Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN GERAK DAN LAGU DOLANAN AANAK DI TK UMP Wijayanti, Okto
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu guru mengembangkan dan meningkatkan kemampuan, serta keterampilan dalam berkreasi gerak dan lagu dolanan anak sehingga guru dapat memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mengajar tari kepada siswanya. Metode pendekatan untuk mendukung realisasi program Ipteks bagi Sekolah dalam bentuk pelatihan koreografi gerak dan lagu tembang dolanan anak (tembang Jawa). Pelatihan diperuntukkan untuk  guru TK UMP yang berjumlah 9 orang. Kegiatan pelatihan ini melibatkan dosen, guru, dan, mahasiswa serta siswa TK UMP. Materi pelatihan koreografi gerak dan lagu tembang dolanan anak meliputi hafalan lagu tembang dolanan anak berjudul Ojo Rame-Rame, kreatifitas penyusunan koreografi gerak,variasi garap pola lantai dan menyanyi tembang dolanan anak (gerak dan lagu). Diharapkan setelah mendapatkan materi pelatihan, guru-guru dapat mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang didapatkan setelah pelatihan untuk diajarkan kepada siswa dengan rasa percaya diri sehingga dapat mengatasi permasalahan pembelajaran yang dihadapi tanpa menggantungkan kehadiran guru tari untuk melaksanakan pembelajaran tari di kelas.Kata Kunci: Gerak dan Lagu, Tembang Dolanan Anak, TK UMP.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN IPS DAN PERILAKU SOSIAL SISWA (STUDI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO) Badarudin, Badarudin; Nugroho, Agung; Wijayanti, Okto
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pendidikan di negara Indonesia khususnya di sekolah formal tidak terlepas dari peranan kurikulum yang digunakan oleh satuan pendidikan sebagai acuan dan pedoman dalam kegiatan pendidikan. Penyempurnaan dan perubahan kurikulum ini merupakan sebuah tuntutan di dunia pendidikan karena kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Di Negara Indonesia kurikulum selalu mengalami perubahan dan perkembangan sebagai pengaruh dari perkembangan masyarakat dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan IPS dan perilaku social siswa dalam kurikulum 2013.  Penelitian ini dilaksanakan di SD UMP dan termasuk penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa SD UMP. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi pendidikan IPS sesuai kuriukulm 2013 oleh guru di SD UMP meliputi pemahaman dan pengetahuan IPS, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.(2) Siswa SD UMP secara umumtelah menerapkan nilai-nilai IPS di sekolah. (3) Faktor perilaku sosial siswa sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Saran bagi guru harus meningkatkan pemahaman dan penguasaan terkait kurikulum 2013 dengan mengikuti berbagai pelatihan. Bagi pemerintah agar melakukan pembenahan terhadap kendala-kendala yang dihadapi para pendidik di dalam melaksanakan kurikulum 2013.Kata Kunci : Implementasi, Pendidikan IPS, Kurikulum 2013,  Perilaku Sosial
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA NGOKO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERCERITA BERPASANGAN Anis Marfungah; Okto Wijayanti; Arifin Muslim
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1492

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya keterampilan berbicara bahasa Jawa ngoko siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas IV SD Negeri 1 Kedungbanteng. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, terdiri dari 4 pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kedungbanteng yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes, tes berupa tes lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik pembelajaran bercerita berpasangan yang dilaksanakan dengan langkah-langkah yang tepat dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa ngoko tentang cerita wayang pada siswa kelas IV. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan pembelajaran pada masing-masing siklus. Ketuntasan peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jawa ngoko siswa dalam materi cerita wayang pada siklus I yaitu 68,56% dan pada siklus II yaitu 84,03%. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan teknik bercerita berpasangan yang dilaksanakan dengan langkah yang tepat dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jawa ngoko tentang cerita wayang pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kedungbanteng.Kata Kunci: Bercerita Berpasangan; Keterampilan Berbicara; Bahasa Jawa Ngoko 
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA JAWA MATERI TEMBANG GAMBUH MENGGUNAKAN STRATEGI DEMONSTRASI BERBANTU AUDIO-VISUAL Imelda Anom Mulatingtyas; Okto Wijayanti; Sri Hermanto
Jurnal Elementaria Edukasia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v2i2.1512

Abstract

This study was focused on improving Javanese Language learning achievement of gambuh song material using demonstration strategy audio-visual media based at the fourth grade of SD N 2 Somawangi, which were 21 students that consisted of 10 male students and 11 female students. This study was a Classroom Action Research or PTK conducted in 2 cycles and in each cycle consists of 2 meetings. Each cycle includes planning, action, observation, and reflection. Student achievement data was obtained from the evaluation sheet distributed at each meeting. The improving results can be seen in each cycle. The indicator of the success of this study was an increase in learning outcomes of at least >80% included in the good criteria from the number of students who passed the minimum criteria of mastery learning (KKM) in Javanese Language subjects, it was 65. Learning completeness in the first cycle was 73%. Learning completeness in cycle II was 92% so that from cycle I to cycle II it increased 19%. The conclusion in this study was that Javanese language learning using demonstration strategy audio-visual media based was able to improve student learning achievement in Gambuh song material. Keywords: Learning Achievements, Gambuh Song, Demonstration Strategy, Audio-Visual media based
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Untuk Keterampilan Membaca Asih, Pratitis Kusumaning; Hawanti, Shanty; Wijayanti, Okto
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25404

Abstract

Abstract Learning skill is a form of language skill that is important for students to master. To adept reading, students ought to go through a fun reading learning process. One of the way to achieve it is by using learning media that is interesting and is able to help students read easier. This research is a research and development to develop a learning media for reading skill in form of a scrapbook. The background of this research is the lack of reading skill of 2nd grade students in Public Primary School 1 Majakerta with 20 students.  The design used for this research and development was referred to 4D stages that consist of Define, Design, Develop, and Disseminate. Based on result of expert validation, developed scrapbook as learning media is stated as decent to be used in learning of reading skill. After undergone through improvements, the final product has shown product appropriateness. The scrapbook learning media is declared to be suitable for use after it is produced. The result of teachers' response shows positive response to the final product as well, which means they state that the media is able to be used to help them teach learning skills to their students. Abstrak Keterampilan membaca merupakan satu bentuk keterampilan berbahasa yang penting dikuasai oleh siswa. Untuk terampil membaca, siswa harus mengalami proses belajar membaca yang menyenangkan, salah satunya adalah dengan menggunakan media berlatih membaca yang menarik dan mampu membantu siswa lebih mudah membaca. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (RnD) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran keterampilan membaca berbentuk scrapbook. Pengembangan media ini rendahnya keterampilan membaca siswa kelas II di SD Negeri 1 Majakerta dengan siswa berjumlah 20 siswa.  Desain penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah mengacu pada tahapan 4-D yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Berdasarkan hasil validasi ahli media scrapbook yang dikembangkan dinyatakan layak untuk pembelajaran keterampilan membaca. Setelah mengalami perbaikan sampai pada produk akhir menunjukkan kelayan produk. Media pembelajaran scrapbook dinyatakan layak digunakan setelah itu dilakukan produksi. Hasil respon guru juga menunjukkan respon positif terhadap media yang dikembangkan, artinya guru menyatakan bahwa media dapat digunakan untuk membantu mengajarkan keterampilan membaca siswa.   
The Form of Character Education in Learning Dance at Sanggar Dance Students of Banyumas District Okto Wijayanti; Ana Andriani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to describe the form of character education in dance learning for students of Banyumas district dance studio. This research uses a qualitative method. The data collection techniques used were the interview method, the observation method, and the documentation method. Data analysis in this research was carried out when data collection took place, and after completing data collection within a certain period. The data analysis used in the research was the Miles and Huberman model. The research location is in the Dharmo Yuwono dance studio, Banyumas Regency. The results of the study are as follows 1) The teacher or dance coach always provides an example or role model so that students are really ready to receive dance learning in a dance studio. Learning settings are made fun and enjoyable. The role of teachers in character education in learning dance in dance studios is to guide students before and after learning dance at school and pay attention to students' enthusiasm for learning. The dance learning model used is a complete learning model, where the teacher teaches movements per unit, so that each meeting the students memorize part of their movements until they memorize it, then the movement is added until one dance has been memorized and mastered by the students properly and correctly.
PERSEPSI GURU TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SD NEGERI 2 SUDAGARAN Dian Pangestuti; Okto Wijayanti; Santhy Hawanti
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2272

Abstract

Pelecehan seksual merupakan sebuah kasus yang perlu ditindaklanjuti. Pelecehan seksual semakin hari semakin meningkat terutama sering terjadi pada peserta didik di sekolah dasar. Pendidikan seks di sekolah dasar diperlukan guna untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual serta memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Pendidikan seks kepada peserta didik menjadi tanggung jawab guru di sekolah, sehingga guru perlu memahami pendidikan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang pendidikan seks di SD Negeri 2 Sudagaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian pada penelitian ini yaitu guru kelas 5 dan 6 dengan menggunakan pengumpulan data kuisioner terbuka dan wawancara. Untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa persepsi guru tentang pendidikan seks di SD Negeri 2 Sudagaran sudah relatif memadai. Persepsi guru tentang pendidikan seks disajikan dalam beberapa poin: pemahaman pendidikan seks, pelibatan orang tua dalam pendidikan seks, materi pendidikan seks, faktor pemicu pelecehan seksual dan upaya pencegahan pelecehan seksual.
PROBLEMATIKA DAN STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Masda Satria Kurniawan; Okto Wijayanti; Santhy Hawanti
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 1 Nomor 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/.v1i1.7933

Abstract

Abstrak. Penelitian problematika dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah SD N Kaliurip perlu dilakukan karena banyak problematika yang dihadapi guru pada saat ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas I, 1 orang guru kelas II, dan 1 orang guru kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi guru adalah peserta didik kelas rendah masih kesulitan dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Guru memiliki beberapa strategi dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis). Guru melakukan pendekatan langsung kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dengan cara membimbing apabila ada peserta didik yang kesulitan dalam membaca atau menulis sampai peserta didik tersebut lancar. Guru membiasakan peserta didik untuk membaca di manapun dan kapanpun, misalnya di kantin membaca kemasan jajan, di tempat umum, di tempat parkir, dan di halaman sekolah. Peserta didik yang kesulitan menulis akan dibimbing dengan cara menyalin tulisan di papan tulis, dan yang ada di buku pelajaran. Peserta didik yang kesulitan menyimak atau kurang memperhatikan akan langsung dipanggil oleh guru untuk maju ke depan. Peserta didik yang kesulitan berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar akan dibiasakan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
LESSON STUDY IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN “CEGERA” BERBASIS PRODUK MENGGUNAKAN METODE THINK PAIR SHARE Okto Wijayanti
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar DINAMIKA VOLUME 10, NOMOR 2, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v10i2.3946

Abstract

This study aims to determine the implementation of the "Cegera" learning strategy based on dance products (song movements) in the 6th semester of FKIP UMP student art courses. The study population was 6 students. The method used in this study was carried out in 3 stages, namely plan, do, and see. Data collection techniques used were interview method, observation method, and documentation method. The data analysis used is descriptive qualitative. The results of this study are (1) The implementation of the "Cegera" learning strategy consists of 3 steps, namely the implementation of storytelling strategies, expression and song movements. (2) make students active, cooperate with each other, and responsibility in the learning process. (3) The process of implementing learning strategies is emphasized with pleasant, fun and relaxed conditions so as to enable students to freely express ideas, concepts, exchange opinions, think together, explore and explore. (3) The dance product produced through the implementation of "Ceg" learning was successfully presented in the final semester practice exam. The Quick Strategy Findings can be recommended for dance-based practice courses.
TANTANGAN GURU ABAD 21 DALAM MENGAJARKAN MUATAN SBdP DI SEKOLAH DASAR Ade Saputro; Okto Wijayanti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2021): Terbitan Ketiga - Desember 2021
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v1i3.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan, hambatan dan kinerja guru dalam mengajarkan muatan SBdP di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dengan subjek enam kepala sekolah dan dua belas guru yang ada di wilayah kecamatan kembaran. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran SBdP kurikulum 2013 di SD mengalami banyak kendala dan tantangan, beberapaa diantaranya yaitu muatan materi yang terlalu sedikit yang terdapat didalam modul sehingga guru harus mencari reverensi dari sumber lain untuk melengkapi materi, materi dianggap terlalu tinggi untuk anak SD sehingga selain guru yang kesulitan dalam menyampaikan materi siswapun kesulitan dalam menerimanya, guru terkendala ketika praktik karena memang rata – rata guru tidak mempunyai basic dibidang seni atau guru tidak disiapkan untuk menjadi guru yang menguasai seni, dan guru juga sering terkendala dalam hal media karena kebanyakan sekolah belum menyediakan sarana dan prasarana serta media yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam mengajarkan muatan pelajaran SBdP di SD wilayah kecamatan kembaran yaitu guru dengan latar belakang pendidikan S1 PGSD mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru dengan latar belakang pendidikan PGSD UT hal tersebut dikarenakan guru lulusan S1 PGSD sudah mendapat bekal berupa mata kuliah konsep dasar seni baik itu seni rupa, musik dan tari, usia guru, guru dengan usia yang lebih muda cenderung mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru yang sudah senior hal tersebut karena guru dengan usia yang lebih muda mempunyai semangat yang besar dan lebih kreatif dalam mengajar dan dari status kepegawaian guru tersebut, guru dengan status PNS mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru dengan status belum PNS. Upaya untuk meningkatkan kinerja guru agar lebih baik yaitu dengan mencari tambahan materi dari reverensi lain, berdiskusi dengan guru yang mempunyai basic dibidang seni, dukungan penuh dari kepala sekolah baik secara moral ataupun teori dalam pembelajaran seni dan keikutsertaan pada pelatihan seni yang bekelanjutan agar tercapainya tujuan pembelajaran SBdP.