Wahyu Pujiastuti
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Wahyu Pujiastuti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 menunjukan Angka Kematian Bayi sebesar 32 kematian/1.000 kelahiran hidup, 50 % kejadian kematian terjadi pada 24 jam pertama dan 75 % kematian terjadi pada minggu pertama. Adapun penyebab kematian bayi baru lahir usia 0-6 hari di Indonesia adalah gangguan pernapasan 36,9%, prematuritas 32,4%, sepsis 12%, hipotermi 6,8%, kelainan darah/ikterus 6,6% dan lain-lain. Sedangkan penyebab kematian bayi usia 28 hari adalah sepsis 20,5%, kelainan kongenital 18,1%, pneumonia 15,4%, prematuritas dan BBLR 12,8%, dan Respiratory Distress Syndrome 12,8%. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik, menggunakan pendekatan Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah yang terdaftar di Puskesmas wilayah Puskesmas Magelang Tengah pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 sebanyak 85 bayi dengan tehnik total sampling. Analisis bivariat mempergunakan uji Chi Square (x2) dan analisis multivariat mempergunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variabel kadar Hb dengan BBLR (p value=0,040), status gizi berdasarkan LILA dengan BBLR (p value=0.038), dan paritas dengan BBLR (p value=0,33) dan terdapat dua variabel yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR yaitu variabel kadar Hb (p value=0,011 Exp(B) : 0,207) dan variabel status gizi berdasarkan LILA (p value=0,006 Exp(B) : 5,382). Ibu hamil sebaiknya lebih memperhatikan kecukupan asupan gizi sehingga dapat tercegah terjadinya kelahiran BBLR dan mengatasai kondisi kurang energi kronis, ibu hamil perlu mengkonsumsi tablet zat besi secara rutin minimal 90 tablet selama masa kehamilannya. Bidan hendaknya lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas edukasi kesehatan ibu hamil terutama mengenai pertumbuhan janin dalam rahim, kebutuhan asupan makanan bergizi dan konsumsi suplemen tablet zat besi.
KADAR HAEMOGLOBIN RENDAH MENGHAMBAT PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DIWILAYAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014. Wahyu Pujiastuti; Desi Kurnia Hapsari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2013 di Kabupaten Magelang dilaporkan sebanyak 58 kasus dengan kematian yang terjadi pada masa postpartum berjumlah 11 kasus. Dari kasus kematian pada masa postpartum tersebut terdapat 1 kasus yang disebabkan oleh infeksi pada masa postpartum. Oksigenasi yang tidak adekuat (akibat anemia) dan kekurangan nutrisi menjadikan sistem lebih mudah terinfeksi. Agen (mikroorganisme) berperan pada tingkat sel dengan cara merusak atau menghancurkan Integritas membran sel, yang penting untuk keseimbangan ionik, kemampuan sel untuk mentransformasikan energi (respirasi aerob, produksi adenosin trifosfat [ATP]), kemampuan sel untuk mensintesa enzim dan protein lain yang diperlukan, dan kemampuan sel untuk tumbuh dan berkembang biak (integritas genetik). Desain penelitian ini menggunakan rancangan Survey, dengan pendekatan cohort (prospektif). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling yang diambil sampai dengan batas waktu 19 April 2014, dengan memperoleh 34 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 19 responden (55,9%) berada dalam kategori anemia, 20 responden (58,8%) mengalami waktu penyembuhan luka perineum normal, nilai p value pada Chi Square sebesar 0,003 (<0,05), nilai x2 hitung sebesar 8,591 (>x2 Tabel 3,841) dan nilai Relative Risk yang menunjukkan angka 4,737 (>1) sehingga “Ada pengaruh kadar hemoglobin ibu postpartum terhadap waktu penyembuhan luka perineum, dan ibu postpartum dengan kadar hemoglobin kategori anemia ringan sekali dan anemia ringan memiliki risiko penyembuhan luka perineum tidak normal sebesar 4,737 kali lipat lebih besar dibandingkan ibu postpartum dengan kadar hemoglobin kategori tidak anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkid, Kabupaten Magelang tahun 2014”.
EFEKTIVITAS SENAM NIFAS DAN LATIHAN KEGEL DALAM MENCEGAH INKONTINENSIA URIN MASA NIFAS Wahyu Pujiastuti; Bekti Yuniyanti; Masini Masini
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.288

Abstract

Masa pasca persalinan merupakan masa yang memerlukan perhatian intensif dikarenakan dimasa nifas terjadi penurunan daya tahan tubuh dan fungsi sistem tubuh. Kandung kemih yang tidak terjaga frekuensi pengosongannya pada masa nifas dapat melemahkan kontraksi uterus, resiko perdarahan karena gangguan kontraksi dan infeksi saluran perkemihan semakin meningkat, dikarenakan kandung kemih yang penuh akan menekan uterus sehingga terjadi kelemahan kontraksi dan gagal terjadi kompresi pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas senam nifas dan Latihan kegel dalam mencegah inkontinensia urin masa nifas. Desain penelitian adalah analitik kuantitatif dengan jenis quasi eksperiment dan pendekatan post test only control group design dengan 30 responden ibu nifas yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi (senam nifas ditambah Latihan kegel) dan kelompok control (senam nifas), penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November tahun 2017. Hasil uji Mann Whitney diperoleh pvalue 0,473 > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan kecepatan pemulihan kejadian inkontinensia urin pada ibu yang mendapatkan perlakuan senam nifas ditambah kegel exercise dengan ibu yang hanya mendapat perlakuan senam nifas, namun nilai mean, median, standard deviasi, minimum dan maksimum pada kelompok intervensi lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang berarti juga menunjukkan kecenderungan bahwa gangguan inkontinensi urin pada kelompok intervensi lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Bidan diharapkan mengajari dan membantu ibu nifas untuk melakukan senam nifas dan latihan kegel untuk mengurangi kejadian inkontinensia urin, dan ibu nifas untuk melaksanakan senam nifas dan latihan kegel dengan tehnik yang benar dan dilaksanakannya secara teratur.
EKSTRAK PANDAN DAN SEREH MAMPU MENINGKATKAN KUANTITAS TIDUR ANAK PRASEKOLAH Ribkha Itha Idhayanti; Wahyu Pujiastuti; Herlina Tridamailia
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v13i2.429

Abstract

Masalah kurang tidur banyak dialami oleh anak prasekolah dan jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan kelelahan di siang hari, lekas marah, hiperaktif, dan sulit berkonsentrasi. Aromaterapi dapat membantu memulihkan kuantitas tidur yang baik bagi anak. Mandi air hangat dengan aromaterapi menyebabkan otot tubuh menjadi rileks. Salah satu terapi komplementer yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur adalah serai dan daun pandan yang diekstrak memiliki efek antidepresan dan vasodilator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dan ekstrak daun pandan terhadap kuantitas tidur anak prasekolah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 30 responden yang terbagi menjadi 15 responden pada kelompok kontrol dan 15 responden pada kelompok intervensi diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kuantitas tidur pada kelompok kontrol sebelum mandi dengan ekstrak serai adalah 10,40 jam dan rata-rata kuantitas tidur setelah mandi mandi air ekstrak sereh adalah 11,13 jam. Rata-rata kuantitas tidur kelompok intervensi sebelum diberikan ekstrak daun pandan adalah 9,73 jam dan kuantitas tidur setelah diberikan ekstrak daun pandan adalah 12,60 jam. Terdapat perbedaan rata-rata dimana kelompok intervensi pandan lebih tinggi nilainya yakni 21,77 dan kelompok kontrol sereh nilainya 9,23. ekstrak daun pandan dan ekstrak daun sereh sama sama efektif meningkatkan kuantitas tidur anak pra sekolah dengan nilai p = 0,000. Diharapkan ibu dapat menerapkan terapi mandi air hangat dengan ekstrak daun pandan atau ekstrak serai untuk membuat anak mempunyai kuantitas tidur yang lebih baik.