Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Resiliensi Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara Menghadapi Pandemi Covid-19 Nurul Aldha Mauliddina Siregar; Ute Lies Siti Khadijah; Evi Novianti
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 17, No 1 (2021): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v17i1.4945

Abstract

The implementation of the Large-Scale Social Restrictions (PSBB) policy in order to reduce the number of transmission of the coronavirus (Covid-19) pandemic cases in Jakarta leads several cultural heritage sites such as museums close the physical access to visits. In the midst of these limitations, the Antara Journalistic Museum and Photo Gallery made a breakthrough by establishing the museum digitization approach using Video Reality (VR) technology. This article was written to see how the strategy for the resilience of Cultural Heritage Sites in the Museum and Journalistic Photo Gallery is between maintaining some journalistic photo exhibition agendas amidst the lack of public interest in visiting museums plus the threat of a multidimensional crisis due to the Covid-19 pandemic. This research was written using qualitative methods with a descriptive approach. The existence of this facility provides a new alternative for the public to continue visiting and accessing journalistic photo exhibition programs and activities which have been regularly held at the Antara Museum and Photo Journalistic Gallery so far. Having concern with the strength of the mission to preserve historical value as one of the broadcasting spaces for independence and to disseminate journalistic knowledge, especially related to the photojournalism to the younger generation and the strong encouragement of the community, the Antara Journalistic Photo Gallery and Museum is encouraged to survive and continue to operate in organizing activities that have been consistently scheduled yearly.  
Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Melalui Sektor Pariwisata di Kabupaten Pangandaran Susie Perbawasari; Evi Novianti
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v5i2.986

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Pemerintah Kabupaten Pangandaran Dalam Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Melalui Sektor Pariwisata di Kabupaten Pangandaran”. Pangandaran merupakan salah satu obyek wisata andalan kabupaten Pangandaran dan telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi pendapatan asli daerah. Sebagai kawasan andalan nasional dan kawasan wisata unggulan di Jawa Barat, kawasan Pangandaran dan sekitarnya disiapkan untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional yang mempunyai daya saing dan berbasis masyarakat yang mampu mengoptimalkan sumber daya alam untuk menjamin peningkatan kesejahteraan pelaku ekonomi dengan tanpa merusak lingkungan dan nilai-nilai budaya setempat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan cara mengomunikasikan strategi pemerintah kabupaten Pangandaran, serta untuk mengetahui hambatan atau kendala yang dihadapi pemerintah kabupaten Pangandaran dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Penelitian dilaksanakan di kabupaten Pangandaran.
POTENSI RUMAH ADAT EKS MTQ SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA KOTA JAMBI Sigit Trawoco; Evi Novianti
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i2.31674

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah agar tetap terjaga sepanjang masa, dapat diamati dan dipelajari oleh generasi selanjutnya. Rumah adat juga memiliki daya tarik wisata tersendiri bagi pecinta keragaman budaya. Rumah adat adalah suatu bangunan yang mencirikan khas dari suatu daerah tertentu. Rumah adat eks MTQ kota Jambi memiliki ciri bangunan yang identik dengan budaya melayu. Rumah adat eks MTQ terdiri dari tujuh bangunan, yaitu rumah adat di anjungan Kabupaten Kerinci, anjungan Kota Jambi, anjungan Provinsi Jambi, anjungan Kabupaten Batanghari, anjungan Kabupaten Bungo Tebo, anjungan Kabupaten Merangin dan terakhir anjungan Kabupaten Tanjung Jabung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yakni suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang telah terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Selain itu pengumpulan data penelitian ini juga diperkuat dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Rumah adat eks MTQ memiliki potensi yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata budaya bagi masyarakat Kota Jambi bahkan masyarakat luar daerah. Hal ini dapat menambah pengetahuan dan mengenalkan bagi pengunjung tentang kebudayaan yang ada di Provinsi Jambi, secara khusus rumah adat.
Wisata Kelautan Berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara: Sebuah Studi Tentang Persepsi Masyarakat Kawasan Pesisir Alexander M. A. Khan; Imam Musthofa; Indarwati Aminuddin; Fitri Handayani; Ratna Ningsih Kuswara; Ajeng Wulandari; Ute Lies Siti Khadijah; Evi Novianti
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.256 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8062

Abstract

Abstrak Keterlibatan masyarakat merupakan elemen penting untuk mencapai pembangunan pariwisata berkelanjutan. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Wakatobi menjadi salah satu faktor yang menunjang pembangunan pariwisata berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan  menentukan strategi pengelolaan pariwisata berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, analisis faktor internal-eksternal, analisis data dan analisis strategi pengembangan dengan menggunakan matriks SWOT dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sumber daya alam di Wakatobi yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata namun belum dikelola dan dikembangkan dengan baik. Diantaranya adalah Pantai Yoro, Pantai Buku, Gua Lasikori, Bukit Koncu, dan Situs Kerajaan Pertama. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan nilai positif pada faktor internal dan faktor eksternal yaitu 7.195 dan 5.428. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan paling optimal di Wakatobi adalah dengan memaksimalkan kekuatan untuk mencapai peluang, seperti (1) Membuat kegiatan yang menarik dan berbasis konservasi untuk wisatawan yang dikelola oleh masyarakat, (2) Mempromosikan pariwisata dengan menyampaikan keunggulan daya tarik wisata, (3) Menjadikan lokasi pariwisata sebagai tempat penelitian bagi siswa untuk memeriksa flora dan fauna, kemudian menggunakan hasil penelitian sebagai referensi untuk menggambarkan kondisi lingkungan, dan (4) Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam menyediakan layanan pariwisata, untuk meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat lokal dan meningkatkan kondisi ekonomi.Kata Kunci :  Analisis SWOT, Potensi sumber daya alam, Strategi Pengembangan, Wakatobi, Wisata berkelanjutan Sustainable Marine Tourism in Wakatobi, Southseast Sulawesi: A Study if Coastal Community Perceptions  Abstract Community involvement is an important element to succeed the sustainable tourism development. Potential of natural and human resources in Wakatobi is one of the factors that support the sustainable tourism development. The purpose of this study is to determine the tourism potential and tourism management strategies based on community perceptions. This research is divided into several stages including data collection, internal-external factor analysis, data analysis and analysis of development strategies using the SWOT matrix with quantitative and qualitative approaches. The results showed that there are several natural resources in Wakatobi that can be used as a tourist attraction but have not been managed and developed properly. There are Yoro Beach, Buku Beach, Lasikori Cave, Koncu Hill, and the First Kingdom Site. The result of the quantitative analysis shows a positive value on internal and external factors, there are 7.195 and 5.428. It shows the most optimal sustainable tourism development strategy in Wakatobi is to maximize the strength to achieve all the opportunities, such as (1) Create an attractive and conservation-based activities for tourists that managed by the community, (2) Promote tourism by conveying the advantages of tourist attractions, attractions, (3) Make a tourism location as a research sites for students to examine the flora and fauna, and use the research results as a reference to describe an environmental condition, and (4) Develop the community abilities in providing tourism service to increase the employment opportunities and improve economic conditions Keyword:  Development strategy, Natural resources, Sustainable Tourism, SWOT Analysis, Wakatobi
IMPLEMENTASI PARIWISATA BERKELANJUTAN: INDIKATOR EKONOMI UNTUK MASYARAKAT LOKAL DI PLATARAN BOROBUDUR ( RESORT & SPA) Sarmoko Saridi; Evi Novianti; Edwin Rizal; Bidayatun Nuzul Yuni Astuti; Fitriyah - fitriyah; Mohammad Sapari Dwi Hadian; Shandra Rama Panji Wulung
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i2.32552

Abstract

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) Republik Indonesia setiap tahunnya memberikan penghargaan kepada destinasi yang sudah melaksanakan sistem pariwisata berkelanjutan.  Progam ini diberi nama Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA). Kementerian Pariwisata memberi kesempatan kepada pengelola destinasi pariwisata di seluruh Indonesia, seperti pengelola destinasi, agen perjalanan,  yayasan, dan warga lokal untuk berpartisipasi dalam ajang ini dengan tujuan sebagai motivasi agar menerapkan pariwisata berkelanjutan sesuai kapasitas masing-masing. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan indikator pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal dan strategi bertahan di era pandemi.Penelitian dilakukan dengan mengadaptasi metode kuantitatif dan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Skor yang diperoleh kemudian diolah dan diinterpretasikan sesuai dengan pedoman penilaian dari ISTA.  Informan dalam penelitian adalah   CEO Plataran Indonesia dan Human Resource Kordinator Plataran Borobudur Resort dan Spa sekaligus tim internal asistensi ISTA 2019. Hasil dari kajian melalui penilaian yang dilakukan berdasarkan indikator B (pemanfaatan ekonomi oleh masyarakat lokal) yang ditetapkan oleh ISTA dan dilakukannya wawancara secara mendalam. Ditemukan bahwa Plataran Resort & Spa telah menerapkan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan, pada perhitungan penilaian indikator B (pemanfaatan ekonomi oleh masyarakat lokal) diperoleh skor total Plataran Borobudur Resort & Spa sebesar 348 termasuk dalam klasifikasi hijau dan mendapat predikat istimewa/excellent.
STRATEGI KOMUNIKASI PARIWISATA BERBASIS BUDAYA DALAM MENUNJANG PARIWISATA DI KAWASAN BANDUNG UTARA Rahmatika Desiana; Evi Novianti; Ute Lies Khadijah
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i1.31663

Abstract

Efektifitas komunikasi persuasif menjadi salah satu fokus yang akan dikaji pada riset ini, hal tersebut dapat berkontribusi dalam merancang strategi komunikasi persuasi yang efektif bagi Kawasan Bandung Utara. Untuk mengetahui hal tersebut, secara umum tujuan riset ini yaitu merancang strategi komunikasi persuasif yang diperlukan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan untuk Kawasan Bandung Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa sasaran yang akan dikaji terlebih dahulu yang mencakup gambaran umum kepariwisataan dan implementasi komunikasi persuasif di Kawasan Bandung Utara, serta efektifitas komunikasi persuasif yang telah dilakukan oleh para pengelola pariwisata di Kawasan Bandung Utara. Riset ini menggunakan metode campuran dengan teknik perolehan data primer melalui wawancara, survey kuesioner, dan obeservasi lapangan. Sementara data sekunder didapatkan melalui studi pustaka dan dokumen kebijakan terkait. Ruang lingkup wilayah penelitian ini meliputi Kawasan Bandung Utara (KBU) yang secara khusus ruang lingkup penelitian difokuskan pada empat kawasan lindung utama yang pemanfaatannya untuk wisata yang mencakup Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu (kawasan pelestarian alam). Hasil temuan pada laporan kemajuan ini adalah teridentifikasinya gambaran umum kepariwisataan di KBU dan juga studi kasus terkait penerapan komunikasi persuasif di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu. Di mana komunikasi persuasif yang telah diterapkan mengusung tema menjaga lingkungan dan sumber daya daya tarik wisata setempat dan tema menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan untuk kenyamanan berwisata dengan teknik penyampaian satu arah dan dua arah. Agar dapat dirancangnya strategi komunikasi persuasif yang efektif dan efisien.
Potensi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Desa Wana Kabupaten Lampung Timur Desmala Sari; Ute Lies Siti Khadijah; Wawan Setiawan; Evi Novianti; Aulia Iskandarsyah
Jurnal Abdimas Pariwisata Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural Tourism: Identification of Community-Based Cultural Tourism Potential In Bandung In this community service that has been carried out in Wana village, the author wants to explore and examine the tourism potential of the Lampung tribe in Wana Village. Assessing the potential of culture as a tourism object is very important to support developers or local governments to plan and implement village development strategies effectively. The purpose of this service is to find out what is the potential for cultural tourism in Wana Village so that it can support developing sustainable tourism. The result of community service that has been carried out is that Wana Village has several cultural potentials that can be used as tourist attractions, such as traditional houses, traditional ceremonies and clothes, traditional arts, as well as various Lampung culinary specialities that can be developed into sustainable tourism objects. This result is hope as a reference in the field of Lampung cultural tourism which is currently not widely known to the general public and a reference for developers and local governments in formulating a strategy development program or cultural-free marketing in Wana Village.
SOCIAL MEDIA IN GUIDING AND MARKETING RELIGIOUS TOURISM: THE CASE OF UMRAH AND HAJJ SERVICES Ute Lies Siti Khadijah; Evi Novianti; Rully Anwar
Sosiohumaniora Vol 24, No 1 (2022): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i1.36579

Abstract

The media played a central role in communication between people, including religious matters. In religious tourism, there were scouting activities between the committee, ustadz, and congregation in the context of worship that was carried out well. The most prominent in this religious tourism was the pilgrimage and umrah. Thus, there were many Hajj and Umrah communities in a Muslim-majority country like Indonesia. This study aims to determine the role of social media in religious tourism guidance and marketing activities. This study used a micro-sociological analysis of qualitative data from activities at one of the Hajj and Umrah guidance centers in Bandung, Indonesia. Using social network analysis, it was found that social media’s role was essential to disseminate information between Hajj and Umrah guidance institutions and their congregations. The use of Facebook for the profile of the guidance institution was beneficial for pilgrims to understand the various opportunities and obstacles that exist in the Hajj/Umrah pilgrimage. WhatsApp was the most frequently used to communicate interactively with the congregation so the clerics and committees. Social media is quite helpful in marketing when the assembly connects with friends and family in telling their experiences when worshiping in Mecca and Medina in Saudi Arabia.
KONSEP BRANDING WISATA BERBASIS PEMASARAN DIGITAL DI DESA SIRNAJAYA, KABUPATEN BOGOR Januarani Razak; Evi Novianti
Jurnal Pariwisata Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.829 KB) | DOI: 10.31294/par.v9i1.11803

Abstract

ABSTRAKDesa Sirnajaya merupakan salah satu desa wisata berbasis alam dengan branding utama bertajuk “Agrowisata Situ Rawa Gede”. Permasalahan promosi dan konsep branding yang masih belum matang menyebabkan proses pemasaran destinasi wisata menjadi berjalan lambat. Artikel ini menyajikan tentang perumusan strategi branding pemasaran berbasis digital yang tepat sebagai langkah awal meningkatkan citra wisata di Desa Sirnajaya. Data-data berupa hasil wawancara tentang kondisi pemasaran wisata, data observasi kondisi lapangan, dan data survei review pengunjung dari Google Maps diolah menggunakan metode analisis isi, gap analisis, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya didapatkan startegi umum untuk memperkuat branding “Agrowisata Situ Rawa Gede” salah satunya dengan meningkatkan strukturisasi konsep promosi dan konsep branding serta meningkatkan kualitas jaringan ke berbagai platform digital untuk membangun citra kawasan. Kata Kunci : Agrowisata Situ Rawa Gede, Branding, Desa Sirnajaya, Pemasaran. ABSTRACTSirnajaya Village is one of the nature-based tourism villages with the main branding entitled "Agrotourism Situ Rawa Gede". Promotional problems and immature branding concepts cause the tourism destination marketing process to run slowly. This article presents the formulation of the right digital-based marketing branding strategy as the first step to improve the image of tourism in Sirnajaya Village. The data in the form of interviews about tourism marketing conditions, observation data on field conditions, and visitor review survey data from Google Maps were processed using content analysis, gap analysis, and qualitative descriptive analysis methods. The result is a general strategy to strengthen the branding of “Agrowisata Situ Rawa Gede”, one of which is by increasing the structuring of the promotion concept and branding concept as well as improving the quality of the network to various digital platforms to build the regional image. Keywords : Agrowisata Situ Rawa Gede, Branding, Sirnajaya Village, Marketing.
PERILAKU KOMUNIKASI ETNIS TIONGHOA PERANAKAN DALAM BISNIS KELUARGA (Studi Fenomenologi mengenai Perilaku Komunikasi Etnis Tionghoa Peranakan dalam Bisnis Keluarga di Jakarta) Firda Firdaus Abdi; Hanny Hafiar; Evi Novianti
Jurnal Komunikasi Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3022.021 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v9i2.1190

Abstract

Peranakan Chinese is a result of marriage, assimilation, or acculturation between two major groups in Indonesia, the local and the Chinese. They are attached to various kinds of stereotypes that lead to difficulties in socializing, which ultimately affect their behaviors and on how they run the family business. The phenomenological approach research seeks to study the behavioral communications made by Peranakan Chinese who in running their family business. Five people who are Peranakan Chinese and have family business based in Jakarta are involved through some in-depth interviews and revealed that the meaning of peranakan itself are influenced by their experiences during socializing, which affects they way they acted up, including their behavioral communication in the family business to the obstacles encountered.Keywords: Crossbrreed Chinese, behavioral communications, family business