Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Program Pembinaan Bagi Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu Pada Masa Pandemi Covid 19 Ahmad Gunawan; Mitro Subroto
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.2872

Abstract

Pidana penjara merupakan salah satu dari berbagai jenis pidana yang terdapat dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan  Anak Didik Pemasyarakatan. Pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan merupakan bagian dari suatu Sistem Pemasyarakatan yang diselenggarakan dalam rangka membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi  manusia seutuhnya,  menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. Pada masa pandemi covid 19 ini beberapa program pembinaan untuk narapidana perempuan di Lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIB Bengkulu untuk sementara waktu terhambat dan tidak dapat berjalan seperti biasanya untuk itu dibutuhkan upaya upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pelaksanaan program pembinaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara-cara deskriptif yang menggambarkan objek melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Perlu adanya campur tangan dari seluruh pihak baik dari narapidana, Pegawai yang bertugas di bagian bimbingan kerja, pimpinan, maupun pemerintah dan juga pihak ketiga sebagai pihak eksternal yang ikut serta dalam memaksimalkan kegiatan bimbingan kerja di Lembaga pemasyarakatan.
Pemenuhan Hak Narapidana Perempuan Yang Sedang Mengasuh Anak di Lembaga Pemasyarakatan Bagaskara Indra Saputra; Mitro Subroto
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.2891

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja hak yang didapatkan oleh setiap narapidana perempuan yang sedang mengasuh anaknya di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Beberapa aspek hak yang diberikan untuk narapidana perempuan yang sedang mengasuh anaknya di Lembaga pemasyarakatan yaitu gambaran mengenai pemberian pelayanan kesehatan, fasilitas yang menunjang dan makanan yang layak. Dalam pelaksanaan pemenuhan hak narapidana perempuan yang sedang mengasuh anaknya juga berpengaruh kepada pola pembinaan yang diberikan pihak Lembaga Pemasyarakatan kepada narapidana perempuan tersebut. Semakin lengkap fasilitas yang ada di Lembaga Pemasyarakatan tersebut maka semakin baik juga pola pembinaan yang akan diberikan kepada Narapidana maupun anak dari narapidana tersebut. Metode dari penelitian ini menggunakan metode yuridis normative berdasarkan analisis pada peraturan perundangan-undangan  yang berlaku dan relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti oleh peneliti.
Pola Pembinaan Narapidana Seumur Hidup Dalam Sistem Pemasyarakatan Ruri Ayunda; Mitro Subroto
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.2889

Abstract

Pembinaan Narapidana dengan hukuman seumur hidup wajib menjalani program pembinaan didalam Lembaga Pemasyarakatan dalam waktu yang sangat pajang. Tujuan penelitian ini adalah untuk dihubungkannya pidana seumur hidup dalam pola pembinaan narapidana dalam system pemasyarakatan. Berdasarkan dari telaah pustaka dapat disimpulkan bahwa system pemasyarakatan merupakan suatu system yang memang mengatur dan memberikan perlindungan kepada narapidana baik seumur hidup maupun waktu tertentu. Program pembinaan dibuat sedemikian rupa yang bertujuan untuk membuat narapidana dapat kembali kepada kehidupan yang lebih baik dan berbaur dengan masyarakat. Namun amat disayangkan bahwasannya pembinaan narapidana seumur hidup belum ada peraturan yang dikhususkan untuk pembinaan bagi narapidana seumur hidup. Pidana seumur hidup belum mempunyai dasar pembenaran yang kuat dan tegas sehingga pola pembinaan pun tidak sesuai dengan keadaan narapidana seumur hidup yang berada didalam Lembaga Pemasyarakatan.
KEBUTUHAN BIOLOGIS NARAPIDANA SEUMUR HIDUP DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B CIANJUR Tiyas Argian Pramadhani; Mitro Subroto
JOURNAL JUSTICIABELEN (JJ) Vol 2, No 1 (2022): January
Publisher : Univeristas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jj.v2i1.1799

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perlakuan bagi narapidana seumur hidup serta efektifitas pemberlakuan kebijakan perlakuan tersebut ditinjau dari sudut pandang kebutuhan biologis bagi narapidana seumur hidup. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan pengumpulan data dalam penelitian ini dengan pengamatan dan penggalian data berupa wawancara yang dilakukan dengan narapidana terkait. Pelaksanaan perlakuan terhadap narapidana seumur hidup ini merupakan salah satu cara demi tercapainya efektivitas pelaksanaan pembinaan yang diterima. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa efektivitas perlakuan dalam upaya pembinaan narapidana di Lapas Kelas II B Cianjur sudah dilaksanakan namun pelaksanaan perlakuan tersebut masih ada beberapa kekurangan dikarenakan adanya kendala-kendala yang menghambat pelaksanaan kebijakan perlakuan terhadap narapidana seumur hidup dari sisi sosialisasi kebijakan, dan juga sarana dan prasarana yang ada. Apabila hambatan-hambatan tersebut tidak dapat  diatasi, maka akan menimbulkan berbagai penyimpangan seksual seperti disorientasi seksual, LGBT, dan menggunakan benda yang tidak seharusnya digunakan sebagai pemuas kebutuhan biologis. ABSTRACTThe purpose of this study is to find out how the treatment for lifelong prisoners and the effectiveness of the implementation of the treatment policy is viewed from the point of view of biological needs for lifelong prisoners. This research is descriptive using a qualitative approach. The implementation of data collection in this study was carried out by observing and extracting data in the form of interviews with related prisoners. The implementation of treatment for lifelong prisoners is one way to achieve the effectiveness of the implementation of the guidance received. Based on the research conducted, it was found that the effectiveness of treatment in the effort to foster prisoners at the Class II B Cianjur Prison has been implemented but the implementation of the treatment still has some shortcomings due to obstacles that hinder the implementation of the policy on treatment of lifelong prisoners in terms of policy socialization, and as well as existing facilities and infrastructure. If these obstacles cannot be overcome, it will lead to various sexual deviations such as sexual disorientation, LGBT, and using objects that should not be used to satisfy biological needs.
BENTUK PSIKOLOGIS TERHADAP TINDAKAN NARAPIDANA ANAK PELAKU PEMBUNUHAN DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN (LP) Harizon Noprizal; Mitro Subroto
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 2 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i2.1083-1086

Abstract

Bentuk Psikolgis merupakan sebuah aspek psikologis dengan contok factor aksternal yang dapat mempengaruhi sehingga terjadi suatu prilaku yang menyebabkan tindak kriminalitas dalam kehidupan bermasyarakat, banyak terjadi kriminalitas anak maupun remeja yang menyebakan mereka menjadi prilaku yang sangat berbeda dari sebelumnya Bentuk gambaran aspek psikologis yang dapat membuat anak terpengaruh untuk melakukan sebuah tindakan criminal, salah satunya pembunuhan, factor penyebabnya merupakan kecenderungan gangguan serta kecemasan, dan bisa juga mengalami frustasi, tekanan terhadap keluarga atau teman bermainya, dan konfil serta bisa juga factor balas dendam. Salah satunya contohnya frustasi dasarnya yang menyebabkan gangguan dalam melakukan kegiatan dan usaha demi tercapainya tujuan yang telah direncanakan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengambarkan bagaiamana bentuk psikologi anak dalam melakukan tindakan yang sangat tidak bagus di contoh ini tampa terkeculi adalah dengan melakukan pembunuhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dapat mempengaruhi mereka melakukan pembuhan tersebut antara lain adalah kecemasan, gangguan patologis, frustasi, tekanan, maupun fakto balas dendam. Yang membuat mereka terjerumus ke dalam lapas serta menjadi napidana dimasa umur yang belum cukup.
ANALISIS PEMBINAAN KEPADA NARAPIDANA ANAK KASUS NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Devin Christiyanto Ku; Mitro Subroto
Journal Publicuho Vol 4, No 4 (2021): November - January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/jpu.v4i4.21049

Abstract

Penyalahgunaan narkotika bukan hanya dilakukan dan terjadi kepada orang dewasa, tetapi juga terhadap  anak-anak. Posisi anak yang dianggap belum cakap hukum dan posisi mereka yang masih labil, menjadikan anak sebagai sasaran empuk bagi para bandar untuk dapat memasarkan barang haramnya tersebut. Metode Penlitian menggunakan jenis penelitian hukum normatif, yakni penelitian yang dilakukan dengan berfokus pada norma hukum positif dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perlakuan yang diberikan kepada terpidana mati berdasarkan sistem pemasyarakatan. Lembaga Pembinaan Khusus Anak berkewajiban untuk membesarkan, melatih, melatih, dan melakukan lainnya sesuai dengan persyaratan hukum. Hal ini karena anak yang dihukum karena melakukan tindak pidana berhak atas pembinaan, bimbingan, pengawasan, dukungan, pendidikan dan pelatihan, serta hak-hak lainnya menurut ketentuan undang-undang. Faktor keluarga dan lingkungan menjadi faktor utama seorang anak melakukan penyalahgunaan narkotika. Selain itu adapula faktor internal seperti krisis identitas dan kontrol diri yang lemah, yang juga dapat dengan mudahnya mempangaruhi seorang anak melakukan hal diluar kendalinya. Pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan perlindungan anak, dan melindungi anak dari bahaya narkotika.
PROGRAM KESEHATAN BAGI NARAPIDANA PEREMPUAN SEUMUR HIDUP Rizki Kurniawan; Mitro Subroto
Gema Keadilan Vol 8, No 2 (2021): Gema Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gk.2021.12308

Abstract

FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PEMENUHAN HAK PELAYANAN NARAPIDANA PENYANDANG DISABILITAS Kurniawan Tri Pamungkas; Mitro Subroto
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 4 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i4.1586-1594

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan sebagai penyelenggara kegiatan pembinaan bagi narapidana memiliki peran penting dalam pemenuhan hak pelayanan narapidana terkhusus narapidana penyandang disabilitas. Dalam proses pemenuhan hak pelayanan bagi narapidana penyandang disabilitas tentunya terdapat faktor penghambat yang mempengaruhi berjalan suatu proses pemenuhan hak bagi narapidana penyandang disabilitas. Dalam penelitian kali ini, penulis berusaha mencari tau tentang hak pelayanan narapidana penyandang disabilitias di dalam Lapas, pelaksanaan pemenuhan hak pelayanan narapidana penyandang disabilitas di Lapas, dan beberapa faktor penyebab terhambatnya pemenuhan hak pelayanan bagi narapidana penyandang disabilitas. Metodologi yang digunakan merupakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan berbagai pendekatan peraturan perundang-udangan yang berlaku di Indonesia. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa penyandang disabilitas sangat rentang akan tindakan diskriminasi. Faktor penghambat dalam pemenuhan hak pelayanan narapidana disabilitas yaitu terdapat pada anggaran sarana dan prasarana, sumber daya dalam melaksanakan pelayanan, serta peraturan perundang-undang yang belum mencantumkan terkait pelayanan khusus terhadap narapidana disabilitas.
DAMPAK PSIKOLOGIS NARAPIDANA SEUMUR HIDUP DALAM PERUBAHAN PIDANANYA MENJADI PIDANA PERCOBAAN 20 TAHUN Rico Fitranto; Mitro Subroto
Journal Publicuho Vol 4, No 3 (2021): August - October
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/jpu.v4i3.20628

Abstract

A prisoner is someone whose rights and freedoms must be revoked because he has committed a crime. The loss of freedom of freedom, and the things that must be faced in the face of the environment and the new, and having to part with loved ones, as well as relatives, which negatively affects actions. This study aims to determine the psychological development with a life sentence against a  criminal  change  into  a  20-year  probationary sentence.  This  writing  uses  a  normative approach using library techniques. Many with life sentences experienced despair and lost hope, the change of sentence to 20 years probation was a second chance that was coveted by the people. In serving the sentence, there are three important parts that have a large enough influence on the condition of a psychologist, namely environmental conditions in prisons, characteristics between individuals and social support. 
Pemberian Hak Narapidana Lanjut Usia dalam Pemenuhan Hak Kesehatan Di Lembaga Pemasyarakatan Devi Ayu Febrianti; Mitro Subroto
Jurnal Panorama Hukum Vol 6 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jph.v6i2.6120

Abstract

This study aims to explain the granting of the rights of elderly prisoners in the fulfillment of health rights, the obstacles of the Correctional Institution in fulfilling the rights of elderly prisoners in the health sector and the efforts made by the correctional institutions in dealing with the inhibiting factors in the process of granting these rights. This study applies a descriptive qualitative methodology, the writing aims to provide an understanding of the problems, symptoms, facts, reality, and events that occur. Through in-depth and extensive discussion, it is hoped that the reader will understand the contents of this paper and gain a new understanding. The results obtained indicate that the implementation of the granting of the rights of elderly prisoners in the fulfillment of health rights in prisons has not run optimally, because there are still obstacles experienced. Prison efforts in facing obstacles, so that the implementation of the granting of the rights of elderly prisoners in the fulfillment of health rights. It is hoped that the efforts carried out can resolve obstacles in fulfilling the health rights of elderly prisoners which are carried out as optimally as possible so that there are no deviations in the granting of these rights.
Co-Authors Abdul Majid Amanatullah Adi Nugroho Adi Nugroho Agrifa Leonardo Saragih Agung Sukmawijaya Ahmad Agung Raharjo Ahmad Gunawan Ahmad Gunawan Ahmad Rifa'i Ahmad Rifa'i Akbar Febri Handrian Akbar, Kukuh Al Akhmad Faiq Maulana Alber Nurfajri Aldino Ponco Gunawan Aldo Ramadhan Prasetyana P Aldo Ramadhan Prasetyana Putra Alvin Surya Pramana Andi Muhammad Alifsa Mahendra Andrew Adityawan Wibowo Andriani, Hestin Febbia Anugrah Anggri Hermawan Ardiansyah, Ary Ary Ardiansyah Ayu Purnama Sari Aziz, Iqbal Kumoro Bachtiar Ichsan Prasetyo Bagaskara Indra Saputra Bonanza Parulian Sidauruk Candra Sitepu Danang Wisnu Santoso Danur Tri Gonggo Deny Sifa Devi Ayu Febrianti Devi Ayu Febrianti Devin Christiyanto Ku Dewo Tegar Prakoso Dhena Panji Pangestu Efaldi Butar-Butar Egitya Firdausyah Elika Sifra Lidya Elika Sifra Widya Fahmi, Alvin Pradana Fahressy, Muhammad Hisyam Febrianti, Devi Ayu Fitrian Romadhon Dwi Saputra Galih Zhoohiru Galih Zhoohiru P Gazali Genepsi Gibert Hosea Lorosae Siregar Ginada Githadana Ayu S Githadana Ayu Syalsabila Haholongan, Mhd Raja Handrian, Akbar Febri Harizon Noprizal Harizon Noprizal Imaduddin Hamzah Indah Noor Ramadhani Iqbal Kumoro Aziz Iqbal Rafi' Athallah Irshandy Maulana Ivan Aditya Mileniawan Jauhar Lutfi Hibatulloh Jayandi Agung Ramadhan Kingkin Nendra Fibiyanto Kingkin Nendra Fibiyanto Kukuh Al Akbar Kumdhan Prasetyo Nuari Kurniawan Tri Pamungkas lrnas, Muhammad M. Ichsan iwari M. Rizky Kurniawan M. Umpu Dilaga Maharidho Deel Ziko Mardilana Gautama Misbah Ayu Nafarizka Mochamad Fardhil Prismawan Mochamad Naufal Adisaputra Mohamad Ashraff Mohamad Ashraff Mu'arrif Nur Qowi Muh Hidayat Muh. Akhsan Muhamad Rifqi Nazief Hanif Muhammad Akhsan Muhammad Ali Equatora Muhammad Farhan Abdillah Muhammad Ghifari Alfarqan Muhammad Hidayat Muhammad Hisyam Fahressy Muhammad Ridwan Muhammad Rizky Al Amin Muhammad Umpu Dilaga Mu’arrif Nur Qowi Naufal Al Farisy Novrianza Novrianza Nugroho, Aditya Pandu Nurfajri, Alber Ovilia yana pradipta pradipta, Ovilia yana Pratama, Ravi Agsel Pratiwi, Annisa Dewi Putra Aditya Bagus S Putra Aditya Bagus Setyaki Putra, Aldo Ramadhan Prasetyana Ravi Agsel Pratama Raynaldi Raka yuda Sinuraya Ricky Martin Marpaung Rico Fitranto Rico Fitranto Rio Kurniatama Ismail Rizki Kurniawan Rizki Kurniawan Rizky Ramadhan Adi Wijaya Romado, Muhammad Garda Ruri Ayunda Sallahudin Sallahudin Saputra, Fitrian Romadhon Dwi Setiawati, Mutiah Sumantri Aji Saputra Syahrial Yuska Teguh Prayadi Theresia Panni Koresy Marbun Tiyas Argian Pramadhani Wahyu Cahyo Wibowo Wahyu Widjayanto Yahya Rofi Triatmaja Yoga Pangestu Yourike Yasmine Layt Yudhistira Ilham Ihza Fadilla