Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI KOTA SEMARANG Karningsih Karningsih
Serat Acitya Vol 2, No 2 (2013): Juli - Pengembangan Sumber Daya Alam, Manusia dan Sosial
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.825 KB)

Abstract

Workforce development can be viewed from two aspects, namely supplies or labor supply and labor demand or requirement. Manpower development in Central Java province aimed at balancing between labor supply with labor demand. Employment issues in the city of Semarang is urgent to solve one of which is the high Unemployment rate. The purpose of this study to analyze the creation of jobs in the city, in order to reduce the number of unemployed. Sources of data obtained from primary data using interviews (in-depth interview) and Focused Group Discussion (FGD) and secondary data collected by the method of documentation. The research variables are supplies or labor supply (supply) and demand or labor requirements (demand). Engineering analysis using analysis of Strength, Weakness, Opportunity and Threat (SWOT). Results of this study indicate that the overall employment number is far fewer than the number of unemployed. As a result, the number of unemployed is difficult to bereduced (backlog). Job opportunities in the field of trade and services is quite open and evolving, but in terms of the availability of labor engaged in trade and services not in accordance with the needs. Employment strategy is to open opportunities as possible for investment is in any field. Job creation or business needs to pay attention to other aspects of the investment, industry, trade, cooperatives and SMEs, as well as the business needs to be raised so that the efforts to reduce the unemployment rate can be realized, and the longer the backlog of unemployed will decrease.
ANALISIS PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI KOTA SEMARANG (ANALYSIS OF JOB CREATION IN SEMARANG) Karningsih Karningsih
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v11i1.292

Abstract

Workforce development can be viewed from two aspects, namely supplies or labor supply and labor demand or requirement. Manpower development in Central Java province aimed at balancing between labor supply with labor demand. Employment issues in the city of Semarang is urgent to solve one of which is the high Unemployment rate . The purpose of this study to analyze the creation of jobs in the city, in order to reduce the number of unemployed. Sources of data obtained from primary data using interviews (in-depth interview) and Focused Group Discussion (FGD) and secondary data collected by the method of documentation. The research variables are supplies or labor supply (supply) and demand or labor requirements (demand). Engineering analysis using analysis of Strength, Weakness, Opportunity and Threat (SWOT). Results of this study indicate that the overall employment number is far fewer than the number of unemployed. As a result, the number of unemployed is difficult reduced (backlog). Job opportunities in the field of trade and services is quite open and evolving, but in terms of the availability of labor engaged in trade and services not in accordance with the needs. Employment strategy is to open opportunities as possible for investment is in any field. Job creation or business needs to pay attention to other aspects of the investment, industry, trade, cooperatives and SMEs, as well as the Business needs to be raised so that the efforts to reduce the unemployment rate can be realized, and the longer the backlog of unemployed will decrease.
INOVASI REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DALAM MENEKAN KKN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH Anggit Saputro; Karningsih; Bambang Martono
Journal of Research and Development on Public Policy Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Journal of Research and Development on Public Policy
Publisher : Lembaga Pengkajian Dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (lppsp)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jarvic.v1i1.43

Abstract

Reformasi birokrasi bukan lagi sekedar tuntutan dari segenap elemen masyarakat yang mengharapkan agar birokrasi dan terutama aparatur dapat berkualitas lebih baik lagi. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan kembali untuk mereformasi birokrasi guna mewujudkan clean government dan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menekan Korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sehingga memberikan kepuasan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat yang mudah, murah dan cepat. Fokus penelitian ini meliputi inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menekan Korupsi di linkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Lokus penelitian di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukan berbagai manfaat baik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai pelaksanaan kewajiban penyediaan pelayanan publik yang prima. Manfaat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah indeks kepuasan masyarakat, menciptakan pola kerja yang Clean Government dan Good Government.
Pemenuhan Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Bag Pns Di Lingkungan Provinsi Jawa Tengah Renna Ayu; Karningsih Karningsih; Harsoyo Harsoyo
Jurnal Media Administrasi Vol 7 No 2 (2022): Oktober : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jma.v7i2.468

Abstract

Berdasarkan PP Nomor 17 Tahun 2022 Tentang Manajemen PNS pasal 203 ayat (4) bahwa pengembangan kompetensi bagi setiap PNS dilakukan paling sedikit 20 (dua puluh) jam pelajaran dalam 1 (satu) tahun. Kondisi saat ini, Jumlah PNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 47.251 orang, dimana jumlah pelatihan yang diadakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah sebanyak 22 (dua puluh dua) pada Tahun Anggaran 2022. Untuk pemenuhan Kebutuhan Pengembangan Kompetensi perlu diadakan Pelatihan non klasikal yang dapat dilaksanakan seluruh PNS untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensinya masing – masing.
Analisis Perencanaan Dan Evaluasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah Parinem; Karningsih; Indra Kertati
Jurnal Media Administrasi Vol 6 No 2 (2021): Oktober : Jurnal Media Administrasi
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kinerja yang dicapai oleh suatu organisasi pada dasarnya adalah prestasi para  anggota organisasi itu sendiri, mulai dari tingkat atas sampai pada tingkat bawah.  Konsep kinerja pemerintah daerah sendiri muncul ketika institusi pemerintahan  mulai mencoba mengenalkan konsep baru dalam pengelolaan urusan publik menjadi  good governance. Organisasi yang berhasil merupakan organisasi yang memiliki visi  dan misi yang jelas serta terukur. Artinya bahwa visi dan misi tidak akan bermakna  ketika tidak teraktualisasikan dalam kinerja organisasi dalam kerangka menciptakan  good governance. Dalam upaya mencapai suatu kinerja organisasi dengan baik, maka diperlukannya  suatu rencana kerja yang baik, terarah, dan komperehensif, sehingga mudah bagi  manajemen untuk mengendalikan kegiatan kegiatan operasional dari organisasi  tersebut. Adapun yang dihasilkan tersebut disajikan dalam anggaran yang disusun  oleh manajemen berdasarkan target yang disesuaikan dengan kondisi maupun  kebutuhan organisasi, yang periodenya bersifat satu tahun, maupun periode yang  bersifat lebih dari satu tahun, dan disusun dengan format tertentu (Salbiah dan Rizky,  2012).
The Strategic Role of Midwives in the Implementation of Family Planning Programs: Increasing Public Awareness and Participation in Reproductive Health Manurung, Oktafiana; Marlina, Dini; Sari, Avid Leonardo; Saliman, Abdul Rasyid; Karningsih, Karningsih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.585 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.2025

Abstract

The Family Planning Program (KB) is the government's mainstay in suppressing the population growth rate. Increasing public awareness and participation in maintaining reproductive health is one of the efforts to make the family planning program successful. For this reason, the active Role of several parties is needed in providing education about reproductive health. Midwife. Midwives, as health workers, are considered to be essential subjects in carrying out this education because midwives provide counselling or communication, information and education (IEC) to the public about the importance of maintaining reproductive health. Therefore this study aims to analyze the strategic Role of midwives in implementing family planning programs, especially in increasing public awareness and participation in reproductive health. This study uses a qualitative descriptive research method. The results of the study showed that Permenkes 1464/Menkes/Per/X/2010 gave authority to midwives to provide services and counselling on reproductive health to the community so that midwives have a strategic role in increasing public awareness and participation in maintaining their reproductive health. The midwife's Role, in this case, can be seen as a manager, educator, facilitator and motivator. However, midwives are often faced with various challenges in carrying out their roles, such as limited resources, lack of government support, socio-cultural problems in the community and lack of public knowledge.
IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA PINTAR DI ERA PANDEMI COVID-19 Karningsih Karningsih
Public Service and Governance Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juli: Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v2i2.620

Abstract

Program Indonesia Pintar bertujuan untuk menjamin semua anak usia sekolah untuk menempuh pendidikan , dan kesempatan belajar.Bantuan dana Program Indonessia Pintar ini sangat membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan sekolah, apalagi ketika munculnya wabah pandemi covid-19 berdampak pada semua sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan yang mengharuskan siswa belajar di rumah, hal ini tidak selalu menguntungkan bagi siswa dari keluarga miskin, karena tuntutan biaya hidup yang tinggi orang tua menyebabkan pemanfaatan dana PIP tidak digunakan untuk biaya sekolah siswa, melainkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga . pembelajaran selama pandemi Covid -19 secara online bisa dilakukan dengan fasilitas internet, pulsa dan gadget, Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif, fokus penelitian yaitu komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi, dan disposisi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Indonesia Pintar di SMP Negeri 1 Japah Kabupaten blora belum optimal dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan siswa ,). Komunikasi program PIP dilakukan melalui sosialisasi pemanfaatan bantuan dana PIP, dan tidak ada pengawasan dalam pemanfaatan bantuan dana. Struktur birokrasi sederhana oleh pihak sekolah kepada orang tua siswa,Sumber daya manusia sudah melaksanakan tanggung jawabnya, tetapi sumber dana mengalami masalah pendistribusian karena kurang tepat waktu, dilihat dari disposisi (sikap) implementor memberikan pelayanan dengan baik.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA BERBASIS DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Karningsih Karningsih
Public Service and Governance Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Januari: Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v3i1.633

Abstract

Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsunganya. Salah satu penunjang adalah, adanya motivasi belajar bagi peserta didik yang terstruktur dan terkonstruksi dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. Pada awal tahun 2020 dunia pendidikan dihadapkan pada kehadiran Coronavirus atau biasa disebut COVID-19, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran, semua satuan pendidikan mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran kreatif melalui daring. Metode ini dikembangkan secara khusus untuk mengelola pembelajaran online,dan mendistribusikan materi kepada peserta didik, dengan sistem ini dosen berada terpisah dengan mahasiswanya. Perubahan metode pembelajaran dari tatap muka ke online (daring), mempengaruhi motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Pembelajaran daring menjadi delema bagi dosen dan mahasiswa, salah satu permasalahan pembelajaran daring adalah kemandirian belajar mahasiswa di rumah tidak sepenunya dapat terlaksana dengan baik sehingga motiasi belajar mahasiswa ada kecenderungan menurun., dengan pembelajaran daring ada mahasiswa yang terkendala signal hal ini menyebabkan materi pembelajaran tidak sepenuhnya diterima dengan baik dan prestasi belajar ada kecenderungan menurun.
Hubungan Kompetensi Dan Kualitas Pelayanan Dengan Tingkat Kepuasan Masyarakat Pengguna Layanan Administrasi Kependudukan Karningsih Karningsih
Public Service and Governance Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Juli: Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v4i2.945

Abstract

The government is a bureaucratic organization in public service, so the government bureaucratic organization is the leading organization related to public service. In terms of including government institutions as a locus of research is the Office of Population and Civil Registration, providing services regarding population administration, the most important thing is how to provide assistance and convenience to the community in order to fulfill their needs and interests, especially birth certificates. A quality service provided to the community demands there is an effort from all employees who have competence, because any task carried out by each employee contains an element of service which in turn will affect the quality of services or products from the agency where the employee works which is accepted by the community, and community satisfaction using population services in the form of a certificate birth. The results of the hypothesis test showed a significant relationship between competence and quality of service, with the satisfaction of the people who use population administration services.
PENGHAPUSAN DISKRIMINASI TERHADAP TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF GENDER Karningsih Karningsih
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 19 No. 1 (2022): April: Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v19i1.574

Abstract

Gender saat ini menjadi isu lintas bidang yang diintegrasikan dalam semua aspek .pembangunan. Gender merupakan konsep yang mengacu pada perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan, yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat, implementasi kebijakan pemerintah yang responsif gender, selalu memperhatikan perbedaan kebutuhan, pengalaman serta aspirasi laki-laki dan perempuan, disamping itu juga kesamaan kondisi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya, sebagai manusia agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan menikmati hasil pembangunan. Salah satu kebijakan yang responsif gender adalah Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang disingkat UUK 13, dan peraturan pelaksananya, di dalamnya mengatur hak-hak/perlindungan kepada tenaga kerja, didalamnya juga diatur hak-hak dari tenaga kerja perempuan dan diskriminasi terhadap tenaga kerja perempuan .