Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG PELEPAH SAWIT UNTUK PAKAN TERNAK Desmarita Leni; Zulbahri Bahar; Veny Selviyanty
Jurnal Teknik Mesin Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The design of the palm frond chopper machine for animal feed is a vocational application. The purpose of making palm frond chopper machines for animal feed is to help the community open a business field, especially the development of livestock production who grow oil palm. It is an expected that the palm frond chopper machine can help the community to improve economic output. This machine has dimensions of 600 mm x 500 mm where the working principle of the machine is to cut using a blade to accelerate the cutting process. Blade rotation is a obtained by using 3 HP motor and using pulley 5 inch as a tool to rotate the knife plate.
OPTIMASI PERAWATAN SUMP PIT PUMP P-1205 D UNTUK REPROCESSING CRUDE OIL Veny Selviyanty; Sir Anderson
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Research Center University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v1i2.229

Abstract

To improve the performance of the pump needs maintenance, system Maintenance is a process carried out to maintain reliability, availability and the ability to maintain equipment or machinery. An effective and efficient maintenance program will support increased production system productivity. But often maintenance programs ignore the actual needs of equipment or machines. To obtain an effective and efficient maintenance program and in accordance with machine requirements, a maintenance center based on reliability, Maintenance Center (RCM) is a risk-based systematic analysis to create an accurate, focused and optimal maintenance method with the aim of achieving optimal reliability. from assets. RCM studies have been carried out on rotary machines, especially pumps, in the oil and gas processing industry. The study was conducted by following the seven steps of RCM, including the determination of the scope of study, Failure Mode and Effect Analysis, Logic Tree Analysis and determination of maintenance strategies. Risk analysis based on the risk matrix is arranged through the consensus of all stakeholders. The risk matrix covers occurrences, detection, and the level of risk (severity) in the economic (economy) aspects of health and safety (health & safety), environment (environment). Furthermore, Risk Priority is calculated based on this risk matrix. Number (RPN). Based on the values of RPN and Logic Tree Analysis, a maintenance strategy was prepared for each type of failure mode. This study has also succeeded in establishing a better maintenance strategy for Sump Pit pumps which is then used as the basis for the preparation of a new maintenance program.
PENERAPAN METODA OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) UNTUK MEMPERPANJANG UMUR PAKAI MESIN PENGERING MIE INSTANT Veny Selviyanty
Sainstek (e-Journal) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Productive Maintenance (TPM) adalah suatu prinsip manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Menurut Moubray J, dkk. (1997), Maintenance atau pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya. Menurut Much. Djunaididkk (2013) Total Productive Maintenance(TPM) merupakan pencapaian efisiensi pemeliharaan mandiri melalui satu sistem yang lengkap berdasarkan keikutsertaan seluruh karyawan.Tidak tepatnya penanganan dan pemeliharaan mesin akan mengakibatkan kerugian – kerugian dalam kategori Six big losses.Tahap pertama dalam usaha peningkatan efisiensi produksi pada perusahaan ini adalah dengan melakukan pengukuran efektifitas mesin dryer twind dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveess (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE Six big losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada ke enam factor Six big losses. Dari ke enam factor tersebut selanjutnya di cari factor yang memberikan kontribusi terbesar yang mengakibatkan besarnya efisiensi pada mesin dryer twind .dengan diagram sebab akibat dapat di analisa masalah sebenarnya yang menjadi penyebab utama tingginya kerugian yang mengakibatkan rendahnya effisiensi mesin dryer twind. Kesimpulan yang dapat diambil pada mesin dryer twind bahwa nilai OEE untuk periode Februari 2014 – Januari 2015 berkisar antara 77,15% sampai 82,72% kondisi ini menunjukan bahwa kemampuan mesin dryer twind dalam mencapai target dan dalam pencapaian efffectivitas penggunaan mesin/ peralatan belum mencapai kondisi yang ideal (?85%)
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS UNTUK MEMPERPANJANG UMUR PAKAI CRANE TEREX RT – 775 ( Study kasus di PT. PEC – TECH SERVICE INDONESIA Pgkl. Kerinci ) Veny Selviyanty
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PEC – TECH Service Indonesia merupakan perusahaan yang memberikan beragam jasa logistic dan supply chainuntuk grup dan juga melayani klien external (untuk operasional Crane), dan itu tidak terlepas dari masalah yangberhubungan dengan efektivitas peralatan mesin yang di akibatkan oleh six big losses. Hal ini dapat terlihat denganfrekuensi kerusakan yang terjadi pada peralatan mesin, karena kerusakan tersebut target tidak tercapai. TotalProductive Maintenance (TPM) merupakan suatu sistem pemeliharaan dan perbaikan. Penelitian ini melakukanpengamatan secara langsung mengenai system perawatan mesin, memberikan usulan perbaikan terhadap sistemperawatan dengan menerapkan sistem pencegahan menggunakan metode TPM yang terdiri dari variabel totalefektifitas, dan menghitung serta menganalisanya. Hal ini ditunjukkan oleh masih besarnya laju kerusakan mesin,tingginya jam henti mesin, dan rendahnya nilai-nilai efektifitas (efektifitas ketersediaan mesin (AV), efektifitasproduksi (PE), efektifitas tingkat kualitas (RQ), dan efektifitas keseluruhan mesin dan peralatan). Diharapkan denganpenggunaan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) ini umur pakai mesin dapat diperpanjang sehingga kerugiannyata vs kerugian terselubung akibat six big losses dapat diminimalisirkan dan perusahaan dapat meningkatkanmutu pelayanannya seperti penambahan peralatan