Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap penggunaan obat anti retroviral (ARV) di RSUD Gunung Jati Cirebon Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Siti Pandanwangi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss2.art1

Abstract

IntisariLatar belakang: Acquired Immune Deficiency syndrome (AIDS) merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi imun yang berat, yang merupakan manifestasi stadium akhir. Anti retroviral (ARV) adalah obat yang dapat menekan perkembangan HIV dalam tubuh. Beberapa ARV yang biasa digunakan di Indonesia antara lain Lamivudin dan Zidovudin. Kepatuhan pada pengobatan ARV telah diketahui sebagai komponen penting untuk mencapai keberhasilan suatu program terapi yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, karakteristik pengobatan, tingkat kepatuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien HIV AIDS (karakteristik pasien dan jenis terapi ARV) di klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Metode: Penelitian ini melibatkan 75 pasien, menggunakan kuesioner Morisky Modifikasi Scale (MMS). Hasil: Hasil yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif untuk data karakteristik pasien, karakteristik pengobatan, tingkat kepatuhan pasien, dan dilakukan uji statistik Chi square untuk mengetahui korelasi faktor individu pasien terhadap tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jenis kelamin yang terbanyak yaitu laki-laki sebesar 56%, usia yang terbanyak yaitu usia 31-40 tahun sebesar 64%, tingkat pendidikan yang terbanyak yaitu SMA sebesar 50,67%, dan pekerjaan yang terbanyak yaitu swasta sebesar 60%. Karakteristik pengobatan yang terbanyak yaitu kombinasi Tenofovir+Lamivudin+Efavirenz sebesar 45,3%. Tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon yang sedang 34,7% dan rendah 21,3%. Kesimpulan: Hasil Chi Square Tes menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik pasien usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan jenis terapi ARV terhadap kepatuhan pasien HIV/AIDS.Kata kunci : HIV/AIDS, Anti Retroviral (ARV), Kepatuhan pasien Level of HIV/AIDS patient adherence to use of antiretroviral (ARV) drug in RSUD Gunung Jati CirebonAbstractBackground: Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a syndrome or symptoms with severe immune deficiency as a late-stage manifestation. Antiretroviral (ARV) is a drug that can suppress the development of HIV in the body. Some ARVs commonly used in Indonesia include Lamivudin and Zidovudin. Adherence to antiretroviral treatment has been recognized as an essential component for achieving an optimal therapeutic program.Objective: This study aimed to determine the characteristics of patients, treatment characteristics, adherence levels, and factors that affect the level of adherence of HIV/AIDS patients (patient characteristics and types of antiretroviral therapy) at Seroja Clinic RSUD Gunung Jati Cirebon. Method: The study involved 75 patients, using the Morisky Modified Scale (MMS) questionnaire. Result: The results obtained were descriptive analysis for patient characteristic data, treatment characteristics, patient adherence level, and Chi square statistical test to identify the correlation between patient's individual factors and adherence level. The results of the research showed that 56% of the patients were male, 64% of them aged 31-40 years, 50.67% went to SMA (high school) as their highest education attainment, and 60% took private jobs. The most treatment characteristic was the combination of Tenofovir + Lamivudin + Efavirenz at 45.3%. The adherence level of HIV/AIDS patients in Seroja Clinic of RSUD Gunung Jati Cirebon was currently 34.7% (moderate) and low (21.3%). Conclusion: The Chi Square Test results showed that there was no correlation between such patient characteristics as age, sex, education level, occupation, and types of antiretroviral therapy and HIV/AIDS patient adherence. Keywords: HIV/AIDS, Anti Retroviral (ARV), Patient adherence 
“UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus)” Rima Yulia Senja; Nur Rahmi Indriaty; Indah Setyaningsih
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.432 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i2.21

Abstract

ABSTRAK Daun mengkudu (Morinda cirtifolia L.) mengandung alkaloid, memiliki kemampuan sebagai anti inflamasi, antiseptik, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda cirtifolia L.) terhadap pengobatan luka sayat pada kulit kelinci. Salep ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda cirtifolia L.) diujikan pada hewan uji kelinci sebanyak 4 ekor dengan 6 perlakuan, yaitu tanpa perlakuan (kontrol normal), basis salep (kontrol negatif), salep povidon iodin (kontrol positif),salep ekstrak etanol daun mengkudu 10%, 15% dan 20%. Area punggung kelinci disayat sepanjang 2cm dengan kedalaman ± 0,2 cm. Frekuensi pemberian sediaan yaitu 2 kali pengolesan setiap harinya. Pengamatan luka dilakukan setiap hari selama 14 hari. Semua data diuji secara statistik menggunakan ANOVA (Analisis Of Variant) dan dilanjutkan dengan uji LSD (LeastSignificant Different). Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan terhadap lamanya penyembuhan luka pada kelinci, yaitu F hitung > F tabel ( 5,271 > 2,77). Hasil statistik menggunakan metode ANOVA diperoleh kesimpulan ada perbedaan bermakna terhadap efektivitas antiluka (lama penyembuhan) antara sediaan salep ekstrak etanol daun mengkudu dengan salep povidon iodin, basis salep, dan kontrol normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP MOTIVASI PASIEN DALAM MENJALANI TERAPI RUMATAN METADON DI PTRM RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON Aida Maftuhah; Indah Setyaningsih; Rinto Susilo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.966 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.42

Abstract

Upaya pengurangan dampak buruk Napza dilakukan untuk mengurangi penggunaan jarum suntik dikalangan pengguna Napza. Terapi rumatan metadon merupakan salah satu metode mengurangi dampak buruk Napza yang paling efektif. Permasalahan utama pada terapi metadon adalah sebagian besar pasien berhenti mengikuti suatu program sebelum mereka merasakan efek terapeutik dari program tersebut. Kepatuhan merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi rumatan metadon. Ada beberapa Beberapa faktor yang dihubungkan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan salah satunya adalah pengetahuan pasien terhadap terapi rumatan metadon yang dapat mempengaruhi motivasi pasien dalam mengikuti program rumatan metadon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien terhadap motivasi pasien dalam menjalani rumatan metadon di RSUD Gunung Jati Cirebon. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observational dengan pendekatan cross sectional . Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien rumatan metadon yang masih aktif di RSUD Gunung Jati sebanyak 15 orang, pengambilan data menggunakan kuesioner penelitian Rodiyah tahun 2011 yang telah dimodifikasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pasien berada pada kategori sedang dan tinggi dengan jumlah masing-masing 40%, motivasi pasien rumatan metadon di PTRM RSUD Gunung Jati sebagian besar memiliki motivasi yang tinggi dengan jumlah 66,7%. Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan pengetahuan pasien dengan motivasi pasien dalam menjalankan terapi rumatan metadon di PTRM RSUD Gunung Jati (p = 0.023).
GAMBARAN INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN OBAT PENYAKIT PENYERTA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2016 Nur Rahmi Hidayati,; Putri Oktaviani; Indah Setyaningsih
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.213 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.49

Abstract

Interaksi obat merupakan bagian dari Drug Related Problem (DRP) yang secara nyata maupun potensial berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, interaksi penggunaan obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan komplikasi penyakit penyerta di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini melibatkan 49 pasien, menggunakan data rekam medik pasien . Hasil yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif untuk data karakteristik pasien, interaksi penggunaan obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan komplikasi penyakit penyerta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari usia yang terbanyak yaitu usia 51-70 tahun sebesar 57,15% (28 orang), jenis kelamin yang terbanyak yaitu wanita sebesar 57,14% (28 orang), dan berdasarkan jenis pembayaran yang paling banyak menggunakan BPJS Non PBI sebanyak 48,97% (24 orang). Penyakit penyerta terbanyak adalah jantung koroner sebesar 61,2% (30 orang). Interaksi obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan penyakit penyerta pada pasien Rawat Inap di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon pada bulan Januari-Desember 2016 yaitu, obat metformin dengan simvastatin yang berjumlah 6,12% (3 orang).
GAMBARAN PENGELOLAAN PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON Arsyad Bachtiar; Indah Setyaningsih; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.907 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i2.193

Abstract

Manajemen penyimpanan obat di rumah sakit perlu dikelola secara efisien. Ketidakefisienan penyimpanan obat dapat memicu terjadinya kerusakan obat, adanya obat kadaluarsa, dan terganggunya distribusi obat ke pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan penyimpanan obat di gudang Instalasi Farmasi Rumas Sakit Pertamina Cirebon. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner penyimpanan obat yang meliputi pengaturan tata ruang, cara penyimpanan obat dan pencatatan kartu stok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peyimpanan obat di gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Cirebon dalam kategori baik dengan memperoleh persentase untuk penyimpanan obat secara keseluruhan adalah 89.47%mencakup aspek pengaturan tata ruang 88.24% kategori baik, cara penyimpanan obat 86.67% kategori baik, dan pencatatan kartu stok 100% kategori baik
GAMBARAN PELAKSANAAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS GEMBONGAN KABUPATEN CIREBON Indah Setyaningsih; Tomi Tomi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.964 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i2.194

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. Sebagian kuman tuberkulosis menyerang paru (TB paru) tetapi dapat menyerang berbagai organ dan jaringan tubuh lainya. penularan dapat terjadi ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin, berbicara, atau meludah, mereka memercikan kuman tuberkulosis atau bacilli ke udara. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memecahkan masalah dalam gambaran pelaksanaan pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas gembongan kabupaten cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang dan ditentukan secara total sampling. Gambaran pelaksanaan pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Gembongan Kabupaten Cirebon dalam aspek pengawas menelan obat nilainya 58%, dalam aspek komunikasi interpersonal nilainya 70%, dalam aspek motivasi nilainya 75%, dalam aspek penyuluhan kesehatan nilainya 71%.
KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON: STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN PATIENTS WITH URINARY TRACT INFECTIONS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF CIREMAI HOSPITAL CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Sulistiorini Indriaty; Arsyad Bachtiar; Indah Setyaningsih; Muhammad Yani Zamzam; Vanessa Michelle
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.451 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.272

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang diakibatkan adanya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Interaksi obat merupakan perubahan efek obat utama oleh pemberian obat lain sebelumnya atau secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran jumlah kejadian potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat dan gambaran jenis dan jumlah obat lain yang berinteraksi pada pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RS Ciremai Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif, dan menggunakan metode pengambilan data dengan teknik total sampling. Sampel yang digunakan yaitu laporan nominatif morbiditas serta data pemakaian dan penjualan obat pasien Infeksi Saluran Kemih yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 48. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien infeksi saluran kemih terbanyak adalah perempuan sebanyak 39 orang (81,25%), usia paling banyak pada rentang umur 20-30 tahun dan 41-50 tahun sebanyak 11 (22,92%), adanya potensi kejadian interaksi obat sebanyak 43 orang (89,53%), tingkat keparahan tertinggi yaitu monitor ketat sebanyak 100 kejadian (47,62%), rata-rata kejadian interaksi obat per lembar resep sebanyak 5 kejadian interaksi. Jenis obat yang paling banyak berinteraksi yaitu Omeprazole dan Ciprofloxacin sebanyak 18 potensi kejadian interaksi obat (8,5%). Kata Kunci: Infeksi saluran kemih, interaksi obat, RS Ciremai Cirebon
FORMULASI DAN UJI STABILITAS EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (ALOE VERA L.) KONSENTRASI 1% DAN 4% Deni Firmansyah; Indah Setyaningsih
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.903 KB)

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung senyawa aloin emodin, gum, dan minyak atsiri berfungsi sebagai antiseptik, dan antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe vera L.) dapat diformulasikan sebagai sediaan gel dan mengetahui stabilitas dari sediaan gel ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe vera L.). Ekstrak etanol daun lidah buaya diperoleh dengan cara maserasi. Ekstrak etanol daun lidah buaya dibuat dua formula dengan konsentrasi 1% dan 4% menggunakan gelling agent carbopol940. Pengujian dilakukan dengan metode cycling test   selama 6 siklus dengan parameter pengujian  organoleptis,  homogenitas,  pH,  daya  sebar,  untuk  viskositas  dan  sifat  alirdilakukan pada siklus ke-0 dan siklus ke-6. Uji syneresis dilakukan pada suhu ± 10ºC selama72  jam.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  berdasarkan  parameter  organoleptis, homogenitas pada dua formula stabil, pH formula I relatif stabil antara 5,73- 6,01. FormulaII 5,36-5,96. Nilai daya sebar formula I menurun 5,7cm menjasi 4,4cm sedangkan formula IIrelatif stabil 5,59cm menjadi 5,02cm. Viskositas formula I mengalami peningkatan dari136.000 cps (hari ke-0) menjadi 350.000 cps (hari ke-6), sedangkan formula II mengalami sedikit penurunan dari 240.000 cps (hari ke-0) menjadi 234.000 cps (hari ke-6). Sifat alirformula I mengalami perubahan dari plastis tiksotropik menjadi antithiksotropik, kebalikannya formula II dari antithiksotropik menjadi tiksotropik. Kata kunci: Daun lidah buaya (Aloe vera L.), Gel, Carbopol 940.
GAMBARAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA RESEP PASIEN KARDIOVASKULAR DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD GUNUNG JATI CIREBON: DESCRIPTION OF POTENSIAL DRUG INTERACTION ON RECIPE CARDIOVASCULAR PATIENTS AT INTERNAL MEDICINE CLINIC RSUD GUNUNG JATI Indah Setyaningsih; Rinto Susilo; Khofifah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.772 KB)

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) menjadi salah satu masalahkesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Dari seluruh kematian akibat penyakitkardiovaskuler, 7,4 juta (42,3%) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner(PJK). Interaksi obat merupakan salah satu Drug Related Problem (DRP) yang dapatmempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuijumlah kejadian interaksi obat dan untuk mengetahui gambaran interaksi obat berdasarkantingkat keparahannya pada peresepan pasien kardiovaskular di Klinik Penyakit DalamRSUD Gunung Jati. Pengambilan data dilakukan dengan observasi secara retrospektifdengan melihat dan menganalisis resep obat pada pasien kardiovaskular di klinik penyakitdalam periode Januari 2018. Hasil penelitian dari 100 resep yang diambil secara randomsampling terdapat 91 resep yang mengalami interaksi obat. Dari 91 resep terdapat 373interaksi obat dimana dilihat dari tingkat keparahannya kontra indikasi sebanyak 0 (0%),serius 15 (4,02%), monitor ketat 293 (78,55%), dan minor 65 (17,43%). Hasil penelitianberdasarkan jenis dan jumlah obat kardiovaskular menunjukan resep yang mengandungjumlah obat ?5 memiliki potensi interaksi obat lebih banyak. Obat kardiovaskuler yangsering digunakan adalah amlodipin yaitu sebanyak 63 resep dengan jumlah interaksisebanyak 64 kejadian dan obat kardiovaskular yang paling banyak berinteraksi adalahbisoprolol dengan jumlah kejadian interaksi sebanyak 127 kejadian dari 35 lembar resep.Kata Kunci: Obat Kardiovaskular, Interaksi Obat, RSUD Gunung Jati Cirebon.
EFEK PENGGUNAAN OBAT INHALER PADA PASIEN ASMA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MITRA PLUMBON CIREBON: EFFECTS OF USING INHALER DRUG ON ASTHMA PATIENTS IN OUTPATIENT INSTALLATION CIREBON MITRA PLUMBON HOSPITAL Indah Setyaningsih; Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati; Indah Mulyani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.206 KB)

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit gangguan inflamasi kronik pada saluran napas yang memiliki gejala berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk terutama pada malam hari atau dini hari. Serangan asma dapat menyebabkan kematian, oleh sebab itu pemberian obat kerja cepat sangat dibutuhkan untuk mengatasi bronkokontriksi dan meredakan gejalanya. Salah satu pemberian obat asma adalah dengan menggunakan obat inhaler. Penelitian ini dilakukan di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon pada bulan Maret sampai Mei 2021 dengan sampel 30 pasien asma yang menggunakan obat inhaler dan memenuhi kriteria inklusi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek penggunaan obat asma inhaler berdasarkan tingkat kontrol pasien asma setelah menggunakan obat asma inhaler, dan untuk mengetahui karakteristik pasien asma yang menggunakan obat asma inhaler berdasarkan jenis kelamin dan usia pasien antara 12-65 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pengisian kuesioner Asthma Control Test untuk mengetahui tingkat kontrol asma pada pasien asma dengan cara menghitung skor jawaban pada tiap pertanyaan. Skor akhir dihitung dengan cara menjumlahkan setiap skor jawaban dari perhitungan tiap pertanyaan pada kuesioner Asthma Control Test. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kontrol pasien asma yang terkontrol sebagian sebanyak 5 pasien (17%), sedangkan yang tidak terkontrol sebanyak 25 pasien (83%). Kata kunci: Obat Inhaler, Asma, Asthma Control Test