Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS SIKAP KERJA DENGAN METODE REBA DAN METODE OWAS PADA AKTIVITAS PEMECAH BATU ALAM DI DESA SUMBEREJO Rahmat Saleh; Mathilda Sri Lestari; Rahmatul Ahya
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i2.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan level tindakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan metode Ovako Working Analysis System (OWAS). Keluhan musculoskeletal berdasarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM adalah punggung, pinggang, lengan bawah kanan, dan betis kanan. Pekerja menggali tanah metode OWAS skor 3 dan 4 artinya berbahaya pada sistem musculoskeletal dan perlu perbaikan segera mungkin. Metode REBA skor tabel C sebesar 8, artinya pekerja menggali tanah mempunyai level resiko tinggi dan perlu perbaikan segera perubahan postur tubuh. Pekerja melubangi batu alam metode OWAS skor sebesar 2, artinya sikap ini tidak ada masalah sistem muskuloskeletal dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Metode REBA skor tabel C sebesar 4 dan 7, artinya pekerja melubangi batu alam mempunyai level resiko yang sedang dan perlu perbaikan perubahan postur tubuh. Pekerja memukul pahat metode OWAS skor 3, artinya sikap ini berbahaya pada sistem musculoskeletal dan perlu perbaikan segera mungkin. Metode REBA skor tabel C sebesar 8 dan 9, artinya pekerja memukul pahat mempunyai level resiko yang tinggi dan perlu perbaikan segera perubahan postur tubuh. Pekerja memecah batu alam sesuai ukuran metode OWAS skor 3, artinya sikap ini berbahaya sistem musculoskeletal dan perlu perbaikan segera mungkin. Metode REBA tabel C sebesar 8, yang artinya pekerja memecah batu alam mempunyai level resiko yang tinggi dan perlu perbaikan segera perubahan postur tubuh.
Penerapan Ergonomi Partisipatori pada Proses Pengecoran Logam di Industri Cor Logam Mariman Pajang Solo Mathilda Sri Lestari; Rahmatul Ahya
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.941 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v5i2.236

Abstract

PT. Cor Logam Mariman merupakan industri rumah tangga yang berdiri sejak 1980 sampai sekarang. Produk yang dihasilkan adalah berbagai macam produk yang terbuat dari logam kuningan, aluminium dan tembaga seperti baut, kipas, bodi motor, berbagai macam rangka, acesoris, dan lain-lain. Untuk mencapai target produksi dibutuhkan tenaga kerja dengan produktivitas yang tinggi. Pada saat bekerja terkadang pekerja berada dibawah tekanan disertai dengan sistem kerja yang tidak ergonomis sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan kondisi kerja yang sehat, nyaman, aman sehingga dapat mengurangi beban kerja, keluhan musculoskeletal, kelelahan dan meningkatkan efisiensi waktu serta produktifitas kerja. Evaluasi ergonomi pada sistem kerja meliputi gizi kerja, beban kerja, sikap kerja, interaksi manusia mesin, keluhan muskuluskeletal, kelelahan kerja, lingkungan kerja fisik, dan produktivitas. Metode untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menggunakan Focus Group Discussion (FGD) untuk perbaikan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah beban kerja semakin menurun, keluhan muskuluskeletal secara keseluruhan menurun 42,92%, keluhan umum pekerja secara keseluruhan menurun 41,59%, dengan penyekatan SK1 pada jam 09.00-12.00 dan jam 15.00 tidak terjadi penurunan temperature sedangkan SK3 pada jam 11.00 setelah adanya intervensi temperatur lebih besar dari temperature sebelum intervensi. Kapasitas produksi setelah intervensi secara keseluruhan terjadi peningkatan kapasitas produksi sebesar 26,51%. Kata kunci : ergonomi, partisipatori, logam
Optimalisasi Kemasan Raos Eca Dalam Peningkatan Promosi dan Nilai Jual Produk Hendramawat Aski Safarizki; Mathilda Sri Lestari
Surya Abdimas Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i2.599

Abstract

Tresno Food merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang bergerak di bidang makanan. Tresno Food memproduksi dan memasarkan produk makanan dari olahan usus ayam dengan merek dagang Raos Eca. Saat ini produk Raos Eca menggunakan bahan baku usus. Bahan baku ketika digoreng berwarna coklat, tekstur keras, dan tidak mengembang (bantet). Sebelum diadakan kegiatan pengabdian ini Raos Eca masih dijual dengan kemasan kiloan, yang memiliki harga jual tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan kuantitas dan kualitas produk dengan memberikan pendampingan dalam optimalisasi kemasan produk serta diharapkan Tresna Food mampu melayani selera konsumen sesuai daya beli dan kebutuhan, maka perlu dibuat kemasan kecil yang lebih ekonomis dan menarik. Adapun metode pengabdian ini yaitu desain dan pembuatan labeling pada kemasan, pemilihan aluminium foil kombinasi plastik yang berkualitas sebagai kemasan serta cara mengemas produk. Target khusus kegiatan ini tentunya meningkatkan nilai penjualan Raos Eca dan omset Tresno Food. Kemasan menggunakan aluminium foil kombinasi plastik yang lebih aman bagi makanan. Kemasan aluminium foil kombinasi plastik dari sisi tampilan lebih elegan dan higienis. Penggunaan kombinasi plastik membuat makanan masih tampak dari luar, sehingga konsumen bisa melihat isi kemasan apabila rusak, hancur atau kadaluarsa sehingga konsumen tidak merasa dirugikan saat membeli.
Analisis Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Pasokan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity Mathilda Sri Lestari; Sri Hartanti; Dwi Awan Sulistiyanto
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v11i1.1491

Abstract

CV Bintang Timur Graphic is a company that produces learning tools for schools with a make-to-order production system. However, the ups and downs of production capability and capacity are one of the variables in inventory planning and control that needs to be controlled. Inventory control activities are very important for the company. If there is a stockout, the company cannot meet customer needs. Because consumer demand often fluctuates, especially in terms of quantity, type, or frequency. The inventory policy implemented at CV Bintang Timur Graphic does not use past historical data so excess or shortage of inventory often occurs. This study aims to analyze the number of raw material supplies, to be able to provide effective and efficient planning. The method used is the Economic Order Quantity (EOQ). The proposed inventory control plan using the EOQ method provides significant cost efficiency. Based on the results of the EOQ, 3 items have the highest efficiency ratings, including CD paper, which can save up to 81% of inventory costs, HVS Indigo Roll 73, which can save up to 72% of inventory costs, and 58.5x84 size paper, which can save up to 53% of inventory costs. For other raw material items, the average cost-saving efficiency reaches 35%. Then the application of the Economic Order Quantity (EOQ) method is appropriate for inventory control at CV Bintang Timur Graphic. Keywords: Efficiency, Fluctuation, Frequency, Make to Order, Production
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) Proses Pembuatan Buis Beton Darsini; Reza Tania Achmadi; Mathilda Sri Lestari
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 2 No 1: Februari 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.836 KB) | DOI: 10.52158/jamere.v2i1.286

Abstract

There are quite a number of entrepreneurs making precast concrete in Polokarto sub-district, the community works as precast concrete making workers as their life support. The resulting production is in the form of Buis Concrete/Concrete Pipes. The process of making concrete buis, among others: the process of selecting materials, mixing process, lifting process, printing process, drying process. Activities carried out during the production process are carried out repeatedly, causing complaints to workers. These complaints arise due to non-ergonomic body postures causing pain in some parts of the body felt by workers. This study aims to determine the level of risk and the percentage of complaints felt during the process of making concrete buis. The methods used are Nordic Body Map (NBM), and Rapid Entire Body Assessment (REBA). The results of the research from the NBM questionnaire on the manufacture of concrete buis segemn workers' bodies experience complaints are the waist, back, right shoulder, right upper arm and right hand. Research using the REBA method has a risk level ranging from 7-10 so it includes a moderate to high level of risk that requires work posture action. Keywords: Concrete buis making, Work posture, NBM, REBA
Analisis Kelayakan Finansial pada Industri Baglog Jamur untuk Peningkatan Produksi 30.000 Unit per Bulan pada Agroindustri Imam Agus Prabowo; Mathilda Sri Lestari; Rian Prasetyo
Jurnal Optimalisasi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v9i1.5772

Abstract

The agricultural sector is the main structure of national economic development. One of the sub-sectors in agriculture that has an important role for the welfare of farmers and the regional economy as well as the national economy is the Horticulture sub-sector. This sub-sector has been supported by the agro-industry. One of the products from this agro-industry is baglog of mushrooms. This study aims to analyze the financial feasibility of increasing production capacity from 20,000 to 30,000 baglogs of mushrooms per month. It caused the average demand is 29,070 baglogs of mushrooms per month. The research object is the manufacture of mushroom baglog. Descriptive quantitative with financial feasibility analysis techniques and sensitivity analysis is used as a method in this research. The results found that the investment period of 5 years required an investment cost of IDR 244,342,677. Financial feasibility analysis with a discount rate of 9% produces an NPV value of IDR 257,886,281, an IRR of 44.594%, a Profitability index of 2.06 and a Payback Period of 1.88 years. The results of the sensitivity analysis of an increase in the cost of raw materials by 17% and a decrease in production of 9% obtained the results of NPV > 0, IRR > 9%, Profitability index > 1 and Payback period < business life. Based on these results, the investment is financially feasible because IRR > MARR.
Analysis and Design of Work Systems using Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) Standards at Mr. Sarbani’s Tempe Jombor Sukoharjo Mathilda Sri Lestari; Rian Prasetyo; Sri Hartanti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v8i3.1692

Abstract

MSMEs have very large number of actors so they play an important role in community welfare. One popular type of MSMEs is the food producer. This study focuses on UKM Tempe Pak Sarbani  (UKMTS), who produces tempe, the traditional Indonesian food and is located in Jombor Sukoharjo.  UKMTS production process is directly related to the production environment because it affects the level of productivity, smoothness, and timeliness of production. The tempe production processes at UKMTS are still manual, and have not met the conditions for the application of Good Processed Food Production Methods (CPP). At UKMTS production processes do not yet meet standards and have irregular facility arrangements which greatly hinder operators in carrying out the production process. Therefore it is necessary to improve the work system and design a repair work system based on HACCP principles to  meet HACCP standards for the MSME scale. Based on all the discrepancies observed, currently the application of CPPB for UKMTS is at level 4. At this level, 9 critical control points are indicated which must be made critical, monitored and improved to avoid dangers that may occur. In the last stage of implementing HACCP in UKMTS, a documentation system was created for the monitoring process.Keywords – HACCP, Production, Work System, MSME (UKM).
ANALISIS SIKAP KERJA DENGAN METODE REBA DAN METODE OWAS PADA AKTIVITAS PEMECAH BATU ALAM DI DESA SUMBEREJO Rahmat Saleh; Mathilda Sri Lestari; Rahmatul Ahya
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i2.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan level tindakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan metode Ovako Working Analysis System (OWAS). Keluhan musculoskeletal berdasarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM adalah punggung, pinggang, lengan bawah kanan, dan betis kanan. Pekerja menggali tanah metode OWAS skor 3 dan 4 artinya berbahaya pada sistem musculoskeletal dan perlu perbaikan segera mungkin. Metode REBA skor tabel C sebesar 8, artinya pekerja menggali tanah mempunyai level resiko tinggi dan perlu perbaikan segera perubahan postur tubuh. Pekerja melubangi batu alam metode OWAS skor sebesar 2, artinya sikap ini tidak ada masalah sistem muskuloskeletal dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Metode REBA skor tabel C sebesar 4 dan 7, artinya pekerja melubangi batu alam mempunyai level resiko yang sedang dan perlu perbaikan perubahan postur tubuh. Pekerja memukul pahat metode OWAS skor 3, artinya sikap ini berbahaya pada sistem musculoskeletal dan perlu perbaikan segera mungkin. Metode REBA skor tabel C sebesar 8 dan 9, artinya pekerja memukul pahat mempunyai level resiko yang tinggi dan perlu perbaikan segera perubahan postur tubuh. Pekerja memecah batu alam sesuai ukuran metode OWAS skor 3, artinya sikap ini berbahaya sistem musculoskeletal dan perlu perbaikan segera mungkin. Metode REBA tabel C sebesar 8, yang artinya pekerja memecah batu alam mempunyai level resiko yang tinggi dan perlu perbaikan segera perubahan postur tubuh.