efendi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FKIP Univet Bantara SukoharjoJl. Letjen. S. Humardani No. 1 Sukoharjo 57521 Telp. 0271593156 Abstrak Tembang Macapat adalah bagian dari empat jenis Tembang yaitu, tembang gedhe, tembang tengahan, tembang  cilik dan tembang dolanan. Tembang Macapat masih sering digunakan atau dipakai pada acara-acara tertentu seperi pertunjukkan Wayang, pentas Karawitan dan sebagainya dan bahkan masih digunakan sebagai salah satu materi pada mata pelajaran Bahasa Jawa pada tingkat sekolah dasar sampai menengah atas. Jadi tembang Macapat masih hidup dan berkembang sampai sekarang. Tembang Macapat juga memiliki pedoman-pedoman di dalam penciptaannya, yang di dalam satu pada (bait)nya ada aturan-aturan tersendiri yang harus ada. Syair-syair atau cakepan yang ada di dalam tembang macapat juga syarat dengan nuansa keindahan sastra yang indah dan tidak gampang dimengerti apabila tidak memahami asal muasal kata-kata yang dipakai dan dalam istilah Jawa disebut tidak mlaha atau vulgar seperti bahasa sehari-hari. Tembang macapat merupakan hasil karya sastra yang luar biasa yang didalamnya syarat dengan nilai-nilai atau ajaran yang luhur, yang karena nilai-nilai tersebut membuat tembang macapat masih hidup dan berkembang sampai saat ini. Jenis-jenis tembang macapat adalah mijil, maskumambang, sinom, pangkur, dhandhanggula, asmaradana, gambuh, kinanthi, pocung. Seseorang yang ingin belajar tembang macapat tidak hanya bisa melagukan atau bisa nembang saja tetapi harus mengetahui isi dan inti tembang tersebut. Terdapat beberapa pedoman yang dapat digunakan dalam belajar tembang Macapat yaitu : 1) Pahami arti tembang Macapat, 2) Pahami isi Tembang Macapat, 3) Temukan inti tembang, 4) Perhatikan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan, 5) Perhatikan pembagian bait (pada) masing-masing tembang, 6) Pahami pengelompokan (pupuh) dalam tembang Macapat, 7) Sering mendengarkan, dan 8) Berlatih secara rutin  Kata-kata kunci : Tembang macapat, Belajar tembang 
Sanditama Kawedhar Efendi, Agus
WIDYATAMA Vol 20, No 1 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanditama Kawedhar Agus Efendi Progdi Pendidikan Bahasa dan Sastra DaerahFKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo   Jl. Letjen S. Humardani No.1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521Telp. (0271) 593 156 , Fax. (0271) 591 065  Abstrak Serat Tripoma adalah salah satu serat yang berisi ajaran bela Negara. Yaitu, kecintaan terhadap Negara melebihi kecintaannya terhadap saudara. Bahkan, panggilan untuk membela Negara itu tidak lagi dilandasi pemikiran benar dan salah. Inti ajaran yang ingin disampaikan penulisnya, KGPAA Mangkunagara IV adalah melu handarbeni, melu hangrungkebi, dan mulat sarira hangrasa wani ‘ikut memiliki, ikut membela, dan berani mengakui kesalahan’. Konflik batin yang dialami tiga tokohnya, yaitu Basukarno, Suwondo, dan Kumbokarno mempertegas nilai yang disampaikan penulisnya lewat tembang yang di dalam pertunjukkan wayang diwujudkan dalam catur ‘dialog’ lewat dalang. Kata kunci: handarbeni, hangrukebi, mulat sarira hangrasa wani, guna, kaya, puru. 
PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DENGAN MEDIA LAGU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DI SD SE-KECAMATAN LAWEYAN Asmari, Januar Budi; Astutiningtyas, Erika Laras; Efendi, Agus
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has purpose to determine which one providing better learning achievement between direct instruction learning with song and direct instructionlearning without song. In this research, students’ learning achievementis limited to the fourth grade teaching material of elementary schoolin circumference and area of parallelogram. The result of this research produces songsare consisting of circumference, area of parallelogram, and triangle teaching materials.This research is conducted to all elementary schools in Laweyan. Two schools are randomly taken as the samples, and then one class is taken from each school, therefore thereare two classes. The first sample as the experiment class (direct instruction learning with song) and the second sample as the control class (direct instruction learning without song). The research is quasi-eksperimental research. The research methods used are test and documentation method. The research data analysis is using t-test.Based on the resultof the research is obtained t = -2,198  DK, then H0 is  subtracted. Therefore it can be conclude that there are differences mathematic learning achievement between direct instruction learning with song and direct instruction learning without song. If it is observed on the average, learning achievement of direct instruction learning  with song is better than direct instruction learning without song.Key words: Achievement, Direct Instruction, Song
Pragmatic Study of Discourse Hegemony on the Enactment of Dhalang Trah in Ruwatan Ceremony: A Critical Discourse Analysis Approach Efendi, Agus; Purwasito, Andrik; Sudardi, Bani; Abdullah, Wakit
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v8i2.6754

Abstract

This study applies qualitative research with Critical Discourse Analysis (CDA) of Fairclough (1995) and the criticism on the ideological dissection of social opacities. The data collection encompasses the interactive and non-interactive techniques which involve the techniques of in-depth interviewing, observation and content analysis. Results of the analysis reveal that units of language use reflected from the texts and contexts of the ruwat puppeteer based genealogys enactment can be traced from the use of modalities, the phrase ‘mboten kalilan’ (impermissible, unable) in the decree of dhalang ruwat can be further extend to express the word ‘unable’ and ‘able to’, other aspects such as politeness, metaphors, ethos which is classified into the verbal and non-verbal discourse are the devices of discursive enactment of the elite power of dhalang trah. The findings conclude that there is arising symptoms of social inequality narrowing the role and significance of the non-ruwat puppeteers. The hegemonic practice such as the discursive enactment of dhalang trah (descendent of Ki Lebdajiwa) is determined by certain associations which try to normalize certain condition. The argument which refers to the enactment of Ki Lebdajiwa and his descendants as the holder of power is enacted through transactional form, where power is centered on one point.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BARU TERHADAP POLA INTERAKSI SOSIAL ANAK DI KABUPATEN SUKOHARJO Efendi, Agus; Astuti, Puwani Indri; Rahayu, Nuryani Tri
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v18i2.5188

Abstract

This study aims at analyzing and describing the use of digital media by elementary school students, the pattern of social interaction of the students and the influence of new media use on the students’ social ability. This research is explanative and has causal correlation with survey method using main instrument of questionnaire. The population covers students aged 8-12 years of elementary school students of Sukoharjo regency with total number 11.263 children fromn 554 elementary schools. The sample size is 80 students. The results showed that the rate of use of new media among the children was in the medium category (1.89), and social interaction in high category (2.45). The assumption which states that the higher the use of new media the social interaction of children tends to be lower is acceptable. It was proved with a correlation coefficient of 0.54 at degrees of freedom 0.05 or 95% confidence level.
Pragmatic Study of Discourse Hegemony on the Enactment of Dhalang Trah in Ruwatan Ceremony: A Critical Discourse Analysis Approach Efendi, Agus; Purwasito, Andrik; Sudardi, Bani; Abdullah, Wakit
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v8i2.6754

Abstract

This study applies qualitative research with Critical Discourse Analysis (CDA) of Fairclough (1995) and the criticism on the ideological dissection of social opacities. The data collection encompasses the interactive and non-interactive techniques which involve the techniques of in-depth interviewing, observation and content analysis. Results of the analysis reveal that units of language use reflected from the texts and contexts of the ruwat puppeteer based genealogy's enactment can be traced from the use of modalities, the phrase ‘mboten kalilan’ (impermissible, unable) in the decree of dhalang ruwat can be further extend to express the word ‘unable’ and ‘able to’, other aspects such as politeness, metaphors, ethos which is classified into the verbal and non-verbal discourse are the devices of discursive enactment of the elite power of dhalang trah. The findings conclude that there is arising symptoms of social inequality narrowing the role and significance of the non-ruwat puppeteers. The hegemonic practice such as the discursive enactment of dhalang trah (descendent of Ki Lebdajiwa) is determined by certain associations which try to normalize certain condition. The argument which refers to the enactment of Ki Lebdajiwa and his descendants as the holder of power is enacted through transactional form, where power is centered on one point.