Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ISOLASI FLAVONOID DAN UJI BIO AKTIVITAS DARI TERUNG PIRUS (Cyphomandra betacea (Cav.) Sendtn) ellizar, Ellizar; Maaruf, Yustini
Sainstek Vol 12, No 1 (2009): Vol. XII No. 1, September 2009
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.406 KB)

Abstract

This research was a flavonoid isolation to determine the characteristics and the bioactivities of  the Cyphomandra betacea (Cav) Sendtn. Flavonoid was known as a compound which contribute to physiological and pharmacological values to human. The compound was found in angiospermae, gymnospermae, and pteridopita. The flavonoid was also presumed can be used as a dyer and to protect human as medicines. The method of isolation by using maceration with methanol, then was  fractionated by using n-hexane and ethyl acetate. Ethyl acetate fraction seperated column chromatography by silica-gel 60, treated n-hexane: ethyl acetate and ethyl acetate: methanol as eluen. The purity of fraction was identified by KLT and the melting point. Pure flavonoid (58.1 mg) as white yellow needle crystal obtained has the interval range melting point as much 168. 4 to 169.90C. The bioactivity test of the flavonoid shows that the flavonoid  function as  antibacteria, but not function as antifungy. The flavonoid was assumed as O-glycoside flavon with OH at C-5, C-3’, C-4’ and prenil at  C-6. Key words:     flavonoid, dye, isolation, bioactivity & antibakteria
PENGEMBANGAN PAKET PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Ellizar, Ellizar
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.269 KB)

Abstract

Berdasarkan penelitian terdahulu, pemahaman siswa dalam pembelajaran konsep kimia masih kurang optimal. Selanjutnya, sebuah penelitian lanjutan Research& Development (R&D) dalam bentuk pengembangan paket pembelajaran dengan pendekatan Konstruktivisme untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah dilakukan. Model ini dikembangkan melalui penelitian lanjutan mengikuti langkah ADDIE (Branch, 2009)  dimulai dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Tahap Analysis dilakukandenganmengidentifikasi proses pembelajaran Kimia SMP. Pada tahap design dikembangkan modul untuk pembelajaran kimia di SMP dan model pembelajaran menggunakan modul. Model ini dikembangkan dengan mengkombinasikan Constructivist Learning Cycle oleh Johnston (2001) dan pembelajaran dengan modul. Sintak pembelajaran model yang dikembangkan adalah apersepsi, mengerjakan Lembaran Kegiatan, analisis miskonsepsi, menjelaskan miskonsepsi, mengerjakan Lembaran kerja, melakukan Uji Diri dan Tes formatif. Pada tahap develop dilakukan uji coba modul dengan model pembelajaran yang dikembangkan. Berdasarkan masukan dilakukan revisi. Tahap implementasi dilaksanakan untuk dua materi, yaitu kelas VII pada materi asam, basa dan garam dan kelas VIII untuk materi zat adiktif dan psikotropika. Pada tahap evaluasi hasil tahap implementasi menunjukkan bahwa hasil t-hitung > t tabel untuk ke dua materi yang dieksperimenkan. Dari temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran konstruktivisme dengan menggunakan modul lebih efektif digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci : Kimia; model pembelajaran, modul; constructivism.
Validitas dan Praktikalitas Modul Laju Reaksi Terintegrasi Eksperimen dan Keterampilan Proses Sains untuk Pembelajaran Kimia di SMA Andromeda, Andromeda; Ellizar, Ellizar; Iryani, Iryani; Bayharti, Bayharti; Yulmasari, Yofita
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 2 No 2 (2018): JEP: Jurnal Eksakta Pendidikan
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.025 KB) | DOI: 10.24036/jep/vol2-iss2/250

Abstract

Modules are one of the learning materials that can be used in the learning process. Modules compiled based on guided inquiry learning syntax and integrating experimental activities that will be able to improve students science process skills. This study aimed to produce a reaction rate module based on guided inquiry integrated experiments and valid student science process skills and practical use in senior high school  chemistry learning. The type of this research was research and development (R & D) and the development model used was the 4-D model which consists of four stages: (1) define, (2) design, (3) development, (4) desseminate. This research was limited to the validity and practicality test. The validity test was carried out by 5 experts and limited trials to reveal the practicality done at SMAN 1 Lubuk Basung. The research instrument used was in the form of a validity and practicality questionnaire which was analyzed using kappa moment (k) Data analysis showed that the average moment of kappa validity was 0.84 with a very high validity category. The average practical kappa moments from teachers and students were respectively 0.83 and 0.85 with a very high practicality category. These results were also supported by the analysis of students answers in answering critical questions, exercises, prelab questions, postlab questions, and worksheets in modules, with an average value of 90.2. Based on the results of the study it can be concluded that the guided inquiry integrates experiments and science process skills on based reaction rate topic are valid and practical used for chemistry learning in senior high school.
The Utilization of Virtual Laboratory in Learning: A Meta-Analysis Zaturrahmi Zaturrahmi; Festiyed Festiyed; Ellizar Ellizar
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol 3, No 2 (2020): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.665 KB) | DOI: 10.24042/ijsme.v3i2.6474

Abstract

This study aimed to analyze the use of technology in the form of virtual laboratories in learning, including: (1) problems that cause the use of virtual laboratories in learning, (2) variables that are influenced by the use of virtual laboratories in learning, and (3) Scientific fields that utilize virtual laboratories in learning. The research method used was a meta-analysis with a sample of 30 international journal articles. Data collection was done by collecting similar scientific articles related to virtual laboratories and then analyzing them. The results of this meta-analysis study indicate that the main problem that causes the use of virtual laboratories in learning is the low understanding of students' concepts of learning topics. Furthermore, the variable most affected by the use of virtual laboratories is student achievement. Finally, the scientific field that most often utilizes virtual laboratories in learning is Physics.
Pengembangan Modul Konsep Mol Berbasis Pendekatan Saintifik dengan Pertanyaan Probing dan Prompting Kelas X SMA/MA Yona, Putri; Ellizar, Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Pre-print Vol 2, No 2, 2021
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/epk.v0i0.138

Abstract

Modul kimia berbasis metode ilmiah berdasarkan pertanyaan probing dan prompting dirancang sedemikian rupa sehingga meningkatkan motivasi siswa sehingga terciptanya suasana belajar yang aktif, dengan cara ini dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep yang harus dikuasai dalam materi knsep mol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk dalam bentuk modul berdasarkan metode penerapan teknik probing-prompting pada materi konsep mol dan mengungkap tingkat validitas dan kepraktikalitas modul yang dibuat. Jenis jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R D) dengan mengguankan model plomp dan meliputi tiga tahap yaitu thap penelitian awal, tahap pembntukan konsep, tahap penilaian. Dalam penelitian ini, uji validitas modul dilakukan oleh 5 validator, yaitu 2 dosen kimia dan 3 guru kimia. Uji kepraktisan dilakukan oleh tiga orang guru kimia dan 18 orsng siswa kimia SMA Negeri 2 Batusangkar. Teknik analisa data pada validitas menggunakan skala Aiken’s V sebesar 0,83 dan teknik analisa data pada praktikalitas menggunakan statistic descriptive diperoleh nilai sebesar 0,88 Modul yang dihasilkan didasarkan pada metode iliah yang dilengkapi denan pertanyaa probing-prompting modul yang dihasilkan didasarkan pada metode ilmiah yang dilengkapi dengan pertanyaan probing-prompting,sehingga dapat disimpulkan praktis dan valid.
Pengembangan Modul Senyawa Hidrokarbon Berbasis Pendekatan Saintifik Dengan Pertanyaan Probing Promting Untuk Siswa Kelas XI SMA/MA Firdaus, Amalia; Ellizar, Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/epk.v2i1.133

Abstract

Variasi bahan ajar yang bisa membuat peserta didik aktif salah satunya ialah modul kimia berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing promting. Maksud dari riset ini ialah untuk mengembangkan modul senyawa hidrokarbon berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing promting serta melakukan uji validitas dan praktikalitas produk yang dihasilkan. Jenis reserch ini ialah reserch and development (R D) menggunakan model pengembangan plomp. Model pengembangan plomp memiliki 3 tahap yaitu tahap penelitian awal (preliminary reserch), tahap pengembangan (prototype phase) dan tahap penilaian (assesment phase). Validasi dilakukan oleh 5 orang validator dan uji small group oleh 6 orang peserta didik serta dilakukan uji lapangan terhadap 13 orang peserta didik di sman 1 pasaman. Instrumen penelitian ini menggunakan angket yang terdiri dari angket validitas dan angket praktikalitas, teknik pengumpulan data melalui pengisian angket. Data angket validasi di analisis menggunakan formula aikens’v dengan nilai rata-rata v sebesar 0,83 dengan kategori valid. Uji praktikalitas di analisis menggunakan formula statistik deskriptif dengan nilai praktikalitas pada kelompok kecil diperoleh hasil 88% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji praktikalitas pada uji lapangan pada angket respon tenaga pendidikialah 88% serta angket respon siswaialah 90% dengan kategori sangat praktis.