p-Index From 2018 - 2023
8.313
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Abdul Rahman
Aksioma Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i3.758

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan nilai-nilai dan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Selain mewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. Integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dimaksudkan sebagai suatu proses pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku.
Developing Worksheets Through Creative Problem Solving (CPS) Model to Improve Students' Creative Thinking for the Class V of SD Tunas Bangsa Makassar Jusmawati Jusmawati; Satriawati Satriawati; Irman Rahim; Abdul Rahman; Nurdin Arsyad
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 8, No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v8i3.16609

Abstract

This research aims to develop worksheets through Creative Problem Solving (CPS) model to improve students' creative thinking. The implementation of the research conducted by Research & Development (R & D), with a model of Four-D development. This model consists of 4 stages of development: Define, Design, Develop and Disseminate, with the development of learning mathematics of worksheets for the material fractions through Creative Problem Solving (CPS) model to improve creative thinking the fifth-grade students of SD Tunas Bangsa Makassar. The instrument used in this research was the sheet validity test, sheet test the practicalities, and the post-test (students thinking creatively). Based on the validity test results, worksheets through the model of creative problem solving (CPS) with an average value of 4,01 and valid category. While the test results in the practicalities when the trial was limited worksheets with model creative problem solving (CPS) belongs to the category was very practical, with the percentage of 82,43%. Based on the post-test results, students' creative thinking was the category of creative with a percentage of 81,68%. Finally, it can be concluded that worksheets through a model of creative problem solving (CPS) to improve students' creative thinking that developed were valid, practical, and useful. So it can be applied in class V of mathematics subject.
The Effectiveness of Mathematics Worsheet Based on Creative Problem Solving (CPS) for Reasoning Ability of Elementary School Students Jusmawati Jusmawati; Satriawati Satriawati; Irman Rahim; Abdul Rahman; Nurdin Arsyad
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 7 Number 3 December 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v7i3.23617

Abstract

This study  aimed to know the effectiveness of creative problem solving (CPS) based mathematics worksheet reviewed by reasoning ability of students’ elementary school. This study used experimental method with Randomized Subject Posttest Only Control Group Design. The samples of this study consisted of two classes namely experimental class (Creative Problem Solving based Mathematics Worksheet) and control class ( conventional method). The taking of sample was conducted by cluster random sampling. Technique of data collecting consisted of cognitive aspect using objective test method and affective aspect using questionnaire. Technique of data analysis applied descriptive and inferential analysis. The hypothesis test used t-test by requirement of normality test and homogeny. The result of study indicated that (1) learning by using creative problem solving (CPS) based mathematics worksheet was implemented well. (2) The implementation of creative problem solving (CPS) based mathematics worksheet was reviewed by aspects: (a) mean score of students’ reasoning was 87,12 categorized as a very good. The gain was 0,78. The students’ reasoning ability classically was 91,25% ≥85%. (b) students’ learning activity was categorized as a good. (c) responds were categorized as a positive. The result of hypothesis test on 0,05 significant using t-test indicated that learning of creative problem solving (CPS) based mathematics worksheet was effective to students’ reasoning of elementary school.  
Analisis Kandungan Oksida Logam Clay Alam Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Bahan Dasar Pembuatan Keramik Berpori Gelcasting Suriati Eka Putri; Abdul Rahman; Diana Eka Pratiwi; Ahmad Fudhail Majid; Rachmat Triandi Tjahjanto
Jurnal Kimia Fullerene Vol 6 No 2 (2021): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v6i2.339

Abstract

The purpose of this study was to analyze the metal oxide content in natural clay in Pangkep Regency, South Sulawesi Province, which will be used as the basic material for making gelcasting porous ceramics. One of the basic ingredients for making ceramics is alumina silica metal oxide. This metal oxide is found in several minerals, one of which is clay minerals. The sample used in this study was natural clay in Pangkep Regency, South Sulawesi Province. The parameters studied were alumina silica content before and after natural clay was used in the synthesis of porous ceramics. The synthesis method used is the gelcasting method. The metal oxide content was analyzed using XRF and to observe the morphology of the ceramic body using SEM. The results showed that the metal oxide content for the main ceramic material in the form of alumina silica did not change significantly before and after sintering, Al2O3 was 11.98% before sintering and 11.32% after sintering while SiO2 content was 71.12% before sintering and 73.32% after sintering. It is supported by the results of the morphology of the ceramic body, natural clay that has undergone curing in the ceramic body.
Coaching Clinic Olahraga Permainan Petanque Sudiadharma Sudiadharma; Abdul Rahman
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 4: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.187 KB)

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Remaja Mesjid Nurul Huda Takalar Lama. Masalahanya adalah : (1) kurangnya pengetahuan tentang olahraga permainan petanque, (2) kurangnya kemampuan atau keterampilan dalam bermain olahrga permainan petanque, (3) kurangnya pengetahuan tentang perkembangan olahraga permainan petanque, (4) pencarian pembibitan olahraga permainan petanque.  Sasaran eksternal adalah kemampuan atau keterampilan bermain olahraga petanque pada remaja dan masyarakat sekitar masjid Nurul Huda Takalar. Metode yang digunakan adalah : pendekatan langsung, demontrasi, ceramah, diskusi, praktek dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah : (1) mitra  mampu melakukan dan mengaplikasikan teknik dasar olahraga permainan petanque dengan baik dan benar, (2) mitra memiliki keterampilan yang memadai tentang teknik dasar olahraga permainan petanque dengan baik dan benar, (3) mitra memiliki pengetahuan tentang perkembangan olahraga permainan petanque, (4) mitra mampu mengangkat prestasi olahraga permainan petanque di Kabupaten Takalar pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Selatant pada umumnya
PKM Olahraga Permainan Petanque pada Siswa SMP Negeri 13 Makassar Sudiadharma Sudiadharma; Abdul Rahman
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.786 KB)

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Siswa SMP Negeri13 Makassar. Masalahanya adalah : (1) kurangnya pengetahuan tentang olahraga permainan petanque, (2) kurangnya kemampuan atau keterampilan dalam bermain olahrga permainan petanque, (3) kurangnya pengetahuan tentang perkembangan olahraga permainan petanque, (4) pencarian pembibitan olahraga permainan petanque.  Sasaran eksternal adalah kemampuan atau keterampilan bermain olahraga petanque pada siswa di SMP Negeri 13 Makassar. Metode yang digunakan adalah : pendekatan langsung, demontrasi, ceramah, diskusi, praktek dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah : (1) mitra  mampu melakukan dan mengaplikasikan teknik dasar olahraga permainan petanque dengan baik dan benar, (2) mitra memiliki keterampilan yang memadai tentang teknik dasar olahraga permainan petanque dengan baik dan benar, (3) mitra memiliki pengetahuan tentang perkembangan olahraga permainan petanque, (4) mitra mampu mengangkat prestasi olahraga permainan petanque di SMP Negeri 13 Makassarr pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Selatant pada umumnya.Kata kunci: permainan petanque, PKM, Siswa SMP Negeri 13 Mkassar
Eksplorasi Proses Konstruksi Pengetahuan Matematika Berdasarkan Gaya Berpikir Dedy Setyawan; Abdul Rahman
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat228312013

Abstract

DOWNLOAD PDFSalah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh guru adalah mampu melihat bagaimana siswa mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam dirinya. Proses konstruksi pengetahuan adalah salah satu aktifitas mental yang terjadi pada siswa untuk membangun pengetahuannya melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi yang kemudian melalui proses ekuilibrasi sebagai penyesuaian. Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan gaya berpikir yang dimiliki oleh siswa karena gaya berpikir memiliki keterkaitan didalam proses konstruksi itu sendiri yang merupakan bagaimana seseorang memperoleh dan menggunakan pengetahuannya melalui persepsi dan pengolahan informasi yang mereka terima. Gaya berpikir terdiri dari 4 tipe yaitu Sekuensial Konkret (SK), Sekuensial Abstrak (SA), Acak Konkret (AK) dan Acak Abstrak (AA) yang apabila kita kaitkan dengan pembelajaran matematika tentunya yang lebih unggul adalah Sekuensial Abstrak (SA) berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan mengingat bahwa matematika itu hirarki dan abstrak. Hal-hal seperti inilah yang sangat sulit untuk dilihat oleh guru tetapi sangat membantu apa bila mengetahuinya, karena guru dapat merancang pembelajaran untuk mengoptimalkan ke empat gaya berpikir yang ada begitu pula dengan proses konstruksi pengetahuan, siswa mampu menjawab pertanyaan “Bagaimana kita menjadi tahu apa yang kita ketahui”   Kata Kunci: Proses Konstruksi Pengetahuan, Gaya Berpikir.
Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Konsep Limit Fungsi di Satu Titik (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM) Erni Ekafitria Bahar; Abdul Rahman; Ilham Minggi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat127422012

Abstract

DOWNLOAD PDFKonsep  limit  fungsi  memegang  peranan  yang  sangat  penting  karena  merupakankonsep dasar untuk membangun beberapa konsep kalkulus lainnya, misalnya turunan danintegral.  Beberapa  mahasiswa  belum  memahami  definisi  formal  limit  fungsi  di  satu  titikdan  belum  mampu  mengaplikasikan  definisi  formal  untuk  menvalidasi  kebenaran  nilailimit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa terhadapkonsep limit fungsi di satu titik. Pemahaman  yang dimaksud dalam penelitian ini adalahpemahaman instrumental (mampu menuliskan konsep limit fungsi di satu titik tetapi tidakmampu  menjelaskan  dengan  tepat)  dan  pemahaman  relasional  (mampu  menuliskan  danmenjelaskan konsep limit fungsi di satu titik dengan tepat). Subjek penelitian adalah tigaorang  mahasiswa  Jurusan  Matematika  yaitu  seorang  berkemampuan  tinggi  (ST)  denganIPK  lebih  besar  3,50,  berkemampuan  sedang  (SS)  dengan  IPK  antara  3,10  sampai  3,50,dan  berkemampuan  rendah  (SR)  dengan  IPK  kurang  dari  3,10.  Untuk  mengungkap  datapenelitian, dilakukan wawancara berbasis tugas kepada subjek penelitian. Hasil penelitianmenunjukkan  pemahaman  subjek  tinggi  dan  subjek  sedang  terhadap  aspek-aspek  yangdiamati,  pada  umumnya  termasuk  pemahaman  relasional,  sedangkan  pemahaman  subjekrendah pada umumnya termasuk pemahaman instrumental.Kata kunci : Pemahaman instrumental dan relasional, limit fungsi di satu titik
Pemecahan Masalah Matematika Sebagai Sarana Mengembangkan Penalaran Formal Siswa Sekolah Menengah Pertama Andi Saparuddin Nur; Abdul Rahman
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat217532013

Abstract

DOWNLOAD PDFKeterampilan pemecahan  masalah merupakan  poin  utama  agar  siswa  menyadari peranan  penting  matematika  dalam  praktik  kehidupan.  Selain  itu,  melalui  pemecahan masalah  siswa  akan  terlatih  dan  terdorong  untuk  mengembangkan  penalaran  formalnya secara  mandiri  dan  terbebas  dari  berbagai  paradigma  konservatif  yang  mengendalikan proses berpikirnya. Prosedur rutin dan persoalan yang melibatkan proses belajar statis akan sendirinya ditinggalkan oleh  siswa  karena melalui pemecahan masalah,  latihan mengelola pikiran  secara  efektif,  efisien,  dan  fleksibel  lebih  ditekankan.  Siswa  dapat  dikatakan berpikir  formal  jika  mampu  memahami  permasalahan  yang  murni  abstrak,  mampu membuat hipotesis, menangani permasalahan kombinasi permutasi dengan baik serta dapat berpikir  secara  luwes  dan  fleksibel  terlepas  dari aturan  prosedural  yang  telah  dipelajari. Prinsip  matematika bukan lagi suatu pemaksaan  intelektual  bagi  siswa  melainkan  sebuah struktur  yang  telah  terkonstruk  dengan  rapih  dan  bermanfaat.  Pada  akhirnya,  guru  dan segenap  praktisi  pendidikan  akan  menyadari  bahwa  transformasi  proses  bernalar merupakan  identitas  utama  yang  mestinya  menjadi  pusat  perhatian  dalam  meningkatkan mutu pendidikan bukan dengan menghapal konsep sebanyak mungkin.Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Penalaran Formal.
Mappadendang: Ekspresi Rasa Syukur Oleh Masyarakat Petani di Atakka Kabupaten Soppeng Abdul Rahman; Mauliadi Ramli
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): November : Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.822 KB) | DOI: 10.55606/cendikia.v2i4.409

Abstract

This study aims to determine the ritual process and the meaning and values ​​contained in the traditional mappadendang party. In this study using descriptive qualitative research methods, namely research that describes situations directly in the research place. Meanwhile, the data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the process of the traditional mappadendang party ritual in Soppeng Regency is very structured and neatly arranged. Starting from determining the day of implementation and the duration or length of time for implementation. After the process of determining the time is complete, the family who will carry out the traditional party begins to arrange the arrangement of the mappadendang traditional party. For example, entertainment events and players who will pound the pestle on the mortar and the attributes used by players at the traditional party. The traditional party ended with a marked meal together by all the people who attended the traditional party. In the traditional mappadendang party there are meanings and values ​​contained in it, these meanings are applied in the form of actions such as gratitude to God and respecting and preserving the heritage of ancestors or ancestors. Likewise with the values ​​contained in the traditional mappadendang party, the values ​​of togetherness, kinship, entertainment, and religion are merged into one in a traditional party that continues to be preserved and becomes a way of life for the community.