Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam Pendidikan Jasmani Pinton Setya Mustafa; Ndaru Kukuh Masgumelar
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 8 No. 1 (2022): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v8i1.1093

Abstract

Penilaian adalah pengumpulan informasi dari hasil belajar peserta didik. Secara umum penilaian hasil belajar dibagi menjadi tiga aspek, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Instrumen penilaian yang digunakan guru sangat beragam sesuai kondisi lapangan yang dirasakan oleh guru tersebut. Tujuan dari artikel ini adalah membahas tentang pengembangan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan, dengan analisis data melalui pendekatan kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penilaian sikap adalah nilai dari budi pekerti peserta didik baik secara individu maupun sosial selama mengikuti pelajaran di sekolah. Penilaian Pengetahuan merupakan hasil nilai kompetensi peserta didik dalam menggunakan akal pikiran mereka dalam menyerap materi yang diajarkan oleh guru. Penilaian keterampilan didefinisikan nilai yang diperoleh dari unjuk kerja, baik berbasis proses maupun produk, dalam pendidikan jasmani biasanya hasil kemampuan gerakan olahraga. Dalam mengembangkan instrumen penilaian dalam pembelajaran, syarat utamanya minimal adalah valid, reliabel, dan objektif. Dengan instrumen yang baik, maka nilai yang diperoleh peserta didik mencerminkan kemampuan mereka yang sesungguhnya, sehingga mudah untuk memberikan tindak lanjut maupun umpan baik setelah pembelajaran.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR PENGAJARAN REMEDIAL DALAM PENDIDIKAN JASMANI UNTUK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Pinton Setya Mustafa; M.E. Winarno
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 19, No 1 (2020): June
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8496.696 KB) | DOI: 10.20527/multilateral.v19i1.7629

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk berupa buku ajar mata kuliah pengajaran remedial dalam pendidikan jasmani untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM). Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan model konseptual yang diadaptasi dari Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE). Instrumen yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan penyebaran angket. Adapun analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari evaluasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 89,84% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil sebesar 89,53% (sangat valid), dan hasil uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 88,60% (sangat valid). Produk buku ajar mata kuliah pengajaran remedial dalam pendidikan jasmani ini terdiri dari 9 Bab dan disertai contoh. Buku ajar ini valid dan praktis digunakan dalam perkuliahan pengajaran remedial dalam pendidikan jasmani.
Kurikulum Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Indonesia Abad 21 Pinton Setya Mustafa
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 4 No 3 (2020): Volume 4, Nomor 3, Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.336 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v4i3.248

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang kurikulum pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di Indonesia abad 21. Kurikulum merupakan rancangan berupa isi untuk mewujudkan tujuan pendidikan. PJOK bagian dari integral pendidikan secara keseluruhan yang menjadi peran dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Jadi kurikulum pendidikan jasmani disusun agar menghasilkan manusia yang memiliki kesehatan dan keterampilan yang baik dalam tantangan global di abad 21. Selain itu juga diperlukan guru PJOK yang profesional untuk memahami dan mengimplementasikan kurikulum PJOK
KURIKULUM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI INDONESIA ABAD 21 Mustafa, Pinton Setya; Dwiyogo, Wasis Djoko
Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (JARTIKA) Vol 3 No 2 (2020): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Rekarta Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.315 KB) | DOI: 10.36765/jartika.v3i2.268

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang kurikulum pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di Indonesia abad 21. Kurikulum merupakan rancangan berupa isi untuk mewujudkan tujuan pendidikan. PJOK bagian dari integral pendidikan secara keseluruhan yang menjadi peran dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Kurikulum di Indonesia selalu mengalami perubahan karena menyesuaikan perkembangan zaman yang terus dinamis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dalam PJOK isi kurikulum tidak hanya tentang keterampilan gerak dan kesehatan jasmani saja, namun peserta didik dituntut untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan mampu berkolaborasi, Perubahan yang paling menonjol dalam kurikulum pendidikan jasmani abad 21 itu yaitu dalam pembelajaran jasmani tidak hanya melibatkan perlengkapan olahraga saja, namun sumber belajar yang berasal dari kemasan teknologi modern perlu diberikan. Jadi kurikulum pendidikan jasmani disusun agar menghasilkan manusia yang memiliki kesehatan dan keterampilan yang baik dalam tantangan global di abad 21. Selain itu juga diperlukan guru PJOK yang profesional untuk memahami dan mengimplementasikan kurikulum PJOK. The purpose of this article discusses the curriculum of physical education, sports, and health (PESH) in 21st century Indonesia. The curriculum is a design in the form of content to realize educational goals. PESH is an integral part of overall education which plays a role in producing superior human resources. The curriculum in Indonesia is always changing because it adapts to the development of a dynamic era. The results of this study indicate that in PESH the curriculum content is not only about physical skills and physical health, but students are required to be able to think critically, creatively, and be able to collaborate, the most prominent changes in the 21st century physical education curriculum that is not in physical learning only involves sports equipment, but learning resources derived from the packaging of modern technology need to be provided. So the physical education curriculum is structured to produce people who have good health and skills in the global challenges of the 21st century. In addition, professional PESH teachers are needed to understand and implement the PESH curriculum.
Penerapan Teori Belajar Konstruktivisme melalui Model PAKEM dalam Permainan Bolavoli pada Sekolah Menengah Pertama Pinton Setya Mustafa; Roesdiyanto Roesdiyanto
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6255

Abstract

The purpose of this article is to provide information about learning that adheres to the theory of constructivism through the active, creative, effective, and fun learning model (PAKEM) in volleyball game material in grade VII Junior High School. Constructivism learning theory provides opportunities for students to build their own conceptual knowledge through teacher facilitation. Physical education, sports, and health (PESH) learning activities involve moving activities to achieve competence. The volleyball game is one of the materials used in learning PESH movements. The principle of learning PESH is to involve students to be active and enjoy when doing physical activities. The PAKEM model is an alternative that can be used in volleyball learning for seventh grade students of junior high school. The PAKEM model helps students build their own knowledge through the variety of lessons the teacher provides. In conclusion with the PAKEM model students can be active, creative, effective, and happy while learning volleyball in PESH is presented. Teachers need to innovate continuously to design learning models that are appropriate to the characteristics of students.Keywords:constructivism learning theory, PAKEM, physical education, volleyball  AbstrakTujuan dari artikel ini adalah memberikan informasi tentang pembelajaran yang menganut teori konstruktivisme melalui model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dalam materi permainan bolavoli pada kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Teori belajar konstruktivisme memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun sendiri pengetahuan konseptual melalui fasilitasi guru. Aktivitas pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) pelaksanaan melibatkan kegiatan bergerak untuk mencapai kompetensi. Permainan bolavoli merupakan salah satu materi yang menjadi dalam pembelajaran gerak PJOK. Prinsip pembelajaran PJOK adalah melibatkan siswa untuk aktif dan senang ketika aktivitas melakukan fisik. Model PAKEM merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran bolavoli pada siswa kelas VII SMP. Model PAKEM membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui variasi pembelajaran yang disajikan oleh guru. Kesimpulannya dengan model PAKEM siswa dapat aktif, kreatif, efektif, dan senang selama pembelajaran bolavoli dalam PJOK disajikan. Guru perlu melakukan inovasi secara berlanjut untuk merancang model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.Kata kunci:teoribelajar konstruktivisme, PAKEM, pendidikan jasmani, permainan bolavoli
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN SERVICE ATAS UNTUK PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMK NEGERI 4 MALANG Pinton Setya Mustafa; M. E. Winarno; Asim Asim
Jurnal Pendidikan Jasmani Vol 26, No 1: April
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.608 KB) | DOI: 10.17977/pj.v26i1.7740

Abstract

Abstract: In the game of volleyball it is necessary to start the service techniques. Overhand service is one type of service with the technique of hitting the ball with one hand and impact the ball with your hands over the front of the head. Based on observations made on extracurricular volleyball at SMK Negeri 4 Malang, namely: the process of training service on only done with the drill in the service area. This research aims to develop a variety of training service on volleyball. Research and development using procedural models of Borg and Gall were modified to 7 steps. Product development services on a variety of exercises is valid and practical to use for participants extracurricular volleyball at SMK Negeri 4 Malang. Product development consists of nine product specifications.Keywords: variations in training, overhand service, extracurricular volleyball.Abstrak: Dalam memulai permainan bolavoli diperlukan teknik service. Service atas adalah salah satu jenis service dengan teknik memukul bola dengan satu tangan dan perkenaan bola dengan tangan berada di atas depan kepala. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada ekstrakurikuler bolavoli di SMK Negeri 4 Malang, yaitu: proses latihan service atas hanya dilakukan dengan drill di area service. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan variasi latihan service atas bolavoli. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model prosedural dari Borg and Gall yang dimodifikasi  menjadi 7 langkah. Produk pengembangan variasi latihan service atas ini valid dan praktis digunakan untuk peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMK Negeri 4 Malang. Produk pengembangan ini terdiri dari 9 spesifikasi produk.Kata kunci: variasi latihan, service atas, ekstrakurikuler bolavoli.
IMPLEMENTATION OF BEHAVIORISM THEORY-BASED TRAINING LEARNING MODEL IN PHYSICAL EDUCATION IN CLASS VII JUNIOR HIGH SCHOOL FOOTBALL GAME MATERIALS Mustafa, Pinton Setya
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 13, No 1 (2021): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v13i1.18131

Abstract

This article aims to provide information about learning based on behaviorism learning theory through a drill learning model in football game material in grade VII Junior High School. Behaviorism learning theory, which has the principle of providing a stimulus that results in a response. The stimulus is given by the teacher in the form of material that needs to be done by students, resulting in students responding by doing assignments from the material. Physical education, sports, and health (PESH) learning activities involve moving activities to achieve competence. The game of football is one of the materials used in learning PESH movements. The principle of learning PESH is to involve students to move happily. The drill learning model is an alternative that can be used in soccer learning for seventh-grade students of junior high school. The exercise learning model is repeating movements in sports techniques that have been compiled by the teacher. In conclusion, with a variety of exercise learning models, students can learn PESH material to achieve better and more active sports movements and feel happy. Teachers need to innovate continuously to design learning models that are following the characteristics of students.
Upaya Mempromosikan Aktivitas Fisik dan Pendidikan Jasmani via Sosio-Ekologi Ardiyanto, Dedi; Mustafa, Pinton Setya
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Nomor 2, April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.443 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v5i2.331

Abstract

Model sosio-ekologi sangat penting untuk memeriksa tingkat multipel faktor yang mungkin menjadi penentu aktivitas fisik dan pendidikan jasmani. Model sosio-ekologi berfokus pada hubungan timbal balik antara individu dan sosial, lingkungan fisik dan kebijakan. Mempromosikan pendidikan jasmani dan aktivitas fisik melalui sosio-ekologi menjadi sangat penting karena dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan lingkungan. Sehingga jika kegiatan promosi dilakukan melalui rancangan lingkungan fisik di sekitar maka akan lebih mudah tersampaikan. Dalam pendekatan sosio-ekologi di bidang pendidikan dan pembelajaran memberikan peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara optimal. Diharapkan dengan adanya model sosial-ekologi dapat menjadikan individu terutama anak-anak lebih efektif dalam melakukan aktivitas fisik maupun dalam pendidikan jasmani disekolah. Supaya tingkat kesehatan anak-anak terjaga dengan baik.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMK NEGERI 4 MALANG Mustafa, Pinton Setya; Winarno, Mashuri Eko
JURNAL PENJAKORA Vol 7, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan pendekatan saintifik dalam aktivitas belajar pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) pada kurikulum 2013 di SMK Negeri 4 Malang yang meliputi aspek: perencanaan, proses pembelajaran, dan penilaian. Model penelitian evaluasi yang digunakan adalah kesenjangan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dan instrumen yang digunakan meliputi: dokumentasi, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan pada aspek perencanaan pembelajaran tergolong sangat baik, sedangkan pada aspek proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar masih dalam kategori baik. Berdasarkan hasil secara keseluruhan mengenai penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran PJOK termasuk kriteria baik. Secara umum saran yang diberikan yaitu hendaknya perencanaan yang telah disusun perlu diselaraskan dengan pelaksanaan selama kegiatan belajar mengajar dan penilaian.
Problematika Rancangan Penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam Kurikulum 2013 pada Kelas XI SMA Pinton Setya Mustafa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.251 KB) | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.947

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang rancangan penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam Kurikulum 2013 pada kelas XI SMA. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari integral pendidikan dengan melalui aktivitas fisik untuk mencapai hasilnya. Tujuan pendidikan jasmani meliputi: afektif, kognitif, dan psikomotor. Hasil dari pembelajaran PJOK akan dilaporkan dalam bentuk nilai yang terdapat pada kompetensi yang ingin dicapai. Kompetensi mata pelajaran PJOK di Indonesia telah diatur dalam kurikulum 2013 yang mengacu dalam kompetensi inti (KI) kemudian dijabarkan dalam kompetensi dasar (KD). Kompetensi dasar yang dipelajari peserta didik didokumentasikan dengan rancangan penilaian yang dibuat oleh pendidik. Rancangan penilaian hasil belajar pada PJOK harus memenuhi kriteria: valid, reliabel, objektif, dan praktis. Rekomendasi yang diberikan agar implementasi penilaian PJOK pada kurikulum 2013 antara lain: diadakan pelatihan, mengembangkan instrumen sendiri, dan mengadopsi hasil dari penelitian.