Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PERBAIKAN WAKTU SET-UP TERHADAP PRODUKTIVITAS PERAKITAN AIR LAYER TEMPEST Dio Sukmawan Lawrenzo; Ainur Komariah
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i1.621

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, perusahaan tersebut memproduksi alat-alat laboratorium. Proses produksi yang efektif dan efisien sangat diperlukan perusahaan tersebut supaya target produksi dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas airlayer tempest dan memperbaiki waktu set-up pada proses perakitan airlayer tempest. Objek penelitian ini adalah airlayer tempest yang terdiri dari 5 komponen, thick layer, thin layer, mid layer, top layer, dan extra layer. Kelima komponen tersebut dirakit menjadi satu dengan menggunakan mesin laser bonding. Metode yang digunakan untuk mengoptimalkan produkvitas dan memperbaiki waktu set-up pada proses perakitan airlayer tempest adalah metode Single Minute Exchange of Dies (SMED. Penerapan metode SMED ini menghasilkan pengurangan waktu produksi sebesar 377 menit. Sebelum penerapan SMED waktu produksi air layer tempest 954 menit, setelah penerapan SMED waktu produksi air layer tempest menjadi 577 menit. Proses internal yang diubah menjadi eksternal adalah proses deburing, pembersihan part, persiapan spray dye, proses asembling. Uji t dengan asumsi bahwa variansi adalah homogen, menghasilkan selisih rata-rata waktu proses produksi sebesar 373-381 menit. Pada range ini, uji t menghasilkan penerimaan null hypothesis yaitu selisih dua rata-rata sebesar 373-381 menit. Hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh perbaikan waktu set-up terhadap produktivitas perakitan air layer tempest.
ANALISA PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEPUNG TERIGU DAN PERAMALAN HASIL PRODUKSI DI CV MUTIARA PRIMA BAKERY, DUSUN SABUK, GUNUNGSARI, JATISRONO, WONOGIRI, JAWA TENGAH Yeri Hadi Winanto; Rahmatul Ahya; Ainur Komariah
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i1.626

Abstract

Pada umumnya persediaan bahan baku dan peramalan hasil produksi di suatu perusahaan memang sangat penting, penelitian ini dilakukan di CV. Mutiara Prima Bakery, Dusun Sabuk, Gunungsari, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah, yang memproduksi roti besar dan roti kecil, dengan menggunakan bahan baku tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persediaan bahan baku yang optimal untuk satu tahun terakhir dan mengetahui hasil peramalan produksi roti besar dan roti kecil untuk tahap berikutnya, pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Metode yang digunakan untuk menghitung persediaan bahan baku adalah metode EOQ dan yang untuk menghitung peramalan produksi yaitu metode MA dan metode Exponential Smoothing. Dari hasil perhitungan CV. Mutiara Prima Bakery perlu melakukan pemesanan sebanyak 16 kali dalam setahun, dengan masing masing pemesanan sebanyak 92 sak tepung terigu. Total biaya persediaan yang optimal adalah sebesar Rp. 5,028,051.00 Kemudian untuk hasil peramalan produksi pada 2 minggu selanjutnya untuk roti besar sebesar 6,696.667 pcs dan untuk roti kecil sebesar 31,169.7 pcs. Jadi kesimpulannya CV. Mutiara Prima Bakery diharapkan menggunakan metode EOQ dalam menghitung persediaan bahan baku tepung terigu, dan memprediksi jumlah roti yang akan di produksi.
PENGARUH KECEPATAN SPINDEL DAN PANJANG PAHAT TERHADAP KEKASARAN BAJA LUNAK ST 40 Oktafianto Nugroho; Ainur Komariah; Darsini Darsini
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.204 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kecepatan spindel dan panjang pahat terhadap kekasaran permukaan baja lunak ST 40. Benda kerja dibuat dengan variasi kecepatan spindel 450 rpm, 560 rpm dan 710 rpm. Variasi panjang pahat adalah 8mm, 12mm dan 16mm. Total terdapat 9 kelompok perlakuan. Tiap kelompok perlakuan dibuat 3 sampel, tiap sampel diukur tingkat kekasarannya sebanyak 5 kali. Total data adalah 135. Pengukuran kekasaran dilakukan dengan Surface test SJ – 201P dengan ketelitian 1 μ inch. Data dianalisis menggunakan analisis variansi satu arah dan dua arah dengan interaksi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kecepatan spindel, panjang pahat, dan interaksi di antara keduanya berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan benda kerja material ST 40.
Analisis Postur Kerja Operator Las dengan Metode RULA : Studi kasus di UKM Las XYZ Karanganyar Ainur Komariah; Fajar Dwi Prasetyo; Suprapto Suprapto
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v8i2.854

Abstract

The operator's work posture in production activities is very important to note. Ergonomic work posture will support work productivity. In UKM Las XYZ there are three work postures adopted by the welding operator namely standing bent, sitting on a short chair, and squatting. Welding is the job that causes the highest muscle complaints compared to other jobs in this UKM. The purpose of this study was to assess the risk of work posture adopted by welding operators. The assessment method uses the Rappid User Limb Assessment (RULA) and the Nordic Body Map. The results showed that the final score of the work posture bent has a score of 7, which means that this work posture needs to be investigated and implemented corrective actions. Work postures sitting in short chair and squatting produce a score of 6, which means that this work posture needs further investigation and immediate improvement. Measurement of muscle complaints showed that the part of the body that was experiencing the most pain was back and waist, with an average NBM score of 4 (very sick). This is caused by static or repetitive high frequency work postures adopted by the welding operator.
MODEL MATEMATIS PENENTUAN VOLUME SEGMEN TANGAN DAN KAKI WANITA ETNIS JAWA USIA 20 30 TAHUN Ainur Komariah; Budi Wibowo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.318 KB)

Abstract

Antropometri adalah ilmu yang berhubungan pengukuran dimensi tubuh manusia. Antropometri adalah cabang ilmu ergonomi yang penting karena pengaruhnya yang sangat signifikan terhadap desain ergonomis sebuah produk. Antropometri menyangkut geometri fisik, massa, dan kekuatan tubuh manusia. Antropometri berarti juga suatu kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia, ukuran, bentuk dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain. Di antara berbagai macam data antropometri, kerapatan massa tubuh adalah data yang sulit diukur. Data kerapatan massa diperlukan dalam pembuatan peralatan biomekanik, terutama peralatan yang melekat pada tubuh manusia, misalnya protesa kaki dan tangan palsu. Volume segmen tubuh merupakan salah satu kunci untuk memperoleh kerapatan massa segmen tubuh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model matematis penentuan volume segmen tubuh tangan dan kaki pada wanita etnis Jawa usia 20 30 tahun, dengan menggunakan prediktor panjang segmen, lingkar segmen, dan tinggi tubuh keseluruhan. Metode yang digunakan untuk pengukuran adalah dengan metode pencelupan menggunakan hukum archimides, dan pengukuran menggunakan mistar ukur dan pita ukur. Model dibuat dengan metode regresi berganda dan regresi nonlinier dengan prediktor 3 variabel independen. Penelitian menghasilkan 12 model penentuan volume 6 segmen tubuh manusia, dengan akurasi model antara 0,27 hingga 0,83. Akurasi tertinggi adalah 0,83 yaitu pada model penentuan telapak kaki, Y=520,39+10204,44X10,12512854,76X2-0,02-25,28X3-2512,29 dengan prediktor X1 = lebar telapak kaki, X2 = tinggi mata kaki, X3 = tinggi badan. Model dengan akurasi terendah adalah model penentuan volume tangan yaitu sebesar Y = -297,37 3,225X1 0,895X2 55,698X3 dengan prediktor X1 = tinggi badan, X2 = panjang segmen, dan X3 = lingkar segmen.Kata kunci: volume segmen tubuh, model matematis, regresi
IMPROVEMENT OF SPICE DRINK PACKAGING TO IMPROVE PRODUCT QUALITY AND COMPETITIVENESS AT DANIYAH SUKOHARJO UKM MATHILDA LESTARI; Maria Puspita Sari; Ainur Komariah
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 4 No 1 (2023): Teknologi Tepat Guna
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v4i1.1362

Abstract

In this era of the Covid-19 pandemic, many people consume drinks from spices to increase their immune system. The drinks consumed include raw materials from ginger, kencur, turmeric and temulawak, as well as those produced by UKM Daniyah. The production process at SME Daniyah is still traditional. The packaging process is also carried out manually, namely by inserting it into a plastic clip. On this packaging, a label is also given containing product information. But the labeling process only uses photo copies so that the gold processgoes through a long stage. Thefinancial management in SME Daniyah has also not been well documented. So far, financial management has only been recorded in records and manual calculations. This problem encourages our Univet Bantara Sukoharjo Community Service team to facilitate spice shredders and product packaging tools, assist partners in the packaging process to be able to do packaging properly, and assist partners in financial management until partners can carry out financial management with computerization.
PENGARUH PERBAIKAN WAKTU SET-UP TERHADAP PRODUKTIVITAS PERAKITAN AIR LAYER TEMPEST Dio Sukmawan Lawrenzo; Ainur Komariah
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i1.621

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, perusahaan tersebut memproduksi alat-alat laboratorium. Proses produksi yang efektif dan efisien sangat diperlukan perusahaan tersebut supaya target produksi dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas airlayer tempest dan memperbaiki waktu set-up pada proses perakitan airlayer tempest. Objek penelitian ini adalah airlayer tempest yang terdiri dari 5 komponen, thick layer, thin layer, mid layer, top layer, dan extra layer. Kelima komponen tersebut dirakit menjadi satu dengan menggunakan mesin laser bonding. Metode yang digunakan untuk mengoptimalkan produkvitas dan memperbaiki waktu set-up pada proses perakitan airlayer tempest adalah metode Single Minute Exchange of Dies (SMED. Penerapan metode SMED ini menghasilkan pengurangan waktu produksi sebesar 377 menit. Sebelum penerapan SMED waktu produksi air layer tempest 954 menit, setelah penerapan SMED waktu produksi air layer tempest menjadi 577 menit. Proses internal yang diubah menjadi eksternal adalah proses deburing, pembersihan part, persiapan spray dye, proses asembling. Uji t dengan asumsi bahwa variansi adalah homogen, menghasilkan selisih rata-rata waktu proses produksi sebesar 373-381 menit. Pada range ini, uji t menghasilkan penerimaan null hypothesis yaitu selisih dua rata-rata sebesar 373-381 menit. Hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh perbaikan waktu set-up terhadap produktivitas perakitan air layer tempest.
ANALISA PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEPUNG TERIGU DAN PERAMALAN HASIL PRODUKSI DI CV MUTIARA PRIMA BAKERY, DUSUN SABUK, GUNUNGSARI, JATISRONO, WONOGIRI, JAWA TENGAH Yeri Hadi Winanto; Rahmatul Ahya; Ainur Komariah
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i1.626

Abstract

Pada umumnya persediaan bahan baku dan peramalan hasil produksi di suatu perusahaan memang sangat penting, penelitian ini dilakukan di CV. Mutiara Prima Bakery, Dusun Sabuk, Gunungsari, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah, yang memproduksi roti besar dan roti kecil, dengan menggunakan bahan baku tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persediaan bahan baku yang optimal untuk satu tahun terakhir dan mengetahui hasil peramalan produksi roti besar dan roti kecil untuk tahap berikutnya, pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Metode yang digunakan untuk menghitung persediaan bahan baku adalah metode EOQ dan yang untuk menghitung peramalan produksi yaitu metode MA dan metode Exponential Smoothing. Dari hasil perhitungan CV. Mutiara Prima Bakery perlu melakukan pemesanan sebanyak 16 kali dalam setahun, dengan masing masing pemesanan sebanyak 92 sak tepung terigu. Total biaya persediaan yang optimal adalah sebesar Rp. 5,028,051.00 Kemudian untuk hasil peramalan produksi pada 2 minggu selanjutnya untuk roti besar sebesar 6,696.667 pcs dan untuk roti kecil sebesar 31,169.7 pcs. Jadi kesimpulannya CV. Mutiara Prima Bakery diharapkan menggunakan metode EOQ dalam menghitung persediaan bahan baku tepung terigu, dan memprediksi jumlah roti yang akan di produksi.
Analisis Strategi Pengembangan Usaha The Blangkon Village Kabupaten Klaten Ita Lusiyana; Ainur Komariah; Suprapto Suprapto
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v12i1.2136

Abstract

Rapid economic growth requires an industry to be able to identify capabilities to maintain and develop its business. The Blangkon Village is a business that has been producing blangkon crafts since 2019. The products produced by The Blangkon Village are the Solo model blangkon and the Yogyakarta model blangkon. Currently, the phenomenon of wearing blangkon is increasing, for example, several regional governments have a policy that government employees are required to wear regional clothing according to predetermined dates. This will affect the volume of demand for complementary traditional clothing, one of which is the blangkon. This kind of phenomenon is one of the reasons why blangkon entrepreneurs continue to increase. Moreover, the development of social media offers many blangkon products with various qualities and prices. Therefore, to face market competition, The Blangkon Village is required to always be ready to face existing competition with the right strategy. The purpose of this research is to formulate appropriate strategies for business development at The Blangon Village. This research uses a combination of the AHP and SWOT methods. The results of this research show that The Blangkon Village is in quadrant I position so that the appropriate development strategy is the SO strategy. SO strategies that can be used include increasing the quality and quantity of production, always innovating products by paying attention to product quality, expanding marketing areas using access to information such as social media and actively participating in exhibitions, and maintaining consumer trust by improving product quality.