Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMETAAN ANIMO PESERTA DIDIK SMK NEGERI PRODI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA SE-KOTA MALANG UNTUK MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI DENGAN PRODI YANG SEBIDANG Irawan, Anggi Kusuma; Sutikno, Tri Atmadji; Wirawan, I Made
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.449 KB) | DOI: 10.23887/janapati.v8i2.17574

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa melanjutkan ke perguruan tinggi tidak hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) saja. Peserta didik SMK dapat mengembangkan potensi di perguruan tinggi dengan prodi yang sesuai dengan jurusan yang digeluti untuk menjadi teknisi yang handal dibidangnya. Dalam penelitian ini terdapat seberapa besar animo peserta didik SMK prodi keahlian teknik komputer dan informatika untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan prodi yang sebidang serta faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik SMK Negeri prodi keahlian teknik komputer dan informatika kelas 12 tahun ajaran 2018/2019 Se-Kota Malang dengan jumlah sampel 559 peserta didik dan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analis yang dilakukan berhasil mendapatkan 72,63% peserta didik ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dan 27,37% memilih untuk tidak melanjutkan. Kecenderungan animo peserta didik yang ingin melanjutkan perguruan tinggi berada pada kategori tinggi yaitu 56,15%. Presentase skor faktor yang mempengaruhi yaitu, faktor dari dalam diri sendiri 82,53% berada pada kategori sangat tinggi, faktor lingkungan keluarga 79,58% berada pada kategori tinggi, dan faktor lingkungan sekolah 74,62% berada pada kategori tinggi. Kemudian sebanyak 70,93% peserta didik memilih prodi yang sebidang. Penelitian ini berhasil mengungkap: (1) Kecenderungan animo berada pada kategori tinggi; (2) presentase skor faktor dalam diri sendiri lebih besar; (3) sebagian besar memilih prodi yang sebidang; (4) prodi teknik informatika paling banyak diminati.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK GURU SMK Hidayat, Wahyu Nur; Sutikno, Tri Atmadji; Patmanthara, Patmanthara; Kartikasari, Chrismon Dwi Indah; Firdaus, Azmi Fachriza
Jurnal Graha Pengabdian Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.596 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang semakin masif memberikan peluang bagi guru untuk pengoptimalan pembelajaran berbantuan TIK. Augmented Reality (AR) merupakan salah satu teknologi digital yang potensial untuk dikembangkan dan diterapkan dalam pendidikan. AR dapat dimanfaatkan guru untuk menjelaskan materi secara lebih detail dan tervisualisasi dengan baik. Implementasi AR dalam pendidikan pun didukung oleh penggunaan smartphone di kalangan siswa. Begitu potensialnya AR sebagai media pembelajaran digital di era milenial, ternyata tidak diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan guru dan mengembangkan media AR. Paper ini bertujuan untuk menguraikan kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan pembuatan media pembelajaran berbasis AR untuk Guru SMK. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan di SMKN 2 Probolinggo dengan jumlah peserta sebanyak 30 guru yang terdiri dari guru SMKN 1-4 Probolinggo, SMKN 1 Bondowoso dan SMKN 5 Jember. Kegiatan pelatihan berupa seminar, workshop, pendampingan, penugasan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan dengan nilai gain score 0.564 dan masuk kategori tinggi. Abstract: The increasingly massive development of digital technology provides opportunities for teachers to optimize ICT-assisted learning. Augmented Reality (AR) is one of the potential digital technologies to be developed and applied in education. AR can be used by the teacher to explain the material in more detail and visualize it well. The implementation of AR in education is also supported by the use of smartphones among students. Once the potential of AR as a digital learning media in the millennial era, it was not balanced with the knowledge and skills of teachers and developing AR media. This paper aims to describe the training activities to improve the skills of making AR-based learning media for vocational teachers. The training activities were carried out at SMKN 2 Probolinggo with 30 participants consisting of 1-4 Probolinggo SMKN teachers, Bondowoso 1 SMKN and 5 Jember SMKN. Training activities include seminars, workshops, mentoring, assignments and evaluations. Based on the evaluation results obtained a significant increase in knowledge of participants with a gain score of 0.564 and included in the high category.
Hubungan antara kompetensi keahlian dan kesesuaian praktik kerja industri terhadap kesiapan memasuki dunia kerja Winda Cahyaning W; Tri Atmadji Sutikno; Heru Wahyu Herwanto
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 27, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.808 KB) | DOI: 10.17977/um034v27i2p93-104

Abstract

Orientasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah menyiapkan siswa untuk memasuki dunia industri. Penyiapan ini dilakukan dengan pembelajaran di sekolah maupun di dunia kerja. Pembelajaran di dunia kerja ditujukan untuk mendekatkan kompetensi siswa dengan dunia kerja sehingga siswa akan siap untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif kuantitatif yang sifatnya korelasional. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui seberapa tinggi kompetensi keahlian, kesesuaian praktik kerja industri dan kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (2) Untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara kompetensi keahlian dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (3) Untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara kesesuaian praktik kerja industri dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (4) Untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara kompetensi keahlian dan kesesuaian praktik kerja industri terhadap kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 353 siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) Terjadi hubungan yang signifikan antara kompetensi keahlian dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (2) Terjadi hubungan yang signifikan antara kesesuaian praktik kerja industri dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII program kahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (3) Terjadi hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi keahlian dan kesesuaian praktik kerja industri terhadap kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo.
Perbedaan hasil belajar dasar desain grafis dengan menerapkan model pembelajaran CBL (Challenge Based Learning) berbantuan animasi dibandingkan model pembelajaran CBL berbantuan web pada siswa kelas X di SMK Islam Batu Ahmad Lutfi Hidayatulloh; Tri Atmadji Sutikno; I Made Wirawan
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 28, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.595 KB) | DOI: 10.17977/um034v28i2p142-148

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan perberbedaan hasil belajar dasar desain grafis dengan menerapkan model pembelajaran CBL (Challenge Based Learning) berbantuan animasi dibandingkan model pembelajaran CBL berbantuan web pada siswa kelas X di SMK Islam Batu. Penelitian ini menggunakan racangan eksperimen semu dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian yaitu 22 siswa sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan penerapan model pembelajaran CBL berbantuan animasi dan 17 siswa diberi perlakuan penerapan model pembelajaran CBL berbantuan web. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan tes dalam ranah kognitif dan psikomotorik. Dalam uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil signifikansi sebesar 0,03 untuk ranah kognitif dan 0,04 untuk ranah psikomotorik. Kelas eksperimen mengalami kenaikan sebesar 51,82 di ranah kognitif dan 40,77 di ranah psikomotorik, sedangkan kelas kontrol mengalami kenaikan sebesar 41,41 di ranah kognitif dan 43,40 di ranah psikomotorik. Selisih hasil belajar untuk ranah kognitif dari kedua kelas yaitu sebesar 6,58 dan 6,46 untuk ranah psikomotorik. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dasar desain grafis dengan menerapkan model pembelajaran CBL berbantuan animasi dibandingkan model pembelajaran CBL berbantuan web.
Studi tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran pada program keahlian teknik komputer dan informatika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Batu Gisra Rahmadhita; Tri Atmadji Sutikno; I Made Wirawan
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.933 KB) | DOI: 10.17977/um034v27i1p15-29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan supervisi pembelajaran. Bentuk penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMK Kota Batu jurusan TKJ, MM, RPL dengan jumlah populasi sebesar 26 orang. Populasi pada penelitian ini adalah semua guru yang mengajar di program keahlian Teknik Komputer dan Informatika kelompok mata pelajaran produktif di SMK batu. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Dalam penelitian ini validitas konstruk dapat dilakukan dengan meminta bantuan para ahli (judment expert) yaitu Ahmad Mursyidun Nidhom, M.Pd. dan Dila Umnia Soraya, M.Pd. dengan hasil perhitungan 86% pada kriteria valid. Penelitian menemukan pelaksanaan supervisi pembelajaran terlaksana dengan baik. Pada bagian penyusunan rencana kegiatan tahunan dan pelaksanaan penilaian hasil belajar masuk kategori baik. Sedangkan untuk indikator pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan kategori sangat baik.
Efektivitas Pelatihan Digital branding Unit Produksi dan Jasa Bagi Guru SMK Wahyu Nur Hidayat; Rahajeng Kartika Sari; Tri Atmadji Sutikno; Syaad Patmanthara; Shofiyah Al Idrus; Naurah Septi Anggraini
TEKNO: Jurnal Teknologi Elektro dan Kejuruan Vol 31, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um034v31i2p167-174

Abstract

Optimalisasi Unit Produksi dan Jasa (UPJ) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu untuk dioptimalkan terutama di masa penjualan online dan transaksi digital semakin meningkat tajam. SMK Negeri 10 Malang sebagai sekolah yang telah memiliki UPJ hasil Kerjasama dengan pihak industri memiliki memiliki permasalahan terkait kegiatan pemasaran dan branding usaha. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan data bahwa penjualan produk dan jasa selama pandemi mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan sarana promosi usaha. Salah satu solusinya adalah pelatihan digital branding yang dipadukan dengan upaya komersialisasi produk dan jasa melalui sistem informasi teaching factory UPJ MSKN 10 Malang. Tujuan penlitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan digital branding yang dilaksanakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan dua kegiatan evaluasi yaitu evaluasi tes dan evaluasi non tes. Subjek penelitian adalah guru SMKN 10 Malang sejumlah 22 orang yang mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan pelatihan. Evaluasi tes ditujukan untuk mengetahui hasil pemahaman dan keterampilan digital branding. Instrumen penelitian tes sejumlah 20 soal sedangkan instrumen non tes terdiri dari 31 butir pernyataan yang keseluruhannya telah dilakukan validasi isi. Evaluasi tes dilakukan dengan menggunakan formula N-Gain score yang menghasilkan nilai 0,36 dan masuk dalam kriteria sedang. Hasil evaluasi non tes yang ditujukan untuk mengetahui kualitas keterlaksanaan kegiatan pelatihan mendapatkan hasil pada aspek kualitas pemateri, metode pelatihan, fasilitas pelatihan dan persepsi peningkatan pemahaman peserta dengan kategori sangat tinggi dengan nilai rerata 96,34%. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan berjalan efektif sesuai dengan tujuan dan harapan.
The Role of Vocational Education in Indonesia's Economic Development Muhammad Aris Ichwanto; Wahyu Nur Hidayat; Tri Atmadji Sutikno; Martha Devi Indraswari; Khoirudin Asfani
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 43, No 2: September 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v43i22020p130-134

Abstract

Education, including vocational education, has an essential role in the development of complete human beings and the development of the Indonesian people as a whole. Human development must be done intact, which includes the development of thinking power, emotional intelligence, physical power, and mastery of science, technology, art and sport. Besides, human development is also expected to produce human capable of and able to play an active role in building the entire Indonesian society. The success or failure of the role of vocational education can be measured from the balance of these two objectives; there is the development of the whole person and the development of the entire Indonesian society. More specifically, the purpose of vocational education includes four main dimensions: Developing basic human qualities that include the quality of thinking power, emotional intelligence, physical power, to develop the instrumental quality/functional quality, namely the mastery of science, technology, art, and sport, strengthening identity as the nation of Indonesia, and maintaining the survival and development of the world. The following outlined the dimensions of the purpose of vocational education.
Pelatihan Pengembangan Mobile Game Edukasi untuk Guru SMK Bidang Teknologi Komputer dan Informatika Kota Malang Wahyu Nur Hidayat; Syaad Patmanthara; Asih Setiani; Tri Atmadji Sutikno; Eddy Sutadji
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p31-36

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menguraikan kegiatan peningkatan keterampilan guru SMK bidang TKI untuk mengembangkan mobile game edukasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan di SMKN 2 Singosari dengan jumlah peserta sebanyak 30 guru SMK se Kota Malang. Pelatihan dilakukan dengan metode IN-ON-IN yang dimulai dengan kegiatan seminar terkait disruptive learning innovation dan workshop pengembangan game edukasi. Kegiatan ON merupakan penugasan pengembangan game dan di akhir kegiatan IN adalah evaluasi tugas dan kegiatan pelatihan. Berdasarkan hasil penilaian angket didapatkan bahwa 85 persen guru telah memahami karakteristik macam-macam game dan sebanyak 80 persen guru telah dapat mengembangkan mobile game edukasi. Kata kunci— pelatihan, media pembelajaran, game edukasi, guru SMK. AbstractThe purpose of this article is to outline the activities of vocational teacher skills improvement in the field of TKI to develop educational mobile games. The implementation of training activities was carried out at SMKN 2 Singosari with a total of 30 SMK teachers in Malang. The training was conducted using the IN-ON-IN method which began with seminars related to disruptive learning innovation and educational game development workshops. The ON activity is an assignment for game development and at the end of the IN activity is the evaluation of the tasks and training activities. Based on the results of the questionnaire assessment, it was found that 85 percent of teachers had understood the characteristics of various games and as many as 80 percent of teachers had been able to develop educational mobile games.Keywords— training, learning media, game education, vocational teacher
PENGARUH PERSEPSI TENTANG SERTIFIKASI GURU, STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU SMKN Tri Atmadji Sutikno
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.767 KB) | DOI: 10.21831/cp.v5i1.1268

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi tentang sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja, terhadap produktivitas kerja. Populasi penelitian adalah guru-guru SMKN Malang Raya sedangkan sampel (278 guru) diambil secara acak. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi tentang sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja dalam kategori tinggi, dan produktivitas kerja guru dalam kategori sedang; (2) ada hubungan antara (a) persepsi tentang sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik dengan motivasi kerja, (b) strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja dengan produktivitas, (3) tidak ada hubungan antara persepsi tentang sertifikasi guru dengan produktivitas kerja.Kata Kunci: sertifikasi guru, strategi penyelesaian konflik, motivasi kerja, produktivitas kerjaTHE INFLUENCE OF PERCEPTION ON TEACHER CERTIFICATION, CONFLICT RESOLUTION STRATEGIES, AND WORK MOTIVATION ON WORK PRODUCTIVITY OF SMKN TEACHERS IN MALANGAbstract: This study was aimed to investigate the influence of perception on teacher certification, conflict resolution strategies, and work motivation on work productivity. The population was SMK teachers in Malang and the sample (278 teachers) was taken randomly. The data were analyzed using descriptive and correlational analyses. The findings showed: (1) perception about teacher certification, conflict resolution strategies, work motivation belonged to the high category while the work productivity belonged to the fair category, (2) there are relationships between (a) perception about teacher certification, conflict resolution strategies and work motivation, (b) conflict resolution strategies, work motivation and work productivity, (3) there is no relationship between perception about teacher certification and work productivity.Keywords: teacher certification, conflict resolution strategies, work motivation, and work productivity
KONSTRIBUSI PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN, PENGALAMAN PRAKERIN, DAN KREATIVITAS TERHADAP KESIAPAN BERWIRAUSAHA Lia Nur Enis Ratna Wijayanti; Tri Atmadji Sutikno; Sukarnati Sukarnati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.7, Juli 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.663 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i7.6565

Abstract

Purpose of this research was to determine the contribution of entrepreneurial knowledge, experience of industry practices, and creativity towards entrepreneurship readiness of vocational students computer engineering and network in Nganjuk. The design of the study using a quantitative approach. The samples used are as many as 200 students. Data were collected by questionnaires. Data analysis included descriptive prerequisite test, and regression analysis. The results showed: (1) the contribution of entrepreneurial knowledge on the readiness of entrepreneurship 50.1%; (2) The contribution of industry experience working practices to the readiness of entrepreneurship 47.7%; (3) contribution to the readiness of entrepreneurial creativity of 49.7%; and (4) the contribution of entrepreneurial knowledge, experience prakerin, and creativity to simultaneously towards entrepreneurship readiness of 61.5%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstribusi pengetahuan kewirausahaan, pengalaman prakerin, dan kreativitas terhdap kesiapan berwirausaha siswa SMK TKJ di Kabupaten Nganjuk. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 200 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen angket. Analisis data  terdiri dari deskriptif, uji prasyarat, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) konstribusi pengetahuan kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 50,1%; (2) konstribusi pengalaman prakerin terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 47,7%; (3) konstribusi kreativitas terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 49,7%; dan (4) konstribusi pengetahuan kewirausahaan, pengalaman prakerin, dan kreativitas terhadap secara simultan terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 61,5%.