Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MODELDISCOVERY LEARNING DAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT Hepi Laura Ebrianti; Masri Masri
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 6 No. 2 (2019): Volume 6, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v6i2.997

Abstract

This study aims to: (1) find out the significant differences of students’ math reasoning abilities with the Discovery Learning model, Connected Mathematics Project (CMP) learning model, and conventional learning models; (2) find out which one of the above models are considered as the better model. This study was a quasi-experimental with the population from eighth grade students of SMPN 6 Bengkulu city and took sample from three classes namely VIII-D as the experimental class 1, class VIII-E as the experimental class 2, and class VIII-F as the control class.The technique for collecting data used a test of mathematics reasoning ability and analyzed by using one-way ANOVA test and continued with LSD test. Based on the result of study there were significat differences in students’ math reasoning abilities by using Discovery Learning, Connected Mathematics Project (CMP) and the conventional learning models.From the BNT test was obtained that Connected Mathematics Project (CMP) learning model gives the better results of students’ mathematics reasoning abilities than the Discovery Learning and Conventional learning models. Keywords: Reasoning Ability, Discovery Learning, CMP
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA PADA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI Fatmawati Fatmawati; Masri Masri
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 3 No. 3 (2016): Volume 3, Nomor 3 Juli 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v3i3.1438

Abstract

Mathematical creative thinking ability is the ability of students in generating new ideas to solve mathematical problems. To develop mathematical creative thinking abilities of students, teachers must have and implement a learning model that fits in the learning process. Learning model that can be used to measure students' ability to think creatively mathematical namely the model of inquiry learning and teaching model . This study aims to determine whether the inquiry learning model in individually and together better than conventional. This research is a quasi experimental research with the population of students class X SMAN 01 Mukomuko The sample in this study is student class X 3 and class X 1 as a class experiment and X 2 as a class control. This study was conducted in April-May 2015. Data was collected using a mathematical creative thinking ability test. Data were analyzed using statistical tests Anova test of the lanes and the Advanced Test (BNT). Based on calculations obtained Anava no difference mathematically creative thinking abilities of students in class experimen I, experiment II, and class control. Based on the test of Least Significant Difference (LSD) showed that three treatments give different results. Based average value the final test learning  and conventional learning in develop student to think creatively mathematical good to teacher or a student. Keywords : Creative Thinking Mathematically, Inquiry
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Lasmi Lasmi; Masri Masri
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 8 No. 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v8i3.2005

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa antara model discovery learning dan jigsaw. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Tempat penelitian diaksanakan di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Populasi pada penelitian seluruh siswa kelas VII. Sampel penelitian dipilih secara acak sederhana yaitu kelas VII.1 sebagai kelas eksperimen 1, pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning, kelas VII.5 sebagai kelas eksperimen 2, pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw, dan kelas VII.3 sebagai kelas kontrol, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata tes akhir (post-test) kemampuan penalaran matematis siswa yaitu 12,13, nilai rata-rata eksperimen 2 yaitu 11,45, dan nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 9,26. Berdasarkan hasil analisis uji anava satu jalur, dengan signifikan 0,05 diperoleh 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,34, maka H0 ditolak. Artinya ada perbedaan signifikan rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2, dan kelas kontrol. Berdasarkan uji beda nyata (BNT) menunjukan bahwa pembelajaran yang memberikan hasil penalaran matematis yang berbeda adalah model pembelajaran discovery learning dengan konvensional, dan model kooperatif tipe jigsaw dengan konvensional. Sedangkan pembelajaran dengan model discovery learning dan model kooperatif tipe jigsaw tidak memberikan hasil kemampuan penalaran matematis siswa yang berbeda. Model discovery learning dan model kooperatif tipe jigsaw memberikan hasil lebih baik bila dibandingkan dengan model konvensional.Kata kunci: kemampuan penalaran matematis, model discovery learning, model Jigsaw AbstractThe purpose of this study was to determine students' mathematical reasoning abilities with discovery learning models and jigsaw type cooperative learning models. This type of research is quasi-experimental research. The population in this study were all students of class VII SMP Negeri 18 Bengkulu City in the   academic year 2019/2020. The sample of this study was selected by simple random sampling, namely class VII.1 as experimental class 1 using the discovery learning models, class VII.5 as experimental class 2 using the jigsaw type cooperative learning models, and class VII.3 as control class using conventional learning models. Data were collected by means of tests of students' mathematical reasoning abilities. Based on the results of the one-way ANOVA test, there are significant differences in students' mathematical reasoning abilities in the experimental class 1, experiment class 2 and the control class. The results          of the real difference test (BNT) show that learning that gives different results is the discovery learning models with conventional learning models, and the jigsaw type cooperative learning model with conventional learning models. Meanwhile, learning with discovery learning models and jigsaw type cooperative learning models does not give different results for students' mathematical reasoning abilities. Discovery learning models and jigsaw type cooperative learning models give better results when compared to conventional learning.Keywords: mathematical   reasoning   ability,   discovery   learning   model,   Jigsaw   model
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Model Treffinger di SMA Nunung Khafidotul Layali; Masri Masri
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 5, No 2 (2020): Math and learning
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.668 KB) | DOI: 10.33369/jpmr.v5i2.11448

Abstract

Rancangan Soal Open Ended Berbasis Pembelajaran Blended Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Selvi Riwayati; Lolik Atmajaya; Masri Masri
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.315

Abstract

Dalam skala pendidikan formal tradisional, berpikir analisis lebih dikedepankan dibandingkan dengan berpikir kreatif matematis. Soal-soal yang ada hanya menuntut mahasiswa menemukan satu cara penyelesaian masalah, padahal percepatan kemajuan teknologi dan keterbatasan sumber daya alam menuntut kita untuk selalu berpikir secara kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa. Salah satu cara yaitu dengan pemberian soal open ended yang dipadukan dengan pembelajaran berbasis blended learning. Pembelajaran berbasis blended learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tradisional dan modern dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajarannya. Metode penelitian ini diarahkan sebagai penelitian pengembangan yang dikemukan oleh Tassmer meliputi tahap preliminary, prototyping, dan assessment. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMB yang mengambil mata kuliah Pengantar Probabilitas sedangkan sampel penelitian ini adalaha mahasiswa semester II. Setelah melalui tahapan validasi oleh tim ahli maka penelitian ini menghasilkan bahan ajar berupa soal open ended yang dikemas dalam video pembelajaran yang valid. Oleh karena itu, berdasarkan dari masukkan dan saran dari validator maka bahan ajar tersebut layak untuk diujicobakan.
WORKSHOP KINEMASTER BAGI GURU UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS VIDEO PEMBELAJARAN Selvi Riwayati; Ristontowi Ristontowi; Yuriska Destania; Nyayu Masyita; Risnanosanti Risnanosanti; Masri Masri; Mardiah Syofiana
JE (Journal of Empowerment) Vol 2, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Uiversitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v2i2.1470

Abstract

ABSTRAK Keterbatasan  pengetahuan, skill, dan pelatihan  merupakan salah satu faktor kurangnya minat tenaga pengajar yaitu guru dalam  memanfaatkan alat  peraga berbasis TIK  pada proses pembelajaran di kelas. Tujuan pelatihan ini yaitu agar guru termotivasi untuk memperbaiki kinerja, cara pembelajaran atau menambah wawasan keilmuan seorang guru. Metode kegiatan ini berupa sosialisasi dan workshop pembuatan bahan ajar berbasis TIK dengan menggunakan Aplikasi KineMaster. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru dari berbagai mata pelajaran seperti Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan guru BK. Evaluasi dilakukan melalui Aplikasi Zoom yang melibatkan seluruh peserta guru SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar berbasis TIK tidak hanya dilakukan melalui tatap muka, tim pengabdian juga menjelaskan kepada mitra untuk dapat berkonsultasi dengan menggunakan telpon dan aplikasi Whatsapp. Hasil dari kegiatan pengabdian agar guru dapat membuat video pembelajaran beranimasi dengan menggunakan Aplikasi KineMaster. ABSTRACTLimited knowledge, skills, and training are one of the factors for the lack of interest in teaching staff, namely teachers in using IT-based teaching aids in the learning process in the classroom. The purpose of this training is to motivate teachers to improve performance, learning methods or add scientific insight to a teacher. The method of this activity is in the form of socialization and workshops on making ICT-based teaching materials using the KineMaster Apk. This activity was carried out at SMP Negeri 18 Bengkulu City. This activity was attended by 15 teachers. The evaluation was carried out through the Zoom application which involved all teacher participants of SMP Negeri 18 Bengkulu City. The result of this service activity is that teachers can create animated learning videos using the KineMaster Apk.
STRATEGI GERAKAN CEGAH STUNTING MENGGUNAKAN METODE PENYULUHAN DI DESA LUBUK BELIMBING 1 BENGKULU Selvi Riwayati; Teri Lestari; Nyayu Masyita Ariani; Masri Masri; Kashardi Kashardi; Winda Ramadianti; Mardiah Syofiana
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Uiversitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i1.2095

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masa depan bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tingat prevalensi stunting tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) stunting. Angka ini masih jauh dari angka target yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seharusnya angka stunting tidak lebih dari 20%. Kendala pelaksanaan pencapaian target penurunan stunting antara lain belum tersedianya strategi komprehensif untuk dijabarkan dalam pelaksanaan program intervensi mendukung pencegahan stunting, mulai perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak balita pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Metoda ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik Ceramah Penyuluhan, Analytical Hierarchy Process (AHP) dan SWOT penentuan alternatif program intervensi dan strategi yang efektif untuk percepatan penurunan stunting. Hasil menunjukkan program intervensi sasaran utama peningkatan pola asuh anak balita/bawah dua tahun (baduta) melalui program intervensi peningkatan status gizi.ABSTRACTStunting is a global problem because of its implications for determining the nation's future. Indonesia as a developing country has a high prevalence of stunting. According to Basic Health Research (Riskesdas) data in 2018, the prevalence of stunting was recorded at 8.7 million (30.7%) infants under five years of age (toddlers) experiencing stunting. This figure is still far from the target figure set by the WHO, the stunting rate should not be more than 20%. Obstacles in achieving the stunting reduction target include the unavailability of a comprehensive strategy to be described in the implementation of intervention programs to support stunting prevention, starting with improving nutrition and health of mothers and children under five in the first 1,000 days of life (1,000 HPK). This method uses a descriptive qualitative approach with the technique of Counseling Lectures, Analytical Hierarchy Process (AHP) and SWOT to determine alternative intervention programs and effective strategies to accelerate stunting reduction. The results show that the main target of the intervention program is to improve the parenting pattern of children under two years old (baduta) through an intervention program to improve nutritional status. 
LKS MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Tio Hagomosan Nasution; Nyayu Masyita Ariani; Masri
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 10 No. 1 (2022): Volume 10, Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang valid dan praktis untuk pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada materi kubus dan balok; dan untuk untuk mengetahui efek potensialnya pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model four-D, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Desseminate (penyebaran). Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Proses validasi dilakukan oleh 3 orang validator. Hasil telaah validator digunakan untuk merevisi Lembar Kerja Siswa. Analisis data validasi secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan Lembar Kerja Siswa yang dikembangkan valid. Selanjutnya Lembar Kerja Siswa disebarkan terbatas kapada 15 orang siswa SMP untuk diuji tingkat kepraktisannya. Data kepraktisan dikumpulkan dengan angket respon siswa. Diperoleh skor rata-rata kepraktisan sebesar 3,91 yang termasuk kategori praktis. Efek potensial LKS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa telah terlihat dari hasil kerja siswa dalam LKS. Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, contextual teaching and learning, kubus dan balok, kemampuan pemecahan masalah matematis
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI EDUKASI PENTINGNYA BELAJAR MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN DI SEKOLAH DASAR Dewi Kurnia; Bella Nandita; Neti Kesumawati; Nyayu Masyita Ariani; Masri Masri; Kashardi Kashardi; Ristontowi Ristontowi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 3 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh  masyarkat Kelurahan Timbul Rejo yaitu di Kelurahan Timbul Rejo tidak terdapat satu pun sekolah sebagai tempat pendidikan anak. Sehinggs anak Kelurahan Timbul Rejo menempuh pendidikan sekolah dasar di SD 73 Rejang lebong, Kelurahan Talang Rimbo Lama. Setelah melakukan wawancara dan observasi anak kelas VI di SD 73 Rejang lebong sebagai subjek kegiatan diketahui bahwa minimnya tingkat motivasi belajar matematika pada siswa dan minimnya tingkat pengetahuan tentang pentingnya belajar matematika dalam kehidupan. Salah satu program keilmuan yang dilaksanakan pada kegiatan KKN dan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatan Motivasi Belajar Melalui Edukasi Pentingnya Belajar Matematika dalam Kehidupan di Sekolah Dasa pada tanggal 14 September 2022, adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut : 1). Observasi dan wawancara kepada kepala Kelurahan Timbul Rejo tentang keberadaan sekolah untuk mengetahui dimana anak Kelurahan Timbul Rejo menempuh pendidikan. 2). Observasi dan wawancara ke SD 73 Rejang Lebong yang dimana sebagai tempat anak Kelurahan Timbul Rejo menempuh pendidikan  yaitu bagaiamana minat siswa terhadap pelajaran matematika. matematika siswa. Hasil yang didapat : 1). Siswa dapat memahami tentang pentingnya belajar matematika dalam kehidupan. 2). Siswa dapat memahami kaitan konsep matematika dengan mata pelajaran lain dijenjang yang lebih tinggi. Kata Kunci: matematika,  minat belajar, motivasi
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Melalui Model Discovery Learning Dan Model Team Assisted Individualization Tri Gusti Putra; Ristontowi Ristontowi; Masri Masri
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2023): RANGE Januari 2023
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v4i2.3091

Abstract

This study aims to determine whether there are differences in students' ability to understand mathematical concepts taught using the Discovery Learning model, Cooperative Learning Type Team Assisted Individualization (TAI) model and the conventional model. This type of research was quasi-experimental. The population in this study was the class VIII SMP Negeri 11 Bengkulu City which consisted of six classes, namely class VIII B, VIII C, VIII D, VIII F, VIII G, and VIII H. Samples in this study were three homogeneous classes from six population classes that were randomly selected, namely class VIII B as the experimental class I which was treated with Discovery Learning model, class VIII C as the experimental class II which was treated with Cooperative Learning Type Team Assisted Individualization (TAI) model, and class VIII F as a control class using a conventional model. Based on the results of the research on the ability to understand concepts, shows that there are differences between the Discovery Learning model, the Cooperative Learning Type Team Assisted Individualization (TAI) model, and the conventional model. The post-test scores of the students revealed that the Discovery Learning model outperformed the Cooperative Learning Type Team Assisted Individualization (TAI) model and the conventional model.