. Wusnah
Chemical Engineering Dept., Malikussaleh University, Lhokseumawe, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP PROSES PENYULINGAN MINYAK SEREH WANGI (Cimbopogon nardus l.) Junita Adianda Sari; Wusnah Wusnah; Azhari Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.1493

Abstract

ABSTRAK Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Pengambilan ekstrak minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu penyulingan atau destilasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan melalui pengepresan atau penekanan.Pada percobaan ini metode yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari daun sereh wangi dilakukan dengan cara penyulingan. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penyulingan pada proses pengambilan minyak atsiri. Adapun prosedur penelitian dimulai dengan ukuran daun sereh diperkecil terlebih dahulu. Kemudian ditimbang sereh sebanyak 500 gram. Dimasukkan air sebanyak 500 mL sebagai pelarut, setelah itu baru ditambahkan daun sereh wangi kedalam alat penyulingan. Proses penyulingan dilakukan pada suhu 120 ℃ dengan variasi waktu penyulingan (3, 3,5, 4, 4,5 dan 5) jam. Hasil penyulingan kemudian dilakukan pemisahan, untuk memisahkan air yang masih terkandung didalam minyak. Ulangi prosedur diatas dengan suhu yang berbeda. Hasil dari penelitian yang didapat yaitu % yield yang terendah didapat pada waktu 3 jam dengan suhu 120 ℃ yaitu 0,998% dan % yield tertinggi didapat pada waktu 5 jam dan pada suhu 120 ℃ yaitu 1,228%. Sedangkan nilai densitas yang terendah diperoleh pada waktu penyulingan 5 jam yaitu 0,882 gr/ml dan nilai densitas tertinggi diperoleh pada waktu 3 jam yaitu 0,886 gr/ml. Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Yield, Densitas, Daun Sereh Wangi ABSTRACT Extraction is a process of separating a substance based on the difference in solubility of two different insoluble liquids. Extracting essential oils can be done in three methods, namely distillation or distillation, extraction using solvents, and pressing or pressing. In this experiment the method used to extract oil from leaves of fragrant lemongrass is done by distillation. The purpose of this experiment is to determine the effect of distillation time and temperature on the process of extracting essential oils. The research procedure starts with the size of lemongrass leaves being reduced first. Then weighing 500 grams of lemongrass. Add 500 mL of water as a solvent, then add lemongrass leaves to the distiller. The distillation process was carried out at a temperature of 120 ℃ with variations in distillation time 3 hours, 3.5 hours, 4 hours, 4.5 hours and 5 hours. The distillation is then separated, to separate the water that is still contained in the oil. Repeat the procedure above with a different temperature. The results of the research obtained were the lowest% yield obtained at 3 hours with a temperature of 120 ℃ which was 0.998% and the highest% yield was obtained at 5 hours and at a temperature of 120 ℃ ie 1.282%. While the lowest density value obtained at the time of 5 hours distillation is 0.882 gr / ml and the highest density value obtained at 3 hours is 0.886 gr / ml. Keywords: Extraction, Distillation, Yield, Density, Fragrant Citronella Leaves
Simulation of the crosswind and the steam addition effect on the flare flame . WUSNAH; . YUNARDI; NOVI SYLVIA; . ELWINA; YAZID BINDAR
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 4, No 1 (2014): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.099 KB)

Abstract

This paper presents the results obtained from the application of computational fluid dynamics (CFD) to modelling the crosswind and steam addition effect on a turbulent non-premixed flame. A pre-processor software GAMBIT was employed to set up the configuration, discretisation, and boundary conditions of the flame being investigated.  The commercial software Fluent 6.3 was used to perform the calculations of flow and mixing fields as well as combustion. Standard k-ε and eddy dissipation models were selected as solvers for the representation of the turbulence and combustion, respectively.  The results of all calculations are presented in the forms of contour profiles.  During the investigation, the treatment was performed by setting a  velocity of fuel at 20 m/s with varied cross-wind velocity at  3.77 m/s, 7.5 m/s and 10 m/s,  and steam/fuel ratio at 0.14, 0.25 and 2.35.  The results of the investigation showed that the standard k-ε turbulence model in conjunction with Eddy Dissipation Model representing the combustion was capable of producing reliable phenomena of the flow field and reactive scalars field in the turbulent non-premixed flame being investigated. Other results of the investigation showed that increasing the velocity of the crosswind, when the fuel velocity was kept constant, significantly affected the flow field, temperature and species concentrations in the flare flame. On the other hand, when the velocity of the fuel was varied at the constant crosswind velocity, the increasing velocity of the fuel gave positive impact as it enabled to counteract the effect of crosswind on the flare flame. The velocity of the crosswind very influence of combustion efficiency, from result of the investigation showed that increasing the velocity of the crosswind significantly affected the combustion efficiency, other result of the inverstigation showed that steam addition will very influencing combustion, excelsior the steam/fuel ratio results the combustion efficiency decrease
Studi akurasi model pembakaran pada terhadap prediksi temperatur pada nyala metana tak pracampur menggunakan CFD Rido Lumban Tobing; Wusnah Wusnah; Novi Sylvia; Azhari Azhari; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2849

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembakaran telah mendorong kamajuan dunia ekonomi dan masyarakat sejak manusia menggunakan api. Selain memberikan manfaat bagi manusia, pembakaran juga menghasilkan kerugian dalam hal emisi gas yang dapat merusak lingkungan.Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Computational Fluid Dynamics( CFD) memainkan peranan penting dan digunakan sebagai alat standar di sebagian besar perusahaan dan industri konsultan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja model pembakaran untuk memprediksi temperatur pada nyala metana menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan beberapa model pembakaran yang tersedia pada Ansys Fluent 2020 R1 yaitu Eddy Dissipation Concept dan Non Premixed Combustion. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa model pembakaran Eddy Dissipation Concept merupakan model yang terbaik dibandingkan dengan model Non Premixed Combustion.secara kualitatif temperatur model Eddy dissipation Concept yang mendekati nilai data eksperimen, dimana suhu yang dicapai model Eddy dissipation Concept mencapai 1840 K pada posisi sekitar 700 mm atau 0.7 m. Secara kuantitatif model Non premixed Combustion tren grafiknya mengikuti data eksperimen namun puncak tertingginya hanya mencapai 1452 K pada posisi sekitar 540 atau 0.54 m di atas nozzle, sedangkan data eksperimen suhunya mencapai 1816 K pada posisi sekitar 560 mm atau 0.56 m.peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan kedepannya dalam mensimulasikan pembakaran nyala tak pracampur pada metode Computational Fluid Dynamics (CFD). 
Simulasi Kontrol PID pada Boiler Sistem Tenaga Uap Indah Diah Pratiwi; Wusnah Wusnah; Nasrul ZA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i1.1168

Abstract

Kontrol PID (Proportional Integrated and Differential) merupakan salah satu jenis kontroler yang paling banyak digunakan di dunia industri. Luasnya penggunaan kontroler ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, salah satunya adalah dalam banyak kasus telah terbukti menghasilkan unjuk kerja relatif memuaskan. Boiler merupakan alat yang sangat penting pada sebuah industri karena steam yang dihasilkan biasanya digunakan untuk power plant dan listrik yang dihasilkan digunakan untuk mengoperasikan peralatan lain dan digunakan untuk kebutuhan proses industri. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari waktu terbaik kontrol PID dalam merespon gangguan dengan setting  nilai Kc, Ti dan Td. Penelitian ini menggunakan simulasi Hysys mode dynamic kontroler dengan menentukan PV (Process Variabel) dan OP (Output Target Object), ditentukan nilai PV maximum dan PV minimum, dengan memvariasikan nilai Kc, Ti, Td dan temperatur setpoint (270ºC, 275ºC 280ºC, 285ºC, 290ºC). Berdasarkan dari hasil pengujian yang telah dilakukan maka diperoleh waktu tercepat kontrol PID dalam merepon gangguan yaitu pada nilai Kc= 0,7; Ti= 1; Td= 0 dengan waktu rata-rata selama 1,170417 menit. Variasi nilai Kc, Ti dan Td tidak mempengaruhi besarnya heat flow yang dibutuhkan boiler. Kata Kunci:Gangguan, Heat Flow,  Set point, Temperatur, Waktu
Proses Pembuatan Bioetanol dari Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata B.C) secara Fermentasi Wusnah Wusnah; Samsul Bahri; Dwi Hartono
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i1.1915

Abstract

Kulit pisang kepok selama ini hanya dianggap sebagai salah satu limbah industri rumah tangga yang belum termanfaatkan dengan baik. Komposisi terbanyak kedua kulit pisang kepok adalah karbohidrat 18,50% dimana karbohidrat dapat dikonversi menjadi glukosa yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.Penelitian ini bertujuan membuat bioethanol dari kulit pisang kepok dengan variasi waktu fermentasi dan penambahan starter. Pada penelitian ini kulit pisang kepok dihidrolisis dengan mengunakan HCl 5% pada suhu 100oC selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka semakin banyak etanol yang dihasilkan.Pada variasi waktu fermentasi diperoleh waktu terbaik fermentasi pada waktu 7 hari dengan kadar etanol 40 % sebanyak 34ml.
PROSES PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata B.C) SECARA FERMENTASI Wusnah Wusnah; Samsul Bahri; Dwi Hartono
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i1.79

Abstract

Kulit pisang kepok selama ini hanya dianggap sebagai salah satu limbah industri rumah tangga yang belum termanfaatkan dengan baik. Komposisi terbanyak kedua kulit pisang kepok adalah karbohidrat 18,50% dimana karbohidrat dapat dikonversi menjadi glukosa yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.Penelitian ini bertujuan membuat bioethanol dari kulit pisang kepok dengan variasi waktu fermentasi dan penambahan starter. Pada penelitian ini kulit pisang kepok dihidrolisis dengan mengunakan HCl 5% pada suhu 100oC selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka semakin banyak etanol yang dihasilkan.Pada variasi waktu fermentasi diperoleh waktu terbaik fermentasi pada waktu 7 hari dengan kadar etanol 40 % sebanyak 34ml.
Simulasi Aliran pada Kolom Adsorpsi untuk Proses Penyerapan CO2 dengan Adsorben Karbon Aktif Menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) Mutia Reza; Novi Sylvia; Lukman Hakim; Wusnah Wusnah; Nasrul ZA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i1.1173

Abstract

Pemurnian biogas dari senyawa karbon dioksida dikarenakan dapat menurunkan nilai kalor gas metana (CH4). Salah satu aplikasi yang digunakan dalam hal ini yaitu adsorpsi menggunakan karbon aktif. Penelitian ini mempelajari pengaruh tinggi unggun karbon aktif dan laju alir terhadap persen penyerapan serta kapasitas penyerapan pada simulasi menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics). Hasil yang diharapkan adalah mengetahui kondisi laju alir dan tinggi unggun agar memperoleh persen penyerapan dan kapasitas penyerapan tertinggi. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu menggambar geometri, pengecekan geometri serta pengkondisian yang telah dilakukan (iterasi), report data dan pengambilan animasi. Persen penyerapan dan kapasitas penyerapan berbanding terbalik. Persen penyerapan akan meningkat apabila laju alir fluida inlet rendah dengan unggun yang tinggi, sebaliknya terhadap kapasitas penyerapan. Persen penyerapan tertinggi terjadi pada tinggi unggun 10 cm dengan laju alir 50 cm3/menit dan persen penyerapan terendah terjadi pada tinggi unggun 6 cm3/menit dengan laju alir 150 cm3/menit. Hal ini dikarenakan semakin tinggi unggun dan dengan laju alir yang rendah maka akan semakin banyak adsorbat mengalami kontak dengan adsorben, begitu juga sebaliknya. Sedangkan kapasitas penyerapan maksimal terjadi pada tinggi unggun 6 cm dengan laju alir 150 cm3/menit dan kapasitas penyerapan minimal terjadi pada tinggi unggun 10 cm dengan laju alir 50 cm3/menit. Kata kunci: kapasitas penyerapan, karbon aktif, laju alir, persen penyerapan, simulasi
KAJIAN PENGARUH ANGIN SILANG TERHADAP KARAKTERISTIK NYALA HIDROKARBON Wusnah Wusnah; Novi Sylvia; Yazid Bindar
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil yang diperoleh dari kajian dinamika fluida komputasi (DFK) untuk mensimulasi nyala turbulen tak pra-campur akibat pengaruh angin silang. Konfigurasi, diskretisasi dan kondisi batas nyala digambarkan menggunakan perangkat lunak pra-prosessor Gambit.  Pengaruh angin silang terhadap nyala hidrokarbon (nyala dengan pengaruh angin silang) dilakukan pada kondisi kecepatan bahan bakar tetap 20 m/s dengan kecepatan angin berubah-rubah dan pada kondisi kecepatan angin silang tetap 1,1 m/s dengan kecepatan bahan bakar berubah - ubah . Hasil penelitian dengan kondisi bahan bakar tetap menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin silang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap medan alir dan temperatur. Pada kajian dengan kondisi bahan bakar berubah - ubah ketika kecepatan angin silang tetap, terlihat bahwa peningkatan kecepatan bahan bakar memberikan dampak positif pada nyala, karena nyala semakin mampu melawan pengaruh angin silang terhadap nyala.
Pengaruh pH dan Waktu Ekstraksi Terhadap Karakteristik Pektin dari Kulit Coklat Wusnah Wusnah; Zulnazri Zulnazri; Sulastri Sulastri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i2.71

Abstract

Kulit buah coklat memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi sumber pektin dimana selama ini kulit buah coklat hanya merupakan limbah yang kurang bisa dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kulit buah coklat sebagai sumber pektin dengan metode ekstraksi. Pada penelitian ini digunakan tiga variabel berubah yaitu pH ekstraksi 1,5; 2,6; 2,8; 3,0; waktu ekstraksi 60, 70, 80, 90  menit, dan perlakuan pencucian sampel  dengan etanol dan aquadest. Dari hasil penelitian diperoleh hasil terbaik pada waktu ekstraksi 60 menit, pH 1,5 dengan perolehan kadar air 12,1 %, kadar metoksil 3,028 %, dan kadar galakturonat 41,373 %, sedangkan rendemen terbanyak diperoleh pada waktu ekstraksi 90 menit, pH 2,8 yaitu 9,68 %. Perlakuan pencucian sampel dengan etanol menghasilkan jumlah pektin yang tidak jauh berbeda dengan sampel dengan pencucian menggunakan aquadest, tetapi  warna yang dihasilkan sedikit berbeda.
EFISIENSI PEMBAKARAN NYALA TURBULEN TAK-PRACAMPUR YANG DIPENGARUHI ANGIN SILANG DAN PENAMBAHAN STEAM Wusnah Wusnah; Yazid Bindar
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil yang diperoleh dari dinamika fluida komputasi (DFK) untuk mensimulasi nyala turbulen tak pra-campur. Konfigurasi, diskretisasi dan kondisi batas nyala digambarkan menggunakan perangkat lunak pra-prosessor Gambit dan kalkulasi turbulensi dan pembakaran menggunakan perangkat lunak Fluent. Penelitian ini memfokuskan pada kajian pengaruh berbagai kecepatan angin silang dan penambahan steam terhadap karakteristik nyala hidrokarbon dan pengaruhnya terhadap efisiensi pembakaran yang dihasilkan. Model turbulensi yang digunakan pada penelitian ini adalah model k-ε standard dan model pembakaran Eddy Dissipasi.  Kajian dilakukan pada berbagai kecepatan angin silang yaitu 3,77 m/s, 7,5 m/s dan 10 m/s dan ratio steam terhadap bahan bakar 0,14, 0,25, dan 2,35 serta dilakukan pada kecepatan bahan bakar tetap 20 m/s. Hasil yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk kontur temperatur dari berbagai kecepatan angin silang dan penambahan steam. Dari kontur tersebut terlihat bahwa besarnya nilai S yang diberikan pada berbagai kecepatan angin sangat mempengaruhi terhadap temperatur pembakaran yang dihasilkan, dimana dari hasil kontur tersebut dapat diketahui bahwa temperatur nyala menurun seiring peningkatan jumlah steam yang diberikan di dalam aliran bahan bakar, dan hal tersebut secara nyata terlihat pada nilai S yang besar (2,35). Efisiensi pembakaran pada berbagai kecepatan angin silang semakin menurun seiring bertambahnya ratio steam terhadap bahan bakar.