Hadi Endrawati
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Densitas dan Kandungan Total Lipid Mikroalga Spirulina platensis Yang Dikultur pada Tingkatan Perbedaan Fotoperiod Manullang, Cristiana; Widianingsih, Widianingsih; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.336 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.883

Abstract

Spirulina platensis is belong to divisi of Cyanophyta which has ability for good adaption in fluctuativ condition where environment factors can influent the composisition of nutrion (lipid, protein, carbohydrate). Lipid has function for fatty acid resources, vitamins and for bioenergy resources. This research aims to know influence of photoperiod with density and total lipid microalga Spirulina platensis which is has been cultured in different photoperiod as a purpose. This research uses complete random plan and treatment of photoperiod 4 hours light 20 hours dark, 8 hours ligth 16 hours dark, 12 hours light 12 hours dark, 24 hours light. The results shows that the highest density of S.platensis on experiment 24 hours light is 1591± 16 x 103 sinusoidal/mL and lowest density on photoperiod 4 hours light 20 hours dark 1087 ± 62 x 103 sinusoidal/mL while higest total lipid amount presentation of lipid on photoperiod 4 hours light 20 hours dark 46,08 ±27,93 %-dw and the total lipid 24 hours light treatment is 24,76 ±5,23 %-dw.
Struktur Komunitas Fitoplankton Pada Daerah Pertambakan Di Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang Cahyanti, Susilo Dwi; Endrawati, Hadi; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.286 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11411

Abstract

Kerusakan vegetasi mangrove disekitar pantai di desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang karena adanya limbah rumah tangga dan abrasi pantai di daerah pantai utara Pulau Jawa. Kerusakan ini menyebabkan perubahan kondisi lingkungan yang diperkirakan berdampak pada struktur komunitas fitoplankton di kawasan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menentukan indeks struktur komunitas fitoplankton di desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.Sampel fitoplankton sebanyak 36 botol diambil pada bulan Oktober – November 2012. Pengambilan sampel dilaksanakan di lapangan dengan mengambil sampel air. Pengumpulan data dilaksanakan di laboratorium dengan mengidentifikasi genus fitoplankton yang ditemukan dan menghitung jumlahnya.Data yang telah diidentifikasi menunjukkan sejumlah 26 genus fitoplankton telah ditemukan. Hasil yang telah didapatkan dari semua perhitungan indeks kelimpahan bernilai 1392.096 sel/l dengan indeks keanekaragaman termasuk kategori sedang, indeks keseragaman tinggi serta tidak ada spesies yang mendominasi
PERBANDINGAN KOMPOSISI JENIS FITOPLANKTON ANTARA LAUT JAWA DAN BANDA Yuneni, Ranny Ramadhani; Widianingsih, Widianingsih; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.98 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i4.3685

Abstract

Pytoplankton in the waters has role as primary. Generally, the existence of phytoplankton in waters is supported by availability of light, nutrients, and other marine environment parameters. Java Sea is a sea that has shallow depth and Banda Sea has depth until more than 2000 meters. Many differences of characteristics, certainly organisms including phytoplankton, which are owned both the sea have different composition of phytoplankton, because of many factors influence it. The purpose of this research is study of comparison of phytoplankton spatial distribution horizontally between Java Sea and Banda Sea based on composition.Research was conducted in off shore of Java and Banda Sea. Data was collected with Research vessel of Baruna Jaya III was managed by BPPT (Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi) on 31th August – 9th September 2012. Methods used descriptive explorative. Phytoplankton was collected by plankton net passively that has mashes was 5 μm, lenght 65 cm, and diameter of meshes was 30 cm. Water was filtered as much as 30 l. result of filtering then stored in the bottle (200 ml). Station was collected as many as 14 stations. This Research was found 3 class of Phytoplankton, there were Bacillariophyceae (15 genera), Dinophyceae (4 genera), and Cyanophyceae (1 genera). The average abundance of Java Sea was 139 x 103 cells/m3 (range 115-189 x 103 cells/m3). Banda Sea had abundance range between 89-209 cells/m3 with average 146 x 103 cells/m3. Genera that had the highest of abundance was Rhizosolenia. The diversity index (H’) with range from 0,88 – 2,15 (very low – moderate). Uniformity index (e) values was with 0,67-0,88 (moderate-high), dominance index (D) was ranged from 0,12-0,51, just on station 17 that indicates dominating genus. Java and Banda Sea had identity community index (S) value was 76,47% (high category). Kruskal Wallis test (H) had values was 0,017 that lower than tabulated value of 6,63 at α = 0,01. It means accept H1 conclude that there is no significant difference of phytoplankton abundance between Java Sea and Banda Sea.
Morfometri Dan Komposisi Isi Lambung Katsuwonus pelamis Yang Didaratkan Di Pantai Puger Jember Jawa Timur Baidhowie, Lutfil Hakim; Redjeki, Sri; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.71 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24331

Abstract

Ikan Cakalang yang ditemukan di pantai Puger ini memiliki ukuran yang beragam. Nama ilmiah disebut dengan (Katsuwonus pelamis) diambil dari bahasa Jepang yang artinya ikan keras. Umumnya ikan cakalang termasuk  ikan perenang cepat dan mempunyai sifat rakus dalam mencari makan. Ikan cakalang ini mencari makan berdasarkan penglihatan dan rakus terhadap mangsanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) berbagai ukuran yang didaratkan di perairan pantai Puger, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode frekuensi kejadian. Sampel ikan sebanyak 107 ekor diambil pada tanggal 31 Oktober – 1 Desember 2018. Pengambilan data ikan dilaksanakan di lapangan dengan mengukur berat dan panjang total ikan. Pengamatan lambung ikan dilakukan dengan cara membedah tubuh ikan dan dianalisis komposisi yang terdapat pada lambung ikan cakalang. Dengan menggunakan metode frekuensi kejadian tiap isi yang terdapat pada lambung ikan dicacat dan dinyatakan dalam persen. Hasil dari penelitian menunjukkan dari 107 ekor ikan cakalang yang diamati diketahui distribusi panjang dan berat berkisar 51-92 cm dan kisaran berat 4700-7200 gram. Sedangkan isi yang terdapat pada lambung ikan cakalang adalah ikan,cumi dan udang. Hasil dari perhitungan yang telah dilakukan dapat dijelaskan bahwa organisme ikan yang komposisinya paling banyak dengan nilai persentase pada tanggal 31 bulan oktober sebesar 74%, tanggal 7 bulan November 85%, tanggal 13 bulan November sebesar 91%, tanggal 19 bulan November sebesar 87%, tanggal 25 bulan November sebesar 83% dan tanggal 1 Desember nilai persentase 89%. Ikan cakalang yang terdapat di Pantai puger memiliki petrumbuhan yang bersifat alometrik negatif dengan nilai b sebesar -1,2113 dan a sebesar 0,7585 sehingga diketahui pertumbuhan panjang tubuh ikan lebih cepat dari pertumbuhan berat ikan. Skipjack found on Puger beach have a variety of sizes. The scientific name of it ca lled (Katsuwonus pelamis), it is taken from Japanese which means hard fish. Generally, skipjack is also be included as fast swimmer fish and it has a greedy nature in foraging. This skipjack look for the meal is based on vision and they are greedy for their prey. This study aims to determine the eating habits of skipjack (Katsuwonus pelamis) of various sizes that are landed in the coastal waters of Puger, Jember Regency. The method used in this study is the method of frequency of events. There are 107 fish samples that were taken on 31 October - 1 December 2018. The taking of the data was carried out in the field by measuring the total weight and length of the fish. Observation of fish stomach was done by dissecting the body of the fish and analyzing the composition contained in the stomach of skipjack. Using the method of frequency of occurrence, each content contained in the fish stomach is deformed and expressed in percent. The results of the study showed that 107 of the skipjack that is observed, were known to have a long distribution and weight ranging from 51-92 cm and a weight range of 4700-7200 grams. While the contents contained in the stomach of skipjack are fish, squid and shrimp. The results of the calculations that have been made can be explained that the fish organisms whose composition is the most with a percentage value on October 31 of 74%, November 7, 85%, November 13 of 91%, November 19 of 87%, the 25th of November is 83% and December 1 is a percentage of 89%. The skipjack found in the puger beach has plants that are negative allometric with a value of b of -1.2113 and a of 0.7585 so it is known that the growth of fish body length is faster than the growth of fish weight.
Struktur Komunitas Polychaeta Pada Ekosistem Padang Lamun Alami Dan Buatan Di Perairan Pantai Prawean Bandengan, Jepara Finishia, Tiara; Riniatsih, Ita; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.156 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11405

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Pantai Prawean Bandengan, Jepara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif sedangkan untuk penentuan titik lokasi dengan cara mengelilingi sekitar pantai sambil mengobservasi secara visual padang lamun yang kontinyu minimal 100 meter kearah laut. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 stasiun, stasiun I (Kalas), stasiun II (Semak). stasiun III ( Transplan), dan Stasiun IV (kontrol). Sampel polychaeta diambil dengan cara mengambil sedimen dengan bantuan sedimen core berdiameter 2 inchi, setelah itu disaring dengan menggunakan saringan (ukuran mata ayakan 0,5 mm). Polychaeta yang didapatkan kemudian diawetkan dengan formalin 4 % yang telah di tambahkan rose bengole. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi FPIK UNDIP. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 2 klas yaitu errantia dan sedentaria. Nilai indeks kelimpahan tinggi, nilai indeks keanekaragaman tinggi, nilai indeks keseragaman tinggi, nilai indeks dominansi tidak ada dominansi
Struktur Komunitas Fitoplankton Di Perairan Morosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Fajrina, Hilyati; Endrawati, Hadi; Zainuri, Muhammad
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.904 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2059

Abstract

Morosari waters located in Sayung District, Demak Regency is waters area where there is a mixture of land and sea water. Settlement activity, aquaculture, industrial land and existing at the entry and exit activities of fishing boats around the estuary can contribute to the dynamics of water quality fluctuations and productivity. The dynamics of water quality that occur greatly affect community structure and distribution of phytoplankton in the waters. The results of this study showed 28 genera for the vertical method, while for the method of horizontally obtained 31 genera. Average abundance obtained by the observation station was 1087.09 cells/l with vertical method, while for the horizontal method obtained 884.69 cells/l. While the abundances obtained by times of sampling average of 1087.09 cells/l for the vertical method, while for the horizontal method was 831.38 cells/l. Index phytoplankton diversity showed medium and obtained the average gain by the station is 2.02 for method of vertical and horizontally method to obtain 1.85. While based on the sampling time obtained an average of 2.09 for the vertical method, and for the horizontal method is 1.58. Uniformity index indicates the type of high uniformity and obtained the average by the station is 0.68 for the vertical method, while the horizontal method is obtained 0.4. While the sampling time is obtained based average of 0.64 for the vertical method, while for the horizontal method is 0.51. Dominance index obtained average based on the observation station is 0.3 for the vertical method, while the horizontal method obtained 0.6. While the sampling time is obtained based on an average of 0.35 for the vertical method, where for the horizontal method is 0.48 which indicates there is no dominating genus.
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA DAERAH PERTAMBAKAN DI DESA MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Ahmad, Octo Zainul; Endrawati, Hadi; Taufiq SPJ, Nur
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.015 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5984

Abstract

Penelitian ini dilakukan di pertambakan Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data menggunakan metode Purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan setiap 2 minggu sekali selama 4 kali sampling masing-masing 3 kali pengambilan menggunakan planktonnet dengan ukuran mata jaring 45 μm. Pengambilan sampel dilakukan secara horizontal sepanjang 4 m secara aktif. Parameter perairan yang diukur meliputi : Salinitas, Suhu, Kedalaman, DO, derajat keasaman (pH) , arus dan Kecerahan. Hasil penelitian diperoleh 30 genera. Kelimpahan zooplankton menunjukkan nilai 13,838 – 28,708 ind/L, dimana nilai Kelimpahan tertinggi terdapat pada sampling ke- 3 di Stasiun I dengan nilai 28,708 ind/L dan nilai Kelimpahan terendah terdapat pada sampling ke- 4 di Stasiun III dengan nilai 13,838 ind/L. Indeks Keanekaragaman menunjukkan nilai  1,01 – 2,386 yang termasuk kategori rendah-sedang . Indeks Keseragaman menunjukkan nilai 0,38 – 0,701 yang menunjukkan kategori sedang-tinggi. Sedangkan Indeks Dominansi menunjukkan nilai 0,298 – 0,702, dimana pada Stasiun III sampling ke- 2 terdapat adanya dominansi karena memiliki nilai indeks 0,701 dan Stasiun I sampling ke- 2 tidak ada dominansi karena memiliki nilai indeks 0,38. 
Komposisi Perifiton Pada Daun Lamun Enhalus acoroides, Royle 1839 (Angiosperms : Hydrocharitaceae) dan Thalassia hemrpichii, Ascherson 1871 (Angiosperms : Hydrocharitaceae) di Perairan Teluk Awur, Jepara Utama, Abdino Putra; Soenardjo, Nirwani; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.912 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.24521

Abstract

ABSTRAK: Perifiton merupakan salah satu organisme yang berkontribusi besar dalam meningkatkan produktivitas primer di ekosistem lamun. Kondisi padang lamun sangat menentukan keberadaan perifiton, sehingga pada kondisi lamun yang baik merupakan tempat yang layak untuk penempelan perifiton. Aktivitas antropogenik akan menyebabkan gangguan maupun kerusakan pada lamun sehingga mempengaruhi penempelan perifiton pada lamun. Perairan Teluk Awur dekat dengan kegiatan-kegiatan antropogenik yang dapat menyebabkan gangguan pada kondisi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi jenis dan kelimpahan perifiton yang hidup pada lamun jenis Enhalus acoroides dan Thalassia  hemprichii, serta kelimpahan perifiton pada tiap bagian daun (pangkal, tengah dan ujung). Pengambilan sampel daun lamun dilaksanakan Bulan November 2018 di Perairan Teluk Awur, Kabupaten Jepara. Identifikasi jenis lamun dilakukan pada lokasi penelitian, dan identifikasi jenis perifiton dilakukan pada laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian bahwa, komposisi perifiton terdapat 6 kelas terdiri dari 23 genus dengan kelimpahan tertinggi selalu terdapat pada ujung daun. Genus yang paling sering ditemukan adalah Nitzschia. Kelimpahan perifiton pada lamun jenis E. acoroides dan T. hemprichii secara berturut – turut sebanyak 2689,33 individu/cm2 dan 3158,67 individu/cm2. Kelimpahan perifiton semakin meningkat ketika mendekati bagian ujung daun. ABSTRACT: Periphyton is one of the organism that contributes greatly in increasing primary productivity on seagrass ecosystems. Seagrass conditions greatly determine the presence of periphyton, so when a good seagrass conditions, it is a suitable place for periphyton attachment. Anthropogenic activity will cause disturbance and damage to seagrass, which affects the attachment of periphyton on seagrass. Teluk Awur waters are close to anthropogenic activities which can cause interference with the conditions of the surrounding environment.This study aims to determine the type and abundance of periphyton that lives on the types of seagrass leaves Enhalus acoroides and Thalassia hemprichii, as well as periphyton abundance in each part of the leaf (base, middle and tip).Sampling of seagrass leaves was carried out on November 2018 in Teluk Awur, Jepara Regency. Identification of seagrass species was carried out at the study site, and identification of the type of periphyton was carried out in the laboratory. Based on the results of the study, that on periphyton composition, 6 classes are consisting of 23 genera with the highest abundance always found at the tip of the leaf. The most common found genus is Nitzschia. Periphyton abundance in seagrass species E. acoroides and T. hemprichii respectively were 2689.33 Ind/cm2 and 3158,67 Ind/cm2. Periphyton abundance inceases as it approaches the tip of the leaves.
Simpanan Karbon pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Jepara Sophianto, Raka Pramulo; Endrawati, Hadi; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.933 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.25284

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem yang kompleks dan produktif di ekosistem laut dan pesisir serta salah satu peran utama lamun adalah sebagai penyimpan karbon dengan karakteristik uniknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun, mengetahui struktur komunitas lamun,  nilai biomassa dan nilai karbon lamun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2017 di Teluk Awur dan Pantai Bendengan Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada dua tempat masing-masing lima stasiun. Sampel yang diambil adalah lamun, sedimen dan air laut yang ditemukan di lokasi penelitian yang kemudian di identifikasi serta dianalisis di Laboratorium Biologi, Departemen Ilmu Kelautan, dan analisis pengabuan lamun dilakukan pada di Laboratorium Geologi, Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai total biomassa lamun yang didapat di kedua lokasi dari sampling pertama yaitu 982,77 gbk/m2 dan sampling kedua yaitu 923,91 gbk/m2. Total kandungan karbon pada sampling pertama berkisar antara 511,76 – 3662,26 gC/m2 dan total karbon pada sampling kedua berkisar antara 141,48 – 3344,2 gC/m2. Perbedaan hasil yang di dapat menunjukkan bahwa perbedaan iklim dapat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan. Seagrass beds are complex and productive ecosystems in marine and coastal ecosystems and one of the main roles of seagrasses is storing carbon with its unique characteristics. This study aims to determine the types of seagrasses, find out the seagrass community structure, biomass values and seagrass carbon values. This research was conducted in October and November 2017 in Teluk Awur and Bendengan Jepara Beach. The method used in this research is descriptive method. Sampling was carried out at two places each of five stations. Samples taken were seagrass, sediments and seawater found at the study site which were then identified and analyzed in the Biology Laboratory, Department of Marine Sciences, and analysis of desertion carried out at the Geology Laboratory, Department of Marine Sciences, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University. The results of this study indicate the total value of seagrass biomass obtained in both locations from the first test was 982.77 gbk/m2 and the second test was 923.91 gbk/m2. The total carbon content in the first sampling ranged from 511.76 - 3662.26 gC/m2 and the total carbon in the second sampling ranged from 141.48-3344.2 gC/m2. The difference in results can show that climate differences can affect the results obtained.
KAJIAN KADAR TOTAL LIPID DAN KEPADATAN NITZSCHIA SP. YANG DIKULTUR DENGAN SALINITAS YANG BERBEDA Widianingsih, Widianingsih; Hartati, Retno; Endrawati, Hadi; M, Hilal
METANA Vol 7, No 01 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.677 KB) | DOI: 10.14710/metana.v7i01.4030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kadar total lipid dan kepadatan pada mikroalga Nitzschia sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan  perlakuan salinitas 15, 20, 25, 30, dan 35 ppt (3 kali ulangan). . Nitzschia sp. dikultur pada skala laboratorium dengan pupuk F/2 dan dilakukan pemanenan setelah mencapai fase stasioner untuk kemudian diukur kadar total lipid.   Perlakuan salinitas menunjukkan bahwa rata-rata kepadatan Nitzschia sp. tertinggi pada salinitas 20 ppt (37,32 x 106 sel/mL) dan rata-rata kepadatan terendah pada salinitas 30 ppt 1(8,62 x106 sel/mL).  Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh nilai rata-rata persentase kadar total lipid tertinggi terdapat pada salinitas 35 ppt (71,51 ± 5,35 %-dw) dan persentase rata-rata kadar total lipid terendah terdapat pada salinitas 15 ppt (13,26 ± 0.47 %-dw). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Nitzschia sp. dapat tumbuh pada salinitas 15 – 35 ppt dengan kepadatan tertinggi pada salinitas 20 ppt dan rata- rata persentase kadar total lipid tertinggi pada salinitas 30 ppt. Kata-kata kunci: Nitzschia sp., densitas, salinitas, kadar total lipid.