Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERBAIKAN SISTEM KERJA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SEPATU DI CIBADUYUT BANDUNG UNTUK MEMINIMASI BEBAN KERJA MENTAL Nur Rahman As'ad; Eri Achiraeniwati; Yanti Sri Rezeki
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 4 No.2 (Juni, 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v0i0.1715

Abstract

Standarisasi sistem kerja sangat diperlukan baik utuk perusahaan maupun untuk pekerja, standarisasi memudahkan bagi perusahaan dalam membuat perencanaan dan target perusahaan. Bagi pekerja standarisasi merupakan panduan dalam memudahkan pekerja melakukan pekerjaannya. Penelitian ini (tahun ke-dua) bertujuan mengintegrasikan hasil penelitian yang dilakukan dari tahun 2012 – 2014 serta diuji cobakan, sehingga menghasilkan standarisasi sistem kerja pada industri sepatu di Cibaduyut yang meliputi spesifikasi dan bentuk fisik fasilitas yang digunakan, metoda kerja untuk setiap stasiun kerja serta lingkungan fisik kerja yang memenuhi syarat pekerjaannya. Dengan standarisasi sistem kerja diharapkan pekerja lebih nyaman dan aman dalam melakukan pekerjaaannya dan membantu dalam pencapaian target.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU KELOMPOK BAROKAH TANI DI KAMPUNG CIPONDOH RW 20 DESA KERTAJASA KECAMATAN PADALARANG EMPOWERING HOUSEWIVES OF BAROKAH TANI GROUP IN CCIPONDOH VILLAGE OF RW 20, KERTAJASA, DISICTRIC OF PADALARANG Puti Renosori; Eri Achiraeniwati; Selamat Selamat
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 6 No.1 (Januari, 2018) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v6i1.3570

Abstract

Tingkat Target utama dari kegiatan PKM adalah Meningkatkan  ketrampilan ibu-ibu dalam membuat olahan singkong menjadi berbagai kue/makanan yang mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi. Dipilihnya singkong sebagai bahan dasar kue/kuliner, karena pertanian di Kampung Cipondoh menghasilkan singkong yang melimpah. Saat ini Singkong sebagian besar di jual mentah dengan harga yang relatif  murah ke  pengumpul, sebagian singkong sudah diolah menjadi makanan tradisional seperti kripik singkong dan opak singkong dll. Untuk mencapai target diatas maka kegiatan yang telah dilaksanakan ialah: pengadaan mesin dan peralatan yang dibutuhkan, pelatihan administrasi keuangan sederhana, wirausaha pemasaran dan  peningkatan ketrampilan  pengolahan kue berbahan dasar singkong. Peningkatan keterampilan dilakukan dengan cara praktek langsung membuat kue/makanan. Selain mempunyai rasa yang enak olahan singkong diupayakan lebih menarik, kreatif, halal dan thayyib (baik untuk kesehatan tubuh). Selanjutnya pendampingan dan monitoring kegiatan diarahkan pada diskusi untuk mengatasi kendala-kendala di lapangan dan  rencana pengembangan kuliner yang akan dikembangkan. Melalui kegiatan PKM dapat  meningkatkan diversifikasi pangan, meningkatkan motivasi dan kreativitas ibu-ibu kelompok tani:”Barokah Tani” dan dapat menjadi peluang usaha yang dapat  meningkatkan perekonomi keluarga
PERANCANGAN ULANG KURSI KULIAH YANG ERGONOMIS DI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG JL. TAMANSARI NO.1 BANDUNG Eri Achiraeniwati; Yanti Sri Rejeki; Nur Rahman As'ad; Widi Pratama
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 6 No.1 (Januari, 2018) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v6i1.3572

Abstract

Universitas Islam Bandung (Unisba), merupakan salah satu universitas swasta yang berada di Bandung Jawa Barat.  Unisba memiliki visi “ Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang mandiri, dan terkemuka di Asia”.  Salah satu upaya dalam mewujudkan visi tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas belajar yang baik dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik kelas. Setiap ruang kelas yang ada di Universitas Islam Bandung (Unisba)  telah dilengkapi fasilitas  pembelajaran sebagai sarana pendukung dalam proses pembelajaran. Fasilitas yang tersedia terdiri dari  kursi kuliah, papan tulis, layar proyektor dan lingkungan kelas. Fasilitas tersebut masih dirasakan kurang nyaman, khususnya pada kelas yang berada di Jl. Tamansari No.1. Berdasarkan hasil kuesioner mengenai fasilitas kelas yang dirasakan belum nyaman dan perlu diperbaiki terhadap 40 mahasiswa, yang terdiri dari 11 mahasiswa Fakultas Psikologi, 9 mahasiswa Fakultas Teknik, 8 mahasiswa Fakultas Ekonomi, dan 12 mahasiswa Fakultas Komunikasi, menunjukan  bahwa fasilitas yang paling dirasakan belum nyaman dan perlu diperbaiki adalah kursi kuliah. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan ulang terhadap kursi kuliah di Unisba dengan memperhatikan keinginan pengguna dan aspek ergonomis. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode  Ergonomic Function Deployment (EFD) dan Antropometri. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner Nordic body Map untuk mengetahui keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa terhadap penggunaan kursi kuliah, kuesioner keinginan mahasiswa terhadap kursi kuliah, dan pengukuran dimensi tubuh untuk memperoleh ukuran kursi kuliah yang sesuai dengan ukuran mahasiswa. Jumlah responden sebanyak 98 responden, yang mewakili Fakultas Psikologi, Teknik, Ekonomi dan Komunikasi. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan kursi kuliah yang sesuai dengan keinginan dan ukuran tubuh mahasiswa pengguna kursi kuliah yang ada di Kampus Unisba  Jl. Tamansari No. 1.
PERBAIKAN METODE KERJA DAN PERANCANGAN FASILITAS KERJA UNTUK MENGURANGI RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) (Studi Kasus : CV. Graffity Labelindo) Eri Achiraeniwati; Nur Rahman As’Ad; Nova Nur Azizah
Teknoin Vol. 22 No. 9 (2016)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol22.iss9.art6

Abstract

All of the production activity   in a company cannot be separated with the material handling activity. There are a lot of companies that still use the traditional work system in the material handling activity, namely manual material handling systems. CV. Graffity Labelindo is one of company which conducts material handling mostly using human power, especially the material handling activities done by the lamination machine operators. This activities lifting materials about 6-15 kg from the bottom (floor) into the top, makes workers have to bent  to lift the materials, and then carry the materials by hand while moving about 20-24 meters.. Based on the results of questionnaires Nordic Body Map the biggest complaint that perceived lamination machine operator found on the neck, arms, thighs, waist, and back. The methods used in this research is OWAS  (Ovako Working  Analysis System). According to the data processing, the result shows that almost all the material handling activity done by the lamination machine is included in the risk category 3 (three) which is positions with harmful effects on the musculoskeletal system (high risk) an require the corrective action. The corrective action done to reduce or prevent risks of musculoskeletal disorders on the operator lamination machine is designing work facilities and improvements to the working methods. The results of the improvements can lower risk category operators lamination machine into risk category 1 (one) as to its normal position without any effects that can interfere with the musculoskeletal system (low risk).
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG PROGRAM URBAN FARMING Reni Amaranti; Eri Achiraeniwati; Nurrahman As’ad; Aswardi Nasution
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 4 No.2 (Juni, 2016) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v0i0.1973

Abstract

Komposisi sampah yang didominasi oleh sampah organik akan menjadi masalah besar apabila tidak ditangani dengan baik, tidak hanya dalam pengelolaan sampah yang ada akan tetapi juga pengurangan sampah yang dibuang ke pengolahan sampah akhir terutama berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah. Di sinilah dibutuhkan solusi pemecahan yang mengarah pada pemanfatan teknologi sebagai upaya untuk menciptakan keadaan lingkungan yang sehat, bersih, dan bisa memberikan keuntungan dari sisi ekonomis. Dari sudut pandang lain, sebenarnya sampah rumah tangga apabila dikelola dengan baik, memiliki potensi ekonomis karena dapat dimanfaatkan untuk dijadikan kompos. Pengelolaan sampah ini bisa dilakukan pada skala ekonomis dalam area pengelolaan tingkat Rukun Tetangga (RT) maupun skala komunal setingkat lingkungan Rukun Warga (RW), bahkan bisa diperluas hingga tingkat pedusunan/kelurahan. Masalah utama yang yang dihadapi mitra saat ini adalah belum meratanya pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sampah yang selama ini mereka hasilkan (terutama sampah organic) menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat menciptakan nilai tambah bagi keluarga. Selain itu juga kurangnya sosialisasi dan arahan kepada masyarakat menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat terhadap program yang dilaksanakan pemerintah terutama program Kampung Berkebun yang telah dilaksanakan di tingkat Rukun Warga (RW). Untuk itu, perlu dilakukan upaya pendampingan masyarakat dalam mengelola sampah terutama sampah organik rumah tangga dan memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan urban farming. Kegiatan ini  dilakukan dengan tujuan (a) meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara pengolahan sampah organik rumah tangga, (b) meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dengan beberapa teknik pembuatan kompos, (c) meningkatkan kemampuan masyarakat dalam urban farming (pertanian urban) sehingga dapat merespon dengan baik program pemerintah yang telah ada selama ini (program kampung berkebun), serta (d) mengoptimalkan potensi yang ada di masyarakat mitra menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomis.
RANCANGAN PERBAIKAN SISTEM KERJA BERDASARKAN KRITERIA 5S PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA SEPATU Yanti Sri Rejeki; Eri Achiraeniwati; Nur Rahman As’ad; Ricky Gunawan
Teknoin Vol. 22 No. 11 (2016)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol22.iss11.art7

Abstract

Cibaduyut is a shoe industry center area, located in Bandung city, West Java. This industry is required to be able to improve productivity and quality assurance of footwear produced to be able to compete with other similar companies. Generally, based on observations in previous research, the condition of the craftsmen works with simple equipment in a work environment that does not meet the requirements of an ergonomic working system that meets the requirements of effective, convenient, safe, healthy and efficient. Several improvements have been made to improving facilities, environments and working methods. These improvements still seem less effective and efficient because the work culture is still irregular. Based on the above, it is necessary to improve the work culture with the 5S method in every work station / process thoroughly and systematically so as to form a good working moral movement through the process of education, forming habits, discipline and building mindset of workers who support productivity effective, comfortable, safe, healthy and efficient, so that Cibaduyut shoe will able to compete in the future.
Upaya Perbaikan Teknik Pengangkatan Beban Yang Ergonomis Bagi Pekerja Pemetik Daun Teh Di Perkebunan Teh Pangalengan Anis Septiani; Eri Achiraeniwati; Nur Rahman Asad; Yanti Sri Rejeki
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 10 No.1 (Januari, 2022) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pangabdian Kepada Masyarakat (Sains & Tekno
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v10i1.7990

Abstract

Background implementation PKM is the potential work risk that will be experienced by tea pickers from low back pain caused by working without paying attention to correct work methods based on ergonomic principles. The purpose of PKM is to provide training on the correct manual lifting method to reduce occupational risks for workers. The method is providing education and training to participants with material on occupational health and training the application of manual lifting methods with 41 participants. Evaluation of training results was carried out by distributing pre-test and post-test questionnaires consisting of 3 questions regarding occupational health and 5 questions regarding manual lifting. The questionnaire was made as a closed questionnaire. The results obtained after training were an increase in workers’ knowledge and awareness of the importance of paying attention to occupational health and the right way of working. From the post-test results, the number of participants who answered “don’t know” about occupational health decreased 15.3% compared to the results of the pre-test. In terms of knowledge of how to work manually, the number of participants who answered “don’t know” in the post-test decreased by 21.5%. All participants stated they were willing to apply it in the workplace. Latar belakang pelaksanaan PKM adanya potensi risiko kerja yang akan dialami pekerja pemetik teh berupa low back pain yang disebabkan bekerja tanpa memperhatikan metoda kerja yang benar berdasarkan prinsip ergonomi. Tujuan PKM memberikan pelatihan mengenai metode pengangkatan manual yang benar untuk mengurangi risiko kerja bagi pekerja. Metode pelatihan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada peserta dengan materi Kesehatan kerja dan pelatihan penerapan metode pengangkatan manual dengan peserta 41 orang. Evalusi hasil pelatihan dilakukan dengan penyebaran kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 3 pertanyaan mengenai Kesehatan kerja dan 5 pertanyaan mengenai pengangkatan manual. Kuesioner dibuat bersifat kuesioner tertutup. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pelatihan terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran pekerja akan pentingnya memperhatikan kesehatan kerja dan cara kerja yang benar. Dari hasil post-test, jumlah peserta yang memberikan jawaban “tidak mengetahui” mengenai kesehatan kerja menurun sebesar 15,3% dibandingkan dengan hasil pre-test. Di sisi lain dalam hal pengetahuan mengenai cara kerja manual, jumlah peserta yang memberikan jawaban “tidak mengetahui” dalam post-test menurun sebanyak 21,5%. Jawaban butir lima mengenai penerapan metoda pengangkatan manual yang benar seluruh peserta menyatakan bersedia menerapkan di tempat kerja.
Perancangan Fasilitas Kerja di Warehouse dengan Metode Antropometri Feraldi Akbar Destian; Eri Achiraeniwati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.383 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.486

Abstract

Abstract. PT X is a manufacturing company engaged in the garment industry. Manual handling work with an average operator load in one arrival of 1 car moves the product 36 times, carried out by 3 operators. There are problems experienced by operators who complain of pain in several parts of the body, namely the upper back, lower back and feeling sore in some parts of the body. Therefore, the purpose of this research is to design work facilities using anthropometric methods in order to minimize the work risks experienced by bal-transfer workers. The method used to measure work risk is the Ovako Working Analysis System with the ErgoFellow Software tool and to find out operator complaints using the Nordic Body Map questionnaire. Through the questionnaire, it can be seen that the pain experienced by the operator in the shoulder, lower back and upper back and the average risk measurement results are at code 4 level, which means that repairs are needed as soon as possible. Recommendations for designing work facilities are hand lifts based on the dimensions of the worker's body, dimensions of product bales, and available facilities. This hand lift is divided into three parts, namely the part where the load is stored, the control, and the support and hydraulics. The hand lift function is useful for moving product bales, either raising or lowering them. The results of the simulation carried out after the design of the hand lift shows a decrease in the level of risk, when the operator moves the product bales at the risk level at code 1, which means that corrective action is not required. Abstrak. PT X merupakan suatu perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang industri garmen. Pekerjaan manual handling dengan rata-rata beban operator dalam sekali kedatangan 1 mobil memindahkan produk sebanyak 36 kali pemindahan yang dilakukan oleh 3 operator. Terdapat masalah yang dialami operator yang mengeluhkan sakit pada beberapa bagian tubuh yaitu punggung atas, punggung bawah dan merasa pegal pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fasilitas kerja dengan metode antropometri agar dapat meminimasi risiko kerja yang dialami oleh pekerja pemindahan bal. Metode yang digunakan untuk mengukur risiko kerja adalah Ovako Working Analysis System dengan tool Software ErgoFellow dan untuk mengetahui keluhan operator menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Melalui kuesioner dapat diketahui keluhan rasa sakit yang dialami oleh operator pada bahu, punggung bawah dan punggung atas dan hasil pengukuran risiko rata-rata berada pada level kode 4 yang artinya perbaikan diperlukan secepat mungkin. Rekomendasi perancangan fasilitas kerja yaitu hand lift berdasarkan dimensi tubuh pekerja, dimensi bal produk, dan fasilitas yang tersedia. Hand lift ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian tempat menyimpan beban, kontrol, serta penyangga dan hidraulik. Fungsi hand lift yaitu berguna untuk memindahkan bal produk, baik menaikkan atau menurunkan. Hasil simulasi yang dilakukan setelah dilakukan perancangan hand lift menunjukkan penurunan level risiko, ketika operator memindahkan bal produk level risiko pada kode 1 yang artinya tindakan perbaikan tidak diperlukan.
Perancangan Kebutuhan Jumlah Operator Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja pada Bagian Produksi Dus Kemasan Nadya Putri Leila Sari; Eri Achiraeniwati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.559 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v2i1.642

Abstract

Abstract. Workload is important to note in the ergonomic aspect. One of the problems regarding workload imbalances occurs in CV. X's which is engaged in printing and producing a variety of products, one of which is box packaging. Workload imbalance causes work in several processes to be delay due to not being able to complete work on time. The purpose of this study is to know the workload that operators receive at all workstations. The method used is workload analysis, the results obtained based on the method are workloads that show underload or low conditions occur in print process 1 of 11%, print process 2 of 45%, lamination process 1 of 45%, and lamination process 2 of 41%. Workloads that are in load or normal occur in the cutting process of 77% and QC &packaging process of 74%. As for workloads that are overloaded or overloaded occurs in the pond process of 106%. The results obtained from the calculation of the method, there needs to be the addition of operators in the pond process as much as 1 person and the reduction of operators in the print process as much as 1 person while for other processes there is no addition and reduction of operators. The result of the proposed workload for the cutting process is 77%, the print process is 56%, the lamination process 1 is 45%, the lamination process 2 is 41%, the pond 1 process is 74%, the pond 2 process is 32% and the QC &packaging process is 74%. So based on the results of the proposal, the workload received by all operators is in the normal category. Abstrak.Beban kerja merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam aspek ergonomi. Salah satu permasalahan mengenai ketidakseimbangan beban kerja terjadi di CV X yang bergerak di bidang percetakan dan menghasilkan beragam produk salah satunya yaitu dus kemasan. Ketidakseimbangan beban kerja menyebabkan pekerjaan di beberapa proses menjadi terlambat dikarena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui beban kerja yang diterima operator pada seluruh stasiun kerja. Metode yang digunakan adalah workload analysis, hasil yang diperoleh yaitu beban kerja yang menunjukan kondisi rendah terjadi pada proses cetak 1 sebesar 11%, proses cetak 2 sebesar 45%, proses laminasi 1 sebesar 45%, dan proses laminasi 2 sebesar 41%. Beban kerja yang berada pada kondisi normal terjadi pada proses pemotongan sebesar 77% dan proses QC & pengemasan sebesar 74%. Sedangkan untuk beban kerja yang berada pada kondisi berlebih terjadi pada proses pond sebesar 106%. Hasil yang diperoleh dari perhitungan metode tersebut, perlu adanya penambahan operator pada proses pond sebanyak 1 orang dan pengurangan operator pada proses cetak sebanyak 1 orang sedangkan untuk proses lainnya tidak adanya penambahan dan pengurangan operator. Hasil beban kerja usulan untuk proses pemotongan sebesar 77%, proses cetak sebesar 56%, proses laminasi 1 sebesar 45%, proses laminasi 2 sebesar 41%, proses pond 1 sebesar 74%, proses pond 2 sebesar 64% dan proses QC & pengemasan sebesar 74%. Maka berdasarkan hasil usulan, beban kerja yang diterima seluruh operator sudah berada dalam ketegori normal.