Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DEFORMASI BURUNG ENGGANG DALAM PENCIPTAAN LAMPU Eko Budi Santoso
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.730

Abstract

Penciptaan karya seni dilakukan dengan proses yang kompleks. Burung Enggang sebagai sebuah sumber inspirasi penciptaan karya seni, karena memiliki beberapa hal yang menarik. Burung Enggang memiliki bentuk dan warna yang unik pada paruh, cula, sayap, dan ekornya, menyatu, dan seimbang jika dilihat dari perspektif seni rupa. Secara simbolis dipakai sebagai lambang bagi suku Dayak. Proses penciptaan karya seni ini tak lepas dari tahapan yaitu dengan menggunakan metode tiga tahap enam langkah sebagai proses penciptaan karya fungsional. Eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, menjadi langkah utama dalam penciptaan ini. Proses penghayatan, penyetaraan antara rasa dan pikiran juga dilakukan untuk memeberikan spirit dan ruh agar karya dapat memberikan inspirasi dan semangat, serta memberikan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain yang melihatnya, adapun visualisasinya dengan cara deformatif. Konsepsi dari visual burung Enggang menjadi suatu kelebihan tersendiri dari karya ini. Menguatkan karya seni kriya ke dalam perkembangan seni rupa modern. Dengan mempertimbangkan nilai estetis dan simbolis terciptalah karya seni berwujud tiga dimensi fungsional karya ekspresi yang berupa bentuk lampu. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru dari burung Enggang, dengan membentuk kesan feminimitas maupun maskulin yang menjadi figur dalam penciptaan burung Enggang tersebut.   Kata kunci: Burung Enggang, lampu, deformasi
Arahan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Rumput Laut di Pulau Poteran, Kabupaten Sumenep Norul Fajariyah; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.968 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.10836

Abstract

Sebagai wilayah yang langsung berbatasan dengan laut, Pulau Poteran merupakan penghasil rumput laut yang melimpah di kabupaten Sumenep, Madura. Akan tetapi sulitnya pemasaran hasil budidaya rumput laut serta belum terdapatnya industri pengolahan hasil budidaya rumput laut di Pulau Poteran mengakibatkan jatuhnya harga rumput laut yang berpengaru hterhadap kesejahteran ekonomi masyarakat Pulau Poteran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Klaster pengembangan ekonomi local rumput laut di Pulau Poteran. Dilakukan dua  tahapan analisis dalam penelitian ini. Untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dalam mendukung pengembangan ekonomi rumput laut di Pulau Poteran menggunakan analisis Likert  yang kemudian diteruskan dengan Analisis Faktor yiatu Confirmatory Factor Analysis, dari hasil analisis konfirmatori faktor didapat 4 faktor yang berpengaruh, yaitu faktor Sumber Daya Manusia, Produksi, Kelembagaan/Institusi, serta Sarana dan Prasana. Sselanjutnya Analisis untuk mengidentifikasi Klaster pengembangan ekonomi rumput laut di tiap desa Pulau Poteran menggunakan teknik analisis Klaster (Hierarchy Cluster). Hasil analisis tersebut didapatkan 3 klaster pengembnagan, yaitu: Kalster 1merupakan wilayah pemasaran, Klaster 2 merupakan wilayah pembudidayaan dan pengolahan, serta Klaster 3 termasuk Wilayah pendukung pembudidayaan.
ANALISIS PENENTUAN KEPENTINGAN JALAN POROS KABUPATEN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN TRENGGALEK UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH Catur Widiasmoro; Hitapriya Suprayitno; Eko Budi Santoso
Journal of Civil Engineering Vol 33, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.115 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v33i2.4571

Abstract

Infrastructure has a very important role as certain to instigates economic growth and regional development. Transportation serves facility for production and investment systems that enables regional services and activities. Region developed on potential itself, to support it how determines best alternative of road links is required. To obtain weight of criteria in this research using pairwise comparison, and furthermore the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution is used to discover preference value from each road links. This research indicates that preference inter-districts road Bendo-Surodakan is the main priority with value of preference 3,07, then Suruh-Pule, Gandusari-Kampak road link with score 2,44 and 2,30, consecutively. Road link with lowest score obtained by Bangunsari-Bulu as 0,057
ANALISIS PENENTUAN INFRASTRUKTUR PRIORITAS PADA KAWASAN KUMUH LINGKUNGAN KERANTIL KOTA BLITAR Ashara Annas; Ria Asih Aryani Soemitro; Eko Budi Santoso
Journal of Civil Engineering Vol 33, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.34 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v33i2.4568

Abstract

Data update from Public Works and Housing Ministry records the existence of slum area in Kerantil District, Blitar City. Blitar City government has tried to address slum problem in that district, but until now slum improvement programs still not showing significant result. Based on the existing condition, research on priority infrastructure is conducted in Kerantil slum area, Blitar City. The aim of this research is to address proper program response for Kerantil slum area, Blitar City. This research begins with determining factors causing slum in Kerantil slum area using Confirmatory Factor Analysis. After the factors are determined, infrastructure response priority is determined by means of Service and quality (servqual) Analysis and Importance Performance Analysis (IPA) by comparing the level of importance and performance about infrastructure in slum area based on respondent answer. Several factors causing slum in that area are street infrastructure, drainage infrastructure, water infrastructure, waste infrastructure, building infrastructure, fire protection infrastructure, and green open space infrastructure. The other factors are government role, social, economy, society, and legality. The prioritized infrastructure in Kerantil slum area are waste infrastructure, fire protection infrastructure, and green open space infrastructure.
KINERJA PEGAWAI DINAS KEHUTANAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Eko Budi Santoso; Zulkarnaini "
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 7: Edisi I Januari - Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain how the performance of employees in the Indragiri Hilir District Forest Service. Assessment of Civil Servants is carried out based on Government Regulation Number 10 of 1979 concerning Evaluation of the Implementation of Civil Servants' Work. In this study the author uses employee performance theory. To bridge the theory of the performance of employees of the Indragiri Hilir District Forestry Service the author uses a frame of mind referring to the views of Mathis and Jackson called the Elements of Employee Performance. In his view the performance performance theory will consider the aspects of quantity, quality, timeliness, presence and ability to cooperate. The results of this study, the quality and quantity achieved by an employee in carrying out his duties in accordance with the responsibilities given to him. The Indragiri Hilir District Forestry Service must be clear in the division of labor and workload that is evenly distributed across various fields so that it focuses on work in accordance with its responsibilities, providing opportunities for employees to attend training specifically in accordance with their duties and tasks carried out periodically. Keywords: Performance, Employees, Forest Service of Indragiri Hilir Regency
ANALISA DAMPAK PENINGKATAN JALAN TEMBUS JANTHO-LAMNO TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN ACEH BESAR Fitri Dian Sari; Eko Budi Santoso
Jurnal Penataan Ruang Vol 1, No 1 (2006): Jurnal Penataan Ruang 2006
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v1i1.2223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dampak peningkatan jalan tembus Jantho-Lamno terhadap Manfaat ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan barang bagi produsen, pedagang dan konsumen untuk komoditi padi/beras, tomat dan sapi/daging sapi; penghematan biaya perjalanan bagi penumpang angkutan umum dari Jantho ke Lamno; dan potensi peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar, serta kesesuaian dampak peningkatan jalan tembus Jantho-Lamno dengan arahan pengembangan wilayah yang dibuat pemerintah daerah.    Analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisa statistic untuk data kuantitatif. Analisa tersebut digunakan untuk mengolah data yang menyangkut perhitungan prediksi pergeseran volume penjualan, harga jual dan harga beli komoditi sebelum dan sesudah adanya peningkatan jalan tembus Jantho-Lamno.Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, peningkatan jalan tembus Jantho-Lamno memberikan dampak positif terhadap manfaat ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan. Produsen petani padi dan pedagang komoditi beras memperoleh manfaat yang signifikan yaitu masing-masing sebesar 34.98 persen dan 61,97 persen. Namun penghematan bagi konsumen akibat pergeseran harga beli tidak signifikan yaitu dibawah 3 (tiga) persen. Penghematan biaya perjalanan bagi penumpang angkutan umum adalah sebesar 46.63 persen. Penerimaan daerah dari pembagian hasil penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)  juga mengalami peningkatan  sebesar 70,43 persen. Selanjutnya peningkatan jalan tembus Jantho-Lamno sesuai dengan arahan pengembangan wilayah Kabupaten Aceh Besar yaitu peningkatan akses untuk memperlancar pemasaran hasil produksi terutama produk yang berfungsi sebagai penopang ekonomi daerah serta penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang mendorong kegiatan investasi enkonomi dan sosial.
ANALISA PERANAN VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW DENGAN MATERIAL ASTM 36 TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Eko Budi Santoso; Mochammad Choifin
Mechonversio: Mechanical Engineering Journal Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Univervitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/mmej.v4i1.1571

Abstract

Pengaruh elektroda terhadap kekuatan tarik dan kekerasan las SMAW pada baja ASTM36 SS 400. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 110 A,130 A dan 150 A dengan elektroda E7018 diameter 3.2 mm, jenis kampuh yang digunakan kampuh V dengan sudut 600 dengan menggunakan las SMAW DC polaritas terbalik yaitu pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif, tegangan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada kelompok specimen 110 Amper yaitu memiliki nilai rata-rata 1078,4 (N/mm2),berikutnya 130 Amper 972,1 (N/mm2) dan yang memliki nilai terendah yaitu 150 Amper 771,5 (N/mm2) untuk pengujian kekerasan nilai rata-rata tertinggi daerah las yaitu specimen 130 Amper 204,4 (kg/mm2), berikutnya 110 Amper 198,13 (kg/mm2) dan nilai terendah 150 Amper 189,93 (kg/mm2), untuk struktur mikronya terlihat ferlit dan perlit dan pengujian tersebut yg didominan terdapat pada struktur perlit
RASIO KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR DI KABUPATEN BONDOWOSO KRISTIAN BUDITIAWAN; Eko Budi Santoso
Inovasi Vol 19 No 1 (2022): JURNAL INOVASI VOL. 19 NO. 1 MEI 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33626/inovasi.v19i1.502

Abstract

In the era of decentralization, each autonomous region in Indonesia has the capacity and ability to determine the direction of development goals in accordance with the conditions of their respective regions, including managing regional financial resources to achieve national development goals in their regions. Fiscal decentralization is intended to balance the pace of development between regions so that there is no longer a dichotomy of developed and underdeveloped regions because each region has the opportunity to independently finance development in its region according to its regional potential. Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government opens wide opportunities for regions to run their government by utilizing available resources in their regions and relying a little on central government assistance. For this reason, the Regional Government tries to use its regional revenue sources as well as possible to finance the ongoing government process. Financial performance ratio analysis is an attempt to assess regional financial performance in order to fulfill the elements of accountability for good governance. This study will discuss the ratio of regional financial performance associated with the ability of the region to finance development in Bondowoso Regency. The analytical method used is an analysis of regional financial performance which includes aspects of the effectiveness ratio, efficiency ratio, independence ratio, activity ratio, and growth ratio. Bondowoso Regency's financial performance during the 2016-2020 period can be said to be overall good in terms of effectiveness ratios and efficiency ratios. The independence ratio still shows the proportion of transfer receipts from the provincial/central government is still greater than the original regional income. The activity ratio illustrates that revenue is still more used to finance operational expenditures compared to capital expenditures (providing infrastructure). Infrastructure financing can use funds sourced from General Allocation Funds, Special Allocation Funds, Regional Loans, government collaboration with business entities, and funds sourced from CSR companies in Bondowoso Regency.
Analisis Sentimen Calon Presiden Indonesia 2019 Berdasarkan Komentar Publik Di Facebook Eko Budi Santoso; Aryo Nugroho
Jurnal Eksplora Informatika Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.906 KB) | DOI: 10.30864/eksplora.v9i1.254

Abstract

Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis sentimen terhadap calon presiden Indonesia tahun 2019 berdasarkan komentar publik di jejaring sosial Facebook. Selanjutnya akan melalui beberapa tahapan dalam melaukan analisis sentimen, antara lain adalah tahap pengumpulan data, data correction, preprocessing data, dan klasifikasi menggunakan Naïve Bayes Classifier serta dilakukan asosiasi teks. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa calon presiden Joko Widodo didapatkan postingan sebanyak 40 data dan calon presiden Prabowo Subianto didapatkan 12 data postingan dengan pengumpulan data pada tanggal 17 april 2019 sampai 22 mei 2019. Dari data sebanyak 5.000 komentar yang dipilih secara acak dan melalui tahap preprocessing menghasilkan polaritas sentimen, Joko Widodo memeperoleh 85% untuk sentimen positif, 15% sentimen negatif. Sedangkan Prabowo Subianto memperoleh 76% sentimen positif, dan 24% sentimen negatif. Untuk hasil klasifikasi menggunakan Naïve Bayes Classifier memperoleh hasil tingkat akurasi sebesar 86,4%, serta kata yang berasosiasi dengan kata masyarakat terhadap Joko Widodo didapatkan kata upaya, mental, dan kondisi untuk sentimen positif dan kata pemerintahan, pembangunan, kelompok untuk sentimen negatif. Sedangkan yang berasosiasi dengan kata masyarakat terhadap Prabowo Subianto didapatkan kata sistem, berkomitmen, dan kritis untuk sentimen positif dan kata bodohi, kelayakan, diusung untuk sentimen negatif.
Praksis Implementasi Pemodelan Informasi Bangunan (Building Information Modeling /BIM) dalam Industri Arsitektur, Rekayasa Dan Konstruksi Modern (Architecture, Engineering and Construction (AEC) Industry) Triono Subagio; Dimas Wicaksono; Teguh Prihanto; Eko Budi Santoso
Jurnal Talenta Sipil Vol 5, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.655 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v5i1.102

Abstract

Persyaratan teknis tentang pedoman pembangunan berkelanjutan, khususnya untuk bidang bangunan gedung sudah diberlakukan berdasarkan UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan UU No. 28 tahun 2002 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian awal sebagai bentuk respon dari perundangan di industri AEC yang masih sangat baru di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei. Populasi dan sampel merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam industri AEC, khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa di Indonesia. Penelitian ini untuk mendapatkan kajian kritis tentang harapan dan kendala yang dihadapi oleh konsultan, kontraktor dan konsultan perencana yang secara khusus adalah individu-individu yang terlibat di dalamnya, seperti arsitek, site engineer, drafter, konsultan manajemen konstruksi dan lain-lain. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket yang disebarkan melalui platform google-form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BIM di industry AEC Indonesia masih dalam kategori rendah. Rendahnya tingkat implementasi BIM ini bisa dilihat dari indikator seperti jenis software berbasis BIM yang menunjukkan bahwa lebih dari 40% tidak pernah menggunakan software berbasis BIM. Implementasi BIM di Indonesia juga masih berkisar dalam permasalahan pemodelan 3D (30%). Implementasi BIM di Indonesia belum dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan seperti analisis rencana anggaran biaya (37,8%), manajemen pelaksanaan konstruksi (53,4%), analisis energi (86,6%), manajemen infrastruktur (71,1%). Simpulan dari penelitian ini bahwa permasalahan implementasi BIM di Indonesia sebagai respond dari pemberlakuan perundangan masih sangat terbuka dan menantang, seperti kecukupan tenaga ahli di bidang BIM, kompatibilitas dan ketersediaan hardware dan software berbasis BIM, baik dalam aspek kuntitas dan kualitasnya.