Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH DI PELABUHAN ARAR KABUPATEN SORONG YANG BERKELANJUTAN Sehtawarta Br Sitepu; Etty Riani; Syaiful Anwar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.832 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.18989

Abstract

Pelabuhan Arar merupakan pelabuhan yang sedang berkembang dan terletak di kawasan ekonomi khusus, sehingga menghasilkan limbah dan sampah yang semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi strategi pengelolaan limbah di Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong yang berkelanjutan. Pada penelitian ini dilakukan wawancara terhadap lima pakar ahli yang dipilih secara purposive dengan bantuan kuesioner khusus untuk keperluan analisis AHP. Data yang diperoleh dianalisis dengan analytical hierarchy process (AHP) menggunakan perangkat lunak expert choice 2000. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga strategi utama yang perlu dilakukan agar pengelolaan limbah di Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong menjadi berkelanjutan, yakni membuat pengolahan limbah dan sampah menjadi satu kebiasaan dan budaya keseharian (habituasi) dari masyarakat, mencari dan menerapkan teknologi zerowaste serta melakukan penegakan hukum.
Identification and Phylogenetic Analysis of Bacterial Isolates from Litopenaeus vannamei Shrimp Culture System and Gut Environment Based on 16SrRNA Gene Sequence Data TUBAGUS HAERU RAHAYU; INDRAWATI GANDJAR; ETTY RIANI; IIN SITI DJUNAIDAH; WELLYZAR SJAMSURIDZAL
Microbiology Indonesia Vol. 3 No. 2 (2009): August 2009
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5454/mi.3.2.3

Abstract

Selected bacterial isolates from a Litopenaeus vannamei shrimp culture system and gut environment were assessed using 16S rRNA gene sequencing method to identify their identity and to construct their phylogenetic relationship. In a preliminary study, a total of 19 isolates were selected as probiotics. These isolates were prepared using freeze and heat-shock method to obtain the DNA template. PCR amplification of 16S ribosomal RNA gene of isolates was carried out using bacterial universal primers 9F and 1510R and was sequenced using an automated DNA sequencer. These gene sequences were compared with other gene sequences in the GenBank database (NCBI) using a BLAST search to find closely related sequences. Alignment of these sequences with sequences available from GenBank database was carried out to construct a phylogenetic tree for these bacteria. Most of the isolates obtained, i.e. 17 out of the 19 isolates, belonged to different species of Bacillus, sharing 95 to 99% 16S ribosomal RNA identity with the respective type-strain, whereas the remaining 2 isolates belonged to Micrococcus sp. and Micrococcus luteus with 97 to 99% 16S rRNA homology, consecutively.
ANALISIS MDS (MULTI DIMENSIONAL SCALLING) UNTUK KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN AIR LINTAS WILAYAH Studi Kasus DKI Jakarta Bakeri, Samsul; J. P, M.Yanuar; Riani, Etty; Sutjahjo, Surjono H.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.897 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i1.1401

Abstract

Jakarta merupakan ibukota Indonesia dan sebagai kota besar dengan jumlah penduduk 9.588.198 orang pada tahun 2010 (BPS, Juli, 2010). Saat ini Jakarta perlu air bersih sebanyak 524.953.840 m3 untuk domestik dan non domestik 212.606.350 m3 atau total 737.560.145,20 m3. Kapasitas produksi dari PAM Jaya pada tahun 2009 sekitar 509.431.934 m3/tahun. PAM Jaya saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 69,07% dari total kebutuhan DKI Jakarta. Untuk memenuhi air bersih, Jakarta membutuhkan air tambahan dari provinsi lain dan 80% supply untuk Jakarta berasal dari Citarum (Jawa Barat) dan Cisadane (Tangerang-Banten) dan lainnya. Penelitian ini dilakukan selama 13 bulan mulai Juni 2010 sampai Juli 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyediaan (supply) dan permintaan air bersih serta mengidentifikasi kebijakan keluar tentang pemenuhan air bersih lintas wilayah atau kabupaten dan membuat modelpemenuhan kebutuhan air antar wilayah secara berkelanjutan. Metodologi analisisnya menggunakan Multi Scalling Dimensional (MDS) untuk analisis keberlanjutan air bersih untuk pemenuhan di Jakarta. Pemerintah memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan air bersih, pemenuhan air bersih perlu memahami lebih lanjut tentang supply dan permintaan air. Masalah banjir masih sering terjadi. Di dalam pemenuhan air bersih secara berkelanjutan, nilai dimensi ekonomi (69,17) dimensi hukum dan kelembagaan (68,24), dimensi prasarana dan tecnology (61,45), tetapi dimensi ecology tidak berkelanjutan dengan skor (48,75 ). kata kunci: air bersih, lintas wilayah, pemenuhan,keberlanjutan. AbstractJakarta is the capital of Indonesia and as a big city with 9.588.198 people in 2010 (BPS, July, 2010). Jakarta needs clean water 524.953.840 for domestic and non domestic 212.606.350 m3 or the total 737.560.145,20 m3. PAM Jaya production capacity in 2009 is about 509.431.934 m3/year. PAM Jaya capacity is about 69,07% of the total needs DKI Jakarta. To fulfil the clean water, Jakarta needs water supply from the other provinces and 80% water supply for Jakarta is from Citarum (West Java) and Cisadane (Tangerang-Banten) and others. A research has been done within 13 months started from 2010 June to 2011 July. The research is aimed to identify the supply and demand of clean water and identify the exiting policy about fulfilment the clean water cross boundaries or district and to make the model of fulfilment the clean water cross boundaries with sustainable. The methodology analysis is Multi Dimensional Scalling (MDS) methodology to analysis sustainablity of fulfilment clean water of Jakarta. The goverment has a central role to fulfill the needs of clean water, fulfilment clean water needs to understand more about supply and demand of water. The problem is the flood has often occured. The sustainable of fulfilment clean water is economi dimensional (69,17) dimensional of law and institution (68,24), dimensional of infrastructur and tecnology (61,45), but dimensional of ecology is not sustainable with the score (48,75). key words: Clean Water, Cross Boundaries, Fulfilment, Sustainable.
Bioconcentration Factor of Copper (Cu), Lead (Pb), and Zinc (Zn) in Anadara indica Related to the Water Quality in Coastal Areas Noverita Dian Takarina Dian Takarina; Dietriech Geoffrey Bengen; Harpasis Slamet Sanusi; Etty Riani
Makara Journal of Science Vol 17, No 1 (2013): April
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Garapan river mouth forms part of the Tanjung Pasir coastal area. This region receives materials not only from coastal waters but also from domestic sewage and industrial wastewater that contains heavy metals such as Cu, Pb, and Zn. On the contrary, the Cibungur river mouth in the different coastal area, receives relatively lower amounts of domestic sewage and industrial wastewater. The objective of this study was to determine the Cu, Pb, and Zn content in the coastal sediment as well as the levels of A.indica and their relationship with water quality parameters. Samples were collected from four stations located in the Garapan and Cibungur river mouths and were analyzed for metal content using Atomic Absorption Spectrometry Shimadzu 6300. Samples of A. indica found in the field are categorized into three diferent size classes. It is because size related to heavy metal accumulation. Results showed that bioconcentration factor (BCF) values were Zn>Cu>Pb in both locations. Small size A. indica tends to have higher values of BCF for Cu and Zn compared to medium and larger sized samples. Furthermore, the BCF values of Cu, Pb, and Zn in A. indica were higher when the sediment had a lower concentration of organic matter. Abstrak Faktor Biokonsentrasi Tembaga (Cu), Timbal (Pb), dan Seng (Zn) pada Anadara Indica yang Dihubungkan dengan Kualitas Air di Daerah Pesisir). Muara sungai Garapan merupakan bagian dari kawasan pesisir Tanjung Pasir. Daerah ini menerima buangan tidak hanya dari kawasan pesisir tetapi juga dari perumahan dan industri disekitarnya yang mengandung logam berat seperti Cu, Pb, dan Zn. Sebaliknya, muara sungai Cibungur relatif menerima buangan perumahan dan industri yang lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan Cu, Pb, dan Zn pada sedimen dan Anadara indica, dan hubungannya dengan parameter kualitas air. Sampel diambil dari empat stasiun di daerah perairan muara sungai Garapan dan Cibungur selanjutnya dianalisis kandungan logam beratnya menggunakan Atomic Absorption Spectrometry Shimadzu 6300. Sampel A. indica yang ditemukan di lapangan dikelompokkan dalam tiga kelas ukuran. Hal itu karena ukuran berhubungan dengan akumulasi logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor biokensentrasi (BCF) di kedua muara sungai adalah Zn>Cu>Pb. Sampel A. indica berukuran kecil cenderung memiliki nilai BCF Cu dan Zn lebih tinggi dibandingkan sampel berukuran sedang dan besar. Selanjutnya, BCF dari Cu, Pb, dan Zn pada A. indica lebih tinggi ketika sedimen memiliki kandungan organik yang lebih rendah. Keywords: Anadara indica, bioconcentration factor (BCF), heavy metals, sediments, water quality
LAHAN BASAH BUATAN SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamaei) BERSALINITAS RENDAH Raharjo, Syafrudin; Suprihatin, Suprihatin; Indrasti, Nastiti S.; Riani, Etty; Supriyadi, Supriyadi; Hardanu, Warih
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Air limbah budidaya udang berjumlah relatif banyak dan mengandung bahan pencemar yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, air limbah tersebut dapat diolah dan diresirkulasi dalam sistem budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan sistem lahan basah buatan-aliran air permukaan (LBB-AAP) yang ditanami dengan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides, L) dalam menghilangkan pencemar (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43-) dari air limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamaei) kondisi mesohaline dan mengevaluasi kinerja sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem LBB-AAP mampu mengeliminasi parameter NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- secara signifikan. Rumput vetiver mampu tumbuh pada kondisi mesohaline dan dapat melakukan remediasi air limbah tersebut. Serapan rumput vetiver dalam sistem LBB-AAP untuk NO3-, NH4+ dan PO43-adalah 28, 63 dan 83 %. Desain konstruksi LBB-AAP tipe Hidroponik menunjukkan kinerja terbaik dalam pengendalian air limbah budidaya udang vaname dibandingkan dengan tipe emergent, kombinasi hidroponik dan emergent. 
KONTAMINASI MERKURI (Hg) DALAM ORGAN TUBUH IKAN PETEK (Leiognathus equulus) DI PERAIRAN ANCOL, TELUK JAKARTA Riani, Etty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2010)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.498 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v11i2.1216

Abstract

Mercury (Hg) which is contained in aquatic ecosystem can enter and be accumulated to organism’s body, like on petek fish (Leiognathus equulus). The research aimed to see mercury concentration in aquatic ecosystem, to see mercury concentration in organ of petek fish by AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) and its histopathology response in organs of petek fish. The research was done at Ancol, Jakarta Bay on October-December 2004. There are 16 samples of water and fish from 3 stations.The analysis result of water quality is compared by standard quality of sea water for sea organism life (Kepmen LH No. 51, 2004), mercu ry concentration in fish organ is compared by maximum mercury concentration in fish body by classification of Palar (2004). Ancol water quality is still on normal condition. Mercury concentration in water and petek fish organs had low concentration. Gill and lever contaminated by mercuryis only in station 1 fish, but it is still on normal concentration. Histopathology of petek fish gill is not abnormal, while the lever is necrosis. Water and petek fish is not a good indicator to detect mercury in aquatic ecosystem.Keywords: mercury, petek fish, water, lever, gill, histopathology, accumulation,indicator
PENGARUH AKTIVASI FISIKA DAN KIMIA ARANG AKTIF BUAH BINTARO TERHADAP DAYA SERAP LOGAM BERAT KROM Hasan, Rosalina; Tedja, Tun; Riani, Etty; Sugiarti, Sri
Biopropal Industri Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2490.265 KB)

Abstract

Cerbera odollam Gaertn. activated carbon was derived from mangrove plant which is poisonous and planted as shade tree. The morphology of Cerbera odollam Gaertn. fruit is similar with coconut shell and the contains of lignin and cellulose is higher than coconut. Cerbera odollam Gaertn. fruit was dried, cut and carbonized at 300 oC, 400 oC and 500oC. Then Cerbera odollam Gaertn. carbon was activated by physical steam activation and chemical activation, using H3PO4 (5% & 10%) and KOH (5% & 10%), at activation temperature 650oC and activation time 60 and 90 minutes. Proksimat analysis of Cerbera odollam Gaertn. carbon was carried out to determine moisture, volatile content, fly ash, fix carbon, ash content and iod adsorption, total chromium by using AAS. The result showed that activated carbon derived from Cerbera odollam Gaertn. fruit which was activated by KOH 5% at 60 minutes improved the chromium adsorption for about 99.474%.Keywords:             activated carbon, adsorption, Cerbera odollam Gaertn., chromium, physical and chemical activation ABSTRAKArang aktif buah bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) berasal dari tumbuhan mangrove bintaro yang beracun dan banyak ditanam sebagai pohon peneduh kota. Bentuk buah bintaro menyerupai serabut kelapa dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang melebihi tanaman kelapa. Buah bintaro dikeringkan, dipotong dan dikarbonisasi pada temperatur 300 oC, 400oC  dan 500oC serta diaktivasi secara fisika menggunakan uap air dan secara kimia mengunakan H3PO4 (5% & 10%) dan KOH (5% & 10%) pada temperatur 650oC dengan waktu aktivasi 60 dan 90 menit.  Analisis proksimat yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan daya serap iod serta uji kadar krom total dengan menggunakan AAS. Adsorpsi krom dilakukan dengan penambahan asam sulfat 4 N hingga pH 4 sebelum diolah dengan arang aktif buah bintaro. Hasil penelitian menunjukkan arang yang diaktivasi dengan KOH 5%  dan waktu 60 menit mampu menghilangkan kadar kromium sebesar 99,474%.Kata kunci: adsorpsi, aktivasi fisika dan kimia, arang aktif, buah bintaro, krom
ANALISIS BEBERAPA ASPEK REPRODUKSI KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Asmara, Hadun; Riani, Etty; Susanto, Agus
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research was done in Segara Anakan water lagoon, Cilacap District, Central Java, from September 2003 to November 2003. Samples of mangrove crab were taken using catching tool of wadong and pintur which setted in the afternoon and unsetted the next morning. From all samples collected, there were 55 male and 113 female crabs. The width range of male shells were 31.5-122.5 mm and weight range were 53.75-286.08 gram, while the females shells have width range of 78.4-120.5 mm and weight range of 69.38-229.08 gram. Fecundity of mangrove crabs (Scylla serrata) ranges between 345,923-1,472,639 eggs with mean value of 646.194. Diameter of the egg curve shows that the mangrove crabs were total spawner, which means totally discharge their eggs.
Pengaruh Dosis dan Waktu Penyuntikan Prostaglandin F-2a Terhadap Ovulasi Udang Windu , Penaeus Monodon Fab, Afkir Etty Riani; H M Sjarif Hitam; H M Eidman
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 2 (1995): Desember 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Induk udang windu yang sudah sekali bertelur, sudab dinyatakan afk.ir. Udang afkir ini umumnya berovulasi secara parsial. Dengan pemberian prostaglandin dosis 750-1000 !lg/kg bobot tubuh pada malam hari, udang afkir ini mampu berovulasi secara sempurna dengan kematangan dan diameter telur yang normal. Untuk udang afkir yang telab sekali memijah, interaksi antara waktu penyuntikan pukul 20.00 WIB dengan dosis 1000 ug/kg bobot tubuh memberikan hasil yang lebih baik dibanding yang lainnya.Kata-kata kunci: udang afkir, prostaglandin, pukul 20.00 WIB, ovulasi
VALUASI EKONOMI DAMPAK PENCEMARAN DAN ANALISIS KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DI TELUK JAKARTA Haryati, Sri; Sanim, Bunasor; Riani, Etty; Ardianto, Luky; Sutrisno, Dewayany
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.277 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.89

Abstract

Teluk Jakarta adalah salah satu dari perairan Indonesia dengan berbagai macam kegiatan manusia. Semua area dapat meningkatkan jumlah pencemaran logam berat dalam air terutama yang bermuara ke Teluk Jakarta. Logam berat akan disimpan dan terakumulasi dalam air, sedimen dan hewan akuatik. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu hewan air yang dibudidayakan di Teluk Jakarta sejak Tahun 1979. Dinas Kelautan dan Perikanan Jakarta menganalisis adanya kandungan logam berat pada kerang yang dibudidaya secara komersial di Cilincing dan Kamal Muara, Jakarta Utara. Dari kajian tersebut didapatkan data bahwa kerang yang  dibudidayakan di lokasi penelitian tidak cocok untuk konsumsi, karena memiliki kandungan logam berat yang tinggi. Kerang hijau ini lebih cocok untuk pembersih (purifier) lingkungan laut yang terkontaminasi logam berat. Hasil penelitian ini adalah bahwa polusi berdampak terhadap penurunan produktivitas budidaya kerang hijau. Potensi nilai ekonomis dan ekologis dari hilangnya dalam kasus pencemaran adalah Rp. 5.485.067.304 per hektar dan kemungkinan hilangnya pendapatan akibat polusi adalah Rp. 35.149.103.520 per tahun.Kata Kunci: Teluk Jakarta, Perna viridis, Logam Berat, Limbah, Valuasi Ekonomi.ABSTRACTJakarta Bay water is one of Indonesia waters which are teeming with various kinds of human activities. All area can continuously increase the amount of pollution especially heavy metal in water of Jakarta Bay. Heavy metal will deposited and accumulated in water, sediment and aquatic animal. Green mussel (Perna viridis) is one of the aquatic animals which cultivated in Jakarta Bay since 1979. Jakarta Maritime and Fishery Affairs Agency (2007) analyzed the heavy metal content of mussels farmed commercially in Cilincing and Kamal Muara, North Jakarta. From these explanations it can be said that the mussels are cultivated in the study site is not suitable for consumption, as it has a high content of heavy metals. Green mussel is more suitable for the purifier of marine environment that has been contaminated with heavy metals. Research result was which pollution impact on the reduction of green mussel farming productivity. Potential economic and ecological value of the loss in case of pollution is Rp.5.485.067.304 per hectareand the possible loss of revenue due to pollution is Rp. 35.149.103.520 per year.Keywords: Jakarta Bay, Perna viridis, Heavy Metal, Pollution, Valuation Economic.
Co-Authors . Sulistiono . Yonvitner Abdul Hamid Achmad Fahrudin Agus Salim Agus Susanto Ahmad Fachrudin Anna Rejeki Simbolon Ardianto, Luky Ari Purbayanto ASEP SAEFUDDIN Asmara, Hadun Bakeri, Samsul Bambang Mulyana Hermanto Bambang Pramudya Bambang Pramudya Bambang Pramudya N. Pramudya N. BIBIANA WIDIATI LAY Budhi H Iskandar Bunasor Sanim D. Djoko Setiyanto Darnas Dana Dewayany Sutrisno, Dewayany Dian Harjuna Sukma Dietriech Geoffrey Bengen Djamar T.F. Lumban Batu Dwiputra, Mohammad Ashari Edward Nixon Pakpahan Erliza Noor Fahrudin, Achmad Gumbira-Sa'id, E H M Eidman H M Sjarif Hitam Harald Asmus Harpasis Slamet Sanusi Harry Sudrajat Johari ICHSAN EFFENDIE IIN SITI DJUNAIDAH Indrawati Gandjar Isdradjad Setyobudiandi Ita Djuwita J. P, M.Yanuar Jalius , Kasful Anwar Khaswar Syamsu KHUSNUL YAQIN Komar Sumantadinata Lumbanbatu, Djamar Manuwoto Manuwoto Mariena Dewi Mohamad Syamsul Maarif MOZES TOELIHERE Muhammad Reza Cordova Musa Hubeis N adiarti N, Bambang Pramudya Nastiti S. Indrasti, Nastiti S. Nazori Djazuli Norman Razieb Azwar Noverita Dian Takarina Dian Takarina Nurfitri Triramdani Nurhasanah Nurhasanah Nurlisa A. Butet Nurlisa Alias Butet Priyadi Kardono Purwanto, M. Yanuar Joko R. Ruswandi Rahmat Kurnia Ridwan Affandi Ridwan, Iriadi Rinda Noviyanti, Rinda ROSALINA HASAN, ROSALINA Rugaya Serosero Rugaya Serosero Sarifah Nurjanah Sehtawarta Br Sitepu Sri Haryati Sri Sugiarti SRIHADI AGUNGPRIYONO Sudarmo, Agnes P Sugeng Budiharsono Sulistiono Sulistiono Suprihatin Suprihatin Supriyadi Supriyadi Surjono H. Sutjahjo Syafri Mangkuprawira Syafrudin Raharjo Syahril Nedi Syaiful Anwar Tri Handayani TUBAGUS HAERU RAHAYU Tun Tedja, Tun TUTI L YUSUF Wahid, Nia Istiani Wardiatno, Yusli Warih Hardanu, Warih Wellyzar Sjamsuridzal Wulandari, Tuah N. M. Yandra Arkeman Yoga, Gunawan Pratama Yuliati Yuliati Yunizar Ernawati Yusli Wardiatno Yusli Wardiatno