Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penelitian Pembuatan Formulasi Insektisida Dari Tanaman Nimba Sri Pudji Rahayu; Rofienda Rofienda; Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5071

Abstract

Neem tree (Azadirachta indica) was found contain azadirachtion that can be used as an insecticide. Extraction of azadirachtin has been conducted in BEIK laboratory with neem seed collected from Madura and Ngawi, by using n-hexane, methanol petroleum ether and ethyl acetate as solvents. The experiment showed that n-hexane gave the best result in the extraction of neem seed from Madura, that was 20,36 °10. The neem extract then used to made Emulsifiable Concentrate (EC) formulation of insecticide. As a control, it was used neem oil from India.From the physico - chemical testing of formulation, is found that EC formulation of neem extract arc not give good result yet, compared then EC formulation that made from Indian neem oil.
Peningkatan Mutu Pupuk Organik Dengan Penambahan Unsur Kalium Dari Limbah Industri Kelapa Sawit Dan Unsur Fosfor Dari batuan Fosfat Sri Pudji Rahayu; Siti Nurtri H; Dwinna Rahmi; Siti Agustina; Tri Widianto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4718

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dengan menggunakan aktivitas rnikroorqanisma.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pupuk organik dengan kandungan hara makro tinggi memanfaatkan batuan fosfat dan limbah industri pengolahan kelapa sawit. Metoda penelitian adalah proses pengomposan limbah peternakan berupa koran dan darah, limbah kelapa sawit berupa cangkang, batuan fosfat dengan bantuan bakteri Pseudomonas sp, Bacillus sp dan jamur micoriza.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik yang didapat mempunyai rasio C/N = 12 - 17°/ckandungan fosfor lebih besar dari 6 % dan kandungan kalium lebih tinggi dari 1 %. Pada pupuk organik ini mengandung hara mikro yaitu besi, seng dan mangan.
Efisiensi Beberapa Macam Alat Dewatering Untuk Pengelolaan Lumpur Industri Elektroplating Sri Pudji Rahayu; Dwinna Rahmi; Ukar Tarwiyono
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5139

Abstract

Many methods for dewatering of sludge, such as natural evaporate by sun or by means of equipment. Three kind methods of electroplating sludge dewatering by using equipment hare been studied, i.e : centrifugal, filter press and vacuum filter. The result shows that centrifugal has the best performance in term of reduction speed of sludge weight, moisture content of dry cake, and also time. The use of coagulant, thickener and polymerin dewatering can increase flock formation , therefore can accelerate the process. Coagulant addition is necessary in dewatering by using centrifugal method.
Penelitian bioremediasi (ex-situ) tanah terkontaminasi limbah B3 yang mengandung logam berat Sri Pudji Rahayu
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6070.536 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3280

Abstract

Penelitian bioremediasi (ex-situ) tanah terkontaminasi limbah B3 yang mengandung logam berat
PERANAN MIKROORGANISME DALAM BIOREMEDIASI TANAH YANG TERCEMAR LOGAM BERAT DARI LIMBAH INDUSTRI (Review) Sri Pudji Rahayu
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4896.351 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3583

Abstract

Tingkat pencemaran logam-logam berat dari industri ke tanah dan sungai di daerah industri sudah tidak terkendali. Untuk memulihkan tanah yang tercemar tersebut dapat dilakukan dengan berbagai  cara, salah satunya dengan cara biologi yang disebut bioremediasi. Bioremediasi dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk rehabilitasi lingkungan karena dapat mendegradasi atau mengubah limbah beracun menjadi tidak beracun. Beberapa jenis mikroorganisme sangat berperanan dalam bioremediasi, diantaranya adalah Pseudomonas, Bacil/us,Moraxella, Acinetobactor, Burkholderia dan Alcaligenes. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain dan mengoperasikan proses bioremediasi yang melibatkan mikroorganisme adalah seleksi dan pemilihan mikroorganisme yang sesuai dengan treatment awalnya, waktu tinggal dan waktu kontak proses, proses pemisahan dan rekoveri mikroorganisme, pembuangan mikroorganisme yang telah digunakan, dan perhitungan ekonomis dari proses bioremediasi
PENELITIAN EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI AGGREGATION PHEROMONE DARI KECOA (Periplaneta americana L) Sri Pudji Rahayu
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2776.709 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3581

Abstract

Kecoa merupakan serangga yang suka hidup ditempat terlindung, tertutup maupun lipatan-lipatan sehingga susah diberantas, akan tetapi serangga tersebut mempunyai alat komunikasi yang  digunakan untuk memanggil sesamanya untuk berkumpul yang disebut aggregation pheromone. Aggregation pheromone ini diteliti untuk dimanfaatkan sebagai salah satu cara pengendaliannya. Pada penelitian ini aggregation pheromone diteliti dengan mengekstrak kotoran kecoa dengan berbagai macam pelarut dan hasil ekstraknya diuji secara biologi ditunjukkan dengan banyaknya kecoa yang datang dan berkumpul pada ekstrak AP tersebut. Dalam penelitian ini pelarut methanol merupakan pelarut yang paling baik dalam ekstraksi AP yang ditunjukkan adanya 80% kecoa yang datang berkumpul. Dari ekstraksi tersebut setelah dianalisa dengan alat kromatografi gas diperoleh senyawa aktif yang merupakan Aggregation pheromone dari kecoa Periplaneta americana L.  Senyawa tersebut diduga periplanon A dan periplanon B dengan waktu retensi 25,417 menit dan senyawa B dengan waktu retensi 27,007 menit.
Optimalisasi Proses Stabilisasi Lumpur Tekstil Dengan Semen Dwinna Rahmi; sri pudji Rahayu; Sumingkrat Sumingkrat; Ukar Tarwiyono; Lina Handayani; Alfrida L S
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5149

Abstract

The Function of stabilization is to decrease leachate or chemical reaction which is potential to produce pollutant from waste. Three kinds of stabilization such as addition of the cement, lime and organic sludge had been done before. The result showed that the sludge can bind heavy metal. Analysis result showed that the decrease 'in presentation of heavy metal are Zn (79%), Cu (83,5 %), Fe (99,97 %), Mn (JOO %) and Cr (98,2 %). This experiment is continued to find the optimum amount of cement added to the sludge. The result showed that by addition of 5 % cement in textile sludge can hold the heavy metal.
Pengurangan Kadar Racun Pada Pembuangan Pestisida Rusak Rofienda Rofienda; sri pudji Rahayu
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2934.096 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5076

Abstract

Unused pesticide either damage pesticide from long term storage or unppropiate storage, it will be a big problem especially when it be disposed, because it will destroy the environment. For that reason, research on detoxification of damage pesticides with active ingredient monocrotophos, chlorpyriphos and profenophos using 10 % and 25 % concentration of sodium hidroxide (NaOH) and 10, 20 and 30 % concentration of lime were conducted.The result of the experiment showed that NaOH with 25 % concentration can decrease the concentration of monocrotophos, chlorpyripos and proferophos 77,5 %, 53,3 % and 91,8 % respectively. While 30 % concentration of lime decreased the concentration of monocrotophos, chlorpyripos and profenopos as 84,2 %; 46 % and 80,8 % respectively. Using of 25 % NaOH gave a better result compared then using 30 % of lime. However, from the economical point of view, lime was better.
Pemanfaatan Pati Sebagai Bahan Pembantu Utama Dalam Pembuatan Formulasi Pestisida Controlled Release Sri Pudji Rahayu; Rofienda Rofienda; Robiatun Robiatun
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3530.956 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5090

Abstract

Controlled Rerelease Formulation is one type of Pesticide formulation which can release active ingredient slowly and continuesly in certain period of time. Release on using of there kinds of starch that are corn, cassasa and rice starch was carried autin BBIK laboratory. Xanthate and Board acid methode were used in this formulation making to entrop pesticide active ingredient such as diazinon, carbo:furan and chlorpyrifos into a matrix polimer. From the test of physico-chemical and active ingredient release rate, it was found that com starch can be used well in making of controlled release pesticide formulation while rice starch can not be used for this formulation.
Efisiensi Beberapa Macam Alat Dewatering Untuk Pengelolaan Lumpur Industri Elektroplating Sri Pudji Rahayu; Dwinna Rahmi; Ukar Tarwiyono
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2449.009 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5139

Abstract

Many methods for dewatering of sludge, such as natural evaporate by sun or by means of equipment. Three kind methods of electroplating sludge dewatering by using equipment hare been studied, i.e : centrifugal, filter press and vacuum filter. The result shows that centrifugal has the best performance in term of reduction speed of sludge weight, moisture content of dry cake, and also time. The use of coagulant, thickener and polymerin dewatering can increase flock formation , therefore can accelerate the process. Coagulant addition is necessary in dewatering by using centrifugal method.