Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penjadwalan Produksi High Mix Low Volume Menggunakan Algoritma Non Delay untuk Meningkatkan Target Produksi di PT. X Tengku Nurainun; Yurike Novita Sari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 9 No. 3 (2019): Volume 9 No 3 November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v9i3.6652

Abstract

Intisari— Penelitian ini mengenai penjadwalan produksi high mix low volume menggunakan metode algoritma non delay dan akan dilakukan perbandingan dengan penjadwalan aktual perusahaan untuk meminimasi makespan. PT. X merupakan industri manufaktur yang merupakan produsen medical device (alat medis) produk yang dibuat memiliki 1550 variasi (high mix low volume). Sistem produksi perusahaan ini adalah make to order. Pada tipe produksi ini sulit melakukan penjadwalan produksi karena proses high mix low volume, jenis proses dimana beragam jenis produk yang diproduksi dengan jumlah yang relative rendah. Tingginya beragam jenis produk yang diproduksi menyebabkan beberapa komplikasi dalam pelaksanaan aliran produksi. Sehingga menimbulkan masalah dalam perusahaan seperti estimasi waktu yang sulit yang berdampak pada tidak tercapainya target produksi 90% OTD. Berdasarkan permasalahn tersebut maka dilakukan perbandingan penjadwalan awal pada perusahaan dengan penjadwalan menggunakan metode algoritma non delay. Metode penjadwalan awal pada perusahaan menghasilkan makespan sebesar 125961 menit sedangkan metode algoritma non delay sebesar 27190,18 menit. Maka makespan yang dihasilkan oleh penjadwalan algoritma non delay berkurang 78% daripada penjadwalan awal perusahaan. Abstract— This study discusses the scheduling of high mix low volume production using non-delay algorithm methods and will be carried out by the company's actual scheduling to minimize makespan.  PT. X is a manufacturing industry that is a manufacturer of medical devices products that have 1550 variations (high mix low volume). The production system of this company is make to order. In this type of production it is difficult to schedule production because of the high mix low volume process, the type of process in which various types of products are produced with relatively low amounts. The high variety of products produced causes several complications in the implementation of the production flow. So as to cause problems within the company such as difficult time estimates that have an impact on not achieving the 90% OTD production target. Based on the problem, a comparison of the initial scheduling of the company is carried out by scheduling using the non-delay algorithm method. The initial scheduling method at the company produces makespan of 125961 minutes while the non delay algorithm method is 27190.18 minutes. Then the makespan produced by non-delay algorithm scheduling is reduced by 78% than the company's initial scheduling.
Usulan Penerapan 5S Di Departemen Workshop (BENGKEL) PT. X Dewi Diniaty; Yurike Novita Sari; Eki Gilang Permata; Fiora Helmi
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2018: SNTIKI 10
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.585 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil dan Palm Kernel Oil. Pada departemen workshop, masih terdapat penataan yang kurang baik. Dimana peletakan komponen-komponen perlengkapan bengkel yang tidak beraturan. Selain itu, peralatan mesin yang tidak diberi label ditumpuk juga tidak beraturan dan area-area mesin yang tidak tertata dengan rapi. Untuk itu, dilakukan penelitian mengenai penerapan 5S dengan tujuan memberikan usulan perbaikan 5S dan memberikan usulan Standard Operation Procedure penerapan 5S untuk program perbaikan secara berkala. Hasil penelitian berupa usulan perbaikan dari metode 5S yaitu pada seiri (pemilahan), Seiton (penataan), Seiso (pembersihan), Seiketsu (Pemantapan) dan Shitsuke (Pembiasaan). Pemberian usulan membuat SOP Penerapan 5S sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian pekerja yang bertujuan untuk memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap pekerja.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Seiri, Seiso, Seiton, Shitsuke, Sheiketsu, SOP