Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services

Pendampingan Pengolahan Pupuk Organik Limbah Ternak Sapi di Kelompok Ternak Surowani Putriya Alifia; Lucky Sanjaya; Novian Wely Asmoro; David Maruli Nainggolan; Wahyu Siswanto; Ainur Komariah
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v3i2.2869

Abstract

ABSTRACTTiyaran, Bulu, Sukoharjo Regency has potential in the agricultural and livestock sectors. One of the service partners is the Surowani who has problems with livestock waste management. The purpose of the service activities carried out by the PPK Ormawa team of Universitas Veteran Bangun Nusantara is to improve the skills of partners in managing livestock waste.. This activity was carried out in several stages, namely mentoring and approaches in the form of discussions, counseling, demonstrations and direct practice related to the manufacture of organic fertilizer from cow dung waste. The results of the service activities concluded that public knowledge about cattle waste treatment increased up to 90%, and the ability to practice composting from cattle waste reached 80%. Keywords: cattle waste, compost, community service, organic fertilizer
Penyuluhan Tata Letak Spot Foto dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Tiyaran Salma Nur Farida; Bella Cyntya Maharani; Lucky Sanjaya; Ainur Komariah
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i1.2906

Abstract

Gunung Sepikul adalah potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Sukoharjo. Wisata alam berupa pegunungan batu ini berada di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Lokasi Gunung Sepikul ini cukup strategis dan memiliki akses yang mudah karena ruas jalan desa sudah beraspal. Dari observasi diketahui permasalahan yang menjadikan potensi gunung sepikul belum berkembang, yaitu : 1) kurangnya media promosi gunung sepikul; 2) kurangnya pengetahuan masyarakat di area Gunung Sepikul mengenai desa wisata. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan mengenai tata letak spot foto dimulai dari pembahasan mengenai view gunung sepikul, problematika yang ada di gunung sepikul, serta rancangan spot foto yang tepat untuk diletakkan di area Gunung Sepikul. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kegiatan penyuluhan mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata dimulai dari paparan materi mengenai pengertian mengenai desa wisata, syarat-syarat desa wisata, kunci pengembangan dan pemasaran desa wisata, peran dan komitemen pemerintah, peran dan komitmen pelaku wisata, komponen pengembangan desa wisata, sapta pesona pariwisata, penyusunan rencana pemasaran desa wisata, produk desa wisata, pemasaran desa wisata, strategi pemasaran desa wisata, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi pemberdayaan. Hasil dari penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan mitra mengenai tata letak spot foto dan pengembangan obyek wisata oleh masyarakat.
Penyuluhan Tata Letak Spot Foto dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Tiyaran Salma Nur Farida; Bella Cyntya Maharani; Lucky Sanjaya; Ainur Komariah
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i1.2906

Abstract

Gunung Sepikul adalah potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Sukoharjo. Wisata alam berupa pegunungan batu ini berada di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Lokasi Gunung Sepikul ini cukup strategis dan memiliki akses yang mudah karena ruas jalan desa sudah beraspal. Dari observasi diketahui permasalahan yang menjadikan potensi gunung sepikul belum berkembang, yaitu : 1) kurangnya media promosi gunung sepikul; 2) kurangnya pengetahuan masyarakat di area Gunung Sepikul mengenai desa wisata. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan mengenai tata letak spot foto dimulai dari pembahasan mengenai view gunung sepikul, problematika yang ada di gunung sepikul, serta rancangan spot foto yang tepat untuk diletakkan di area Gunung Sepikul. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kegiatan penyuluhan mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata dimulai dari paparan materi mengenai pengertian mengenai desa wisata, syarat-syarat desa wisata, kunci pengembangan dan pemasaran desa wisata, peran dan komitemen pemerintah, peran dan komitmen pelaku wisata, komponen pengembangan desa wisata, sapta pesona pariwisata, penyusunan rencana pemasaran desa wisata, produk desa wisata, pemasaran desa wisata, strategi pemasaran desa wisata, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi pemberdayaan. Hasil dari penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan mitra mengenai tata letak spot foto dan pengembangan obyek wisata oleh masyarakat.