Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pola Komunikasi antara Orang tua dan Anak Usia Remaja dalam Pendidikan Seks Rizka Hari Kusmianigtyas; Kusrin Kusrin; Eka Yusup
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.429-437

Abstract

Dalam memberikan Pendidikan kepada anak orang tua selalu melakukan komunikasi dengan anak, baik secara verbal maupun non-verbal. Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang diucapkan secara lisan dan tulisan, sedangkan komunikasi non-verbal merupakan komunikasi yang dilakukan baik secara ekspresi, gestur sampai penempatan ruang dan waktu yang tepat. Pendidikan seks merupakan pendidikan dasar yang harus diberikan orang tua kepada anak yang bertujuan untuk membentuk konsep diri. Adanya media eksternal yang dapat mempengaruhi kepribadiannya menjadikan peran orang tua sangat dianjurkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak pada usia ini. Kurangnya pengetahuan seks oleh orang tua membuat ibu ragu bahkan enggan untuk memberikan pendidikan seks kepada anak. Anak usia remaja yaitu berkisar di antara usia 10-19 tahun, pada usia ini anak memerlukan metode komunikasi yang dapat diterima pemikirannya agar dapat dimengerti secara jelas. Penelitian ini meneliti bagaimana pola komunikasi orang tua dengan menggunakan lambang verbal dan non-verbal dalam memberikan pendidikan seks kepada anak remaja dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara dengan narasumber. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa ibu lebih banyak menggunakan komunikasi verbal seperti bercerita, memberikan nasihat dan teguran secara langsung kepada anak, melarang pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis. Adapun komunikasi non-verbal sangat berperan penting dalam komunikasi pendidikan seks dimana anak menjadi lebih mengetahui isi pesan saat komunikasi sedang berlangsung dan komunikasi menjadi lebih efektif dengan menggunakan ruang dan waktu yang tepat. Seperti di kamar dan ruang tengah, serta memperhatikan mood anak.Kata Kunci: Pola Komunikasi, Komunikasi Verbal, Komunikasi Non-verbal, Pendidikan Sex
Analysis of Intercultural Communication in Implementation of Independent Student Exchange Program Eka Yusup; Ilham Gemiharto
Ilomata International Journal of Social Science Vol 3 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.443 KB) | DOI: 10.52728/ijss.v3i1.416

Abstract

Since 2021 the Ministry of Education, Culture, Research and Technology has launched the Independent Student Exchange program as part of the Merdeka Campus Program. The Independent Student Exchange Program began to open online registration in June 2021, and has now entered the program implementation stage. One of the main goals of the Independent Student Exchange Program is to explore and get to know the cultural diversity of the archipelago and make friends with fellow students from different cultural backgrounds. This study aims to analyze aspects of intercultural communication that occur in the implementation of the Independent Student Exchange Program, such as how cultural interactions among students, how each student displays their cultural identity, and how to adapt to fellow students. This research uses a qualitative approach, an exploratory paradigm, in a case study perspective. The data collection process was carried out under natural conditions in the form of observation, in-depth interviews and documentation studies. This study concludes that although there are many differences in cultural backgrounds, students try to adapt to their peers who have different cultural backgrounds. The main obstacle in intercultural communication is the language barrier, because even though both speak Indonesian, the influence of local languages is still very strong, so sometimes the same vocabulary has different meanings and meanings. The results of the study also found several cases related to stereotypes against certain ethnic groups, the existence of ethnocentrism among program participants and various difficulties in adapting to fellow program participants.
Tantangan dan Peluang Pelaksanaan CSR di Era Disrupsi Bagi Humas Korporasi Ilham Gemiharto; Eka Yusup
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 2 No 1 (2020): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v2i1.3746

Abstract

Humas korporasi dalam era disrupsi selain harus memiliki keterampilan dasar komunikasi, namun juga dituntut untuk memiliki pola pikir terbuka, dan memiliki kompetensi komunikasi yang kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Kompetensi tersebut perlu dikuasai oleh petugas humas korporasi mengingat saat ini tidak ada sektor yang mampu bertahan dari era disrupsi saat ini tanpa mau berubah dan meninggalkan cara-cara lama yang sudah ketinggalan zaman. Era disrupsi ini memunculkan tantangan dan peluang yang harus segera disikapi dengan cepat dan tepat, sebelum tergilas oleh korporasi lain dalam bidang yang sama.  Petugas humas harus terus mencari ide-ide kreatif untuk dapat terus meraih citra yang baik dari publik, khususnya mereka yang selama ini berkontribusi secara signifikan dalam kemajuan korporasi. Tulisan ini membahas mengenai bagaimana tantangan dan peluang pelaksanaan CSR di era disrupsi saat ini khususnya bagi humas korporasi. Penelitian mengenai tantangan dan peluang pelaksanaan CSR di era disrupsi ini merupakan hasil kajian dari berbagai literatur mengenai pelaksanaan CSR di era disrupsi yang telah terbit dalam beberapa tahun terakhir ini. Tantangan terbesar bagi humas korporasi saat ini adalah bagaimana agar citra dan eksistensi perusahaan dapat bertahan di tengah era disrupsi saat ini.  Korporasi yang menyadari tantangan tersebut menjadi sangat peduli dengan perkembangan teknologi komunikasi dan menyadari adanya perubahan drastis dalam perilaku konsumen mereka. Korporasi tersebut melakukan pembenahan dengan berinvestasi pada penggunaan teknologi komunikasi terkini dan melatih divisi humas mereka untuk menguasai teknologi tersebut. Pelaksanaan kegiatan CSR oleh humas korporasi kini memanfaatkan media online dan media sosial dalam mempromosikan korporasi melalui kampanye pelestarian lingkungan dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Era Disrupsi, Humas, Korporasi
Analisis pola komunikasi budaya ngopi di komunitas Karawang Menyeduh Musairil Khakamulloh; Mayasari Mayasari; Eka Yusup
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.28887

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena budaya ngopi pada saat ini mengalami perkembangan dan banyak digemari oleh semua lapisan masyarakat sebagai gaya hidup. Budaya ngopi ini kemudian memunculkan sebuah budaya baru dengan istilah ngopi bareng atau lazimnya disebut dengan kopdar. Perkembangan budaya ngopi inilah yang menjadi latar belakang sebuah komunitas berdiri, salah satunya Komunitas Karawang Menyeduh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dianalisis berdasarkan peristiwa komunikatif yang terjadi di dalam kegiatan kopdar. Teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead digunakan sebagai teori pendukung dalam melakukan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi tanpa partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi penelitian ini berasal dari enam informan, mereka merupakan ketua dan para anggota Komunitas Karawang Menyeduh yang mengetahui persis mengenai budaya ngopi di dalam komunitas ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal, yang melibatkan para partisipan lebih dari dua orang yang membentuk sebuah kelompok. Inti dari pembahasannya yaitu mengenai dunia kopi dan dunia sosial lainnya dengan menggunakan varietas bahasa yang sama yaitu menggunakan Bahasa Indonesia. Proses komunikasi yang terjadi layaknya diskusi, yaitu dengan menggunakan komunikasi kelompok. Pola komunikasi yang digunakan di dalam kegiatan kopdar di Komunitas Karawang Menyeduh, menggunakan pola komunikasi multi arah atau all channels.
REPRESENTASI KEPERCAYAAN DIRI DALAM FILM “IMPERFECT: KARIR, CINTA, & TIMBANGAN” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TENTANG MAKNA PERCAYA DIRI DALAM FILM “IMPERFECT: KARIR, CINTA, & TIMBANGAN”) Ugunawan Ugunawan; Eka Yusup; Muhamad Ramdhani
MEDIA BINA ILMIAH Vol 15, No 11: Juni 2021
Publisher : BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v15i11.1173

Abstract

This study aims to determine the meaning of self-confidence in the order of denotation signs and Roland Barthes' connotations in the film Imperfect: Career, Love, & Scales. The model used in this research is Rolan Barthes' Connotation Sign Order and Denotation model, in the analysis of the film there are several connotation and denotation meanings contained in each Scane film. Based on these objectives, the method used in this study is descriptive qualitative. A qualitative approach to communication emphasizes how an approach can reveal the meanings of existing communication content. Qualitative research focuses on the general principles that underlie the manifestation of a meaning from social phenomena in society
Pengaruh Pemberitaan Aksi Premanisme terhadap Tingkat Kecemasan Pedagang dan Pengunjung GOR Panatayudha, Kabupaten Karawang Shiyam Ramli; Zainal Abidin; Eka Yusup
PROPAGANDA Vol 2 No 1 (2022): PROPAGANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/prop.v2i1.546

Abstract

The role of online mass media is very influential in providing information about news of acts of thuggery crimes, so that someone knows and obtains information that is happening on the phenomenon of thuggery crimes that have recently disturbed traders and visitors. This study aims to determine the effect of mass media coverage on the level of anxiety of traders and visitors to Panatayudha Sports Center. The method in this research is descriptive and verification method. This type of research is quantitative research. The population in this study included 100 traders and visitors to Panatayudha Sports Center. The analytical tool used in this research is simple linear regression analysis. The results showed that News of Thugs Action had an effect on the level of anxiety of traders and visitors at Panatayudha Sports Center, Karawang Regency.
Manajemen Isu PT. PLN Mengenai Padamnya Aliran Listrik di Seluruh Pulau Jawa Dwi Rizky Aprilianti; Firdaus Yuni Dharta; Eka Yusup
Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.052 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5109

Abstract

Isu mengenai padamnya listrik di seluruh pulau Jawa oleh PT. PLN (Persero) membuat warga masyarakat Indonesia bertanda tanya besar. Bahwasanya sebagian besar dari wilayah di pulau Jawa dan DKI Jakarta mengalami padam listrik. Pemadaman ini berdampak kepada dua sektor yang paling krusial dalam ekonomi, yaitu dari sektor transportasi dan komunikasi. I Made Suprateka selaku Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN mengatakan terjadi gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Sehingga membuat transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya peran serta dari bagian Humas untuk dapat memulihkan keadaan citra negatif mengenai dampak blackout yang ada di masyarakat melalui strategi manajemen krisis adaptif dalam dengan cara melakukan modifikasi operasional, kompromi, dan pengalihan fasilitas yang tertuang dalam program kerja humas.