Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FITUR METAFORA DALAM PIDATO PERTAMA SHINZO ABE TENTANG PENYEBARAN VIRUS CORONA DI JEPANG: SUATU KAJIAN WACANA KRITIS Inu Isnaeni Sidiq; Nani Darmayanti
Metahumaniora Vol 11, No 2 (2021): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i2.35668

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan fitur metafora dalam pidato pertama Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, terkait penyebaran virus corona di Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana metafora digunakan dan apa tujuan penggunakan ungkapan metafora dalam pidato tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kajian wacana kritis Fairclough (1992). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Melalui penelitian ini penulis menemukan 8 buah ungkapan metafora dalam pidato Shinzo Abe dan 4 di antaranya menggunakan kata tatakai  yang berarti pertempuran dengan kolokasi yang berbeda-beda. Selain itu, penulis juga menemukan bahwa ungkapan metafora tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi darurat kepada masyarakat dan menjadi dasar pengambilan berbagai kebijakan penting dan mendesak untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas pada fase awal penyebaran virus corona di Jepang.
Strategi komunikasi antaretnik penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran di tengah kondisi multilingual Duddy Zein; Nani Darmayanti
Manajemen Komunikasi Vol 4, No 1 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.457 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v4i1.23486

Abstract

Komunikasi antaretnik di Kabupaten Pangandaran memperlihatkan gejala yang menarik, baik dari aspek komunikasi maupun dari aspek lainnya. Hal ini disebabkan oleh kondisi masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang multietnik, khususnya Sunda dan Jawa. Kondisi multietnik tersebut menyebabkan kondisi bahasa di Kabupaten Pangandaran menjadi multilingual. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi antaretnik penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran di tengah kondisi multilingual. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi atau metode gabungan. Penelitian ini dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Masing-masing kecamatan ditentukan empat desa yang dipilih berdasarkan arah mata angin juga. Sebanyak 30 orang yang terdiri dari berbagai kalangan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran dijadikan sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahasa Sunda sebagai alat komunikasi masih sering digunakan secara konsisten oleh penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran, pada tiga ranah komunikasi, yaitu ranah kekeluargaan, kekariban, dan ketetanggaan, (2) strategi komunikasi antaretnik masyarakat tutur Sunda di Kabupaten Pangandaran didominasi oleh alih kode dan campur kode.
PENYULUHAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU-GURU SMP DI KOTA SUKABUMI Susi Yuliawati; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.29604

Abstract

Bagi masyarakat pengguna internet, memiliki pengetahuan dan kecakapan menggunakan teknologi digital untuk mengakses dan mengelola informasi; membangun pengetahuan baru; serta berkomunikasi dengan orang lain agar terhubung dan berpartisipasi secara efektif di masyarakat adalah suatu keharusan. Oleh karena itu,  kegiatan PPM ini berupa penyuluhan mengenai literasi digital kepada guru-guru SMP di Kota Sukabumi. Terdapat dua puluh orang guru SMPyang menjadi peserta kegiatan penyuluhan ini yang mewakili sebelas Sekolah Menengah Pertama yang berbeda di Kota Sukabumi, yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 15, SMPN 16, dan SMP Mardi Waluya 2. Literasi digital adalah istilah yang mengacu pada pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital, perangkat komonukasi, dan jaringan untuk menemukan, membuat, dan mengevaluasi informasi, serta menggunakannya secara bijak, cerdas, cermat, tepat, sehat, dan taat hukum dalam rangka menjalin interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Didasari oleh konsep tersebut, kegiatan ini ditujukan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pendidik di tingkat Sekolah Menengah Pertama tentang dampak penggunaan teknologi digital sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan penuh bertanggung jawab. Selanjutnya, pengetahuan dan kesadaran tersebut dapat mereka tularkan pada para anak didik mereka. Dari kegiatan penyuluhan ini, perubahan yang tampak dari adalah peningkatan pengetahuan para peserta mengenai cara berkomunikasi yang bijak di media sosial, perbedaan berita akurat dan hoax, dan bahaya ujaran kebencian bagi keharmonisan sosial.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 BAGI GURU-GURU SDN DI KOTA SUKABUMI Susi Yuliawati; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i3.35467

Abstract

Litearsi kesehatan adalah kemampuan untuk mencari, memahami, dan mengevaluasi informasi tentang kesehatan sehingga dapat membuat keputusan yang tepat untuk menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup. Derasnya arus informasi selama masa pandemi COVID-19 perlu diantisipasi dengan tingkat literasi kesehatan yang tinggi. Tingkat literasi kesehatan yang rendah berkorelasi dengan tingkat kesehatan yang buruk dan angka kematian yang tinggi. Terkait dengan hal itu, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan literasi kesehatan di kalangan guru SD Negeri di Kota Sukabumi. Penyuluhan tentang literasi kesehatan ini diberikan kepada dua puluh guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes) dari sembilan belas SD Negeri di Kota Sukabumi. Materi difokuskan pada informasi tentang tindakan pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diketahui bahwa pengetahuan dan pemahaman para peserta tentang COVID-19 mengalami peningkatan. Penyuluhan ini diharapkan ini tidak hanya untuk menanggulangi misinformasi dan disinformasi yang marak di masa pandemi COVID-19 sehingga berpotensi besar menghambat upaya penanganan penyebaran COVID-19. Penyuluhan ini diharapkan juga dapat diterapkan oleh para pendidik dan disebarluaskan kepada peserta didik mereka, terutama dalam mendukung persiapan pelaksanaan pembelajaran luring di tingkat SD di Kota Sukabumi.
Pola komunikasi pasangan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis Duddy Zein; Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti
Manajemen Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v6i2.33318

Abstract

Keberagaman bahasa, sedikit-banyaknya, dapat memengaruhi pola komunikasi para penuturnya, khususnya komunikasi interpersonal yang berlatar belakang sosiokultural yang berlainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, menjelaskan dan memahami secara rinci pola dan perilaku komunikasi pasangan pernikahan antaretnis (Sunda dan Jawa) yang terjadi secara alamiah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat; pengaruh aktivitas pada proses komunikasi sehari-hari; dan bagaimana relativitas bahasa yang digunakan berfungsi sebagai gaya komunikasi yang konsisten dan standar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dijadikan sebagai lokasi penelitian dan sebanyak lima kecamatan dijadikan sebagai lokasi pengamatan. Pengumpuan data menggunakan teknik observasi partisipan melalui introspeksi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Dalam penelitian ini teknik triangulasi data digunakan untuk menguji stabilitas dan validitas data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola komunikasi yang ada pada keluarga pernikahan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis adalah pola penyesuaian searah, pola kompromi titik tengah, pola penyesuaian alternatif, dan pola pencampuran; (2) Problematika linguistis pada perkawinan ataretnis berfokus pada sekelumit keputusan dan kebijakan keluaga berkenaan dengan bahasa apa yang dijadikan sebagai alat komunikasi di dalam keluarga dan bahasa apa yang digunakan dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Jika orang tua bersepakat untuk menggunakan satu bahasa dalam membesarkan anak-anaknya, pada sat itu, budaya dari bahasa yang diajarkan juga harus dijelaskan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang ada pada keluarga pernikahan antaretnis Sunda-Jawa di Kabupaten Ciamis memiliki pola penyesuaian searah, kompromi titik tengah, penyesuaian alternatif, dan pencampuran.