Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Membaca Siswa Dengan Teknik Peta Pikiran Safriandi Safriandi; Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil tes dan evaluasi PISA (Programme for International Students Assessment) 2015 yang dirilis 6 Desember 2016, performa membaca siswa-siswi Indonesia berada di tingkat 61 dari 69 negara yang dievaluasi. Selanjutnya, berdasarkan studi yang dilakukan oleh PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) di bidang membaca untuk siswa sekolah dasar, prestasi membaca siswa Indonesia berada di peringkat 41 dari 45 negara yang disurvei dengan total skor 405. Hasil kajian PISA dan PIRLS di atas merupakan indikasi bahwa kompetensi membaca siswa Indonesia belum berada pada peringkat yang memuaskan. Salah satu penyebab belum maksimalnya kompetensi membaca siswa adalah kurangnya pemahaman terhadap kosakata dalam teks yang mereka baca. Teknik peta pikiran dianggap tepat untuk mengatasi masalah ini. Peta pikiran merupakan teknik pencatatan menggunakan citravisual dan perangkat grafis lainnya sehingga memberi kesan yang lebih mendalam. Teknik peta pikiran merupakan teknik meringkas sumber bacaan, kemudian memvisualisasikannya dalam bentuk peta agar lebih mudah dipahami. Dengan menggunakan teknik peta pikiran ini, siswa dapat dengan cepat mengidentifikasi informasi dari teks yang mereka baca. Teknik tersebut juga dapat membantu siswa membuat catatan dari teks dengan jelas. Setiap bagian teks dapat di-recall, lalu dicatat dan dijelaskan dalam peta yang terdiri dari simbol atau gambar yang saling terhubung menjadi informasi yang lengkap.
KETIDAKTEPATAN FUNGSIOLEK OLEH MAHASISWA TERHADAP DOSEN MELALUI APLIKASI PESAN INSTAN (WHATSAPP) Safriandi Safriandi; Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v5i1.7960

Abstract

Penelitian ini berjudul “Ketidaktepatan Fungsiolek oleh Mahasiswa terhadap Dosen Melalui Aplikasi Pesan Instan (WhatsApp).” Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah ketidaktepatan fungsiolek oleh mahasiswa terhadap dosennya melalui aplikasi pesan instan? Tujuan penelitian ini mendeskripsikan ketidaktepatan fungsiolek oleh mahasiswa terhadap dosennya melalui aplikasi pesan instan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan penelitian ini adalah pendekatan pragmatis. Sumber data penelitian ini adalah pesan instan yang dikirimkan oleh mahasiswa kepada dosen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pencatatan pesan instan mahasiswa yang masuk ke aplikasi pesan instan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pesan instan yang dikirimkan oleh mahasiswa kepada dosen, banyak ditemukan ketidaktepatan fungsiolek. Ragam bahasa yang dipilih oleh mahasiswa ketika mengirimkan pesan kepada dosen adalah ragam bahasa akrab. Pemakaian ragam bahasa ini melahirkan ketidaksantunan bahasa oleh mahasiswa terhadap dosennya. Hal ini dapat dilihat melalui ketidaktepatan diksi yang digunakan oleh mahasiswa.
KETIDAKLAZIMAN DIKSI DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH MAHASISWA Syahriandi Syahriandi
FKIP e-PROCEEDING 2021: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA DI ERA BERKELIMPAHAN
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Media sosial menjadi media yang paling digemari oleh berbagai profesi masyarakat dalam komunikasi tulis, termasuk dalam profesi mahasiswa. Media sosial, dalam kalangan mahasiswa, menjadi media utama dalam berinteraksi, baik sesama mahasiswa maupun kamunikasi antara mahasiswa dan dosen. Namun, dalam komunikasi melalui media sosial banyak sekali ketidaklaziman diksi yang terjadi akibat tidak mampunya mahasiswa dalam memahami ragam dalam setiap komunikasi. Kelaziman berhubungan dengan kepantasan atau keberterimaan kata dalam masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan ragam, baik ragam akibat perbedaan usia, profesi, maupun jenis kelamin. Mahasiswa sering sekali mengabaikan perbedaan ragam tersebut sehingga diksi yang digunakan menjadi diksi yang tidak lazim. Diksi yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk berkomunikasi dengan situasi (lawan komunikasi) tersebut. Permasalahan inilah yang menjadi kajian untuk dikaji dalam penulisan ini untuk memahami lebih lanjut sejauh mana permasalahn dan solusi dalam ketidaklaziman diksi dalam penggunaan media sosial. Kata kunci: Ketidaklaziman, Diksi, Media Sosial
ANALISIS KESALAHAN BAHASA PADA MEDIA SERAMBI INDONESIA Syahriandi
Jurnal Metamorfosa Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.951 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan bahasa; ejaan, pilihan kata (diksi), dan kalimat. Sumber data penelitian ini adalah media Serambi Indonesia yang diambil dalam tiga edisi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengkaji dokumen atau arsip dengan menggunakan teknik analisis isi atau disebut content analysis. Teknik penganalisisan data dilakukan dengan (a) tahap pengumpulan data, (b) tahap reduksi/klasifikasi data dan analisis data, dan (d) tahap penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kesalahan bahasa pada media Serambi Indonesia, yaitu (1) kesalahan ejaan yang berupa (a) kesalahan pemakaian tanda hubung (pemenggalan kata), (b) kesalahan tanda baca: tanda titik, tanda koma, dan tanda hubung, dan (c) kesalahan penulisan kata, (2) kesalahan diksi yang berupa (a) tidak menggungkapkan pengertian yang tepat, (b) kesalahan pemakaian kata di mana,(c) kesalahan penghilangan afiks, (d) penggunaan kata yang tidak baku, (e) kata yang digunakan adalah kata yang tidak lazim dipakai, (f) kesalahan penggunaan konjungsi, dan (g) kesalahan penyengaukan kata dasar, dan (3) kesalahan kalimat yang berupa (a) unsur-unsur kalimat tidak jelas, (b) bagian-bagian kalimat tidak sejajar, (c) bagian kalimat dipenggal, (d) tidak mengikuti kaidah penalaran, (f) kalimat berbelit-belit, (g) ketidakjelasan pengungkapan, dan (h) kalimat disusun tidak menurut kaidah bahasa Indonesia/ ketepatan struktur pengungkapan.
MAKNA DAN NILAI SIMBOL-SIMBOL DALAM NOVEL TEUNTRA ATOM KARYA THAYEB LOH ANGEN Syahriandi
Jurnal Metamorfosa Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.932 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna dan nilai simbol yang terkandung dalam novel Teuntra AtomKarya Thayeb Loh Angen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter.Teknik ini digunakan dengan mengumpulkan data dari sumber yang telah ada atau dokumen yang telah tersedia.Setelah data terkumpul, data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik pembacaan heuristik dan hermeneutik.Dari penelitian ini tergambar makna dan nilai simbol yang berupa hubungan antara manusia dan Tuhan, yaitu pemberian nama yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, adat dalam memotong tali pusar, dan larangan berhubungan dengan makhluk ghaib. Makna dari simbol-simbol sebagai hubungan manusia dengan alam berupa rumah panggung, bonsai tanaman, gambar hewan dan tumbuhan, dan aroma bunga.Hubungan antara manusia dengan manusia yang berupa simbol tercermin dari sikap kesopanan manusia dalam menjaga pandangan.Kemudian, simbol pintu berwarna kuning menyiratkan makna ketangguhan dalam masyarakat.Terakhir, gambar naga ini mencerminkan bahwa dahulu masyarakat kita memiliki kerukunan dengan bangsa-bangsa lain, terutama bangsa Cina.Simbol yang mencerminkan hubungan manusia dengan dirinya berupa menjaga diri agar selalu menjalankan perintah agama, yaitu menutup aurat.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS BUTIR SOAL UJIAN SEMESTER BAHASA INDONESIA Syahriandi
Jurnal Metamorfosa Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas soal ujian semester mata pelajaran Bahasa Indonesia ditinjau dari segi derajat/tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas butir, fungsi distraktor, dan reliabilitas tes. Sumber data penelitian ini adalah butir soal mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas VI SD Negeri Kota Langsa. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi dokumen. Teknik penganalisisan data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) data yang diperoleh akan dianalisis, (2) data yang telah dianalisis akan dideskripsikan sehingga derajat/tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas butir, fungsi distraktor, dan reliabilitas tes, dan (3) setelah dideskripsikan, data tersebut akan disimpulkan sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian ini adalah dari segi tingkat kesukaran butir soal ujian umumnya masuk dalam kategori sedang. Dari segi daya pembeda, butir soal ujian dapat dikategorikan kurang sempurna karena antara soal yang daya pembedanya baik dan yang tidak baik bernilai seimbang. Dari segi validitas, butir soal ujian umumnya masuk dalam kategori valid. Terakhir, dari segi reliabilitas, soal ujian umumnya masuk dalam kategori reliabel. Dari ketiga bentuk soal yang diujikan hanya soal bentuk completion yang tergolong tidak reliabel.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERPIKIR BERPASANGAN BEREMPAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGUASAI EJAAN PADA MKU BAHASA INDONESIA Syahriandi
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.241 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.214

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik berpikir berpasangan berempat dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa terhadap materi ejaan. Metode kegiatan dirancang berupa perencanaan awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Malikussaleh yang dipilih secara random dari enam kelas. Masing-masing kelas diambil lima kelompok. Masing-masing pasangan terdiri atas empat mahasiswa. Jadi, jumlah kelompok yang diambil sebanyak 30 kelompok. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah di atas 85% kelompok memperoleh nilai keseluruhan ≥ 75. Hasil penelitian terlihat bahwa model kooperatif teknik berpikir berpasangan berempat dapat meningkatkan kualitas hasil belajar dan membuat suasana belajar menjadi terarah. Hal tersebut terlihat dari nilai keseluruh yang selalu meningkat, yaitu dari 3 kelompok yang mendapat nilai ≥ 75 (10%), lalu menjadi 10 kelompok (33,33%), kemudian menjadi 26 kelompok (86,67%). Keberhasilan juga terlihat dari jumlah mahasiswa yang aktif, yaitu persentase keseluruhan juga meningkat menjadi 79,88% pada siklus II dari 51,43% pada siklus I. Jadi, pada siklus II ini keaktifan mahasiswa sudah ≥ 75% sehingga pada siklus II ini telah dikategorikan sudah berhasil.
KUALITAS BUTIR SOAL UJIAN DITINJAU DARI SEGI BAHASA (ANALISIS KUALITATIF BUTIR SOAL) Syahriandi
Jurnal Visipena Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.494 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i1.386

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketepatan penggunaan komponen/aturan kebahasaan dalam sebuah butir soal. Data dalam penelitian ini diambil pada soal semester ganjil pada kelas VI di SD Negeri BTN Seuriget. Data juga diambil hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jadi, sumber data penelitian ini adalah butir soal mata pelajaran Bahasa Indonesia semester ganjil di SD Negeri BTN Seuriget. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik pengumpulan data dengan studi dokumen. Analisis bahasa akan dianalisis dengan menggunakan kartu telaah soal, yaitu bentuk pilihan ganda dan uraian. Setiap soal akan diberi tanda letak ketidaklayakan soal. Setelah soal diberi tanda, soal tersebut akan dijelaskan secara terperinci apa yang menjadi kesalahan soal tersebut, lalu setiap soal akan diperbaiki sehingga menjadi soal yang layak dipakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas butir soal dari segi bahasa umumnya dapat dikatakan sudah sesuai walaupun ada aspek yang masih belum sempurna, yaitu adanya soal yang menimbulkan penafsiran ganda
PELATIHAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM SOSIAL MEDIA PADA SMA KECAMATAN GANDAPURA Syahriandi Syahriandi; Trisfayani Trisfayani; Radhiah Radhiah; Safriandi Safriandi; Rani Ardesi Pratiwi; Masithah Mahsa
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1337

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh bebera hal. Pertama. banyaknya siswa yang menggunakan gaya bahasa sarkasme di sosial media. baik dengan anggota kelompoknya atau pun dengan pengguna sosial media lainnya. Kedua. ketidaksantunan siswa dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah. baik dengan teman sejawat. senior kelas. maupun guru. Ketiga. siswa mulai kesulitan membedakan penempatan penggunaan bahasa. bahasa mana yang dapat dipakai dalam situasi formal maupun tidak formal. Keempat. banyak di antara siswa yang tidak mampu menyaring informasi dengan baik. sehingga beberapa di antaranya menyebarkan informasi bohong (hoax). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini ialah metode ceramah. pelatihan. dialogis. Sasaran dalam pelatihan ini adalah siswa sekolah menengah atas se-Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Manfaat dari pelatihan ini ialah meningkatkan kepekaan siswa dalam menggunakan bahasa di sosial media. Siswa akan menjadi lebih bijak dalam membaca. menyaring dan menyebarkan informasi.
Manajemen Psikologi Dakwah Dalam Membentuk Karakter Religius Generasi Muda Sayni Nasrah; Siraj Siraj; Syahriandi Syahriandi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan pihak sekolah dalam membentuk karakter religius generasi muda. Untuk itu diperlukan kemampuan dalam mengelola manajemen dakwah yang tidak terlepas dari konsep psikologi sebagai cerminan hidup kejiwaan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk manajemen psikologi dakwah dalam membentuk karakter religius generasi muda. Fokus penelitian ini adalah pengelolaan manajemen dakwah dalam organisasi keagamaan di SMA Negeri 1 Bireuen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologik naturalistik. Pengumpulan data menggunakan indepth interview, participant observation dan study documents. Analisis data menggunakan data reduction, data displays, dan conclusion drawing/verification. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen psikologi dakwah telah mampu membentuk generasi-generasi Qur’ani dan bermoral Islam. Kemampuan pengelolaan yang berhasil menggerakkan dan memacu generasi muda dengan penuh kesadaran sesuai ajaran Islam demi kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Generasi muda yang memiliki ikon ‘pelopor kebaikan’ dengan menyebarluaskan dakwah melalui berbagai kegiatan yang menarik dan kreatif.