Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS LAMA PERENDAMAN FORMALIN TERHADAP PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN SIAM (Pangasionodon hypopthalamus) Nurhayati Nurhayati; Burhanuddin Burhanuddin; Andi Chadijah; Hamsah Hamsah; Farhana Wahyu
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas lama perendaman formalin terhadap prevelensi ektoprasit pada benih ikan Patin Siam (Pangasionodon hypopthalamus). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2021, di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan Balai Budidaya Air Payau Maros. Ikan patin siam yang terserang ektoparasit diperoleh dari BPBAP Maros sebanyak 50 ekor. Perlakuan yang dicobakan adalah perendaman larutan formalin dengan konsentrasi formalin dengan dosis 4 ppm dengan lama perendaman yang berbeda yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A 15 menit, perlakuan B 10 menit, perlakuan C 5 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa formalin efektif membasmi ektoparasit dengan hasil terbaik untuk prevalensi pada perlakuan A sebesar 20% dan kelangsungan hidup (SR) pada perlakuan B sebesar 80%.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN LARUTAN BUAH BELIMBING WULUH TERHADAP DAYA TETAS TELUR PADA IKAN NILA (Tilapia niloticus) Burhanuddin Burhanuddin; Farhanah Wahyu
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 2 (2017): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v6i2.1304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman larutan belimbing wuluh terhadap daya tetas telur ikan nila (Tilapia niloticus).  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni  sampai  Agustus 2017, yang dimulai dari tahap persiapan sampai telur menetas menjadi larva. Bertempat di Balai Benih Ikan (BBI) Limbung. Penelitian lama perendaman larutan buah belimbing dengan dosis 4000 ppm yang telah dilakukan memiliki presentase daya tetas tertinggi pada perlakuan dengan lama perendaman 10 menit yaitu 93,33%.  Di peroleh hasil rata-rata tidak berbeda nyata terhadap pada tingkat kepercayaan 95 %. Hasil pengukuran parameter kualitas air dari setiap perlakuan masih dalam kondisi layak dalam mendukung perkembangan telur hingga menjadi larva.`
APLIKASI PROBIOTIK DENGAN KOSENTRASI YANG BERBEDATERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Burhanuddin Burhanuddin; Farhanah Wahyu; Suratman Suratman
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.938 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.676

Abstract

The use of probiotics as an attempt to improve the cultivation environment and suppress the disease proved to help overcome some of the problems in shrimp farming. This study aims to determine the exact concentration of probiotics in shrimp maintenance Vanannamei and see the effects on water quality, growth, survival, and shrimp production Vannammei. Research carried out on a laboratory scale by using 12 aquariums measuring 30 x 25 cm with a volume of 25 liters each aquarium filled sized shrimp with stocking density 20 birds. Probiotics mixed premises of feed and given 4 times a day with a concentration corresponding treatments, A = 3 PPM, B = 4 PPM, C = 5 PPM and D controls that are set in a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. During maintenance of shrimp fed as much as 5% of the total biomass with a frequency of 4 times/day, the results of research addressing that administration of probiotics with different concentrations significantly affected the growth and survival of Shrimp Vannamae although not significantly affect water quality.
POTENSI ZONA HAMBAT EKSTRAK Avicennia alba DENGAN PELARUT BERTINGKAT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio alginolyticus PATHOGEN CRUSTACEA Burhanuddin Burhanuddin; Abdul Malik; Syawaluddin Sodiq; Andi Khaeriyah; Harnita Agusanty
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 10, No 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7549

Abstract

Tumbuhan Mangrove memiliki potensi sebagai antibiotik alami dan salah satunya adalah mangrove jenis Avicennia alba, karena mengandung senyawa antibakteri seperti alkaloid, saponin, flavonoid dan juga tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen pada berbagai jenis Crustacea.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipotensi aktivitas antibakteri dari ekstrak buah mangrove Avicennia albadalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticusdan menentukan seberapa besar diameter  zona hambat masing-masing ekstrak buah mangrove Avicennia alba dengan penggunaan pelarut bertingkat (n-heksana, kloroform, Metanol, Air).Penelitian dilaksanakan di laboratorium hama dan penyakit universitas hasanuddin makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi agar dengan menggunakan paper disk.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah mangrove (Avicennia alba) memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus berdasarkan uji zona hambat dan uji MIC, dimana zona hambat tertinggi diperoleh pada ekstrak kloroform pada bakteri V. alginolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 21,09 mm pada bakteri V. alginolyticus, dan berbeda dengan ekstrak lainnya (N-hexan, Metanil dan Air). Dan nilai uji MIC ekstrak kloroform diperoleh pada konsetrasi 250 ug/mL.
Analisis Kualitas Air Secara Fisik Dan Kimiawi pada Sistem Pemeliharaan Kima Sisik (Tridacna Squamosa) Burhanuddin Burhanuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 1 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.521 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i1.522

Abstract

Rendahnya tingkat kelangsungan hidup larva dan juvenile kima yang dipelihara di hatchery  pulau Barrang Lompo disinyalir akibat rendahnya kualitas air yang digunakan.  Kualitas air yang menurun akibat banyaknya penduduk yang membuang limbah ke laut sementara air hasil buangan hatchery diduga akan berdampak pada keseimbangan ekosistem dan perairan sekitarnya, sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu mengadakan penelitian tentang analisis kualitas air yang digunakan pada pemeliharaan kima sisik (T.squamosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas air (secara fisik dan kimiawi) yang digunakan untuk pemeliharaan kima sisik (T.squamosa) pada hatchery pulau Barrang Lompo.Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – September 2012 di unit pembenihan (Hatchery) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas pulau Barrang Lompo. Pengambilan sample air yang difokuskan pada tiga titik utama, yakni lokasi inlet, bak pemeliharaan dan outlet.  Pada lokasi inlet dan oulet dilakukan sampling air dan pendataan parameter kualitas parameter fisik –kimiawi pada saat pasang dan surut, sedangkan sample air dalam bak dilakukan pada bak juvenile dan bak induk , masing-masing unit sampling diulangi sebnayak 3 x, ulasan penelitian dijelaskan secara deskriptif. Nilai suhu rata-rata pada inlet dan outlet pada saat pasang dan surut, yaitu 28°C dan 29°C, pH rata-tara 7,.3, D0 rata-rata  pasang pada inlet 6,08 ppm dan outlet 5,78 ppm sedangkan D0 rata-rata surut pada inlet 5,94 ppm dan outlet 5,93 ppm.  Rata-rata nilai nitrat pada saat pasang yakni 0,256 mg/l  lebih tinggi disbanding rata-rata nilai nitrat pada outlet saat pasang yakni 0,238 mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data suhu rata-rata pada semua stasiun yaitu 28,5°C masih layak untuk pemeliharaan kima, salinitas rata-rata antara 33,6 – 35 ppt (perbedaan salinitas tidak terlalu menyolok akibat adanya perbedaan penguapan). pH relative netral dengan kisaran 7, D0 menunjukkan kisaran nilai tidak yang tidak terlalu berbeda jauh antara 5,85 – 6,21 ppm dan masih layak untuk media pemeliharaan. Nitrat rata-rata pada semua stasiun yaitu 0,234 -0,275 mg/l sedangkan fosfat nilai rata-ratanya 0,710 – 0,993 ppm.  Dari data kualitas air parameter fisik – kimiawi, menunjukkan kondisi kualitas air di perairan pulau Barrang Lompo masih layak untuk dijadikan media pemeliharaan kima (T. squamosa).  Kondisi kualitas air pada daerah inlet dan setelah digunakan pada bak processing tidak berpengaruh terhadap organisme laut pada daerah outlet.Kata Kunci : Kima sisik, Kualitas air, PemeliharaanLower survival rate of larvae and juvenile clams reared in hatchery island Barrang Lompo allegedly due to the poor quality of water used. Water quality is declining due to the many residents who dispose of waste into the sea while water hatchery waste product is expected to have an impact on the balance of the ecosystem and the surrounding waters, in this regard it is necessary to conduct research on the analysis of quality of water used in the maintenance of clams scales (T.squamosa) , This study aims to determine the level of water quality (physical and chemical) that is used for maintenance clam shell (T.squamosa) at the hatchery island Barrang Lompo.Kegiatan research was conducted in July-September 2012 in hatcheries (Hatchery) Faculty of Marine Science and fisheries Unhas Lompo Barrang island. Taking samples of water that is focused on three main points, namely the location of the inlet, outlet and bath maintenance. At the location of the inlet and outlet water sampling and data collection quality parameters physical parameters -kimiawi at high tide and low tide, the water in the tub while the sample is done in bath tub juvenile and parent, each unit sebnayak 3x repeated sampling, review of the research described in descriptive , The value of the average temperature at the inlet and outlet at high tide and low tide, which is 28 ° C and 29 ° C, pH Average tara 7, .3, D0 average tide at the inlet and outlet of 6.08 ppm 5.78 ppm D0 while the average low tide at the inlet and outlet 5.94 ppm 5.93 ppm. The average value of nitrate at high tide which is 0.256 mg / l higher than the average value of nitrate at high tide outlet that is 0.238 mg. The results showed that the average temperature data at all stations is 28.5 ° C is still feasible for the maintenance of clams, average salinity between 33.6 to 35 ppt (salinity is not too flashy because of differences in evaporation). relatively neutral pH range 7, D0 show the range of values is not that is not too much different between 5.85 to 6.21 ppm and are still eligible to media maintenance. Nitrate average on all stations, namely 0.234 -0.275 mg / l, while the phosphate average value from 0.710 to 0.993 ppm. Of water quality data of physical parameters - chemical, indicate water quality conditions in the waters of the island Barrang Lompo still eligible to be a maintenance media giant clams (T. squamosa). Water quality conditions in the inlet area and after use in the processing bath has no effect on marine organisms at local outlets.Keywords: Kima scales, Water Quality, Maintenance
OPTIMASI LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT ( Eucheuma cottonii ) PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI DESA WAMSISI, KABUPATEN BURU SELATAN, PROVINSI MALUKU Jamaun Booy; Burhanuddin Burhanuddin; Abdul Haris
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedalaman penanaman rumput laut yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii. Rancangan percobaan dari penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan kedalaman penanaman yang berbeda yaitu:  30 cm, 40 cm dan 50 cm, masing-masing perlakuan diberi ulang 5 kali. Data yang dikumpulkan meliputi laju perumbuhan relatif dan laju pertumbuhan harian rumput laut.  Data diolah dengan ANOVA dan apabila data berbeda nyata maka dilakukan uji  lanjut  Duncan untuk melihat perbedaan  antar  perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman yang berbeda pada kegiatan budidaya rumput laut E. cottonii dengan metode longline berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan relative dan laju pertumbuhan harian pada rumput laut.  Perlakuan dengan kedalaman penanaman rumput laut 30 cm merupakan kedalaman yang terbaik pada penelitian ini.  Pertumbuhan relatif E. cottonii pada kedalaman 30 cm sebesar 32,00% atau meningkat sekitar 39% sampai 52% dibandingkan pertumbuhan relatif pada kedalaman 40 cm dan 50 cm yaitu masing-masing sebesar 23,60%  dan  21,00%.
Pemasaran online dan Pendaftaran Merek pada KTH Mega Buana 3 Desa Lipukasi Kabupaten Barru Asri Yanti Syarif; Andi Rahayu Anwar; Husnah Latifah; Burhanuddin Burhanuddin; Ratnawati Tahir; Syamsia Syamsia
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v5i2.1050

Abstract

Pemasaran online merupakan sarana yang mempertemukan produsen dan konsumen secara online dengan penawaran produk yang telah menggunakan nama atau merk sebagai atribut pemasaran. Pemasaran online menggunakan aplikasi yang dapat digunakan dengan membuat website, dengan adanya website petani dapat mempromosikan jenis produk, harga, dan no kontak yang dapat dihubungi, serta sistem pembayaran dan sistem pengiriman barang dari petani selaku produsen ke konsumen atau dapat menggunakan flatform: Instagram, WhatsApp, facebook untuk memudahkan memasarkan dengan jangkauan lebih luas dibandingkan dengan pemasaran tradisional yang hanya melibatkan pasar tradisional atau pedagang pengumpul. Petani pada umumnya telah menggunakan alat berupa smartphone, yang menjadi kendala petani belum memahami penggunaan media sosial dan platform untuk pemasaran online. Oleh karena itu, penyuluhan pemasaran online dan penggunaan merek merupakan hal yang fundamental dilakukan untuk merubah mindset mereka menjadi petani modern melalui KTH Mega Buana 3 di Desa Lipukasi Kabupaten Barru. Hasil pengabdian memberikan informasi bahwa pemasaran online dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan penjualan. Dengan adanya merek terhadap produk yang mereka pasarkan nantinya memberikan perlindungan hukum dan produk mudah dikenal di pasaran secara global serta menjadi produk pertanian yang berbeda dengan produk dari kelompok tani yang lain.
PELAKSANAAN MUTASI PEJABAT STRUKTURAL DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TAKALAR Muhammad Asrul; Burhanuddin Burhanuddin; Abdi Abdi
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v6i2.4060

Abstract

ABSTRACTThis study purposed to analyze and describe the implementation of structural official mutation in the Regional Government of Takalar Regency. This study used qualitative research with case study type. This study was collected through observation, interviews, documentation and literature study. Data validation were data triangulation, techniques and time and then analyzed through data reduction, data presentation and  conclusions. The results of this study showed that the implementation of structural officer transfers in the Regional Government of Takalar Regency was not fully implemented with rules such as rotation not paying attention to environmental saturation / atmosphere, while promotion only paid attention to rank and work performance without paying attention to employee competency and Latpim participation was only an additional requirement and demotion was not a final assessment. from the Performance Appraisal Team, however, the Regent's decision must be the final decision so that it was not  known well that the performance of the official concerned was transferred.Keywords: State Civil Apparatus, HRM and MutationABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan mutasi pejabat struktural di Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif tipe studi kasus. Data penelitian ini dikumpul melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Pengabsahan data dilakukan melalui triangulasi data, teknik dan waktu lalu dianalisis melalui melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan mutasi pejabat struktural di Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar belum sepenuhnya dengan aturan seperti rotasi tidak memperhatikan kejenuhan/suasana lingkungan sedangkan promosi hanya memperhatikan kepangkatan dan prestasi kerja tanpa memperhatikan kompetensi pegawai dan keikutsertaan Latpim hanya menjadi syarat tambahan saja serta demosi bukan menjadi penilaian akhir dari Tim Penilai Kinerja akan tetapi harus keputusan Bupati sebagai keputusan akhir sehingga tidak diketahui dengan baik kinerja pejabat yang bersangkutan dimutasi. Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara, MSDM dan Mutasi Jabatan
PENGARUH MODEL PEMBUANGAN TERHADAP AKUMULASI BAHAN ORGANIK TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME(LITOPENAEUS VANNAMEI) Jumraeni Jumraeni; Andi Khaeriyah; Burhanuddin Burhanuddin; Asni Anwar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 9, No 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model buangan yang lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang Vaname. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018 di Tambak Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar di Desa Manakku, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan dengan pengujian kualitas air di Kantor Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros, Sulawesi Selatan.Hasil penelitian Pengaruh Model Pembuangan Terhadap Akumulasi Bahan Organik pada Tambak Intensif  Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembuangan yang berbeda pada tambak intensif udang vaname terjadi penurunan dan peningkatan konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat serta parameter peubah. Berdasarkan hasil maka model pembuangan tengah (central drain) lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang vaname.
STUDI KELIMPAHAN DAN SEBARAN PHYTOPLANKTON SECARA VERTIKAL DI PESISIR PERAIRAN KURICADDI ( UNTUK PERUNTUKAN BUDIDAYA IKAN DAN UDANG ) Andi Khaeriyah; Burhanuddin Burhanuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.592 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i2.604

Abstract

Penelitian berlangsung pada bulan  Mei sampai Juni 2014  di Dusun Kuricaddi, Desa Nisambalia, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Dan analisis sampel phytoplankton di Laboratorium BPPBAP Maros untuk mendapatkan hasil kelimpahan dan sebaran phytoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi phytoplankton secara vertikal di pesisir perairan Kuricaddi terhadap peruntukan budidaya ikan dan udang. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata- rata kelimpahan phytoplankton berkisar antara 511,375 – 785,25 sel/L, indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 0,630795 – 1,085564 sel/L, nilai keseragaman (E) berkisar antara 0,783268 – 0,88328 sel/L,  dan nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0,424544 – 0,604215 sel/L. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perairan pesisir Kuricaddi termasuk dalam kategori perairan oligotrofik.