Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK KOMSERSIL TERHADAP PELEPASAN SPORA RUMPUT LAUT GRACILARIA SP. Idi Asrul; Hamzah Hamzah; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3997

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 sampai 05 September 2019 di BPBAP TAKALAR Divisi Kultur Jaringan Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk menentukan dosis pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang penggunaan pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan A 1ppt, perlakuan B 2ppt dan perlakuan C 3ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora rumput laut Gracilaria sp sangat berbeda nyata (P0,05) terhadap pupuk NPK. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan A 1ppt dengan hasil jumlah pelepasan spora Gracilaria sp. 49.800±4.76.
OPTIMASI PENGGUNAAN ENZIM PAPAIN PADA PAKAN KEONG TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) Nur Insana Salam; Abdul Haris Sambu; Edi Heriawan
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7068

Abstract

Budidaya ikan patin mengalami peningkatan yang menyebabkan penggunaan pakan ikut meningkat sehingga dibutuhkan pakan yang murah dan ramah linkungan. Salah satu pakan yang dapat digunakan adalah pakan keong dengan penambahan enzim papain.  Penelitian ini  bertujuan mengetahui dosis enzim papain yang optimal pada pakan keong terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan patin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu penambahan enzim papain masing-masing 2,3%, 2,5%, 2,7%, dan 0% (kontrol) pada pakan keong. Pakan uji diberikan pada ikan patin ukuran 2-5 cm sebanyak 5% dari biomassa selama 45 hari pemeliharaan dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari (pukul 08.30, 13.00, dan 20.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim papain dengan dosis 2,5 % merupakan dosis yang optimal terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan patin (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya..Hal ini diduga karena adanya enzim protease yang terdapat pada enzim papain yang merombak protein menjadi asam amino sehingga dapat memacu pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin.
PENGARUH DOSIS TEPUNG RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2471

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis tepung rumput laut Kappaphycus alvarezii yang sesuai untuk pertumbuhan dan sintasan udang windu Penaus monodon. Hewan Uji yang di gunakan dalam penelitian ini adalah udang windu fase juvenil dengan bobot 5 ± 2.80 g, ditebar dengan kepadatan 10 ekor per wadah. Perlakuan yang diberikan adalah  A) Pakan uji dengan konsentrasi rumput laut K. alvarezii 10,0%; B) Pakan uji dengan konsentrasi rumput laut K. alvarezii 17,5%; C) Pakan uji dengan konsentrasi rumput laut K. alvarezii 25,0%; D) Pakan kontrol tanpa  rumput laut K. alvarezii. Penelitian didesain menggunakan Rencangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan dosis tepung rumput laut  K. alvarezii dalam pakan udang memberikan respon yang tidak berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan udang windu. Dosis tepung rumput laut 17.5% menunjukan nilai pertumbuhan mutlak sebesar 49,7% dan sintasan sebesar 73% .
Optimasi Ketahanan Benih Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Terhadap Infeksi Streptococcocis R Rahmi; A Akmal; Nur Insana Salam
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i1.764

Abstract

This study aims to determine the resistance level of saline tilapia (Oreochromis niloticus) seeds obtained from tilapia broodstock that has been vaccinated with attenuated S. iniae bacteria against streptococcocis infection. This research was conducted in June-September 2020 at the Mini Hatchery Laboratory of the Department of Fisheries, Faculty of Marine and Fisheries Sciences, Hasanuddin University. The fish seeds used are 3-5 cm in size and 7-10 g in weight. The bacteria Streptococcus iniae were soaked in seeds for 30 minutes using concentrations of 105 CFU/mL, 107CFU/mL, 109CFU/mL, and without immersion. The seeds were then kept in a 40x25x20cm3 aquarium with a density of 50 seeds per aquarium for one month and fed at satiation. During the experiment, the media quality of the seeds was maintained within an acceptable range for the growth and viability of saline tilapia. The parameters observed were survival, RPS, and lysozyme activity in saline tilapia seeds. The optimal result that can increase the resistance of saline tilapia fry against Streptococcocis infection is at a concentration of 107 CFU/mL. This concentration can increase the survival rate, RPS, and lysozyme activity in saline tilapia.
Pembuatan Pakan Berbahan Limbah Usus Ayam Untuk Budidaya Ikan Lele dI Kelurahan Pai, Kota Makassar Andi Chadijah; Nur Insana Salam; Dewi Puspitasari; Rahmi Rahmi
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21, No 3 (2021): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.01530

Abstract

The catfish farming group in Pai Village faces problems related to the high price of commercial feed, so they use chicken intestine waste feed. This activity's purpose is the manufacture of catfish feed made from chicken intestine flour in Pai Village, Makassar City. The method used is through socialization, discussion and question and answer, and training in making feed using chicken intestine flour as raw material. The community service activities carried out went smoothly and received enthusiasm from the cultivator group community. Cultivators can make feed by utilizing chicken intestine waste and apply it in catfish farming activities.
SUBTITUSI TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza sp) PADA PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Rahmi Rahmi; Nur Insana Salam; Nur Qodri
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.648 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.673

Abstract

The purpose of this study to determine the effect of ginger powder in the feed with different doses of the survival and growth of tilapia fish (Oreochromis Niloticus). The method used is tilapia fish obtained from Fish Seed Center (BBI) is natural. Seed fish used as many as 10 heads/container research. Total container study 12 units with a capacity of each container of 20 liters of water. Research container filled with water of 10 liters. The treatments tested was the administration of different doses of ginger powder in feed tilapia fish. In this study, there were 4 treatment, the dosage of 2.5% (treatment A), the dose of 5% (treatment B), the dose of 7.5% (treatment C), without the provision of ginger powder (treatment D). Research carried out for 6 weeks showed that the growth and survival rate of tilapia fish highest in treatment B (ginger 5%) with an absolute growth of 2.68 gr, 0.0638 g daily growth, and survival rate of 100%.
PREVALENSI DAN INTENSITAS PARASIT PADA BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA TIGA LOKASI LOKASI BALAI BENIH IKAN SULAWESI SELATAN Rahmi Rahmi; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 2 (2017): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v6i2.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas pada benih ikan Mas (Cyprinus carpio.L) pada beberapa lokasi BBI(Balai Benih Ikan) di sulawesi selatan.  Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei-juni 2017 pengambilan sampel ikan di tiga lokasi  Balai Benih Ikan (BBI) yaitu, BBI Limbung, BBI Bontomanai, BBI Maros. dan pengamatan parasit di lakukan di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. Jenis parasit yang ditemukan pada bagian ektoparasit ikan mas (Cyprinus carpio) selama penelitian adalah, Dactylogyrus sp. dan Trichodina sp, dan Chilodonella sp. Prevalensi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) yaitu yang terendah pada BBI Maros yaitu Dactylogyrus sp 30%, Trichodina sp 25%,dan Chilodonella sp 15 %. Sedangkan yang tertinggi pada BBI Bonto Manai yaitu Dactylogirus sp 40%, Trichodina sp 45%, dan Chilodonella sp 30%.  Sedangkan intensitas serangan parasit tertinggi d BBI Bonto manai masing-masing, Dactylogyrus sp 4 ind/ekor, Trichodina sp 4 ind/ekor, dan Chilodonella sp 4 ind/ekor. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengukur parameter lingkungan seara detail pada penelitian ini.
PENGARUH PEMBERIAN VITERNA DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreocromis niloticus) Riza Fadilah; Darmawati Darmawati; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 2 (2020): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7074

Abstract

Pakan merupakan komponen penentu dalam budidaya sehingga perlu dioptimalkan penggunaannya, salah satunya dengan penambahan suplemen viterna yang dapat membantu pencernaan makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian viterna dengan dosis berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan, FCR dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu penambahan viterna 15 ml/kg pakan, 20 ml/kg pakan, 25 ml/kg pakan, dan tanpa penambahan viterna (kontrol). Penambahan viterna pada pakan komersil (PF1000) dilakukan dengan metode spray sesuai dosis  perlakuan, lalu dikering anginkan pada suhu ruang selama ± 10 menit. Ikan nila yang digunakan adalah benih umur 25 hari dengan panjang berkisar 4-5 cm dan dipelihara dalam waskom plastik dengan padat tebar 30 ekor/wadah (2 ekor/L). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari bobot tubuh dengan frekuensi 3 kali sehari (08.00, 13.00, dan 18.00 wita) selama 30 hari pemeliharaan. Parameter utama yang diukur yaitu laju pertumbuhan spesifik, FCR dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan viterna pada pakan memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik, food convertion ratio (FCR), dan sintasan benih ikan nila. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan C (penambahan viterna sebanyak 20 ml/kg pakan) yaitu laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,63% per hari, FCR sebesar 1,15, dan sintasan sebesar 94,66%.
OPTIMASI SERBUK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) PADA PAKAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN SINTASAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) YANG DIPELIHARA PADA SUHU PANAS Tri Syawal Dalle; Muhamad Ikbal; Akmaluddin Akmaluddin; Darmawati Darmawati; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal pemberian serbuk biji papaya  (Carica papaya L) pada pakan terhadap  kadar hemoglobin dan survival rate ikan nila (Oreochromis sp) yang dipelihara pada suhu panas.Sedangkan kegunaan penelitian ini sebagai pedoman bagi pengembangan teknik budidaya ikan nila dalam upaya meningkatkan nilai mutu dan kesehatan ikan.Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Limbung, Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Dosis pemberian serbuk biji papaya yang digunakan adalah  10 g/kg pakan (perlakuan A), 15 g/kg pakan (perlakuan B), 20 g/kg pakan (perlakuan C), dan tanpa penambahan serbuk biji papaya pada pakan (perlakuan D).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tertinggi terdapat pada perlakuan B (penambahan serbuk biji pepaya sebanyak 15g/kg pakan) yaitu 7,7 g/100 ml. Parameter kualitas air selama penelitian dalam kondisi yang layak dalam pemeliharaan ikan nila (Oreochromis sp).
DEMONSTRASI PLOT PEMBESARAN KEPITING RAJUNGAN DENGAN TEKNIK BUDIDAYA TAMBAK DI DESA MATTIRO BOMBANG KABUPATEN PANGKEP Irma Hakim; Syafiuddin Syafiuddin; Nur Insana Salam
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mattiro Bombang Village Community activities to catch crabs in the sea. The potential of this village is still not well developed so it is very profitable if the community does crab cultivation. Problems that require handling of the increasingly reduced crab catches are the availability of crabs continuously. To anticipate this, it is necessary to apply and touch the right techniques of crab cultivation so that this PPDM activity becomes a pilot stage. PPDM implementation methods are mentoring and demonstration plots. The main work that was obtained by the fishermen's partners was the demonstration plot of rajungan crab cultivation in the pond that was applied starting from the pond construction, pond drying, filling water, place of maintenance, seed selection, seed transport, seed stocking, maintenance, water quality, feeding, growth, pest management disease, and harvest. With the improvement of skills, fisherman partners can produce large rajungan crabs weighing 200 grams per head to meet market needs and be available continuously without expecting catches at sea.