Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TERIGU TERHADAP MUTU BAKSO JAMUR TIRAM PUTIH Mohamad Yogi Hertanto; Aisyah Larasati; Issutarti Issutarti
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 41, No 2: September 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v41i22018p164

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kandungan proksimat dan sifat organoleptik bakso jamur tiram. Penelitian eksperimen ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Data kandungan proksimat dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan proksimat bakso jamur tiram dengan penambahan tepung terigu meliputi protein, lemak, air, abu, serat kasar, dan serat kasar secara berurutan untuk perlakuan 1% yaitu 11,64%, 4,03%, 46,73%, 5,31%, 1,55% dan 28,51%, untuk perlakuan 2% yaitu 12,53%, 3,29%, 48,75%, 5,59%, 1,86%, dan 29,84% dan untuk perlakuan 3% yaitu 13,18%, 2,86%, 49,79%, 5,66%, 2,20% dan 32,28%. Penambahan tepung berpengaruh terhadap tekstur dan rasa. Hasil skor tekstur 4,33 (cukup kenyal) dan skor rasa 4,17 (cukup sedap). Penambahan tepung terigu berpengaruh terhadap tekstur, dengan hasil skor 4,16 (agak suka). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar abu bakso jamur tiram masih belum memenuhi syarat SNI bakso 2014.
PENGARUH RASIO TEPUNG PISANG RAJA NANGKA (Musa paradica) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR Ovi Nur Fita Sari; Mazarina Devi; Issutarti Issutarti
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 41, No 2: September 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v41i22018p154

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis sifat kimia (protein, kalsium, zat besi) dan sifat organoleptik yang terdiri dari mutu hedonik (tekstur, aroma, rasa) serta hedonik rasa snack bar dengan rasio tepung kacang merah dan tepung pisang raja nangka 70:30%, 60:40%, dan 50:50%. Penelitian ini adalah jenis penelitian eks-perimen menggunakan RAL, dengan perlakuan rasio tepung pisang raja nangka dan tepung kacang merah yang berbeda. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil analisis sifat kimia, mutu hedonik, dan hedonik rasa snack bar menunjukkan bahwa berbeda nyata pada setiap perlakuan. Snack bar rasio tepung pisang raja nangka dan tepung kacang merah 50:50% menghasilkan kadar protein, kalsium, dan zat besi ter-tinggi. Mutu hedonik tekstur dengan rerata ranking tertinggi pada rasio 50:50% menghasilkan snack bar dengan kategori paling tidak keras. Mutu hedonik aroma dan rasa dengan rerata ranking tertinggi pada snack bar rasio 70:30% yang menghasilkan kategori paling tidak beraroma langu tidak terasa kacang merah.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK PAPA SULE (PUDING PANNA COTTA SUSU KEDELAI) DENGAN METODE IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS Vitmaya Khaznahar; Aisyah Larasati; Issutarti Issutarti
PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia Vol 1 No 1 (2018): PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia
Publisher : Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia (Perwira Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.714 KB)

Abstract

This article aims to analyze the consumer preferences on Papa Sule (Puding Panna Cotta Susu Kedelai) as a new product in order to optimize the product competitiveness with Importance-Performance Analysis. This research is qualitative-descriptive research that use enclosed questionnaire for data collected method. The results of the Importance-Performance Analysis shows that the main priority for improved performance is texture pudding in the mouth (number 2) and the completeness of the information on the label of packaging (number 10). The indicators that should be maintained because consumer consider it was important on the Papa Sule are product’s taste (number 1), the product is easily swallowed up (number 3), the level of robustness of the product (number 4), the overall scent which is not unpleasant (number 6), and the suitability of the packaging with the product size (number 8). Indicator of vanilla aroma on product (number 5) and packaging not dewy (number 9) can be improved performance but wasn’t the main priority. The last indicator which is the color of the product (number 7) can be ignored by its performance because consumer thought it less important for decisions in buying Papa Sule.