Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KIMIA KAYU PADA TANAMAN Araucaria cunninghamii Aiton ex D.Don UNTUK BAHAN BAKU PULP Dedi Setiadi; Mudji Susanto; Mohammad Anis Fauzi
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 9, No 1 (2015): Jurnal pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2015.9.1.53-60

Abstract

Araucaria cunninghamii is one of the endemic needles tree species grown naturally in Papua. The material used in the study is wood of A.cunninghamii that was planted in the first-generation of progeny test in Bondowoso, East Java. This study aims to determine the characteristic chemical properties of A.cunninghamii wood from some provenances as raw material for pulp. Disk of wood samples were taken from the stem at 50 cm above the ground with 5 cm of thickness. Testing chemical properties include the levels of toluene extractives soluble in ethanol, hot water soluble extractives, holocellulose, cellulose and lignin. Data were analyzed to determine the effect of provenance to chemical properties of wood. The results of study showed that wood sample of A.cunninghamii contained 73.33% holocellulose, 46.39% cellulose, lignin 30.56%, 1.19% ethanol solubility and 1.34% hot water solubility. Based on the composition of chemical substances contained in the wood, A.cunninghamii generally has good quality to be used as raw materials of pulp and paper.
Viabilitas Biji Sengon Penyimpanan 6 Bulan dan 23 Tahun Liliana Baskorowati; Dedi Setiadi; Mohammad Anis Fauzi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.659 KB)

Abstract

Sengon yang banyak dikembangkan oleh masyarakat di Jawa karena cepat tumbuh dan mempunyai pangsapasar kayu yang bagus. Hal tersebut menyebabkan permintaan akan bibit sengon di masyarakat sangat tinggi.Pembibitan sengon selama ini dilakukan melalui penyemaian biji yang didapat dari tanaman-tamanan sengondisekitarnya. Untuk menunjang penyediaan bibit, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui viabilitas biji sengon setelah penyimpanan yang lama (23 tahun) dan penyimpanan selama 6bulan. Penelitian dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan PemuliaanTanaman Hutan pada bulan Januari sampai Maret 2017. Benih sengon yang digunakan adalah benih sengonyang dieksplorasi dari 5 provenan (daerah asal) di Wamena dan Jawa untuk uji umur 6 bulan; serta 5provenan dari Wamena untuk uji umur 23 tahun oleh tim peneliti sengon B2P2PBPTH. Benih sengontersebut disimpan di dalam plastik tertutup yang dimasukkan ke dalam botol plastik dan disimpan dalamDCS (Dry Cold Storage) dengan suhu -5oC. Pengujian viabilitas benih dilakukan dengan menabur benihmasing masing 25 biji menggunakan petridish, dan jumlah benih yang berekecambah diamati pada hari ke 2.5 dan 7. Pertumbuhan tinggi semai umur 1 bulan dicatat, untuk mengetahui laju pertumbuhannya. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa perkecambahan maksimal terjadi pada hari ke 7 dan tidak terjadipenambahan kecambah pada hari ke 9. Kemampuan kecambah sengon dengan lama simpan 6 bulanmenunjukkan perbedaan yang nyata antar provenan dengan nilai F hitung = 3.391 dan P (sig) = 0.000;sedangkan yang dengan lama simpan 23 tahun tidak berbeda secara nyata antar provenan. Rerata persenkecambah untuk benih dengan penyimpanan 6 bulan : 81,99% sedangkan dengan penyimpanan 23 tahun :60,31%. Analisis data pengukuran tinggi semai sengon umur 1 bulan dari benih yang disimpan selama 6bulan menunjukan perbedaan yang sangat nyata antar provenan; semai sengon dari Elagiama mencapai reratatinggi 8.67 cm; pertumbuhan tinggi terendah adalah semai yang berasal dari Wonosobo (5.98 cm). Variasipertumbuhan semai sengon umur 1 bulan antar provenan Wamena juga ditunjukkan dari benih sengon yangsudah disimpan selama 23 tahun. Secara umum benih yang masih baru (disimpan 6 bulan) mempunyaikemampuan tumbuh yang lebih baik dibandingkan dengan benih yang sudah lama tersimpan (23 tahun). Daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa biji sengon dapat disimpan di DCS dalam waktu yang lama,meskipun terjadi penurunan viabilitas.