Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

JARINGAN SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA MEROKOK Nawaar Faizatun Ashri; Nurhadi Nurhadi; Okta Hadi Nurcahyono
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 4 No 2 (2020): Social and Educational Issues in Public Service
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v4i2.274

Abstract

The purpose of this research was to know the social networks of smoking behavior of active smoker students, especially in high school of Surakarta. This study aimed to describe agents that contribute to form this behavior through social ties based on Marwell theory of Social Networks. The methods that used in this study was descriptive qualitative with ethnography approach. The data was collected through interview using WhatsApp application. The data was analyzed with theory of Social Network from Marwell and compared to related researches. Informants in this study were ten high school students in Surakarta who active in smoking behavior. The results of this study indicated that its habit started from curiosity and imitation of others into an action that receive “support” from people around. It could be concluded that student's decision of smoking was determined by their relationship with the social milieu which was also an active smoker, such as family and peer groups.
Strategi Adaptasi Ojek Konvensional dalam Merespon Adanya Ojek Online di Kota Surakarta Destiyan Armando Yogi; Nurhadi Nurhadi; Abdul Rahman
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.6 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v6i2.2594

Abstract

Kehadiran jasa transportasi berbasis aplikasi, termasuk ojek sepeda motor online di Kota Surakarta telah menggeser transportasi konvensional khususnya ojek sepeda motor konvensional. Hal ini membuat ojek konvensional merubah  strategi layanan agar tetap mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1)menjelaskan pelayanan jasa transportasi ojek sepeda motor konvensional dan (2)mengidentifikasi strategi adaptasi yang berhasil dilakukan pengemudi ojek sepeda motor konvensional sebagai pekerjaan di Kota Surakarta. Dengan pendekatan fenomenologis/kualitatif peneliti melibatkan 9 informan terdiri  koordinator pangkalan ojek konvensional Surakarta, anggota ojek konvensional, dan Satbinmas Polresta Surakarta. Data tentang pelayanan ojek konvensional dari informan dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Setelah transkrip peneliti menggunakan teori Etika Subsistensi karya James C. Scott yang menyajikan 3 pilihan strategi: (1) perluasan jaringan sosial, (2) wirausaha alternatif, dan (3) penghematan pengeluaran belanja rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek konvensional berusaha memperbaiki pelayanan jasa transportasi kepada pelanggan mereka serta menerapkan tiga strategi adaptasi: (1) membangun organisasi/komunitas ojek konvensional, (2) penegasan zonasi/wilayah layanan dan (3) merintis usaha lain sebagai sumber pendapatan baru. Kata Kunci : strategi adaptasi, ojek konvensional, dan ojek online
Pemilihan Sekolah Swasta Berbasis Agama dalam Perspektif Angst Society Nurhadi Nurhadi
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2018.2.2.2906

Abstract

There has been a sharp increase of the number of parents sending their children to religious-based private schools, ranging from early childhood education to that of high school, since the past three decades. In addition to the urban and peri-urban population, this trend has also been extending that of rural, in which individual decision making is presumed to be also strongly influenced by, or at least takes account seriously consideration made by, extended family. This research focuses on how parents come up with the decision to send their children to religious-based private school. Applying social network analysis, this research aims at understanding and explaining the process of socialization, dissemination, and the fortification of ideas on the importance of sending children to the religious-based private school. The results of this research are: First, there is the certain dominant perception among parents that the community and society at-large in which parents and their families belong to pose threats to the growth of children and teenagers. Second, there are certain negative perceptions on public and non-religious-based schools. The teaching of religious, moral, and virtuous values are considered as insufficient.
Arena Produksi Kultural Kerajinan Kulit di Surakarta Dalam Tren Ekonomi Kreatif Lisa Elfena; Nurhadi Nurhadi; Okta Hadi Nurcahyono
SOCIUS Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v7i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang; (1) hubungan antara produksi sub sektor kriya dengan naiknya kelas sosial pemuda; (2) cara-cara yang ditempuh oleh pengrajin untuk mengatasi persoalan terkait dengan produksi kriya kulit. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Jumlah informan sebanyak 8 orang pengrajin kerajinan kulit di Surakarta. Peneliti memilih kerajinan kulit Kota Surakarta karena sarat akan nilai budaya yang dimiliki oleh produsen. Kemudian, data divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan analisis interaktif. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori praktik terutama pemikiran Pierre Bourdieu. Penelitian ini menemukan bagaimana strategi dan pertarungan antar agen, proses produksi makna hingga analisis terkait logika kapital dan kelas sosial. Arena produksi kultural seni kriya kulit di Surakarta dalam tren ekonomi kreatif terbentuk dari struktur arena yang terdapat posisi-posisi para agen yang membentuk produk budaya. Dalam penelitian ini ditemukan pembahuruan dari teori Bourdieu tentang konsep fashion yang lebih komprehensif terhadap situasi saat ini.
PERAN SEKOLAH DALAM MENGATASI PERILAKU MEROKOK SISWA DI SMA NEGERI KARANGPANDAN Bayu Pranoto; Nurhadi Nurhadi; Yuhastina Yuhastina
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 7, No 2 (2020): SOSIAL HORIZON: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v7i2.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami dan menjelaskan peran yang dimainkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam mencegah dan mengatasi kebiasaan merokok di kalangan siswa. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan kerangka teori sistem yang dikembangkan oleh Talcott Parsons. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Dipahami sebagai sebuah sistem, sekolah tersusun atas sub-sistem ekonomi, politik, dan sosial yang dijalankan oleh aktor dengan peran spesifik namun terkait satu sama lain; (2) Pada hierarki birokrasi negara, sekolah adalah pelaksana kebijakan yang disusun oleh birokrasi di atasnya; (3) Siswa perokok terbagi atas perokok aktif, meniru teman sebaya, coba-coba, dan untuk bergaya; (4) Peran sekolah dalam mengatasi perilaku merokok siswa dijalankan oleh kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru BK/Konselor, dan guru wali kelas. Masih ditemukan beberapa celah yang membuat siswa dapat merokok di dalam maupun di luar sekolah seperti penjagaan dan pengawasan terhadap siswa yang kurang maksimal, tidak adanya pemberian bimbingan yang berkelanjutan, kerjasama dengan orang tua yang kurang intens, dan masih terdapat beberapa guru yang merokok di sekolah.
Proses Reog Anti Minuman Keras di Padepokan Batara Singo Jalu Wono Wonogiri Fahma Rosyada; Okta Hadi Nurcahyono; Nurhadi Nurhadi
Sosioglobal Vol 5, No 2 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v5i2.30862

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses padepokan Reog bernama Batara Singo Jalu Wono dalam membentuk anggota mereka menjadi seniman Reog anti minuman keras di kota Wonogiri. Reog yang dikenal identik dengan minuman keras dan dunia mistis ternyata membuat para pendiri Padepokan Batara Singo Jalu Wono tergerak untuk berupaya menghilangkan stigma tersebut, atau setidaknya stigma tersebut tidak melekat pada padepokan mereka. Analisis data dalam penelitian menggunakan teori fungsionalisme struktural dengan 4 fungsi AGIL milik Talcott Parsons. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan padepokan berhasil membentuk anggota mereka menjadi seniman Reog anti minuman keras. Dilihat dari proses pertama yaitu fungsi adaptasi, padepokan mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat, dengan cara menyeimbangkan antara nilai kebudayaan dan norma yang berlaku. Kedua tujuan, pada tahun 2013 para pendiri padepokan mencetuskan tujuan mereka, yakni ingin menjadi padepokan Reog anti minuman keras dan anti narkoba. Ketiga integrasi, unsur-unsur yang terlibat mampu bekerjasama dalam mewujudkan tujuan tersebut, yakni anggota padepokan, stakeholder, dan masyarakat. Keempat latensi, tujuan mereka dapat terwujud karena padepokan mampu menjaga motivasi anggota dan proses yang berlangsung dengan menjunjung nilai kekeluargaan.
Differrences in The Meaning Dolalak Dance in PurworejoDistrick, Central Java Province Adeliana Galih Nurbaidhah; Nurhadi Nurhadi; Sigit Pranawa
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v9i1.3347

Abstract

Dolalak dance is a folk dance whose movements and costumes adopted the Dutch soldiers war training and dancing movements and costumes. The exsistention of the traditional art become degradation in a year. Dolalak dance is also influenced by the cultural change from modernity, and then the meaning of Dolalak will be gone.This enable people interprete the ideal value of Dolalak dance in daily life that different from Dolalak dance in the past that was full of life regulation values.This qualitative research uses a case study method to answer the different interprete the meaning of Dolalak dance.It uses interview, observation and documentation techniques to collect data. Theory in thisresearch using interpretative culture from Clifford Geertz.This research reveals that Dolalak experienced a cultural creativity by combining with other arts, i.e dangdut and Campursari.It also experienced changes in players, movements, makeup, costumes, and time performanes. As a folk dance play a role in unity and guide the social life. Dolalak dance is interpreted as a religious symbols, varlour, faith and social conditions. Nowdays, it has a new interpretation as a equality, effectivity, efficiency and specialization lead to individualization in the group.
The Preservation Strategy of Written Batik as a Cultural Heritage (Case Study Of GunawanSetiawan Batik in Kauman Batik Tourism Village, Solo –Central Java, Indonesia) Mifta Khusnul Nurjanah; Abdul Rahman; - Nurhadi
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v10i2.4772

Abstract

Batik, with a unique style, reflectsthe prosperityofIndonesian culture. UNESCO officially designated batik as an Intangible Cultural Heritage of Humanity. One of the batiksin Indonesia is original hand-written batik.Batik Gunawan Setiawan is a local batik company remainsproducing traditional hand-written batik. Hand-made batikfaced few problems includingless competitive with printingbatik, scarce raw materials, and the lack of batik artist regeneration. Thisresearch aims to describe Gunawan Setiawan's Batik strategyfor maintainingsustainable written batikbusiness. This study uses structural functionaltheorydeveloped by Talcott Parsons. This is a qualitativestudy supported bya case study approach. The data were collected through in-depth interview, observation, and documentation. Data validity was tested with source triangulation. Afteranalyzing datawith data reduction, presentation, and conclusion, fact-findings indicate that to preserve written batikthe current strategycovers batik training program, writtenbatik fashioninnovation, batik-linked socialevents, direct selling promotion, mixed social media branding, joint Kauman batik tourism village,and regular Kauman batik exhibitionin Solo Batik Museum.
Analisis Kedisiplinan Siswa Berdasarkan Ketaatan Terhadap Tata Tertib Sekolah Farida Nurreni; Nurhadi Nurhadi; Okta Hadi Nurcahyono
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v12i2.33042

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana berjalannya tata tertib sekolah yang menghasilkan kedisiplinan siswa SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data berupa angka yang dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnografi pendidikan. Subjek penelitiannya yaitu wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat dan siswa kelas 10, 11 dan 12. Pemilihan subjek penelitian melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian digunakan untuk mengungkap bentuk dari tata tertib sekolah beserta sanksi yang diberikan atas pelanggaran yang dilakukan, analisis terhadap kedisiplinan siswa melalui banyak atau sedikitnya pelanggaran terhadap beberapa kriteria tata tertib, dan analisis terhadap pemahaman serta harapan siswa terhadap kedisiplinan sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa telah disiplin melihat rendahnya persentase pelanggaran yang dilakukan, sekolah telah menerapkan sistem poin, diberikannya sosialisasi mengenai tata tertib sekolah, hanya sedikit siswa yang melakukan pelanggaran cukup berat dan siswa memahami makna disiplin sehingga dapat menerapkannya dengan baik. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Generasi Z, Nilai Hasthalaku
Modal Sosial dan Strategi Kelangsungan Usaha Sektor Informal Pedagang Kaki Lima pada Era Pandemi COVID-19 Tri Uswatun Hasanah; Nurhadi Nurhadi; Abdul Rahman
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 2 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i2.35754

Abstract

This study aims to explain the social capital of street vendors and its contribution to the business continuity strategies during the Covid-19 pandemic. This research used qualitative research and case study approach. The data obtained in this study are qualitative data collected through in-depth interviews, observation and documentation. Intake of informants using purposive sampling technique. The source of data came from street vendors who trade food or drinks using motorbikes, carts and tents, totaling eight informans. Informants have been trading in this micro business sector for at least two years as their main occupation. Data were analyzed using interactive analysis techniques, through three stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that street vendors build social capital through social relationships with other traders, suppliers, customers, families, parking attendants, local residents, as well as RT and PKK social groups. The Covid-19 pandemic had an impact on drastically decreasing the number of consumers so that it had an effect on sales volume which decreased by 50%. The strategies for maintaining the business continuity of street vendors is related to the continuity of marketing, production and capital. The strategies carried out by street vendors is to strengthen and expand the network of customers, cooperate with other vendors in marketing activities, reduce the amount of production and goods from suppliers, and take advantage of government’s financial aid to help their capital problem