Herlina Tri Damailia
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetate) DENGAN PENURUNAN LIBIDO PADA AKSEPTOR KB DMPA Herlina Tri Damailia; Kuni Saadati M
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah akseptor KB yang memilih menggunakan suntik DMPA dari tahun ketahun dan belum diketahuinya prevalensi penurunan libido pada pemakai kontrasepsi suntik DMPA, sehingga perlu dikaji mengenai besarnya masalah yang ditimbulkan oleh kontrasepsi suntik DMPA terhadap fungsi seksual perempuan. Penurunan libido yang tidak segera ditangani akan menyebabkan penderitanya mengalami depresi, karena penurunan libido tidak hanya berakibat pada kesejahteraan kehidupan seksual saja tetapi juga kesejahteraan hidup seorang perempuan secara keseluruhan yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas hidup seorang perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian KB suntik DMPA dengan penurunan libido pada akseptor KB DMPA di Desa Gondowangi Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasinya yaitu seluruh akseptor KB suntik DMPA di Desa Gondowangi sejumlah 45 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh pada 45 akseptor KB suntik DMPA. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji koefisien kontingensi dengan taraf kesalahan p<α =0,05 didapatkan p value sebesar 0,02 yang menunjukkan ada hubungan lama pemakaian KB suntik DMPA dengan penurunan libido, serta didapatkan nilai r sebesar 0,418 yang berarti tingkat keeratan hubungan lama pemakaian KB suntik DMPA dengan penurunan libido cukup kuat. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik DMPA dengan Penurunan Libido akseptor KB DMPA di Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang
HUBUNGAN SIKAP TENTANG PENUNDAAN KEHAMILAN USIA MUDA DENGAN PERILAKU PENUNDAAN KEHAMILAN USIA MUDA Herlina Tri Damailia; Istiqomah Novita Harmawati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah kesehatan reproduksi karena semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu bereproduksi. Masih kurangnya pengetahuan seks, kehidupan rumah tangga, dan adanya istiadat malu kawin tua menyebabkan meningkatnya perkawinan dan kehamilan remaja. Kehamilan dan menjadi orang tua diusia remaja menyebabkan risiko medis dan psikososial, baik terhadap ibu maupun bayinya. Mengatasi hal ini dapat dibuat perencanaan keluarga untuk wanita berusia <20 tahun yaitu menunda kehamilan dengan pemilihan kontrasepsi rasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sikap tentang penundaan kehamilan usia muda dengan perilaku penundaan kehamilan usia muda pada wanita usia subur pelaku pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Sawangan 1 Kabupaten Magelang tahun 2014. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode survei analitik serta pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sawangan 1 Kabupaten Magelang yang menikah usia dini baik yang pernah hamil maupun belum berjumlah 164 orang. Pengambilan sampel dengan Purposive Sample yaitu 41 orang. Data dianalisis menggunakan uji statistik Contingency Coeffissien didapatkan nilai Appro.Sig (p value) sebesar 0,007 maka p<0,05 sehingga Ha diterima. Kesimpulannya ada hubungan sikap tentang penundaan kehamilan usia muda dengan perilaku penundaan kehamilan usia muda pada wanita usia subur pelaku pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Sawangan 1 Kabupaten Magelang tahun 2014. Saran yang diberikan yaitu melakukan pendekatan masyarakat dengan memberikan informasi mengenai pentingnya menikah diusia yang tepat sesuai program pemerintah mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan dan menunda kehamilan sebelum usia 20 tahun mengingat berbagai risikonya.
KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III Herlina Tri Damailia; Rizqi Amalia Nurhapsari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v10i1.126

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan. Pemberian tablet Fe merupakan salah satu program pemerintah Indonesia untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dikatakan baik apabila ibu hamil mengkonsumsi semua tablet Fe dari jumlah, cara minum, dan waktu yang tepat selama kehamilan. Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe juga dipengaruhi beberapa faktor, yang menurut hasil penelitian Alifah (2016) kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe yaitu pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, kunjungan ANC, dan efek tablet Fe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian adalah Preeksperimental dengan design One Group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 40 ibu hamil. Teknik pengambilan sample dengan menggunakan total sampling yang diambil pada bulan Maret – April 2018. Analisis data dengan menggunakan uji T-Test Dependent. Data dianalisis menggunakan uji statistik T-Test Dependent dihasilkan p-value 0.001 atau α < 0,05 maka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa kenaikan kadar Hb dipengaruhi oleh kepatuhan responden mengkonsumsi tablet Fe. Saran dalam penelitian ini diharapkan ibu hamil agar mengkonsumsi tablet Fe dengan cara yang benar yaitu minum 1 kali sehari selama periode masa kehamilan minimal 90 tablet, meminum dengan cara yang benar dengan menggunakan air putih atau air jeruk, dan waktu minum yang benar yaitu diminum pada malam hari untuk mencegah mual dan dianjurkan melakukan pemanfaatan antenatal care untuk mendapat pengawasan terhadap konsumsi tablet Fe
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 7 BULAN DENGAN RIWAYAT LAHIR STUNTING Herlina Tri Damailia; Esti Rettiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.285

Abstract

Merujuk hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan 17,7% balita masih mengalami masalah gizi dan balita stunting sebesar 37,2%. Stunting memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak dan juga perekonomian. Bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki manfaat bagi daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Prevalensi balita stunting di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 sebesar 21,08% dan bayi lahir stunting sebesar 26,09%. Sedangkan angka pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 di bawah target yaitu 41,7%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Penelitian ini adalah survei analitik menggunakan desain case control dan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting di Puskesmas Sempor II sebanyak 35 bayi. Sampel didapatkan dengan cara teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 responden yang mengalami stunting, 88,9% tidak mendapatkan ASI eksklusif. Sedangkan dari 26 responden yang tidak stunting, 76,9% mendapatkan ASI eksklusif. Dari uji rank spearman didapatkan p value 0,000 sehingga ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Koefisien korelasi yang dihasilkan -0,645 yang berarti hubungan tersebut kuat dan arah hubungan berlawanan dimana tingginya angka pemberian ASI eksklusif diikuti dengan turunnya angka stunting. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan memberi perhatian khusus serta berinovasi dalam memberikan promosi kesehatan sehingga masyarakat khususnya ibu menyusui mau memberikan ASI eksklusif sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.